Pengertian Pendapatan Nasional: Definisi, Konsep, Manfaat dan Perhitungan

pengertian pendapatan nasional

Halo… berjumpa lagi dalam sesi senin semangat. Kali ini kita akan mengulik topik makro ekonomi atau lebih spesifik lagi yaitu pengertian pendapatan nasional dan konsep secara makro.

Sebenarnya apa itu pendapatan nasional? Apakah sama dengan penghasilan bagi kita perseorang (rumah tangga) atau mungkin ada perbedaannya.

Oke, mari kita lihat sekilas. Pendapatan nasional merupakan nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara selama tahun anggaran. Dengan demikian, pendapatan nasional adalah hasil bersih dari semua kegiatan ekonomi negara mana pun selama periode satu tahun dan dinilai dari segi uang.

Pendapatan nasional adalah istilah yang tidak pasti dan sering digunakan secara bergantian dengan dividen nasional, output nasional, dan pengeluaran nasional. Kita dapat memahami konsep ini dengan memahami definisi pendapatan nasional.

Sementara definisi pendapatan nasional yang dikutip dari economicsonline.co.uk adalah nilai total output akhir suatu negara dari semua barang dan jasa baru yang diproduksi dalam satu tahun.

Memahami tentang bagaimana pendapatan nasional diciptakan adalah titik awal untuk ekonomi makro.

Baca juga: Pengertian Ekonomi Makro.

Dari pengertian tersebut, beberapa hal yang perlu kita perhatian adalah:

  1. Nilai total barang dan jasa akhir (untuk menghindari adanya penghitungan berganda (double counting), nilai yang dihitung adalah nilai akhir barang dan jasa)
  2. Suatu perekonomian (dapat berarti adanya batasan suatu negara atau penduduk dari suatu negara)
  3. Suatu periode (untuk memperoleh perhitungan yang dapat dibandingkan, harus ditentukan batasan penghitungan tiap periodenya, umumnya selama satu tahun)

Pengertian Pendapatan Nasional menurut Para Ahli

Seperti yang telah diuraikan diatas bahwa pendapatan nasional merupakan nilai produksi barang dan jasa selama masa 1 tahun anggaran. Sementara itu, sejumlah ahli memiliki pendapat berbeda, karena itu mari kita simak dalam penjelasan berikut.

Alfred Marshall

Alfred Marshall merupakan seorang ahli ekonomi yang berasal dari Inggris,  aktif pada tahun 1890-an. Menurut Alfred Marshall pendapatan nasional adalah tenaga kerja dan modal dari suatu negara yang mengolah sumber alamnya untuk memproduksi sejumlah netto komoditi, baik material dan immaterial, termasuk jasa dan sejenisnya.

Arthur Cecil

Arthur Cecil Pigou atau Arthur Cecil adalah ekonom asal Inggris dan merupakan murid Alfred Marshall. Menurut Artuhur Cecil, pendapatan nasional merupakan bagian dari pendapatan objektif masyarakat, termasuk pendapatan yang berasal dari luar negeri yang dapat diukur dalam uang.

Irving Fisher

Irving Fisher merupakan ahli ekonomi yang berasal dari Amerika Serikat, aktif pada tahun 1890-an. Menurut Fisher, pendapatan nasional yang hakiki adalah netto yang langsung dikonsumsi di tahun itu juga.

Ikatan Akuntansi Indonesia

Dalam buku berjudul “Standar Akuntansi Keuangan”, Pendapatan merupakan suatu arus masuk bruto dari suatu manfaat ekonomi yang muncul dari aktivitas normal perusahaan dalam waktu satu periode jika arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

Baca juga  Apa Saja Masalah Pokok Ekonomi Modern dan Bagaimana Mengatasinya?

Theodurus M.Tuanakotta

Menurut Thedorus, Pendapatan secara umum didefinisikan sebagai hasil dari suatu perusahaan. Pendapatan merupakan suatu darah kehidupan dari perusahaan. Begitu pentingnya sangat sulit untuk dapat mendefinisikan sebuah pendapatan sebagai unsur akuntansu pada diri sendiri.

Pada dasarnya pendapatan ini merupakan kenaikan laba, seperti laba pendapatan ialah sebuah proses arus penciptaan barang dan/atau jasa oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu.

Pada umumnya, pendapatan ini dinyatakan dalam satuan uang (moneter). Pendapatan merupakan suatu inflow of assets ke dalam perusahaan untuk akibat penjualan barang atau jasa.

Kusnadi

Dalam buku berjudul “Akuntansi Keuangan Menengah (Intermediate) yaitu Prinsip, Prosedur, dan Metode”, Kusnadi mengungkapkan, bahwa definisi Pendapatan merupakan suatu penambahan aktiva yang dapat mengakibatkan bertambahnya modal.

Akan tetapi bukan dikarenakan penambahan modal dari pemilik atau bukan hutang namun juga melainkan melalui penjulan barang atau jasa terhadap pihak lain.

Pendapatan tersebut bisa dikatakan sebagai kontra pada perstasi yang didapatkan atas jasa-jasa yang sudah diberikan kepada pihak lain.

Dari semua pendapat ahli, dapat kita garis bawahi bahwa pendapatan nasional merupakan produksi netto komoditas baik barang maupun jasa yang dapat diukur dalam satuan uang pada periode satu tahun.

 

Konsep Pendapatan Nasional

Secara umum dikenal 7 konsep pendapatan nasional yaitu produk domestik bruto, produk nasional bruto, produk nasional netto, pendapatan nasional netto, pendapatan perseorangan, pendapatan yang siap dibelanjakan, dan pendapatan perkapita.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal ini mari kita simak bersama penjelasan berikut:

Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah total barang dan jasa yang berhasil diproduksi oleh unit-unit ekonomi di dalam negeri (domestik) pada satu periode satu tahun.

Jika dimasukan dalam persamaan, maka rumusnya adalah sebagai berikut:

GDP = Pendapatan Masyarakat Dalam Negeri + Pendapatan Asing Dalam Negeri

Barang dan jasa yang telah diproduksi oleh badan usaha asing di dalam negeri juga termasuk di dalam Gross Domestic Product (GDP). Sebagai contoh, suatu perusahan XYZ asal Jepang membuka cabang di Indonesia, dengan demikian hasil produksinya merupakan komponen GDP.

Baca juga: Pengertian APC dan APS.

Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) merupakan suatu total jumlah produk, baik barang maupun jasa, yang diproduksi oleh masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, yaitu satu tahun.

Produksi dalam hal ini termasuk juga yang dihasilkan oleh warga negara yang  berada di luar negeri, contohnya Perusahaan asal Indonesia yang beroperasi di luar negeri.

GNP dapat kita rumuskan sebagai berikut:

GNP = Pendapatan WNI Dalam Negeri + Pendapatan WNI Luar Negeri – Pendapatan Asing Dalam Negeri

Produk Nasional Netto (NNP)

Produk Nasional Netto (Net National Product) merupakan total Produk Nasional Bruto setelah dikurangi dengan penyusutan barang modal.

Penyusutan merupakan penggantian barang modal bagi peralatan yang digunakan untuk kegiatan produksi. Biasanya berupa suatu taksiran sehingga bisa terjadi kekeliruan walaupun persentasenya relatif kecil.

NNP dapat kita tulis dalam rumus berikut:

NNP = GNP – Depresiasi ( Penyusutan Barang Modal )

Pendapatan Nasional Netto (NNI)

Pendapatan Nasional Netto (Net National Income) merupakan pendapatan yang dihitung berdasarkan jumlah balas jasa yang diperoleh masyarakat pemilik faktor produksi.

Jika kita tuliskan dalam rumus maka akan digambarkan seperti berikut:

Baca juga  Manajemen Produksi Adalah: Definisi, Fungsi, Ruang Lingkup dan Aspek

NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung

Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income) merupakan jumlah total pendapatan yang diperoleh oleh masing-masing perorangan, termasuk penghasilan yang didapatkan tanpa harus bekerja (aktif) seperti uang pensiun PNS.

Berikut adalah gambaran penulisan rumus PI:

PI = NNI – Pajak Perusahaan – Iuran – Laba Ditahan + Transfer Payment

Transfer Payment merupakan total penerimaan yang bukan dari hasil balas jasa produksi, melainkan diambil dari suatu pendapatan nasional pada tahun sebelumnya. Contoh dana pensiun, tunjangan pengangguran.

Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (DI)

Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (Disposable Income) merupakan suatu penghasilan yang sudah dikurangi dengan pajak langsung sehingga dapat dibelanjakan atau disimpan dalam bentuk investasi.

DI = PI – Pajak Langsung

Pajak langsung merupakan pajak yang tidak bisa dialihkan kepada pihak lain, misalnya pajak penghasilan.

Pendapatan per Kapita

Pendapatan nasional dengan konsep pendapatan per kapita pada hekekatnya merupakan besarnya pendapatan domestik bruto dibagi dengan jumlah penduduk negara tersebut.

Dengan konsep pendapatan per kapita, kita tidak hanya mengetahui besarnya perekonomian suatu negara seperti yang terlihat pada nilai pendapatan domestik bruto,  juga melihat besarnya kesejahteraan rata-rata penduduk negara tersebut.

 

Manfaat Menghitung Pendapatan Nasional

Apa saja sih manfaat yang didapat dalam menghitung pendapatan nasional? Tentu saja ada banyak manfaat yang didapat terkait dengan informasi, data, alat ukur serta indikator.

Berikut 9 manfaat dalam menghitung pendapatan nasional:

  1. Memperoleh informasi tentang tingkat kemakmuran suatu negara.
  2. Membantu suatu proses evaluasi kinerja perekonomian dalam skala tertentu.
  3. Kemudahan dalam mengukur suatu perubahan perekonomian suatu negara secara berkala.
  4. Kemudahan dalam membandingkan suatu kinerja ekonomi dari setiap sektor.
  5. Ukuran kualitas hidup dalam masyarakat suatu negara.
  6. Ukuran perbandingan pada kinerja setiap negara.
  7. Alat ukur perbandingan pada kualitas standar hidup suatu negara.
  8. Indikator dan perbandingan pada tingkat pertumbuhan ekonomi dari waktu ke waktu.
  9. Indikator dan perbandingan pada pertumbuhan ekonomi dan kekayaan suatu negara.

Baca juga: Pengertian Kebijakan Fiskal.

 

Pendekatan Dalam Perhitungan Pendapatan Nasional

Secara umum, dalam makro ekonomi dikenal 3 pendekatan untuk menghitung pendapatan nasional yaitu pendekatan produksi, pendekatan pendapatan dan pendekatan pengeluaran. Untuk lebih jelasnya, berikut kami sampaikan lebih rinci.

1.Pendekatan Produksi

Pendekatan produksi bisa dilakukan dengan cara menambahkan nilai produksi akhir dari setiap sektor.

Pendapatan nasional yang menggunakan pendekatan produksi bisa dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

Y = [(Q1 x P1) + (Q2 x P2) + (Qn x Pn) …]

atau

Y : ∑ = Pn . Qn

Keterangan :

Y = Pendapatan Nasional

Pn= Harga jual suatu produk jadi

Qn= Jumlah suatu produksi produk asli

 

Contoh soal

Suatu negara memiliki sektor pertanian, dengan hasil utama yakni gandum.

Anggap saja harga gandum adalah Rp 7.000,- per kg. Gandum tersebut kemudian akan dijual ke perusahaan A untuk diolah menjadi produk lain seperti tepung terigu dan diberi harga Rp 15.000,- per kg.

Tepung terigu yang telah diolah tersebut kemudian akan dijual ke perusahaan B dengan harga Rp 25.000,- untuk dijadikan produk baru contoh roti.

Dari penjelasan ilustrasi tersebut, maka jumlah Pendapatan Nasional adalah Rp 25.000,- yang ini merupakan nilai akhir dari gandum. Nilai yang sama akan didapatkan dengan menjumlahkan nilai akhir dari suatu produksi gandum.

 

2.Pendekatan Pendapatan

Pendapatan Nasional bisa juga dihitung dengan menjumlahkan total imbal hasil dalam bentuk upah, sewa, bunga, dan laba.

Rumus perhitungan pendekatan pendapatan adalah sebagai berikut:

Baca juga  Penjelasan Ekonomi Makro Secara Sederhana

Y = Upah + Sewa + Bunga + Laba

atau

Y : ∑ = C + I + G + (X – M)

Keterangan :

Y = Pendapatan Nasional

C = Konsumsi rumah tangga

I = Investasi suatu perusahaan

G = Pengeluaran pada Pemerintah

X = Jumlah ekspor

M = Jumlah impor

 

3.Pendekatan Pengeluaran

Pendekatan pengeluaran juga dapat dihitung dengan cara menjumlahkan semua pengeluaran berupa konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan selisih ekspor dikurangi dengan impor.

Pendekatan pengeluasan dituliskan dalam rumus berikut ini:

Y = Konsumsi + Investasi + Pengeluaran Pemerintah + (Ekspor – Impor)

atau

Y : ∑ = w + r + i + π

Keterangan :

Y = Pendapatan nasional

w = upah

r = sewa

i = bunga

π = laba

 

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional

Secara umum, pendapatan nasional dipengaruhi oleh 3 faktor utama yaitu permintaan dan penawaran agregat , investasi (i), dan konsumsi & tabungan (C & S).

Semakin tinggi dan meningkat ketiga faktor diatas maka dapat diasumsikan pula pendapatan nasional semakin baik dan meningkat.

Untuk lebih rinci, berikut penjelasan tentang ke-3 faktor tersebut:

1.Permintaan dan Penawaran Agregat

Agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan jumlah permintaan terhadap barang maupun jasa berdasarkan tingkat harga tertentu.

Permintaan agregat adalah suatu daftar dari seluruh barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga.

Sedangkan penawaran agregat adalah hubungan antara seluruh penawaran barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan pada tingkat harga tertentu.

2.Investasi

Investasi merupakan suatu pengeluaran perusahaan yang digunakan untuk investasi atau merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

Perusahaan atau pelaku usaha yang mampu berinvestasi menunjukkan bahwa mereka mengalami kemajuan atau peningkatan pendapatan. Karena itu, investasi pada akhirnya dapat mempengaruhi pendapatan nasional suatu negara.

3.Konsumsi dan Tabungan

Konsumsi merupakan suatu pengeluaran keseluruhan guna memperoleh barang dan jasa dalam aktifitas perekonomian pada jangka waktu tertentu.

Sedangkan, tabungan adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan atau dengan kata lain tidak habis di konsumsi.

Dengan kata lain, semakin banyak tabungan maka suatu pendapatan nasional menjadi lebih tinggi atau meningkat.

Demikian pula dengan tingkat konsumsi yang semakin meningkat menjadi indikator pendapatan suatu masyarakat maupun negara semakin baik dan meningkat.

 

Klasifikasi Perekonomian Indonesia

Menurut International Standard Industrial Classification (ISIC), perekonomian Indonesia dikelompokan dalam 3 sektor antara lain sektor primer, sekunder dan tersier. Berikut penjelasan lebih rinci dari ke-3 sektor diatas.

  1. Sektor primer mencakup kebutuhan pokok rakyat Indonesia pada umumnya, yakni sandang, papan dan pangan. Sektor ini terdiri dari pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, serta pertambangan dan penggalian.
  2. Sektor sekunder merupakan sektor yang masih berisi kebutuhan manusia di kehidupan sehari-hari, meskipun bukan termasuk kebutuhan pokok. Sektor ini terdiri dari industri pengolahan, listrik, air dan gas.
  3. Sektor tersier merupakan sektor yang berisi hal-hal yang bukan kebutuhan pokok, bahkan bisa dikategorikan sebagai kemewahan di kehidupan sehari-hari. Sektor ini terdiri dari perdagangan, hotel, restoran, pengangkutan, telekomunikasi dan jasa lain-lain.

Kesimpulan

Kami paham bahwa Anda sangat serius dalam topik yang kita bahas kali ini, hal itu Anda buktikan dengan selesainya Anda membaca artikel sepanjang 2000an kata.

Sekarang kita sudah sampai pada tahap akhir, demikianlah pembahasan tentang pengertian pendapatan nasional, konsep serta faktor yang mempengaruhinya.

Jika kita rekap, pembahasan kita kali ini meliputi poin berikut:

  1. Pengertian pendapatan nasional adalah produksi netto (bersih) komoditas suatu negara baik berupa barang maupun jasa yang dapat diukur dalam satuan uang pada periode satu tahun.
  2. Terdapat 7 Konsep dalam pendapatan nasional yang terdiri dari: produk domestik bruto (GBP), produk nasional bruto (GNP), produk nasional netto (NNP), pendapatan nasional netto (NNI), pendapatan perseorangan (PI), pendapatan yang siap dibelanjakan (DI), dan pendapatan perkapita.
  3. Pendapatan Nasional secara umum menggunakan 3 pendekatan yaitu pendekatan produksi, pendekatan pendapatan dan pendekatan pengeluaran.
  4. Faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional adalah Permintaan dan Penawaran Agregat, Investasi (i) dan Konsumsi & Tabungan (C + I).
  5. Keseimbangan pendapatan nasional 3 sektor digambarkan dalam rumus: Y=C+I+G, dimana Y=Pendapatan Nasional, C=Konsumsi, I=Investasi, G=Pemerintah.
  6. Keseimbangan pendapatan nasional 4 sektor digambarkan dalam rumus: Y= C+I+G+X+M dimana Y=Pendapatan Nasional, C=Konsumsi, I=Investasi, G=Pemerintah, X=Export dan M=Import.
  7. Perekonomian Indonesia dikelompokan dalam 3 sektor yaitu primer, sekunder dan tersier.

3 Replies to “Pengertian Pendapatan Nasional: Definisi, Konsep, Manfaat dan Perhitungan

Tinggalkan Jejak