Pengertian APC dan APS Dalam Ekonomi Makro [Penjelasan Singkat]

Halo berjumpa lagi dengan saya disini dalam sesi singkat ekonomimanajemen.com, dan kali ini kita akan bicara tentang pengertian APC dan APS dalam ekonomi makro. Secara sederhana pengertian ekonomi makro merupakan pembahasan ekonomi secara luas dalam sebuah negara yang melibatkan 3 sektor (rumah tangga, perusahaan dan pemerintah) dan 4 sektor (tambahan sektor luar negeri).

Dan didalam ekonomi makro kita juga sering mendengar tentang APC ataupun APS. Sebenarnya dalam hal ini banyak yang sudah paham, secara penjelasannya ada jutaan bertebaran di google, tinggal googling aja.

Tapi kenapa saya masih membahasnya? Jujur aja, masih ada yang mencarinya di google dan yang langsung bertanya juga ada, jadi gak salah dong kita bahas sekalian biar tuntas dan gak jadi penasaran kan.

Oke, baiklah untuk mempersingkat waktu mari kita langsung pada pembahasan dibawah ini, siapkan pulpen dan kertas untuk mencatat dan tak kalah penting siapkan kopi hangat sebagai teman Anda saat membaca ini.

Pengertian APC

APC (Average Propensity to Consume ) dalam pemahaman sederhana adalah Kecenderungan mengonsumsi rata-rata, dimana perbandingan antara tingkat konsumsi (C) dengan tingkat pendapatan diposabel serta konsumsi itu dilakukan (Yd).

Konsumsi adalah sesuatu yang mutlak dalam sistem perekonomian. Tanpa memiliki pendapatan pun fungsi konsumsi sejatinya selalu ada yang dipenuhi dengan hutang, apalagi jika memiliki pendapatan. Jika ada kelebihan akan menjadi tabungan atau Saving yang dijelaskan dibagian bawah.

Sebagai gambaran, APC ini ada karena fungsi konsumsi, dimana fungsi konsumsi merupakan suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara tingkat konsumsi rumah tangga dengan pendapatan nasional pada sistem perekonomian.

Persamaan fungsi konsumsi adalah sebagai berikut; C = a + bY

Keterangan :

C = tingkat konsumsi

Baca juga  Pengertian Multiplier Dalam Ekonomi Makro

a = konsumsi rumah tangga secara nasional pada saat pendapatan nasional 0

b = kecondongan konsumsi marginal

Y = tingkat pendapatan nasional.

Secara individu, faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi adalah pendapatan yang diperoleh individu, rentang harga, dan persoalan selera individu. Pada kesempatan ini, kita akan melihat dari sudut pandang ekonomi makro.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keseluruhan konsumsi rumah tangga dikelompokan ke dalam tiga faktor yaitu faktor ekonomi, faktor demografi, dan faktor nonekonomi. Selain itu, ada pula yang mengelompokannnya menjadi 2 faktor yaitu faktor obyektif dan subyektif.

Baca: Pejelasan Singkat Ruang Lingkup Ekonomi Makro.

 

Pengertian APS

APS (Average Prospensity to Save) dalam pemahaman sederhana merupakan Kecondongan menabung rata-rata merupakan perbandingan antara tingkat tabungan (S) dengan tingkat pendapatan. APS dapat terjadi jika dalam perbandingan pendapatan dan pengeluaran terdapat surplus, yang dimasukan dalam komponen saving.

Bagaimana jika kurang atau minus? Yang ngutang lah, mau gimana lagi, namanya juga persamaan jadi kedua sisi harus seimbang.

Hubungan antara pendapatan, dan tabungan dinyatakan dalam rumus:

Y = C + S

Keterangan rumus:

Y : Pendapatan

C : konsumsi

S : Tabungan

Sebagai penjelasan tambahan, fungsi tabungan merupakan suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara tingkat saving/tabungan rumah tangga dengan pendapatan nasional dalam perekonomian. Fungsi tabungan digambarkan dalam persamaan berikut:

S = -a + (1 – b) Y

Keterangan :

S = besarnya tabungan (save)

A = konnsumsi yang harus dipenuhi pada saat pendapatan nol

1-b = marginal prospensity to save

Y = pendapatan nasional

Nah sobat, demikianlah pemaparan singkat tentang pengertian APC dan APS dalam ekonomi makro, yang mudah-mudahan bisa menambah wawasan Anda tentang fungsi konsumsi dan tabungan pada makro ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *