Begini Cara Menghitung Pendapatan Perkapita pada Suatu Negara

cara menghitung pendapatan perkapita

Bagaimana sih cara menghitung pendapatan perkapita suatu negara? Nah, jika pertanyaan ini ditujukan kepada mahasiswa jurusan ekonomi atau siswa/i kelas XI jurusan IPS tentu semua bisa jawab kan. Tetapi beri sedikit ruang bagi mereka yang perlu mengetahui lebih dalam tentang hal ini.

Pendapatan per kapita adalah ukuran jumlah uang yang diperoleh per orang di suatu negara atau wilayah geografis. Pendapatan per kapita dapat digunakan untuk menentukan pendapatan rata-rata per orang untuk suatu daerah dan untuk mengevaluasi standar hidup dan kualitas hidup penduduk suatu negara.

Pendapatan per kapita suatu negara dihitung dengan membagi pendapatan nasional negara tersebut dengan total populasinya.

Singkatnya, pendapatan perkapita menjadi ukuran kesejahteraan penduduk dalam suatu negara, karena jumlah produksi dibagi jumlah penduduk.

Baca juga: Pengertian Pendapatan Nasional.

 

Pengertian Pendapatan Per Kapita

Sekarang mari kita persempit lagi….

Per kapita artinya per orang. Ini adalah istilah Latin yang diterjemahkan menjadi “di dekat kepala”. Ini biasanya digunakan dalam statistik, ekonomi, dan bisnis untuk melaporkan rata-rata per orang.

Ini memberi tahu Anda bagaimana suatu negara, provinsi atau kota yang memengaruhi kesejahteraan penduduknya.

Pendapatan perkapita menurut Sukirno (2004) merupakan pendapatan rata-rata penduduk suatu negara atau daerah pada suatu periode tertentu yang biasanya satu tahun. pendapatan perkapita dihitung berdasarkan pendapatan daerah dibagi dengan jumlah penduduk. Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai ukuran kemakmuran dan tingkat pembangunan suatu negara maupun daerah.

Perkapita sering digunakan untuk membandingkan indikator ekonomi negara dengan ukuran populasi yang berbeda. Indikator yang paling umum diukur yang menggunakan per kapita adalah pendapatan dan produk domestik bruto (PDB).

Dalam kaitannya dengan hukum, perkapita memiliki definisi yang sangat tepat. Itu berarti membagi sebuah perkebunan secara merata di antara semua penerima manfaat yang hidup. Cara lainnya adalah per stirpes. Itu berarti membagi perkebunan di antara cabang-cabang keluarga, berapa pun jumlah orang di setiap cabang.

Baca juga  Penjelasan Tujuan Kebijakan Ekonomi Makro Dalam Suatu Negara

PDB riil per kapita adalah ukuran dari total output ekonomi suatu negara dibagi dengan jumlah penduduk dan disesuaikan dengan inflasi. Ini digunakan untuk membandingkan standar hidup antar negara dan dari waktu ke waktu.

 

Indikator Ekonomi

Sebelum membahas lebih lanjut, sekarang mari kita lihat penjelasan tentang indikator ekonimi.

Indikator ekonomi ini terdiri dari tiga konsep, Anda harus memahami hal ini terlebih dahulu jika ingin memahami PDB per kapita.

Konsep pertama adalah “produk domestik bruto“. Itu mengukur semua yang diproduksi suatu negara dalam setahun. Komponen PDB adalah konsumsi pribadi, investasi bisnis, pengeluaran pemerintah dan ekspor dikurangi impor.

Badan Pusat Statitsik (BPS) melaporkannya setiap tiga bulan, memperbarui perkiraannya setiap bulan.

Yang kedua adalah “Produk Domestik Bruto riil”, yaitu PDB tanpa pengaruh perubahan harga. Inflasi membuat PDB “nominal” reguler lebih tinggi, jadi PDB riil adalah pengukuran yang lebih akurat ketika Anda ingin membandingkan suatu perekonomian dari waktu ke waktu.

Yang ketiga adalah “per kapita“, yang berarti “per orang.” PDB riil dibagi dengan populasi suatu negara untuk menghitung PDB riil per kapita. Ini adalah cara terbaik untuk membandingkan indikator ekonomi seperti PDB untuk negara-negara dengan ukuran populasi yang sangat berbeda.

Nah, dalam pembahasan kita kali ini, kita akan lebih berfokus pada indikator ekonomi yang ketiga yaitu per kapita. Karena membagi PDB dengan jumlah penduduk, jadi indikator ini lebih menggambarkan rata-rata pendapatan penduduk.

Baca juga: Pengertian Pertumbuhan Ekonomi.

 

Cara Menghitung Pendapatan Per Kapita

Secara umum dikenal 2 metode untuk menghitung pendapatan perkapita yaitu:

Pertama: Berdasarkan harga yang berlaku saat itu atau dikenal juga dengan istilah pendapatan perkapita nominal.

Kedua: Berdasarkan harga tetap (konstan) dari tahun acuan atau dikenal dengan istilah pendapatan perkapita riil.

Jika pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata penduduk. Pendapatan rata-rata ini dapat ditemukan dengan membagi pendapatan nasional dengan jumlah penduduk suatu negara.

Pendapatan nasional yang akan dibahas di sini adalah Produk Nasional Bruto (PNB). PNB juga disebut sebagai Produk Nasional Bruto (PNB). Produk Nasional Bruto ini tidak sama dengan Produk Domestik Bruto.

Bedanya, Produk Nasional Bruto merupakan pendapatan dari komponen produksi yang berasal dari luar negeri. Sedangkan Produk Domestik Bruto hanya menghitung seluruh produksi suatu negara. Tanpa memprediksikan apakah produksi akan berlangsung dengan bantuan unsur produksi dalam negeri atau tidak.

Baca juga  Manajemen Produksi Adalah: Definisi, Fungsi, Ruang Lingkup dan Aspek

Produk Nasional Bruto adalah nilai suatu produk berupa barang atau jasa yang diperoleh penduduk suatu negara (nasional) dalam 1 tahun. Diantaranya adalah produksi barang dan jasa yang diperoleh warga negara di luar negeri. Namun, produksi perusahaan asing yang beroperasi di kawasan itu tidak termasuk.

#1 Perhitungan Per Kapita Nominal

Metode pertama dapat diketahui dari Produk Nasional Bruto berdasarkan harga saat ini. Perhatikan contoh di bawah ini.

Dalam sebuah negara A, Produk Nasional Bruto (GNP) berjumlah 1.400 triliun pada 2019, dengan populasi 270 juta pada tahun itu. Jadi berapa pendapatan per kapita tahun 2018?

Penghitungan didasarkan pada rumus: produk domestik bruto (PDB) pada harga sekarang dibagi dengan total penduduk. Kemudian akan menghasilkan pendapatan per kapita (PPK).

Sehingga nilai nominal pendapatan perkapita negara pada tahun 2019 dihasilkan, PPK = 1.400 triliun dibagi 270 juta orang, hasilnya adalah 5.185.185. Dengan demikian, pendapatan per kapita adalah 5.185.185.

(1.400 triliun : 270 juta = 5.185.185)

#2 Perhitungan Per Kapita Riil

Pada sebuah negara B, Produk Nasional Bruto (GNP) pada tahun dasar 2015 adalah 1000 triliun. Sementara total Produk Domestik Bruto (PDB) 2019 adalah sebesar 1.500 triliun dan jumlah penduduk 162.000.000 orang. Lalu, berapa nilai pendapatan per kapita yang dihitung berdasarkan harga konstan?

PDB tahun 2015 dapat digunakan karena digunakan sebagai tahun dasar. Anda dapat mengetahui pendapatan per kapita dengan menggunakan rumus: Pendapatan per kapita (PPK) = Produk Nasional Bruto, harga konstan: Penduduk.

Sehingga negara memiliki nilai nominal pendapatan perkapita berdasarkan tahun dasar 2015 yaitu: PPK = 1000 triliun: 162.000.000 =6.172.840.

(1000 triliun : 162 juta = 6.172.840)

Pendapatan Per Kapita Indonesia Tahun 2019

PDB per kapita adalah outout ekonomi suatu negara per orang. PDB mengukur semua yang diproduksi di dalam perbatasan suatu negara. Biasanya dilaporkan selama seperempat atau satu tahun. PDB per kapita adalah PDB suatu negara dibagi dengan populasinya, perhatikan rumusnya:

Pendapatan Per Kapita (PPK) = PDB : Jumlah Penduduk

PDB Indonesia ditahun 2019 adalah $ 1,119 Triliun, total penduduk 268 juta maka PDB Perkapita adalah $4 174,9 atau Rp59,1 juta pada tahun 2019.

Baca juga  Pengertian Pertumbuhan Ekonomi: Definisi, Teori, Ciri-ciri dan Faktor yang Mempengaruhi

($1,119 triliun : 268 juta = $4 174,9)

Angka ini berhasil menempatkan Indonesia sebagai negara menengah atas.

Sebagaimana ketahui, Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan GNI per capita dalam 4 kategori, yaitu: Low Income (USD 1.035), Lower Middle Income (USD 1.036 – USD 4.045), Upper Middle Income (USD 4.046 – USD 12.535) dan High Income (>USD 12.535). [sumber]

 

Manfaat Pendapatan Perkapita

Menurut Adji, Wahyu (2007) dkk mengatakan bahwa pendapatan perkapita juga memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah sebagai indikator kesejahteraan negara, standar pertumbuhan kemakmuran negara, sebagai pedoman bagi pemerintah dalam membuat kebijakan ekonomi, dan pembanding tingkat kemakmuran antarnegara.

Berikut penjelasan tiap-tiap manfaat pendapatan perkapita adalah:

  1. Indikator kesejahteraan negara merupakan ukuran yang paling dapat diandalkan untuk melihat tingkat kesejahteraan suatu negara. Ini disebabkan karena pendapatan perkapita telah mencakup jumlah penduduk sehingga secara langsung dapat menunjukkan tingkat kemakmuran.
  2. Standar pertumbuhan kemakmuran negara. Pendapatan per kapita merupakan standar umum untuk membandingkan tingkat kemakmuran atau kesejahteraan suatu negara dari tahun ke tahun.
  3. Sebagai pemodan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan ekonomi. Pendapatan per kapita dapat dijadikan sebagai pedoman bagi pemerintah dalam membuat kebijakan ekonomi karena pemerintah dapat memantau pertumbuhan ekonomi yang ada dalam masyarakat.
  4. Pembanding tingkat kemakmuran antarnegara. Pendapatan per kapita juga umum digunakan sebagai pembanding tingkat kemakmuran antara negara yang satu dengan yang lainnya. Dengan menetapkan standar per kapita, maka negara-negara didunia dapat dikelompokkan kedalam negara berpendapatan rendah, menengah, atau tinggi.

Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Per Kapita Indonesia 5 Tahun Terakhir

Dalam 5 tahun terakhir (2015-2019) rata-rata pertumbuhan PDB Indonesia diatas 5% atau tepatnya 5,03% hal ini tentu saja berbanding lurus dengan pendapatan perkapita. Berikut ini kami sajikan statistik produk domestik bruto (PDB) Indonesia:

pdb 5 tahun

Nah, demikianlah pembahasan kita tentang pendapatan perkapita, mudah-mudahan bisa membantu ya…

Disclaimer: Artikel itu bertujuan memberikan informasi dan edukasi sekaligus sebagai pengingat saya juga ya, bukan bermaksud menggurui. So, teman-teman pembaca yang baik, jika menemukan kekeliruan penulisan atau konten, mohon disampaikan via kontak atau kolom komentar.

Tinggalkan Jejak