Jelaskan Definisi Studi Kelayakan Bisnis serta Aspek Penting yang Diuji dan Berikan Contoh Analisisnya!

studi kelayakan bisnis

Studi kelayakan bisnis (feasibility study) merupakan analisis sistematis yang memperhitungkan semua faktor proyek yang relevan, termasuk mempertimbangkan aspek ekonomi, teknis, hukum, dan penjadwalan,  guna memastikan kemungkinan penyelesaian proyek dengan sukses.

Perusahaan atau organisasi menggunakan studi kelayakan untuk membedakan pro dan kontra dari menjalankan proyek sebelum mereka menginvestasikan waktu dan uang dalam sebuah investasi atau proyek.

Studi kelayakan juga dapat memberikan informasi penting kepada manajemen perusahaan yang dapat mencegah perusahaan memasuki bisnis yang berisiko secara membabi buta.

Studi kelayakan juga menentukan apakah suatu proyek masuk akal bisnis yang baik, yaitu apakah akan menguntungkan?

Studi kelayakan juga merupakan evaluasi dan analisis suatu proyek atau sistem yang diusulkan seseorang. Studi kelayakan menguraikan secara rinci, sehingga manajemen dapat menentukan apakah proyek tersebut layak secara teknis dan finansial, yaitu apakah layak secara teknis atau finansial? Layak secara finansial, dalam konteks ini, berarti layak atau tidaknya proyek dalam perkiraan biaya.

Sederhananya; studi kelayakan adalah analisis tentang seberapa mudah atau berhasil kita dapat menyelesaikan sesuatu. Ini juga mencoba untuk menentukan seberapa menguntungkan atau tidak menguntungkan itu mungkin.

Kata ‘kelayakan’ berarti tingkat atau keadaan yang dapat dilakukan dengan mudah, nyaman, atau wajar. Jika sesuatu ‘layak’, itu berarti kita bisa melakukannya, membuatnya, atau mencapainya. Dengan kata lain, ini ‘bisa dilakukan’ dan juga ‘bisa dijalankan.’

Bisnis yang layak, misalnya, adalah bisnis yang kami harapkan akan menghasilkan untung setiap tahun untuk waktu yang lama.

Studi kelayakan sebagai pedoman penilaian kepraktisan rencana atau proyek yang diusulkan. Sesuai dengan namanya, studi ini menanyakan: Apakah proyek ini layak? Apakah kita memiliki orang, alat, teknologi, dan sumber daya yang diperlukan agar proyek ini berhasil? Akankah proyek memberi kita laba atas investasi (ROI) yang kita butuhkan dan harapkan?

Baca juga: pengertian industri.

Daftar isi

Pengertian Studi Kelayakan Bisnis Menurut Para Ahli

Kasmis dan Jakfar

Menurut pendapat Kasmir dan Jakfar (2017;7), pengertian studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layuak atau tidaknya usaha tersebut dijalankan.

Nitisetmito dan Burhan

Menurut pendapat Nitisetmito dan Burhan (1995), pengertian Studi Kelayakan Bisnis merupakan suatu metode penjajagan dari suatu gagasan usaha tentang kemungkinan layak atau tidaknya gagasan usaha tersebut dilaksanakan.

Kasmir dan Jakfar

Menurut pendapat Kasmir dan Jakfar (2007:4), pengertian Studi Kelayakan Bisnis merupakan suatu penelitian tentang layak atau tidaknya suatu proyek bisnis yang biasanya merupakan proses investasi itu dilaksanakan.

Drs. H.M Yacob Ibrahim

Menurut pendapat Drs. H.M Yacob Ibrahim (1998:1), definisi Studi Kelayakan Bisnis merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima atau menolak suatu gagasan usaha atau proyek yang direncanakan.

Husein Umar

Menurut pendapat Husein Umar (1997) pengertian Studi Kelayakan Bisnis adalah suatu penelitian layak atau tidaknya suatu proses besar yang biasanya merupakan proyek investasi itu dilaksanakan.

Suad Husnan dan Suwarsono

Menurut pendapat Suad Husnan dan Suwarsono (2002:4), definisis Studi Kelayakan Bisnis adalah penelitian tentang dapat atau tidaknya suatu proyek investasi dilaksanakan dengan berhasil.

Sutrisno

Menurut pendapat Sutrisno (1982:75), pengertian Studi Kelayakan Bisnis merupakan studi atau pengkajian apakah suatu usulan proyek/gagasan usaha apabila dilaksanakan dapat berjalan dan berkembang sesuai dengan tujuannya atau tidak.

Rangkuti

Menurut pendapat Rangkuti (2012) pengertian studi kelayakan bisnis dan investasi adalah analisis kelayakan tentang dapat atau tidaknya suatu proyek dilaksanakan. Dimana proyek dianalisis berupa proyeksi bisnis atau investasi dengan tujuan separuh bisnis dan separuh sosial, seperti proyek investasi pengembangan jalan tol, kawasan industri, dan terminal.

Ibrahim

Menurut pendapat Ibrahim (2003), studi kelayakan bisnis adalah kegiatan menilai sejauh mana manfaat yang diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha atau proyek. Studi kelayakan bisnis adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu bisnis di tafsirkan sebagai manfaat ekonomis.

Suliyanto

Menurut pendapat Suliyanto (2010) pengertian studi kelayakan bisnis merupakan penelitian yang bertujuan untuk memutuskan apakah sebuah ide bisnis layak untuk dilaksanakan atau tidak. Sebuah ide bisnis layak untuk dilaksanakan jika ide tersebut dapat mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak (stake holder) dibandingkan dampak negatif yang ditimbulkan.

Jumingan

Menurut pendapat Jumingan (20110 pengertian studi kelayakan bisnis adalah penelitian tentang dapat atau tidaknya proyek dilaksanakan berhasil. Istilah proyek mempunya arti suatu pendirian usaha baru atau pengenalan suatu (barang atau jasa) yang baru kedalam produk mix yang sudah ada sebelumnya.

Baca juga  Apa Saja yang Termasuk Dalam Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Sunyoto

Menurut pendapat Sunyoto (2014), pengertian studi kelayakan bisnis merupakan penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya bisnis dibangun, tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangkan pencapaian keuntungan yang maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan.

Baca juga: Jenis Investasi Jangka Panjang.

 

Aspek Penilaian Bisnis

Analisis kelayakan mengevaluasi potensi kesuksesan proyek; Oleh karena itu, persepsi objektivitas merupakan faktor penting dalam kredibilitas studi bagi calon investor dan lembaga pemberi pinjaman.

Urutan penilaian aspek mana yang harus didahulukan tergantung pada kesiapan penilai dan kelengkapan data yang ada, dalam hal prioritas, tentu ada yang didahulukan.

Ada 7 aspek penilaian kelayakan yang diteliti oleh studi kelayakan, dijelaskan di bawah ini.

1.Aspek Pasar dan Pemasaran

Pasar dan pemasaran merupakan aspek dasar yang diteliti dalam studi kelayakan. Analisis yang dilakukan pada aspek ini akan menjawab pertanyaan apakah produk yang dihasilkan oleh perusahaan memiliki peluang pasar.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni potensi pasar, jumlah konsumen, daya beli masyarakat, segmentasi, situasi persaingan di industri tersebut, dan lain-lain.

2.Aspek Ekonomi dan Budaya

Penilaian ini biasanya melibatkan analisis biaya / manfaat proyek, membantu organisasi menentukan kelangsungan hidup, biaya, dan manfaat yang terkait dengan proyek sebelum sumber daya keuangan dialokasikan.

Ini juga berfungsi sebagai penilaian proyek independen dan meningkatkan kredibilitas proyek — membantu pembuat keputusan menentukan manfaat ekonomi positif bagi organisasi yang akan diberikan oleh proyek yang diusulkan.

3.Aspek Hukum dan Legalitas

Penilaian ini menyelidiki apakah aspek apa pun dari proyek yang diusulkan bertentangan dengan persyaratan hukum seperti undang-undang zonasi, tindakan perlindungan data, atau undang-undang media sosial.

Misalkan sebuah organisasi ingin membangun gedung kantor baru di lokasi tertentu. Studi kelayakan mungkin mengungkapkan bahwa lokasi ideal organisasi tidak dikategorikan untuk jenis bisnis tersebut.

Organisasi tersebut baru saja menghemat banyak waktu dan tenaga dengan mengetahui bahwa proyek mereka tidak layak sejak awal.

4.Aspek Operasional dan Teknis

Penilaian ini melibatkan pelaksanaan studi untuk menganalisis dan menentukan apakah — dan seberapa baik — kebutuhan organisasi dapat dipenuhi dengan menyelesaikan proyek.

Studi kelayakan operasional juga memeriksa bagaimana rencana proyek memenuhi persyaratan yang diidentifikasi dalam tahap analisis persyaratan pengembangan sistem.

Penilaian teknis berfokus pada sumber daya teknis yang tersedia untuk organisasi. Ini membantu organisasi menentukan apakah sumber daya teknis memenuhi kapasitas dan apakah tim teknis mampu mengubah ide menjadi sistem kerja.

Kelayakan teknis juga melibatkan evaluasi perangkat keras, perangkat lunak, dan persyaratan teknis lainnya dari sistem yang diusulkan.

Sebagai contoh yang berlebihan, sebuah organisasi tidak ingin mencoba menempatkan pengangkut Star Trek di gedung mereka saat ini, proyek ini secara teknis tidak memungkinkan.

5.Aspek Manajemen/Organisasi

Studi kelayakan juga turut menyertakan aspek manajemen sebagai aspek dasar yang harus dianalisis. Aspek ini berkaitan erat dengan operasional perusahaan baik itu pembangunan maupun pengembangan.

Dari semua aspek yang dianalisis, aspek manajemen memiliki cangkupan yang sangat luas.

Hal ini dikarenakan semua hal yang berhubungan dengan operasional perusahaan ikut ke dalam kategori aspek manajemen, mulai dari manajemen sumber daya hingga finansial perusahan.

6.Aspek Keuangan

Bagi sebagian bisnis, modal adalah adalah hal utama yang harus dimiliki sebelum membangun sebuah bisnis.

Maka dari itu aspek keuangan menjadi hal yang menentukan bisnis Anda berjalan lancar atau tidak kedepannya. Proses penganggaran adalah hal yang harus dilakukan jika Anda ingin melakukan perencanaan bisnis yang matang.

7.Aspek Dampak Lingkungan

Analisis ini mencakup dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan akibat adanya sebuah proyek. Dampak ini mencakup datar, air, dan udara yang pada akhirnya memiliki dampak pada kehidupan manusia, binatang serta tumbuhan yang ada di sekitarnya.

Ketika semua area ini telah diperiksa, analisis kelayakan membantu mengidentifikasi kendala yang mungkin dihadapi proyek yang diusulkan, termasuk:

  • Batasan Proyek Internal: Teknis, Teknologi, Anggaran, Sumber Daya, dll.
  • Batasan Perusahaan Internal: Keuangan, Pemasaran, Ekspor, dll.
  • Batasan Eksternal: Logistik, Lingkungan, Hukum, dan Regulasi, dll.

Baca juga: Pengertian Manajemen Keuangan.

studi kelayakan bisnis

Tujuan Studi Kelayakan Bisnis

Tujuan studi kelayakan untuk menghindari agar usaha atau proyek yang dijalankan tidak sia-sia atau dengan kata lain tidak membuang uang, tenaga atau pikiran secara Cuma-Cuma. Selain itu, menghidari timbulnya masalah dikemudian hari sehingga bisa di cegah sejak dini.

Menurut Kasmir dan jakfar (2017) Setidaknya ada 5 tujuan mengapa Anda perlu menjalankan studi kelayakan diantaranya:

1.Menghindari Resiko Kerugian

Untuk mengatasi resiko kerugian dimasa yang akan datang, karena dimasa yang akan datang ada kondisi ketidakpastian. Kondisi ini ada yang bisa diramalkan atau memang dengna sendirinya terjadi tanpa diramalkan.

Dalam hal ini, fungsi studi kelayakan adalan untuk meminimalisir risiko yang tidak kita inginkan, baik risiko yang dapat kita kendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.

2.Memudahkan Perencanaan Bisnis

Saat melakukan analisis kelayakan usaha, pebisnis akan mendapatkan segala informasi yang berhubungan dengan bisnis yang akan dirintis termasuk kelebihan dan kekurangan bisnis.

Dari hasil analisis tersebut, pebisnis dapat lebih mudah melakukan perencanaan ke depannya. Tidak hanya itu, berkat analisis kelayakan yang dilakukan, pebisnis bisa merencanakan kegiatan yang bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan.

3.Memudahkan Pelaksanaan Pekerjaan

Dengan adanya berbagai rencana yang sudah tersusun akan sangat memudahkan pelaksaan bisnis. Para pelaksana yang mengerjakan bisnis telah memiliki pedoman yang harus dikerjakan.

Kemudian pengerjaan usaha dapat dilakukan secara sistematis, sehingga tepat sasaran dan sesuai dengan rencana yang sudah disusun sebelumnya. Perencanan ini merupakn acuan dalam mengerjakan setiap tahapan yang sudah direncanakan.

4.Memudahkan Pengawasan

Dengan pelaksanaan rencana suatu usaha atau proyek, maka akan memudahkan perusahaan untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha atau proyek. Pelaksanaan dilakukan agar usaha atau proyek tidak melenceng dari rencana yang sudah disusun.

Baca juga  Analisis Laporan Keuangan: Pengertian, Jenis Laporan Keuangan, Teknik Analisis dan Fungsinya Dalam Perusahaan

Selain pengawasan dari internal, sebuah perusahaan juga mendapat pengawasan dari eksternal. Melalui hasil analisis studi kelayakan, pihak berwenang akan lebih mudah melakukan pengawasan dengan berpedoman pada laporan analisis tersebut.

5.Memudahkan Pengendalian

Bila dalam pelaksanaan telah dilakukan pengawasan, maka jika terjadi penyimpangan akan sangat mudah untuk terdeteksi, sehingga akan dapat dilakukan pengendalian atas penyimpangan tersebut.

Tujuan pengendalian adalah untuk mengembalikan pelaksanaan pekerjaan yang melenceng ke jalur atau rel yang sesungguhnya. Hal ini kemudian memudahkan perusahaan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Manfaat Studi Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan bisnis yang efektif dapat melakukan lebih dari sekadar membantu para eksekutif memilih proyek mana yang mendapat lampu hijau. Manajer yang terlibat dalam studi kelayakan sebenarnya dapat menggunakan banyak data yang sama untuk membentuk proses perencanaan proyek.

Empat manfaat atau keuntungan utama studi kelayakan dapat menghasilkan wawasan penting untuk proyek yang disetujui:

1.Membantu dalam Memahami Permintaan

Studi kelayakan selalu menganalisis apakah ada permintaan nyata untuk suatu produk atau layanan. Ini berlaku untuk proyek internal serta untuk penawaran konsumen potensial.

Dengan cara ini, manajer proyek dapat menghindari pengeluaran sumber daya untuk fitur atau proyek dengan dampak rendah dan permintaan rendah di antara pengguna akhir.

2.Membantu dalam Menilai Sumber Daya

Keuntungan lain dari studi kelayakan adalah kesempatan untuk membuat katalog sumber daya saat ini yang tersedia untuk suatu proyek dan untuk memperkirakan kebutuhan sumber daya tambahan.

Studi kelayakan yang merekomendasikan proyek sering kali menyebutkan kurangnya sumber daya manusia atau modal finansial.

3.Membantu dalam Memastikan Kelayakan Pemasaran

Bahkan untuk produk dan layanan dengan permintaan yang terukur, perusahaan harus menguji kemampuan mereka untuk menyebarkan berita tentang penawaran baru.

Selama proses evaluasi, manajer proyek mempelajari apakah pasar sudah terlalu jenuh dengan pesaing yang lebih kuat. Pimpinan perusahaan juga dapat menemukan potensi hambatan hukum yang melibatkan merek dagang, paten, atau hak kekayaan intelektual lainnya.

4.Membantu dalam Menandai Garis Waktu

Salah satu keuntungan terbesar dari studi kelayakan adalah validasi garis waktu prospektif. Saat pindah ke fase perencanaan proyek formal, manajer proyek dapat menggunakan data yang dihasilkan oleh studi untuk membantu menetapkan pencapaian dan tenggat waktu.

Studi kelayakan yang berkualitas memeriksa jadwal yang disarankan oleh sponsor proyek untuk kemungkinan penundaan atau kerusakan.

Baca juga: Ruang Lingkup Manajemen Keuangan.

 

5 Alasan Pentingnya Studi Kelayakan

Oke, diatas kita sudah menguraikan tentang definsi, manfaat dan tujuan, sekarang kita akan beranjak sedikit lebih jauh. Sebenenarnya seberapa penting sih studi kelayakan ini bagi perusahaan atau mungkin bagi Anda?

Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, berikut kami sajikan 5 alasan fundamentalnya, simak selengkapnya.

1.Menunjukkan Kelayakan Visi Anda

Setiap pengembangan dimulai dengan sebuah ide, dan sementara beberapa telah menentang peluang yang ada, ide-ide tersebut jarang berhasil tanpa terlebih dahulu dievaluasi.

Dengan melihat lanskap yang mengelilingi visi Anda, termasuk dari mana pelanggan berasal dan dengan siapa Anda bersaing untuk mendapatkan mereka, Anda akan dapat mengukur kemungkinan mencapai definisi kesuksesan Anda.

Penting untuk diperhatikan bahwa studi kelayakan juga bisa menjadi bagian penting untuk “menyesuaikan” visi Anda. Di beberapa usaha, hampir 40 persen studi kelayakan yang dilakukan memberikan hasil “ya-jika”, yang berarti konsep awal dapat disesuaikan untuk memenuhi definisi sukses.

2.Membantu Menentukan Tujuan dan Sasaran Anda

Ide itu bagus, tapi itu hanya sebesar eksekusinya. Sebuah studi kelayakan akan membantu memperjelas tujuan apa yang perlu disiapkan untuk menjadi sukses dengan memberikan tolok ukur untuk kelayakan proyek.

Misalnya, jika komunitas Anda ingin membangun fasilitas olahraga di dalam / luar ruangan, Anda mungkin tidak memiliki gambaran yang jelas tentang biaya pembangunannya.

Studi kelayakan membantu Anda memahami biaya fasilitas Anda serta potensi pendapatannya.

Dengan informasi ini di tangan, Anda dapat memperoleh sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek Anda atau “menyesuaikan ukuran” proyek Anda berdasarkan sumber daya yang tersedia.

3.Membantu Anda Mengembangkan Rencana

Seperti ide, tujuan hanya berguna saat Anda memulai pekerjaan. Saat Anda menentukan tujuan Anda, dengan bantuan studi kelayakan Anda, Anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang langkah selanjutnya dalam siklus pengembangan.

Dari sana, rencana program untuk fasilitas “berukuran tepat” dapat dikembangkan dan digabungkan dengan prakiraan keuangan dan studi dampak ekonomi untuk menarik mitra pendanaan.

4.Membantu Menjalankan Rencana yang Sudah Disusun

Manfaat terbesar dari studi kelayakan adalah bahwa mereka memberi Anda informasi spesifik tentang apa yang dibutuhkan sebuah proyek agar bisa berkelanjutan.

Dengan memahami biaya pengembangan, lanskap kompetitif, dari mana calon pelanggan berasal, dan potensi pendapatan, Anda akan mengetahui sumber modal, mitra, dan model bisnis yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan.

Komponen studi kelayakan akan berfungsi sebagai peta jalan, yang menjelaskan jalur paling optimal untuk membuat kompleks baru.

5.Studi Kelayakan Akan Memberi Anda Identitas

Saat merencanakan fasilitas olahraga, rekreasi, atau hiburan baru, Anda akan memiliki gambaran umum tentang siapa yang Anda targetkan.

Namun, untuk menarik audiens yang berharga ini, Anda harus memahami kebutuhan mereka serta lanskap kompetitif. Studi kelayakan akan membantu Anda memahami apa yang mereka tawarkan. [1]

Langkah-langkah Dalam Melakukan Studi Kelayakan

1.Lakukan Analisis Awal

Tujuan utama dari analisis pendahuluan adalah untuk menyaring ide-ide proyek sebelum waktu, tenaga, dan uang yang ekstensif diinvestasikan.

Ada dua rangkaian aktivitas yang terlibat. Dalam langkah ini layanan yang direncanakan, pasar sasaran, dan karakteristik unik dari layanan dijelaskan atau diuraikan, sespesifik mungkin dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut-

  1. Apakah praktik tersebut melayani kebutuhan yang saat ini belum terlayani?
  2. Apakah praktik tersebut melayani pasar yang ada di mana permintaan melebihi penawaran?
  3. Bisakah latihan tersebut berhasil bersaing dengan praktik yang sudah ada?
  4. Apakah persyaratan modal untuk masuk atau melanjutkan operasi tidak tersedia atau tidak terjangkau?
  5. Apakah ada faktor yang menghalangi pemasaran yang efektif ke salah satu atau semua sumber rujukan?
Baca juga  Kajian Pustaka Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli

Jika informasi yang terkumpul selama ini menunjukkan bahwa gagasan tersebut berpotensi, maka dilanjutkan dengan studi kelayakan secara rinci.

2.Siapkan Proyeksi Laporan Laba Rugi

Pendapatan yang diantisipasi harus menutupi biaya langsung dan tidak langsung, dengan mempertimbangkan kurva pertumbuhan pendapatan yang diharapkan.

Bekerja mundur dari pendapatan yang diantisipasi, pendapatan yang diperlukan untuk menghasilkan pendapatan itu dapat diperoleh untuk membuat laporan laba rugi yang diproyeksikan.

Faktor-faktor yang menentukan pernyataan ini adalah layanan yang diberikan, biaya layanan, volume layanan, dan penyesuaian pendapatan, dll.

3.Lakukan Survei Pasar

Survei pasar yang baik sangat penting. Jika perencana tidak dapat melakukan survei ini, perusahaan luar harus dipekerjakan. Tujuan utama survei pasar adalah proyeksi pendapatan yang realistis.

Langkah-langkah utamanya meliputi:

  1. Mendefinisikan pengaruh geografis di pasar.
  2. Mengkaji tren populasi, ciri demografis, faktor budaya, dan daya beli di masyarakat.
  3. Menganalisis layanan yang bersaing di komunitas untuk menentukan kekuatan dan kelemahan utama mereka. Faktor yang perlu dipertimbangkan termasuk harga, lini produk, sumber rujukan, lokasi, aktivitas promosi, kualitas layanan, loyalitas dan kepuasan konsumen, dan penjualan.
  4. Menentukan total volume di area pasar dan memperkirakan pangsa pasar yang diharapkan.
  5. Memperkirakan peluang perluasan pasar (misalnya, daya tanggap terhadap layanan baru / yang ditingkatkan).

4.Merencanakan Organisasi Bisnis dan Operasi

Pada titik ini, organisasi dan operasi bisnis harus direncanakan secara cukup mendalam untuk menentukan kelayakan teknis dan biaya yang terlibat dalam permulaan, investasi tetap, dan operasi.

Upaya ekstensif diperlukan untuk mengembangkan rencana terperinci untuk:

  1. Peralatan
  2. Metode merchandising
  3. Fasilitas lokasi dan desain & tata letak
  4. Ketersediaan dan biaya personel
  5. Ketersediaan pasokan (misalnya, vendor, jadwal harga produk eksklusif atau waralaba)
  6. Overhead

5.Siapkan Neraca Hari Pembukaan

Neraca Hari Pembukaan harus mencerminkan aset dan kewajiban praktik seakurat mungkin pada saat praktik dimulai, sebelum praktik menghasilkan pendapatan. Siapkan daftar aset yang diperlukan untuk operasi praktik.

Daftar tersebut harus mencakup item, sumber, biaya, dan metode pembiayaan yang tersedia.

Aset yang diperlukan mencakup segala sesuatu mulai dari uang tunai yang diperlukan untuk modal kerja hingga bangunan dan tanah.

Meskipun daftar yang dihasilkan agak sederhana, upaya yang diperlukan mungkin sangat banyak. Kewajiban yang akan timbul dan investasi yang dibutuhkan oleh praktek juga harus diklarifikasi.

Barang-barang ini perlu diperhatikan:

  • Apakah akan menyewakan atau membeli tanah, gedung, dan peralatan
  • Metode untuk membiayai pembelian aset
  • Cara untuk membiayai piutang

6.Tinjau dan Analisis Semua Data

Perencana harus menentukan apakah data atau analisis yang dilakukan harus mengubah salah satu analisis sebelumnya. Pada dasarnya, langkah ini berarti didasarkan pada prinsip “Mundur dan renungkan sekali lagi”.

Periksa kembali Proyeksi Laba Rugi dan bandingkan dengan daftar aset yang diinginkan dan Neraca Hari Pembukaan.

Adalah baik untuk mengetahui bahwa semua pengeluaran dan kewajiban, dalam Laporan Laba Rugi mencerminkan ekspektasi yang realistis. Risiko dan kontinjensi dianalisis untuk Mempertimbangkan kemungkinan perubahan signifikan di pasar saat ini yang dapat mengubah proyeksi.

7.Membuat Keputusan atau Keputusan Sinyal Hijau / Merah

Semua langkah sebelumnya ditujukan untuk menyediakan data dan analisis untuk keputusan “Lanjut / Tidak”. [2]

Jika analisis menunjukkan bahwa bisnis tersebut harus menghasilkan setidaknya pendapatan minimum yang diinginkan dan memiliki potensi pertumbuhan, keputusan “lanjutkan” adalah tepat. Apa pun yang kurang, dari hasil yang diinginkan, akan menyiratkan keputusan “tidak boleh pergi”.

Pertimbangan tambahan mencakup jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah ada komitmen untuk membuat pengorbanan yang diperlukan dalam waktu, tenaga dan uang?
  • Akankah aktivitas tersebut memenuhi aspirasi jangka panjang?

Langkah-langkah Dalam Menyusun Laporan Studi Kelayakan

1.Tulis Deskripsi Proyek

Pada langkah ini, Anda perlu mengumpulkan informasi latar belakang tentang proyek Anda untuk menulis deskripsi. Deskripsi singkat dan jujur ​​akan membantu pembaca mengetahui tujuan FSR.

2.Jelaskan Kemungkinan Solusi

Pada langkah ini Anda diminta untuk melakukan analisis alternatif dan membuat deskripsi solusi yang mungkin untuk proyek Anda.

3.Daftar Kriteria Evaluasi

Di bawah langkah ketiga ini, tetapkan dan tentukan kriteria evaluasi untuk solusi yang memungkinkan. Langkah penulisan laporan studi kelayakan ini mengharuskan Anda untuk menyelidiki solusi dan menempatkannya pada serangkaian kriteria evaluasi.

4.Usulkan Solusi Paling Layak

Langkah selanjutnya untuk menulis laporan studi kelayakan adalah menentukan solusi yang paling masuk akal secara ekonomi dan secara teknis memungkinkan yang memungkinkan perusahaan (1) tetap menggunakan sumber daya proyek secara optimal dan (2) mendapatkan manfaat terbaik. Laporan tersebut dapat mencakup: “Setelah evaluasi solusi yang mungkin, solusi yang paling layak untuk proyek ini diidentifikasi dan dipilih, sehingga proyek menjadi hemat biaya, penting dan praktis.”

5.Tulis Kesimpulan

Langkah terakhir dari proses pelaporan studi kelayakan mengharuskan Anda membuat kesimpulan dengan meringkas tujuan proyek dan menyatakan solusi yang paling memungkinkan.

Baca juga: Artikel tentang Manajemen Keuangan.

 

Kesimpulan

Istilah studi kelayakan mungkin terdengar mirip dengan rencana bisnis, tetapi keduanya memiliki arti serta tujuan yang berbeda.

Saat seseorang atau perusahaan memiliki ide awal bisnis, maka yang di lakukan adalah studi kelayakan. Studi ini bertujuan untuk menyempurnakan kemungkinan dalam ide bisnis tersebut.

Sementara Rencana bisnis, memberikan gambaran perusahaan secara keseluruhan, tujuan, strategi, dan proyeksi keuangan (prakiraan).

Singkatnya, analisis kelayakan memberi tahu Anda apakah proyek tersebut kemungkinan berhasil tinggi sedangkan rencana bisnis memberi tahu Anda cara kerjanya (implementasi).

 

Sumber bacaan:

  1. Buku Studi Kelayakan Bisnis (Dr. Kasmir, S.E., M.M. dan Jakfar, S.E., M.M.).
  2. Rangkuti, Freddy. 2012. Studi Kelayakan Bisnis & Investasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  3. Ibrahim, Y. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Rineka Cipta.
  4. 2010. Studi Kelayakan Bisnis Pendekatan Praktis. Yogyakarta: Andi.
  5. 2014. Studi Kelayakan Bisnis Teori dan pembuatan proposal kelayakan. Jakarta: Bumi Aksara.
  6. Sunyoto, Danang. 2014. Konsep Dasar Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Yogyakarta: Center for Academic Publishing Service.
  7. https://www.businessmanagementideas.com/feasibility-analysis/feasibility-analysis-meaning-importance-report-types-process-objectives-and-advantages-business/18196
  8. https://sportadvisory.com/feasibility-study-five-reasons-need-conduct-one/

Tinggalkan Jejak