Tinjauan Pustaka Manajemen Pemasaran: Pengertian, Konsep, Strategi, Bauran, Fungsi dan Tujuan Pemasaran

Manajemen pemasaran memiliki cakupan yang luas, dan pada saat membahasnya, masing-masing elemen saling terkait satu sama lain. Namun secara umum bisa kita buat lebih sederhana. Ketika membicarakan pemasaran tidak terlepas dari bauran pemasaran 7P: produk, harga (price), tempat (place), promosi, Peopel, Process, Pysicaly Evidence.

Perlu diingat bahwa pemasaran merupakan seni, sehingga masing-masing orang punya kreasi berbeda. Lebih lagi diera digital seperti sekarang, makin banyak elemen didalamnya, akan tetapi elemen yang konvensional masih relevan dengan konsep yang modern (digital).

Oke, kita tidak sedang berbicara soal digital marketing melainkan manajemen pemasaran dimana terdapat berbagai elemen penting termasuk konsep, tujuan, fungsi, strategi hingga bauran pemasaran.

Hal lain seperti perilaku konsumen, nex time akan kita bahas secara khusus dalam satu artikel. Kali ini ijinkan penulis untuk mengutip sejumlah pendapat ahli, kemudian memadukannya dengan pendapat penulis secara pribadi.

Definisi Manajemen Pemasaran

1.Sofjan Assauri

Pengertian Manajemen Pemasaran menurut Sofjan Assauri (2013:12), adalah “Manajemen pemasaran merupakan kegiatan penganalisisan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian programprogram yang dibuat untuk membentuk, membangun, dan memelihara keuntungan dari pertukaran melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan organisasi (perusahaan) dalam jangka panjang”.

2.Philip Kotler

Pengertian Manajemen Pemasaran menurut Philip Kotler (2005:9) adalah “Manajemen Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan, pemikiran, penetapan harga promosi, serta penyaluran gagasan barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dalam organisasi”

3.Basu Swastha

Pengertian pemasaran menurut Basu Swastha (2008:5) adalah “Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial”.

4.American Marketing Association

Sedangkan menurut American Marketing Association (1960), menyatakan “Pemasaran adalah hasil prestasi kerja kegiatan usaha yang berkaitan dengan mengalirnya barang dan jasa dari produsen sampai ke konsumen”.

Dapat keempat pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran merupakan Proses penganalisaan, perencanaan, pelaksanan serta pengawasan suatu program yang memiliki tujuan untuk menciptakan pertukaran dengan pasar yang ditujukan dan berujung pada pencapaian tujuan perusahaan secara efektif juga efisien.

Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran adalah kegiatan perencanaan pemasaran untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu kepuasan pelanggan. Segala aktifitas yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut.

Konsep manajemen pemasaran diartikan sebagai falsafah bisnis dimana pemuasan kebutuhan konsumen adalah syarat ekonomi dan sosial untuk kelangsungan pertahanan perusahaan. Tujuannya adalah untuk memberi kepuasan terhadap apa yang diinginkan konsumen (Stanton, 1978).

Dengan kata lan, Konsep pemasaran adalah kegiatan perencanaan pemasaran untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu kepuasan pelanggan yang terdiri dari unsur:

Product, Price, Placement, Promotion (Social maupun Global), selain itu, ada 3 elemen penting dalam konsep manajemen pemasaran, yaitu :

1.Orientasi Pada Konsumen

Menjadikan konsumen sebagai raja, produsen memberikan berbagai penawaran yang terbaik mulai dari produk terbaik hingga cara pelayanan konsumen.

2.Perencanaan Kegiatan Pemasaran

Semua kegiatan pemasaran, mulai dari strategi, implementasi, analisis, pengawasan, dan kegiatan lain-lain yang terkait dengan pemasaran harus disusun secara terperinci.

3.Kepuasan Konsumen

Kepuasan konsumen tidak hanya diukur dari kualitas produk saja, tapi juga dari bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan.

Karena terjadainya revolusi industri, maka konsep manajemen juga berkembang mengikuti perkambangan zaman. Beberapa tahap perkembangannya yaitu :

1.Tahap Orientasi Produksi

2.Tahap Orientasi Penjualan

3.Tahap Orientasi Pemasaran

4.Tahap Orientasi Sosial/Masyarakat

manajemen pemasaran: ide+usaha=hasil

Strategi Pemasaran

1.Sofjan Assauri

Pengertian Strategi Pemasaran menurut Sofjan Assauri (2013:15) yaitu : Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu, pada masingmasing tingkatan dan acuan serta alokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah .

Baca juga  250+ Daftar Istilah Dalam Marketing (Konvensional dan Digital)

2.Tull dan Kahle

Tull dan Kahle (1990:6) mendefinisikan “Strategi Pemasaran sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tertentu”.

3.Corey

Menurut Corey (Dalam Dolan, 1991), Strategi Pemasaran terdiri atas lima elemen yang saling terkait. Kelima elemen tersebut adalah :

1.Pemilihan pasar, yaitu memilih pasar yang akan dilayani. Keputusan ini didasarkan pada faktor-fakror: a. Presepsi terhadap fungsi produk b. Keterbatasan sumber daya internal yang mendorong perlunya pemusatan yang lebih sempit c. Pengalaman kumulatif yang didasarkan pada Trial-anderror dalam menanggapi peluang dan tantangan d. Kemampuan khusus yang berasal dari sumber daya

2.Perencanaan Produk, meliputi Produk Spesifik yang dijual, pembentukan lini produk dan desain penawaran individual pada masing-masing lini. Produk itu sendiri menawarkan manfaat total yang dapat diperoleh pelanggan dengan melakukan pembelian.

3.Penetapan Harga yaitu menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kuantitatif dari produk kepada pelanggan

4.Sistem Distribusi yaitu saluran pemasaran grosir dan eceran yang dilalui produk hingga mencapai konsumen akhir yang membeli dan menggunakannya.

5.Promosi yang meliputi periklanan, personal selling, promosi penjualan, direct marketing dan public relations.

Dari ketiga pendapat diatas dapat di simpulkan bahwa strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu pada masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah.

Bauran Pemasaran

Unsur-unsur yang dijadikan sebagai bauran pemasaran (marketing mix), menurut Sofjan Assauri, (2013:199) sebagai berikut :

1.Strategi Produk, dalam hal ini adalah menetapkan cara dan penyediaan produk yang tepat bagi pasar yang dituju, sehingga dapat memuaskan para konsumennya dan sekaligus dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang, melalui peningkatan penjualan dan peningkatan share pasar. Strategi produk yang dapat dilakukan mencakup keputusan tentang bauran produk (product mix), merek dagang (brand), cara pembungkusan/kemasan produk (product packaging), tingkat mutu/kualitas dari produk, dan pelayanan (services) yang diberikan.

2.Strategi Harga (Price), Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan penjualan, sedangkan unsur lainnya hanya unsur biasa saja. Peranan harga sangat penting terutama untuk menjaga dan meningkatkan posisi perusahaan di pasar, yang tercermin dalam share pasar perusahaan, di samping untuk meningkatkanpenjualan dan keuntungan perusahaan. Dengan kata lain, penetapan harga mempengaruhi kemampuan bersaing perusahaan dan kemampuan perusahaan mempengaruhi konsumen.

3.Strategi Penyaluran (Distribusi), Penyaluran merupakan kegiatan penyampaian produk sampai ketangan si pej makai atau konsumen pada waktu yang tepat. Kebijakan penyaluran merupakan salah satu kebijakan pemasaran terpadu yang mencakup penentuan saluran pemasaran (marketing channels) dan distribusi fisik.

4.Strategi Promosi, Perusahaan harus berusaha mempengaruhi para konsumen, untuk menciptakan permintaan atas produk itu, kemudian dipelihara dan dikembangkan melalui kegiatan promosi yang merupakan salah satu dari acuan/bauran pemasaran. Promosi yang dilakukan harus sejalan dengan rencana pemasaran secara keseluruhan, serta direncanakan akan diarahkan dan dikendalikan dengan baik.

Berikut definisi marketing mix menurut pendapat ahli:

Menurut Kotler dan Keller yang dialihbahasakan oleh Benyamin Molan “Bauran   pemasaran   (Marketing   Mix)   adalah   seperangkat   alat yang  digunakan  perusahaan  untuk  terus  menerus  mencapai  tujuannya dipasar sasarannya ”.

Pendapat  diatas  didukung  oleh  Rambat  Lupiyoadi  dan  A.  Hamdani, yang mendefinisikan bauran pemasaran adalah sebagai berikut: “Bauran pemasaran (Marketing Mix) adalah alat bagi pemasar yang terdiri atas berbagai unsur suatu program memasarkan yang perlu dipertimbangkan agar implementasi strategi dan positioning yang diterapkan dapat berjalan dengan sukses”.

Definisi diatas diperkuat oleh Djaslim Saladin, “Bauran pemasaran adalah serangkaian dari variabel  yang dapat dikuasai oleh perusahaan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam pasar sasaran”.

Berdasarkan beberapa definisi diatas, bahwa bauran pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi dari empat kegiatan dalam mencapai tujuan memasarkan pada pasar sasarannya. Selain  daripada itu bauran  pemasaran juga merupakan alat yang digunakan perusahaan dalam melakukan fungsi pemasarannya dalam usahanya untuk meraih pangsa pasar dan tujuan memasarkannyanya.

7 Elemen Bauran Pemasaran

Menurut Mc. Carthy dalam Kotler dan Keller yang dialih bahasakan oleh Benyamin Molan lebih jauh dibawah ini dapat dijelaskan mengenai klasifikasi alat-alat pemasaran menjadi empat kelompok yang disebut juga dengan empat P (4P) yaitu: Produk (product), Harga (price), Tempat (place), dan Promosi (promotion), berikut penjelasannya:

Baca juga  250+ Daftar Istilah Dalam Marketing (Konvensional dan Digital)

1.Produk (product)

Produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan. Produk yang ditawarkan meliputi barang fisik, jasa, kegiatan, pengalaman, orang, tempat, organisasi, dan ide. Jadi produk yang berupa manfaat tangible (langsung) maupun intangible (tidak langsung) yang dapat memuaskan pelanggan.

Produk juga merupakan keseluruhan konsep objek atau proses yang memberikan sejumlah nilai kepada konsumen. Yang perlu diperhatikan dalam produk adalah konsumen tidak hanya membeli fisik dari produk itu saja tetapi membeli manfaat dan nilai dari produk tersebut yang disebut “the offer”.Terutama pada produk jasa yang kita kenal tidak menimbulkan beralihnya kepemilikan dari penyedia jasa kepada konsumen.

2.Harga (Price)

Penentuan harga merupakan titik kritis dalam bauran pemasaran, karena harga menetukan “pendapat” dari suatu usaha. Di samping itu juga harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang merupakan penerimaan penjualan. Sedangkan unsur lainnya merupakan unsur biaya saja.   Keputusan   penentuan   harga   juga   sangat   signifikan   di   dalam penentuan nilai atau manfaat yang diberikan kepada pelanggan dan memainkan peranan penting dalam gambaran kualitas produk.

Strategi penentuan harga (pricing) sangat signifikan dalam pemberian niali kepada  konsumen  dan  mempengaruhi  citra  produk,  serta  keputusan konsumen untuk membeli.Penetuan harga juga berhubungan dengan pendapatan dan turut memengaruhi penawaran atau saluran pemasaran. Akan tetapi hal terpenting adalah keputusan dalam penentuan harga harus konsisten dengan strategi marketing secara keseluruhan.

3.Tempat (place)

Untuk produk industri manufactur, place, diartikan sebagai saluran distribusi  (zero  chanel,  two  level  chanel,  and  multi  level  chanel), sedangkan untuk produk industri jasa, place diartikan sebagai tempat pelayanan jasa. Lokasi pelayanan jasa yang digunakan dalam memasok jasa kepada pelanggan yang dituju merupakan kunci dari keputusan. Keputusan mengenai lokasi pelayanan yang akan digunakan melibatkan pertimbangan bagaimana penyampaian jasa kepada pelanggan dan di mana itu akan berlangsung. Tempat juga penting sebagai lingkungan di mana dan bagaimana jasa akan diserahkan, sebagai bagian dari nilai dan manfaat dari jasa.

Tempat dalam jasa merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan saluran distribusi, dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian jasa kepada konsumen dan dimana lokasi yang strategis.

4.Promosi (promotion)

Pada hakekatnya promosi merupakan suatu aktivitas yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk   pelanggan sasaran untuk membelinya. Hal yang diperhatikan dalam promosi adalah pemilihan bauran promosi. Bauran promosi itu tidak lain adalah bermacam-macam cara atau kegiatan promosi yang dilakukan untuk mempengaruhi target pasar. Ada lima macam alat promosi yang dapat digunakan yaitu:

  1. Periklanan (Advertising) => Banner, brosur, poster
  2. Promosi penjualan (Sales Promotion) => Diskon, potongan penjualan
  3. Publilitas (Publicity) => Customer service, public relation
  4. Penjualan pribadi (Personal selling) => Salesman
  5. Pemasaran langsung (Direct Marketing) => Website

Untuk Marketing Mix Jasa ada tambahan 3P

Jasa sendiri sangat berbeda karakteristiknya dengan produk. Perbedaan produk dan jasa dikarenakan sifat dari jasa yang tidak berwujud (intangibility), tidak bisa disimpan / tidak tahan lama (perishability), tidak terpisahkan dengan yang memberikan jasa (inseparability), dan bervariasi (variability) tidak sama hasilnya meskipun dilakukan oleh satu orang yang sama. Maka untuk jasa, marketing mix di tambah 3 P diantaranya:

5.Orang (People)

Orang  adalah semua pelaku yang mempermainkan perana dalam penyedia jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi pelanggan. Elemen-elemen dari  people adalah pegawai  perusahaan,  konsumen dan  konsumen  lain dalam lingkungan jasa. Dalam hubungan dengan pemasaran jasa, maka orang yang berfungsi sebagai penyedia jasa sangat mempengaruhi kualitas jasa  yang  diberikan,  keputusan  mengenai  orang  ini  berarti  berhubungan dengan seleksi, pelatihan, motivasi dan manajemen sumber daya manusia

6.Proses (Process)

Proses merupakan gabungan semua aktivitas umumnya terdiri atas prosedur,  jadwal  pekerjaan,  mekanisme, aktivitas,  dan  hal-hal  rutin, dimana jasa dihasilkan dan disampikan pada konsumen., Proses dapat dibedakan dalam dua cara yaitu:

  1. Kompleksitas (Complexity), berhubungan dengan langkah-langkah dan tahapan proses
  2. Keragaman (divergence), berhubungan  dengan  adanya  perubahan dalam langkah-langkah atau tahapan proses.
  3. Layanan Konsumen (Customer service).

7.Bukti Fisik (Psycal Evidence)

Physical Evidence atau bukti fisik adalah lingkungan tempat jasa disampaikan dan tempat penyedia jasa dengan konsumen berinteraksi. Beserta dengan semua komponen lainnya yang mendukung terwujudnya atau terkomunikasinya jasa. Elemen dari Physical Evidence termasuk seluruh aspek fasilitas fisik dari organisasi jasa yang terdiri dari atribut eksterior dan interior serta hal berwujud lainnya.

Baca juga  250+ Daftar Istilah Dalam Marketing (Konvensional dan Digital)

Fungsi Manajemen Pemasaran

Fungsi manajemen pemasaran adalah untuk pengembangan produk, komunikasi dan promosi, strategi distribusi, penetapan harga dari produk dan pemberian pelayanan untuk memenuhi, dan memuaskan kebutuhan konsumen.

Secara rinci, fungsi manajemen pemasaran terdiri dari 5 bagian penting diantaranya:

1.Fungsi pendistribusian produk (Distributing)

Fungsi manajemen pemasaran yang ini sangat penting yang bertujuan agar produk kita diketahui oleh masyarakat luas sehingga calon konsumen jadi tertarik untuk membeli.

Tanpa adanya fungsi ini, masyarakat tidak akan tahu tentang produk kita. Jadi, produk yang kita buat/produksi wajib dikenalkan pada masyarakat luas agar keberadaan produk kita semakin dikenal dan banyak digunakan.

Contoh kasus, Daniel mulai merintis usaha jasa penitipan barang. Pada awal dia mendirikan usaha jasanya itu hanya Daniel saja yang tahu sehingga dia perlu mengenalkan melalui dengan cara promosi atau mendistribusikan produk nya ke masyarakat. Pada akhirnya dilakukan promosi melalui berbagai media sosial sehingga masyarakat menjadi tahu usaha jasa jasa penitipan barang milik Daniel.

2.Fungsi jual-beli (Trading)

Fungsi manajemen pemasaran yang satu ini merupakan hakikat dasar dari manajemen pemasaran agar bisa memberikan keuntungan dari proses jual-beli produk sebuah perusahaan. Jual- beli merupakan kegiatan transaksi suatu produk entah itu produk fisik (digital) maupun jasa yang dilakukan oleh produsen dan konsumen.

Jika prinsip ini bisa diterapkan dengan benar oleh manajemen pemasaran, maka akan memberikan manfaat bagi perusahaan maupun konsumen.

Contoh kasus, sebuah perusahaan mampu melakukan manajemen pemasaran dengan baik sehingga produk yang dijual banyak disukai dan dibeli oleh masyarakat. Dari sinilah fungsi jual-beli itu dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dan juga konsumen.

Perusahaan kemudian memperoleh keuntungan karena jumlah penerimaan dari hasil penjualan produknya lebih besar dari pada biaya produksi. Disisi lain konsumen memperoleh keuntungan berupa manfaat, karena bisa memenuhi kebutuhannya

3.Fungsi penyediaan sarana (Facilitating)

Fungsi ini merupakan fungsi yang menyangkut berbagai aspek untuk menggapai kelancaran produksi. Seperti aspek penggudangan, komunikasi, serta penyortiran produk agar sesuai dengan standar

Sebagai contoh, suatu perusahaan besar akan mendistribusikan produknya ke berbagai tempat di penjuru daerah. Akan tetapi tidak mungkin kan jika barang dari proses produksi terus diantar ke daerah dan langsung dijual disana, pasti perusahaan menyimpan produknya terlebih dahulu di gudang(penggudangan) sebelum siap dipasarkan.

4.Fungsi riset (Research)

Manajemen pemasaran juga harus melakukan riset kepada konsumen tentang barang apa yang sedang dibutuhkan oleh konsumen (selera konsumen). Sehingga dalam proses pemasarannya nanti produk laris dipasaran

Contoh kasus, Daniel merupakan seorang manajer pemasaran di sebuah perusahaan Lampu. Dia kemudian melakukan riset untuk mengetahui bagaimana caranya agar produk lampu yang dijual laku keras dipasaran. Selanjutnya dia menjalin kerja sama dengan pihak pemerintah daerah dalam menyelenggarakan “kota bersinar hemat energi”. Dari hasil kerja sama inilah kemudian produk lampu miliknya banyak diminati dan dibeli oleh konsumen.

5.Fungsi pemrosesan (Processing)

Fungsi Processing merupakan proses mengkonversi suatu produk/barang tertentu dengan menambahkan sesuatu sehingga memiliki nilai tambah. Proses ini tentu akan meningkatkan nilai jual dari produk/barang tersebut.

Contoh kasus, harga 1 kg jeruk adalah Rp.10.000,- selanjutnya jeruk diproses menjadi jus jeruk sehingga menambah nilai dan harga jual dari jus jeruk menjadi Rp.5.000 per porsi, untuk 1 kg jeruk bisa dihasilkan 10 porsi, sehingga nilainya Rp 50.000,-

Tujuan Manajemen Pemasaran

Dalam melakukan kegiatan pemasaran atau manajemen pemasaran, tentu kita memiliki tujuan, dimana setiap kegiatan memiliki konsep dan kerangka yang dapat dijadikan pedoman. Tujuan umum dari manajemen pemasaran dari segi jangka waktu dibagi menjadi 3 bagian diantaranya:

1.Tujuan Jangka Pendek

Tujuan jangka pendek bagi perusahaan adalah memperoleh keuntungan secepat mungkin. Dengan kata lain bisa menutup semua biaya-biaya produksi suatu produk (biaya tetap dan biaya variabel), dan jika ada kelebihan maka dikategorikan sebagai laba/keuntungan.

2.Tujuan Jangka Menengah

Tujuan jangka menengah dalam manajemen pemasaran adalah berusaha untuk mencapai titik impas (BEP), titik dimana total biaya produksi sama dengan total volume penjualan, memperluas cakupan promosi, serta memperbesar cakupan volume penjualan.

3.Tujuan Jangka Panjang

Tentu tidak lengkap jika pelanggan hanya sesaat menggunakan produk. Karenanya perlu ditetapkan tujuan jangka panjang perusahaan yaitu mempertahan para pelanggan setia agar tetap loyal menggunakan produknya. Caranya adalah dengan menciptakan produk yang inovatif, kreatif dan berdaya guna lebih (value lebih), strategi potongan harga (diskon) khusus untuk pelanggan setia.

Yang tidak kalah penting dari 3 tujuan diatas, dalam manajemen pemasaran terdapat 6 tujuan utama diantaranya:

1.Membangun Permintaan

Penjualan hanya dapat terjadi jika ada permintaan dari pelanggan. Dalam usaha membangun permintaan bagi perusahaan dibutuhkan berbagai upaya pemasaran untuk memencing ketertarikan dan rasa penasaran konsumen terhadap suatu produk.

2.Membangun Kepuasan Konsumen

Seperti kita ketahui, konsep pemasaran selalu berorientasi pada kepuasan pelanggan, karena disitulah keuntungan yang sesungguhnya. Tujuan selanjutnya adalah untuk membangun kepuasan konsumen dengan cara memahami kebutuhan/ keinginan konsumen, serta mengetahui bagaimana produk dapat memenuhi kebutuhan/ keinginan tersebut.

3.Memperoleh Market Share

Pasar dapat dianalogikan seperti kue, sehingga setiap potongan kue merupakan gambaran dari market share. Nah, Tujuan berikut dari manajemen pemasaran adalah untuk memperoleh progres positif dari market share suatu produk.

Setiap perusahaan berharap akan terjadinya peningkatan dan perluasan market share atau penjualan. Meskipun terkadang hanya berorientasi pada target untuk mempertahankan market share yang sudah diraih.

4.Memperoleh Keuntungan

Target akhir semua perusahaan adalah memperoleh keuntungan. Tentu masing-masing perusahaan sudah menetapkan nominal keuntungan yang berbeda-beda sebagai indikator keberhasilannya.

Mencapai nominal keuntungan tertentu adalah salah satu tujuan manajemen pemasaran. Perusahaan akan selalu berusaha agar bisa menjual dengan nilai margin optimal sehingga dapat menghasilkan volume penjualan yang maksimal.

5.Memperoleh Pencitraan Positif Sesuai Harapan

Selain untuk mendapatkan keuntungan, tujuannya adalah untuk mendapatkan pencitraan positif sesuai dengan harapan. Citra yang baik terhadap produk dan perusahaan akan memberikan efek positif bagi perusahaan, baik dari sisi konsumen, mitra, investor, dan tenaga kerja.

6.Menjaga Keberlangsungan Usaha

Pemasaran merupakan garda terdepan bagi perusahaan untuk mencapai target penjualan tertinggi, kepuasan konsumen dan target keuntungan. Itulah alasannya mengapa kelangsungan perusahaan juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam tujuan manajemen pemasaran.

Itulah tinjauan kepustakaan manajemen pemasaran, baik itu menurut pendapat ahli maupun simpulan dari penulis penulis. Ingat, ini masih berupa kerangka teori yang bisa dijadikan sebagai acuan/pedoman bukan sesuatu yang mutlak melainkan selalu berkembang. Ketika dilapangan, semua kerangka teori harus kita padukan dengan keadaan lapangan, karena pemasaran adalah seni tidak sekedar hitungan diatas kertas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *