Bagaimana Ekonomi Moat Memberikan Keunggulan Kompetitif Bagi Perusahaan

Melanjutkan pembahasan kita tentang langkah-langkah dalam mengidentifikasi ekonomi moat, sekarang kita akan bahas topik tentang bagaimana ekonomi moat mempengaruhi keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Apakah hal ini dapat terlihat atau secara kasat mata sehingga perlu analisa yang mendalam?

Sebenarnya istilah “parit ekonomi,” yang dipopulerkan oleh Warren Buffett, lebih mengacu pada kemampuan sebuah bisnis dalam mempertahankan keunggulan kompetitif atas para pesaingnya untuk melindungi keuntungan jangka panjang dan sekaligus melindungi pangsa pasarnya.

Analogi ini mirip seperti kastil pada abad pertengahan, parit atau sungai berfungsi untuk melindungi orang-orang di dalam benteng dan kekayaan mereka dari orang luar. Jadi kastil akan dikelilingi oleh sungai sebagai pertahanan pertama bagi kastil.

Istilah parit ekonomi dipopulerkan oleh investor legendaris Warren Buffett. Ekonomi Moat adalah istilah yang mengacu pada kemampuan bisnis untuk mempertahankan keunggulan kompetitif atas pesaingnya. Analoginya berkaitan dengan parit yang akan mengelilingi kastil abad pertengahan dan bertindak sebagai penghalang perlindungan. Cara-cara di mana perusahaan dapat menciptakan parit ekonomi termasuk menciptakan keuntungan dalam ukuran, tidak berwujud, biaya, dan biaya switching yang tinggi.

Baca: Apa itu Ekonomi Moat?.

Oke, sampai disini saya harap Anda sudah memiliki gambaran tentang hal ini, jadi jika demikian mari kita lanjutkan pembahasan.

Daftar isi

Pengertian “Ekonomi Moat”

Ingatlah bahwa keunggulan kompetitif pada dasarnya adalah berbagai faktor atau lebih tepatnya keunggulan yang memungkinkan perusahaan untuk memberikan barang atau layanan yang mirip dengan yang ditawarkan oleh pesaingnya dan, pada saat yang sama, mengungguli pesaing tersebut dari segi keuntungan.

Contoh yang baik dari keunggulan kompetitif adalah keunggulan berbiaya rendah, seperti akses murah pada ketersediaan bahan baku. Investor yang sangat sukses seperti Buffett telah mahir menemukan perusahaan dengan parit ekonomi yang solid tetapi harga saham yang relatif rendah.

Salah satu prinsip dasar ekonomi modern, adalah bahwa seiring berjalannya waktu, persaingan akan mengikis keunggulan kompetitif yang dinikmati oleh perusahaan.

Efek ini terjadi karena begitu perusahaan menetapkan keunggulan kompetitif, operasi superiornya menghasilkan keuntungan yang didorong untuk dirinya sendiri, sehingga memberikan insentif yang kuat bagi perusahaan pesaing untuk menduplikasi metode perusahaan terkemuka atau menemukan metode operasi yang lebih baik.

Nah, hal inilah yang menjadi PR besar bagi Investor dalam hal analisa kualitatif perusahaan, karena aspek kuantitatif itu sangat mudah untuk diperoleh bahkan bagi investor pemula, akan tetapi ekonomi moat ini perlu pemahaman yang lebih mendalam.

Saya pribadi, masih dalam tahap belajar khususnya dalam menilai ekonomi moat, dan pelajaran penting dalam hal ini adalah bagaimana kita memiliki insting dalam sebuah bisnis. Saya yakin, tidak semua model bisnis mampu untuk kita kuasai, misalnya seorang investor sulit menerima sektor teknologi karena ada percepatan pertumbuhan yang eksponensial namun secepat itu juga turun.

Baca juga  Apa Itu PEG Ratio dan Bagaimana Cara Menggunakannya dalam Investasi Saham ala Peter Lynch?

Contoh Ekonomi Moat

Mari kita kembali ke contoh keuntungan berbiaya rendah. Misalkan Anda telah memutuskan untuk membuat kekayaan Anda dengan menjalankan usaha bakso. Anda menyadari bahwa jika Anda membeli bakso dalam jumlah besar seminggu sekali dibanding setiap pagi, Anda dapat mengurangi pengeluaran Anda hingga 30%, hal ini tentu memungkinkan Anda untuk menurunkan harga jual bakso yang bersaing.

Dengan harga yang rendah, semakin memudahkan Anda untuk meningkatan jumlah pelanggan yang membeli bakso dari Anda (dan bukan dari pesaing Anda).

Akibatnya, Anda melihat peningkatan laba; sayanngya hal ini tidak akan butuh waktu lama bagi pesaing Anda untuk memperhatikan metode Anda, kemudian menconteknya. Oleh karena itu, dalam waktu singkat, keuntungan besar Anda akan terkikis, dan industri bakso akan kembali ke kondisi normal lagi.

Analogi keuangan yang paling umum menyebut bahwa pasar saham sebagai kasino, obligasi menjadi jangkar portofolio, dan investor yang tidak memiliki rencana keuangan seperti terjun payung tanpa parasut.

Namun, misalkan Anda mengembangkan dan mematenkan teknologi pembuat Bakso yang memungkinkan Anda mendapatkan Bakso 30% lebih banyak dari bakso rata-rata. Maka hal ini akan memiliki efek yang sama dengan mengurangi biaya rata-rata Anda per mangkuk bakso.

Kali ini, pesaing Anda tidak akan memiliki cara untuk menduplikasi metode Anda, karena keunggulan kompetitif Anda dilindungi oleh paten Anda. Dalam contoh ini, ekonomi moat Anda adalah paten yang Anda pegang pada teknologi milik Anda. Dalam hal ini, jika perusahaan bakso Anda adalah perusahaan publik, saham biasa Anda mungkin akan mengungguli pesaing Anda dalam jangka panjang.

Seperti yang Anda lihat, ekonomi moat perusahaan mewakili pengukuran kualitatif yakni kemampuannya untuk mencegah pesaing untuk jangka waktu yang lama. Ini berarti keuntungan yang berkepanjangan di masa depan dari bisnis perusahaan.

Ekonomi moat sulit untuk diungkapkan secara kuantitatif karena hal ini tidak memiliki nilai dolar yang jelas, tetapi merupakan faktor kualitatif penting dalam keberhasilan atau kegagalan jangka panjang perusahaan dan dalam pemilihan saham.

Baca: Analisa Fundamental dengan Pendekatan Kualitatif.

Bagaimana Menciptakan Ekonomi Moat bagi Perusahaan?

Ada beberapa cara di mana perusahaan menciptakan ekonomi moat yang memungkinkan perusahan memiliki keunggulan signifikan dibandingkan para pesaingnya. Berikut ini, kita akan mengeksplorasi beberapa cara berbeda di mana moat dapat diciptakan.

1.Keuntungan Biaya

Seperti yang dibahas dalam contoh gerobak bakso diatas, keuntungan biaya yang tidak dapat ditiru oleh pesaing dapat menjadi ekonomi moat yang sangat efektif.

Perusahaan dengan keunggulan biaya yang signifikan dapat menurunkan harga pesaing mana pun yang mencoba untuk pindah ke industri mereka, hal ini kemudian memaksa pesaing untuk meninggalkan industri atau setidaknya menghambat pertumbuhannya.

Baca juga  Bagaimana Brand Loyalty Membentuk Economic Moat yang Kuat?

Perusahaan dengan keunggulan biaya secara berkelanjutan dapat mempertahankan pangsa pasar yang sangat besar dari industri mereka dengan memeras pesaing baru yang mencoba untuk pindah.

2.Keuntungan Ukuran

Menjadi perusahan yang besar terkadang dapat dengan sendirinya menciptakan ekonomi moat bagi sebuah perusahaan. Pada ukuran tertentu, perusahaan mencapai skala ekonomi. Ini adalah ketika lebih banyak unit barang atau jasa dapat diproduksi dalam skala yang lebih besar dengan biaya input yang lebih rendah.

Dengan demikian, hal ini dapat mengurangi biaya overhead di berbagai bidang seperti pembiayaan, iklan, produksi, dll.

Perusahaan besar yang bersaing dalam industri tertentu cenderung mendominasi pangsa pasar inti industri itu, sementara pemain yang lebih kecil dipaksa untuk meninggalkan industri atau menempati peran “ceruk” yang lebih kecil.

3.Biaya Switching Tinggi

Menjadi perusahan yang besar di industrinya atau diibaratkan sebagai ikan terbesar di sebuah kolam  akan memiliki kelebihan lain. Ketika sebuah perusahaan mampu memantapkan dirinya dalam suatu industri, maka pemasok dan pelanggan dapat dikenakan biaya switching yang tinggi jika mereka memilih untuk melakukan bisnis dengan pesaing baru.

Pesaing umumnya akan sangat sulit untuk mengambil pangsa pasar atau bahkan memiliki waktu yang panjang dari pemimpin industri karena biaya switching yang rumit. Sebut saja emiten di Indonesia seperti Telkom, akan sulit bagi pesaing baru untuk masuk pada industri, selain regulasi pemerintah juga modal yang diperlukan akan lebih banyak.

4.Aset Tak Berwujud

Jenis ekonomi moat lainnya dapat dibuat melalui aset tidak berwujud perusahaan, yang meliputi barang-barang seperti paten, pengakuan merek, lisensi pemerintah, dan lainnya. Pengenalan nama merek yang kuat memungkinkan jenis perusahaan ini untuk mengenakan biaya premium untuk produk mereka atas barang pesaing lain, yang meningkatkan keuntungan.

Sebut saja perusahaan seperti Indofood, yang memiliki paten dalam industri Mi Instan. Dimana, kekuatan merek sudah dikenal sangat luas di kalangan masyarakat bahkan hingga ke pelosok. Bahkan saking terkenalnya, beli mi instan sudah di bilang aja beli Indomi oleh konsumen, padahal yang diambil adalah mi instan yang lain.

5.Moat yang Lembut

Beberapa alasan perusahaan mungkin memiliki ekonomi moat lebih sulit untuk diidentifikasi. Misalnya, moat lembut dapat dibuat oleh manajemen yang luar biasa atau budaya perusahaan yang unik. Meskipun sulit untuk dijelaskan, kepemimpinan yang unik dan lingkungan perusahaan sebagian besar dapat berkontribusi pada kesuksesan ekonomi perusahaan dalam jangka panjang.

Ekonomi moat umumnya sulit untuk ditentukan pada saat mereka sedang dibuat. Efeknya jauh lebih mudah diamati di belakang begitu sebuah perusahaan telah naik ke tingkat yang sangat tinggi.

Baca juga  Membedah Konsep Dasar Teori Growth Investing dan Aplikasi Dalam Investasi

Dari pandangan investor, sangat ideal untuk berinvestasi di perusahaan yang sedang berkembang tepat ketika mereka mulai menuai manfaat dari ekonomi moat yang luas dan berkelanjutan. Dalam hal ini, faktor terpenting adalah umur panjang moat itu sendiri. Semakin lama perusahaan dapat memanen keuntungan, semakin besar manfaatnya bagi dirinya sendiri dan pemegang sahamnya.

Beberapa Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Investor ketika Melakukan Identifikasi Moat

Apa contoh ekonomi moat?

Salah satu contoh ekonomi moat adalah skala ekonomi, atau lebih jelas terlihat pada rasio keuntungah terhadap modal (ROE). Ketika sebuah perusahaan mencapai skala ekonomi, ia dapat memproduksi setiap unit dengan harga kurang dari yang bisa dilakukan sebelumnya, yang berarti bahwa ia dapat mengenakan biaya lebih rendah untuk produk itu di pasar, sehingga akan menarik pelanggan dan melemahkan pesaing.

Apa saja cara untuk mengidentifikasi ekonomi moat?

Ketika mengevaluasi perusahaan dan ekonomi moat, beberapa pertanyaan harus dipertimbangkan, seperti, apa sumber pendapatan bagi perusahaan?; dari sumber-sumber ini, manakah sapi perah?; apa industri perusahaan?; siapa pesaing di industri ini?; Dan apa yang dilakukan perusahaan sehingga lebih menonjol dari para pesaingnya?

Contoh ekonomi moat pada perusahaan Apple?

Apple memiliki beberapa parit ekonomi, yang utama adalah menciptakan produk yang tidak ada sebelumnya, seperti iPod, iPhone, dan iPad. Setelah pembuatan produk-produk tersebut, parit ekonomi Apple terdiri dari pemasaran, desainnya, dan antarmuka yang ramah pengguna.

 

Kesimpulan

Singkatnya, Ekonomi Moat adalah metafora yang mengacu pada sebuah bisnis yang mampu mempertahankan keunggulan kompetitif atas pesaing mereka dalam mempertahankan pangsa pasar dan keuntungan. Metode apa pun yang digunakan perusahaan untuk mempertahankan keunggulan kompetitif dapat dianggap sebagai parit ekonomi.

Ekonomi moat merupakan bagian dari analisa kualitatif, yang dapat dilakukan dengan melihat alasan dibalik kemunculan angka seperti keuntungan yang stabil (bertumbuh) serta model bisnis yang sederhana tetapi menghasilkan keuntungan maksimal. Atau bisa juga berupa kekuatan merek (brand) atau paten yang sangat sulit untuk di tiru oleh pesaing.

Nah, demikian ulasan ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan Anda dalam hal analisa kualitatif. Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan salam satu frekuensi.

Iklan

Melalui buku ini, Anda akan belajar bagaimana Membangun kekayaan Melalui Investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *