Apa itu Economic Moat, Jenis dan Mengapa Hal ini Penting Bagi Investor?

Secara sederhana, economic moat (sengaja gak diterjemahkan) merupakan keunggulan kompetitif sebuah perusahaan dibanding kompetitor. Dengan demikian, keunggulan kompetitif milik perusahaan yang bisa melindungi margin keuntungannya dari pesaing di pasar dan ancaman eksternal lainnya.

Jika kita bisa menemukan hal ini pada perusahaan terbuka di pasar modal, maka besar kemungkinan kita akan lebih mudah sukses dalam berinvestasi atau paling tidak cuan gede.

Seperti dikutip dair wikipedia, istilah economic moat pertama kali dipopulerkan oleh Warren Buffett, mengacu pada kemampuan bisnis untuk mempertahankan keunggulan kompetitif atas para pesaingnya untuk melindungi keuntungan jangka panjang danpangsa pasarnya.

Sama seperti kastil abad pertengahan, parit (moat) berfungsi untuk melindungi orang-orang di dalam benteng dan kekayaan mereka dari orang luar. Sehingga hal inilah yang bikin perusahan lebih unggul dibanding kompetitor.

Gak banyak orang atau bahkan investor mampu menggali hal ini, karena memang butuh kemampuan dan pengalaman terutama ketika melakukan analisis secara menyeluruh dalam sebuahg entitas bisnis.

Nah, topik pembahasan kita kali ini akan lebih terperinci pada aspek yang satu ini, namun terkadang economic moat tidak nampak (tangible) sehingga sangat sulit untuk diidentifikasi. Akan tetapi, setiap perusahaan yang lebih unggul dibanding pesaing sudah barang tentu memiliki economic moat, itu man teman.

Baca juga: Apa itu nilai Pasar?

Definisi dan pemahaman economic moat dalam Strategi bisnis

Economic moat sesimpel ketika kita memahami bahwa keunggulan kompetitif perusahaan atas saingan karena manfaat yang sudah mendarah daging seperti memiliki banyak kekayaan intelektual, menikmati biaya modal yang lebih rendah, efek jaringan, atau pengakuan merek.

Kombinasi aset berwujud dan tidak berwujud ini dapat menopang pangsa pasar perusahaan selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun, karena pesaing berjuang untuk melintasi parit ekonomi metaforis.

Economic moat mengacu pada perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif jangka panjang dan berkelanjutan, yang melindungi keuntungannya dari pesaing. Dengan demikian, jika sebuah perusahaan dikatakan memiliki economic moat, maka perusahaan tersebut akan memiliki faktor pembeda yang memungkinkan perusahaan untuk memegang keunggulan kompetitif.

Baca juga  Panduan Lengkap Membeli Saham Pertama di Sekuritas

Sehingga, lebih lanjut bahwa hal ini mengarah pada keuntungan berkelanjutan dalam jangka panjang dan pangsa pasar yang lebih bisa dipertahankan, karena keuntungannya tidak dapat dengan mudah ditiru oleh orang lain.

Setelah perusahaan memiliki pangsa pasar yang cukup besar, prioritas mereka bergeser ke arah perlindungan keuntungan dari ancaman luar seperti pendatang baru.

Penciptaan economic moat membantu menangkis persaingan, meskipun semua perusahaan rentan terhadap gangguan sampai limit tertentu. Sehingga hal ini dapat kita persempit, jika tidak memiliki economic moat, maka sebuah perusahaan memiliki risiko kehilangan pangsa pasar dari para pesaingnya, terutama diera informasi, dimana perangkat lunak terus mengganggu semua industri.

Jenis Ecnomic Moat dan Contoh Perusahaan

Dibagian awal kita sudah jelaskan bahwa economic moat merupakan keunggulan yang tidak dimiliki oleh kompetitor, nah hal inilah yang akhirnya membuat perusahaan lebih bertumbuh dan mampu bertahan dalam goncangan.

Dilansir dari mbah wiki [wikipedia] terdapat beberapa contoh economic moat terdiri dari yaitu efek jaringan, aset tidak berwujud, keunggulan biaya, biaya switching, dan skala yang efisien.

  • Efek jaringan: Terjadi ketika “nilai barang atau layanan tumbuh” seperti yang digunakan oleh pelanggan lama dan baru. Contoh perusahaan Amazon.
  • Aset tak berwujud: sebut saja Identitas merek, maka dalam hal ini kita sebut saja Nike atau Apple; bentuknya bisa saja Paten; dan lisensi dari pemerintah.
  • Keuntungan biaya (Cost Advantage): Perusahaan yang dapat menjaga harga tetap rendah dapat mempertahankan pangsa pasar dan mencegah persaingan. Contoh perusahaan Walmart yang memiliki keunggulan biaya.
  • Switching Cost: Pelanggan dan pemasok mungkin cenderung tidak mengubah perusahaan atau penyedia jika langkah tersebut akan menimbulkan biaya moneter, penundaan waktu, atau upaya ekstra.
  • Skala efisien (efficient scale) lebih merujuk pada perusahaan yang memiliki monopoli alami atau beroperasi pada pasar atau industri di mana ada beberapa saingan memperoleh manfaat dari skala yang efisien. Contohnya adalah perusahaan utilitas.
Baca juga  Apa Itu Risiko Sistematis dan Risiko Tidak Sistematis dalam Investasi, Bagaimana Mengatasinya?

Economic moat terbagi dalam 2 jenis yaitu sempit dan lebar, berikut penjelasannya:

  • Sempit berarti pengacu pada keunggulan kompetitif pada pasar yang sempit atau marjinal. Meskipun memiliki keunggulan, namun sifatnya jangka pendek dan usianya cenderung pendek pula.
  • Jenis yang luas mengacu pada keunggulan kompetitif yang lebih berkelanjutan dan cenderung sulit untuk dijangkau dalam hal pangsa pasar, dengan demikian pesaing sulit untuk mengalahkan.

Baca juga: 12 Good Habbit untuk Capai Kebebasan Finansial.

Langkah Identifikasi Economic Moat

Dibagian akhir dari artikel ini kita akan belajar untuk melakukan identifikasi terhadap economic moat pada perusahaan, setidakny ada 3 indikator yang menandakan perusahaan memiliki moat ekonomi, yuk kita lanjutkan pembahasan:

1.Unit Ekonomi

Ekonomi moat akan tampak dalam unit ekonomi perusahaan dalam bentuk kinerja operasional yang konsisten dan margin keuntungan berada diatas kelas (relatif) terhadap rata-rata industri.

Perusahaan dengan ekonomi moat umumnya memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi dibanding pesaing, yang merupakan produk sampingan dari ekonomi unit yang menguntungkan dan struktur biaya yang dikelola dengan baik.

Dengan demikain, dapat ditarik kesimpulan bahwa jika sebuah perusahaan secara konsisten memiliki profil margin yang lebih baik dari rata-rata industri, maka ini biasanya merupakan salah satu tanda pertama dari economic moat.

 

2.Proposisi Nilai dan Diferensiasi

Hanya karena perusahaan memiliki margin yang tinggi tidak serta merta menandakan moat, karena perusahaan juga harus memiliki keuntungan unik yang dapat diidentifikasi.

Dengan demikian, harus ada proposisi nilai yang unik dan/atau alasan kuat di balik daya tahan keuntungan di masa depan (misalnya keunggulan biaya, paten, teknologi kepemilikan, efek jaringan, branding).

Selain itu, faktor-faktor tersebut harus sangat sulit untuk ditiru oleh pesaing lain di pasar dan pesaing kesulitas untuk masuk karena adanya hambatan seperti biaya switching yang tinggi atau persyaratan modal (yaitu pengeluaran modal, atau “Capex”).

 

3.Pengembalian Modal yang Diinvestasikan

KPI terakhir yang akan kita bahas adala harus ada kas bebas (Free Cash Flow) suatu perusahaan, yang secara langsung terkait dengan kapasitas perusahaan untuk membelanjakan pertumbuhan dan berinvestasi kembali ke dalam operasinya.

Baca juga  4 Instrumen Investasi yang Tepat bagi Pemula dan 5 Kesalahan Investor Pemula yang Wajib Kamu Hindari

Semakin efisien perusahaan dapat mengubah arus kas operasinya menjadi arus kas bebas (FCF) – yaitu konversi FCF dan hasil FCF, semakin banyak arus kas yang tersedia untuk digunakan untuk mendapatkan pengembalian modal yang diinvestasikan kembali yang lebih tinggi.

Penciptaan ekonomic moat dalam jangka panjang mengharuskan perusahaan untuk menemukan keunggulan kompetitifnya sendiri, tetapi juga untuk mengakui bahwa perolehan labanya yang berkelanjutan bergantung pada penyesuaian konstan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah ketika tren baru muncul (misalnya perusahaan Microsoft).

Sebagai aturan umum, semakin dapat dipertahankan moat ekonomi perusahaan, semakin menantang bagi pesaing yang ada dan pendatang baru untuk menembus penghalang ini dan mencuri pangsa pasar dari perusahaan yang memiliki moat ekonomi.

 

Kesimpulan

Nah, berdasatkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Moat ekonomi merupakan keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan dibandingkan pesaing. Contoh economic moat adalah kekayaan intelektual, biaya modal yang lebih rendah, efek jaringan, atau pengakuan atas merek.
  2. Jenis economic moat terdiri dari sempit dan luas, dimana dalam arti sempit pengacu pada keunggulan kompetitif pada pasar yang sempit atau marjinal dan sifatnya jangka pendek, sedangkan dalam arti luas mengacu pada keunggulan kompetitif yang lebih berkelanjutan dan cenderung sulit untuk dijangkau dalam hal pangsa pasar sehingga sulit dikalahkan.
  3. Berikut 3 indikator yang wajib terpenuhi jika ingin mengatakan bahwa perusahaan memiliki ekonomi moat diantaranya unit ekonomi, proposisi nilai & diferensiasi dan pengembalian modal yang diinvestasikan kembali.

Nah, demikianlah pembahasan kita tentang economic moat (jika diterjemahkan jurang pemisah yang membedakan dengan pesaing) namun terkesan maksa ya “jurang atau parit”. Tapi baiklah, maksudnya adalah bahwa economic moat ini merupakan pembeda dari pesaing yang cenderung sulit dikalahkan atau bahkan berbiaya besar jika pesaing ingin mencoba untuk masuk.

Referensi:

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Economic_moat
  2. https://www.masterclass.com/articles/economic-moat-types
  3. https://www.wallstreetprep.com/knowledge/economic-moat/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *