Belajar Investasi Saham untuk Pemula Mulai dari 0

belajar saham untuk pemula

Ini adalah artikel serial #1 Belajar Investasi Saham untuk Pemula, dimana kita akan membahas tentang apa itu saham, keuntungan saham dibanding instrumen lain, cara membuka rekening dana investor dan Tips Memilih perusahaan sekuritas.

Salah satu cara untuk membuat aset yang bekerja keras untuk kita adalah melalui jalur investasi. Namun terkadang kita sendiri juga bingung dari mana memulai investasi dan memilih instrumen investasi yang paling menguntungkan.

Perlu diingat bahwa investasi itu adalah sebuah proses (tidak instan) yang terbilang panjang. Perlu juga diingat bahwa setiap instrumen investasi memiliki tingkat return/pengembalian dan resiko tersendiri.

Jika Anda ingin mengetahui apa itu investasi, jenis, instrumen serta caranya, Anda bisa baca artikel Pengertian Investasi yang telah kami posting sebelumnya.

Satu hal yang pasti dari investasi, semakin tinggi return/pengembalian maka risiko juga semakin tinggi. Tetapi baiklah kita kembali ke topik awal, bahwa kali ini saya akan share tentang cara memulai investasi saham.

Bagaimana sih cara untuk memulai investasi atau trading saham, so setelah Anda membaca artikel ini sampai habis, saya yakin Anda akan tahu apa yang harus Anda lakukan sekarang juga untuk memulai investasi atau trading saham.

Sebelum mulai, saya mau cerita sebentar ya, mohon izin dulu nih.

Saya pribadi mengenal investasi saham sejak tahun 2009, tetapi belum berani memutuskan untuk berinvestasi di saham. Alasannya sederhana, risikonya tinggi dan uang bisa hilang dalam sekejab.

Apakah alasan saya ini benar? Tentu saja sangat tidak berdasar, tetapi itu semata-mata karena ketidaktahuan.

Ingat, risiko datang karena ketidak tahuan kita, termasuk investasi dan hampir semua aktivitas kita di dunia ini berisiko jika kita tidak memiliki bekal pengetahuan yang cukup.

Saya mulai tertarik lagi dan melakukan take action untuk berinvestasi di saham pada tahun 2020 sekitar bulan juli (tanggalnya lupa). Lebih tepatnya ketika pandemi covid-19 mulai melanda dunia dan Indonesia khususnya.

Saham pertama yang saya miliki adalah BBRI (Bank Rakyat Indonesia) sebesar 10 Lot, dan pada waktu itu saya beli di harga 2450. Seperti pemula kebanyakan, saya tidak mengerti sama sekali tentang seluk beluk investasi saham, hanya modal nekad.

Beruntung pada proses berjalannya waktu, atau kurang lebih 1 tahun terakhir, saya mulai memahami. Ingat ya, baru sedikit aja.

Cara saya belajar tentang pasar modal adalah dengan mendengarkan video youtube, membaca artikel tentang investasi dan membaca buku tentang Saham.

Beberapa buku yang menjadi favorit saya adalah Technical Analysis by Megaprofit, kemudian 3 seri buku yang ditulis Elen May: Smart Traders Rich Investor, Smart Traders Not Gamblers dan Nabung Saham Sekarang.

Singkat cerita, setelah membaca 4 buku ini, mendengarkan video dan membaca artikel tentang investasi saham setiap hari selama kurang lebih 6 bulan, saya baru melek investasi maupun trading saham, analisis saham untuk investasi dan memilih saham yang sesuai untuk masing-masing rentang waktu (jangka pendek, menengah dan jangka panjang).

Berbekal pengetahuan yang masih cetek dan sedikit pengalaman ini, saya akan mencoba berbagi dengan Anda tentang seri Belajar Investasi Saham mulai dari O.

Saya memang belum ekspert, mungkin saat ini sedang tahap belajar dan terus belajar untuk mencari passion saya di papper asset, jadi mohon koreksi jika ada kekeliruan dalam sharing saya.

Baca juga  4 Instrumen Investasi yang Tepat bagi Pemula dan 5 Kesalahan Investor Pemula yang Wajib Kamu Hindari

Saat Anda membaca artikel ini di masa depan, saya ingin memberitahu Anda hahwa saat ini di tahun 2020-2021, dunia sedang tidak stabil karena adanya pandemi covid.

Dampaknya adalah beberapa pegawai harus di rumahkan atau bahkan kehilangan pekerjaannya, oleh karena itu saya memutuskan untuk membuat sebuah series Artikel yang berjudul Belajar Investasi Saham dari 0.

Tujuan saya dengan seri artikel tersebut adalah untuk membagikan ilmu dan pengetahuan yang saya miliki mengenai investasi saham kepada Anda, atau masyarakat Indonesia.

Semoga seri artikel ini bermanfaat, terlebih situasi Indonesia seperti sekarang serba tidak pasti, jadi kendaraan investasi yang bisa Anda manfaatkan adalah Berinvestasi di Pasar Modal.

Sebelum kita mulai, Saya mau menyapa terlebih dahulu halo… apa kabar Anda? Semoga saja sehat selalu. Perkenalkan nama saya Daniel, asal Pontianak.

Pada seri artikel pertama kali ini saya akan memperkenalkan kepada Anda tentang Apa itu saham? Kenapa harus berinvestasi saham dan cara memulai untuk investasi saham.

Tapi sebelumnya, saya ingin mengajak teman-teman untuk berlangganan terlebih dahulu di blog saya. Mari bantu untuk mengembangkan website ini dengan cara share artikel ini, agar semakin bermanfaat untuk masyarakat.

Dengan Anda berlangganan, maka Anda akan menjadi orang yang pertama membaca artikel yang diupdate dari website ini dan pastinya berlangganan itu gratis.

Baca: Investasi Jangka Pendek.

Definisi dan Keuntungan Investasi Saham

Langsung saja kita bahas, apa itu saham? Saham merupakan sebuah bukti kepemilikan terhadap sebuah perusahaan (dalam kasus ini perusahaan go publik). Jadi dengan membeli saham perusahaan kita terdaftar menjadi pemilik perusahaan tersebut.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya kita mendapatkan keuntungan dari investasi saham?

Ada 2 keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan membeli sebuah saham. Sekali lagi saham perusahaan yang bagus ya! Mengenai saham yang bagus, next time akan kita bahas dalam artikel tersendiri.

Keuntungan pertama adalah dari Capital Gain atau kenaikan harga saham. Jadi kalau Anda beli diharga Rp1.000 per lembar, satu minggu kemudian harga saham tersebut naik menjadi Rp1100 per lembar, maka Anda bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp100 per lembar.

Nah, Anda tinggal hitung sendiri berapa keuntungan yang Anda peroleh dari Gain atau kenaikan harga saham. Sebagai informasi, satuan pembelian saham adalah Lot, jadi 1 lot nilainya 100 lembar saham.

Apabila Anda menjual saham tersebut tinggal dikalikan saja berapa lembar saham yang Anda miliki.

Tetapi jangan lupa, ada juga ada fee dari setiap transaksi (jual/beli), namun relatif kecil, nilainya mulai 0,15% untuk fee pembelian dan 0,25% untuk fee penjualan.

Keuntungan kedua dari pembagian Dividen. Deviden merupakan pembagian laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang sahamnya. Nah kalau Anda mau mencari keuntungan dari dividen, pastikan Anda membeli atau memilih saham perusahaan yang sering bagi-bagi dividen.

Kalau kalian mempelajari lebih lanjut mengenai dividen, next time akan saya buat artikel terpisah mengenai dividen.

Modal Awal Investasi Saham

Teman-teman perlu tahu bahwa berinvestasi pada pasar modal dalam hal ini saham, tidak perlu modal besar. Kalau saya tidak salah, ada sekuritas yang bisa memulai investsai dengan modal hanya Rp100.000.

Baca juga  5 Langkah Praktikal untuk Memulai Perjalanan Investasi Anda

Hal ini tergantung dari broker atau sekuritas, jadi dengan deposit pertama minimal Rp100.000, keuntungan yang Anda dapatkan juga bervariasi, tergantung dari nilai investasi yang Anda miliki.

Return atau pengembalian bisa bervariasi, mulai dari 10% itu pun belum dipotong pajak pendapatan yang terbilang cukup tinggi yaitu 20%. Anda berpeluang atau berpotensi mendapatkan keuntungan belasan hingga ratusan persen dalam waktu 1 tahun.

Dengan catatan, Anda memiliki pengetahuan yang baik mengenai saham.

Praktek investasi atau trading saham di pasar modal Indonesia, itu aman karena pasar modal Indonesia dilindungi atau diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tidak mungkin ada yang namanya penipuan atau dibawa kabur uangnya atau kasus penipuan yang lainnya.

Yang paling banyak terjadi, pemula mengalami kerugian dalam melakukan trading saham tanpa pengetahuan yang cukup. Jadi mereka langsung nyemplung gitu aja di market.

Baca: Cara Melipatgandakan Uang dengan Investasi.

Memulai Investasi Saham

Bagaimana sih caranya memulai untuk investasi saham? Pertama-tama Anda harus membuka rekening saham di sekuritas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tentu saja untuk melakukan transaksi, Anda bisa juga kunjungi website yuknabungsaham.idx.co.id

Untuk membuka rekening RDI dan mulai investasi saham, siapkan dokumen pribadi Anda seperti KTP, NPWP dan juga informasi rekening tabungan Anda.

Kalau Anda tidak memiliki NPWP tidak perlu khawatir karena Anda tetap bisa membuka rekening saham.

Selanjutnya, Anda harus mengisi formulir di perusahaan sekuritas, Anda bisa melihat perusahaan sekuritas yang terdaftar di website idx.co.id. Jangan lupa siapkan juga setoran awal atau deposit ke rekening dana investor (RDI).

Nah informasi tentang RDI ini nanti akan di emailkan ke email Anda, sehingga Anda siap berinvestasi di Saham. Satu hal lagi yang sering ditanyakan yaitu sekuritas apa yang bagus, apakah sekuritas A + B?.

Anda bisa lihat ada empat hal yang perlu Anda siapkan dalam memilih sekuritas, saya sudah siapkan gambar berikut yang diambil dari link IDX – Yuk Nabung Saham

Baca: Jenis Investasi Jangka Panjang.

Tips Memilih Sekuritas

Ada 4 hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih sekuritas yaitu Fee Transaksi, Setoran Awal, Regulasi dari OJK dan Service dari Sekuritas.

Pertama adalah fee transaksi, semakin rendah fee transaksi semakin baik sekuritas. Ada sekuritas B, memiliki fee transaksi yang berbeda, katakanlah lebih tinggi namun mereka memiliki keunggulan yang lainnya lebih baik.

Cek terlebih dahulu di sekuritas yang akan Anda pilih, setahu saya saat ini fee transaksi terendah yaitu 0,15% untuk pembelian saham dan 0,25% untuk penjual saham.

Kedua adalah setoran awal atau deposit. Ini informasi yang perlu Anda highlight yaitu berapa modal awal yang akan Anda investasikan. Di beberapa sekuritas yang terkenal bagi kalangan investor ritel seperti Mirae asset, Indopremier, Mandiri Sekuritas, memiliki ketentuan deposit yang berbeda-beda.

Jika Anda ingin membuka rekening di Mirae Aset, nilai deposit awal yang perlu Anda setor atau deposit minimal sebesar 10 juta. Namun sebaliknya untuk Indopremier, Anda bisa memulai dengan setoran awal dibawah 1 juta.

Baca juga  Apa itu Portofolio Investasi dan Bagaimana Cara Merancang Portofolio yang Sesuai Profil Risiko Anda?

Di MNC Sekuritas, setoran awal bisa Anda mulai dengan dana dibawah 1 juta, atau bahkan dengan modal investasi 500.000 Anda sudah bisa membeli saham, tentunya sesuai dengan nilai dana dan saham yang Anda pilih.

Nah untuk masalah ini silakan Anda cari sendiri, tanyakan ke contact person brokernya.

Ketiga, soal regulasi. Yang terpenting yang harus Anda ketahui adalah Anda harus memilih sekuritas yang memiliki izin atau diawasi langsung oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan, jadi uang investasi Anda pun aman.

Sebagai gambaran bahwa dana Anda di RDI tidak langsung dipegang oleh pihak sekuritas. Akan tetapi Anda memiliki rekening terpisah di bank Anda masing-masing yang disebut dengan rekening dana investor (RDI). Seperti yang saya sebutkan di awal tadi, hal inilah yang menjamin dana investor.

Terakhir adalah servis yang ditawarkan dari perusahaan tersebut. Salah satu pertimbangan adalah software atau aplikasi trading yang disediakan oleh sekuritas tersebut.

Aplikasi trading harus user friendly dan mudah mencari informasi informasi yang Anda perlukan untuk menunjang analisis kalian. Di samping itu aplikasi tersebut harus memiliki fitur yang lengkap sebagai senjata Anda untuk menganalisis pasar.

Dibeberapa sekuritas, ada juga fasilitas untuk training. Saat ini banyak sekuritas sekuritas yang menawarkan atau memiliki program pelatihan seputar investasi atau training .

Ini adalah sebuah program atau service edukasi dari perusahaan tersebut atau dari sekuritas tersebut yang menawarkan edukasi ke teman-teman yang mau belajar investasi.

Biasanya ada training yang dilakukan perbulan atau bahkan perminggu, ada dua keuntungan yang semuanya ini bisa Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan.

Jadi silahkan Anda pilih mana sekuritas yang lebih oke dan lebih cocok buat kalian. Dalam hal ini saya tidak bisa menyarankan satu atau beberapa sekuritas, namun yang pasti adalah setiap perusahaan sekuritas tentu memiliki keunggulan masing-masing.

Kesimpulan

Mungkin ada sekuritas yang menawarkan fee transaksi yang cukup rendah namun disisi lain kalian harus deposit awal cukup tinggi yaitu sekitar 10 juta. Ada juga sekuritas yang memperbolehkan deposit minimum Rp100.000, jadi semua itu terserah Anda.

Semua pertimbangan ini ada di tangan kalian, satu hal yang pasti setelah Anda masuk pasar atau market, itu mekanisme perdagangan nya semua sama saja.

Mungkin ini pertanyaan terakhir, Anda juga pasti bertanya-tanya kalau saya pakai sekuritas apa?

Kalau saya sendiri pakai MNC Sekuritas dengan Motion Trade yang bisa diakses di Dekstop dan Smartphone. Menurut pengalaman saya sih fee transaksinya, cukup bersaing dan aplikasinya memiliki fitur yang cukup oke.

Selain itu, saya memilih MNC Sekuritas karena ada teman SMA saya bekerja sebagai Sales Equity di sekuritas tersebut, jadi saat saya ingin bertanya sesuatu saya tinggal hubungi dia.

Saya disini tidak sedang berafiliasi dengan broker manapun termasuk MNC Sekuritas, tetapi kalau misalkan dari MNC Sekuritas ingin mengajak atau menawarkan kerjasama dipersilahkan.

Demikian artikel pertama seri Belajar Saham bagi Pemula Mulai dari 0, silahkan Anda lanjutkan pada pembelajaran berikutnya. Jika ada yang kurang jelas Anda bisa bertanya atau diskusi melalui kolom komentar, saya akan menjawab setiap pertanyaan dari Anda.

3 Replies to “Belajar Investasi Saham untuk Pemula Mulai dari 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *