Pengertian Manajemen Keuangan Adalah: Pendapat Penulis

Apakah yang Anda ketahui tentang istilah manajemen keuangan? Sejauh mana Anda dapat memahami tentang manajeman keuangan? Penting gak sih menerapkan manajemen keuangan dalam mengelola usaha?

Ketiga pertanyaan diatas muncul dalam benak kita, mana kala kita mengetikan kata kunci “manajemen keuangan” pada mesin pencari.

Kemudian muncul berbagai jawaban yang beragam dari masing-masing website yang nongol di halaman pertama serp google. Ada yang mengulas secara lengkap (sebagian besar, tidak semua), namun ada juga yang sangat lengkap dengan mencantumkan pendapat ahli dan kesimpulan penulis.

Okelah, untuk mempersingkat waktu mari kita bahas topik ini dari sudut pandang yang berbeda (semoga).

Pengertian manajemen keuangan (Pendapat Penulis)

Manajemen: seni dalam mengelola sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan bersama.  Keuangan: Sejumlah dana yang dimiliki (oleh perusahaan atau perorangan). Jadi pengertian manajemen keuangan adalah seni dalam mengelola kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan keuangan, yang meliputi cara memperoleh dana, mengelola dana dan menggunakan dana yang dimiliki.

Apakah Anda langsung percaya dengan apa yang saya tulis? Jika tidak mari kita lihat pendapat ahli.

  1. Menurut Bambang Riyanto, manajemen keuangan adalah semua aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan usaha untuk mendapatkan pendanaan yang diperlukan dengan biaya minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan, serta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin.
  2. Menurut James Vanhorne, manajemen keuangan adalah semua aktivitas yang berhubungan dengan perolehan dana dan pengelolaan pendanaan, serta untuk pengelolaan aktiva dengan tujuan semua aktivitas perusahaan.
  3. Menurut J. F. Bradley, manajemen keuangan adalah bidang manajemen bisnis yang ditujukan untuk mengelola penggunaan modal secara bijaksana, selektif, dan seksama dari sumber modal untuk memungkinkan unit pengeluaran untuk bergerak ke arah mencapai tujuannya.
  4. Menurut Weston dan Copeland, manajemen keuangan adalah suatu fungsi dan tanggung jawab para manajer keuangan. Fungsi pokok manajemen keuangan yaitu menyangkut keputusan tentang penanaman modal, pembiayaan kegiatan usaha, dan pembagian dividen pada suatu perusahaan.

Ada beberapa kata kunci yang dapat kita ambil dari keempat pendapat diatas: Aktivitas, Dana, Selektif, Tujuan, Fungsi & tanggung jawab dan Pelaku (manajer keuangan). Jadi lengkap: aktivitas, dana, tujuan, fungsi, tanggung jawab dan si pelaku manajer keuangan.

Baca juga  40+ Definisi Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli dan Penjelasan Secara Umum

Sehingga dapat kita rangkai menjadi sebuah kalimat: Manajemen Keuangan adalah Seni dalam mengelola (kegiatan usaha: memperoleh, menggunakan, mengelola) dana yang dimiliki untuk tujuan organisasi (perusahaan) yang diberikan tanggung jawab kepada manajer keuangan.

Dikutip dari maxmnroe.com: Manajemen Keuangan adalah semua aktivitas atau kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan bagaimana cara mendapatkan, menggunakan, dan mengelola keuangan perusahaan. Financial management adalah kegiatan manajemen yang bertujuan untuk mengelola dana maupun aset-aset yang dimiliki perusahaan untuk dimanfaatkan pada hal-hal atau kegiatan yang membantu tercapainya tujuan utama perusahaan tersebut, yaitu profit.

Dikutip dari finansialku.com: Definisi Manajemen Keuangan adalah segala kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan cara memperoleh, menggunakan, serta mengelola keuangan perusahaan untuk mencapai tujuan utama perusahaan.

Ya, mirip-mirip (serupa tapi tak sama) atau beda tipis (beti) dengan apa yang coba penulis kemukakan diatas. Jadi kalau mau dipersoalkan, silahkan menulis di kolom komentar yang disediakan dibagian palng bawah tulisan ini!!

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Seorang manajer keuangan harus memahami betul apa saja yang menjadi ruang lingkup dari bidang tugasnya sebagai manajer keuangan yaitu mengelola keuangan. Untuk itu, penulis mencoba menuangkan 3 ruang lingkup manajeman keuangan, diantaranya: Keputusan Pendanaan, Keputusan Investasi dan Keputusan Pengelolaan Aset, berikut penjelasan lengkapnya.

1.Keputusan pendanaan

Keputusan yang meliputi segala kebijakan manajemen tentang cara atau upaya untuk mendapatkan dana bagi perusahaan (organisasi). Dana yang diperoleh bisa berasal dari intern perusahaan maupun pihak luar (investasi pihak ketiga).

Contoh: Perusahaan menerbitkan kebijakan tentang penerbitan surat berharga (saham untuk perusahaan go publik) atau hutang jangka pendek/panjang dari pihak bank.

2.Keputusan investasi

Keputusan yang meliputi berbagai hal yang berkaitan dengan kebijakan manajemen tentang penanaman modal perusahaan, seperti pemilikan aktiva tetap (tanah, gedung dan mesin/peralatan). Selain itu, investasi juga bisa berbentuk aktiva finansial seperti surat berharga (obligasi dan saham kepemilikan).

3.Keputusan Pengelolaan Aset

Keputusan yang meliputi kebijakan manajemen tentang pengelolaan aset yang dimiliki secara efisien. Kebijakan ini terkait hal-hal yang diperlukan untuk mencapat tujuan perusahaan (organisasi).

Tujuan Manajemen Keuangan

Setiap kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh perusahaan tentu memiliki tujuan, demikian halnya dengan manajemen keuangan. Mau tau apa saja tujuan maajemen keuangan?

Tujuannya terdiri dari 9 yaitu memaksimalkan keuntungan, menjaga arus kas, mempersiapkan struktur modal, memaksimalkan manfaat keuangan perusahaan, mengoptimalisasi kekayaan perusahaan, meningkatkan efisiensi, memastikan kelangsungan hidup perusahaan, mengurangi resiko operasional, dan mengurangi biaya modal.

Berikut penjelasan lengkapnya:

1.Memaksimalkan Profit

Dengan kebijakan yang tepat, maka manajemen keuangan dapat memaksimalkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang.

Kebijakan yang tepat mencakup tentang penentuan berapa harga pokok produksi dan berata harga jual, sehingga diperoleh margin yang tepat (tidak terlalu rendah, sehingga menyebabkan rugi dan tidak terlalu tinggi, barang tidak laku, akhirnya rugi karena persediaan menumpuk).

2.Menjaga Cash Flow

Suatu perusahaan tentunya akan sering mengeluarkan dana. Misalnya, untuk pembayaran gaji karyawan, membayar sewa, membeli bahan baku, dan transaksi pengeluaran dana lainnya.

Baca juga  Pengertian Manjemen Secara Umum (Definisi, Fungsi, Unsur, Manfaat dan Implementasi Manajemen)

Oleh karena itu, arus kas harus diawasi dan dikendalikan oleh seorang manajer keuangan.

Jika tidak, maka dapat menyebabkan kelebihan pengeluaran (overbudget) yang dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.

3.Menyiapkan Struktur Modal

Dalam mempersiapkan struktur modal, maka manajer keuangan harus menyeimbangkan antara pembiayaan yang dimiliki dengan dana yang dipinjam oleh perusahaan.

Struktur modal ini penting untuk melihat keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Bisa juga keseimbangan diantara masing-masing rasio keuangan.

4.Memaksimalkan Manfaat Keuangan Perusahaan

Anggaran dana yang digunakan untuk kegiatan yang tidak menguntungkan perusahaan dapat dipangkas (cut).

Kemudian, dana tersebut dapat dialokasikan untuk kegiatan lain yang lebih menguntungkan perusahaan.

5.Mengoptimalkan Kekayaan Perusahaan

Manajer keuangan akan berusaha untuk memberikan dividen semaksimal mungkin kepada para pemegang saham.

Manajer keuangan juga akan berusaha untuk meningkatkan pasar saham, karena hal tersebut berkaitan dengan kinerja perusahaan.

6.Meningkatkan Efisiensi

Efisiensi pada semua departemen dalam perusahaan perlu ditingkatkan.

Dengan penyaluran dana yang tepat pada semua aspek, maka efisiensi perusahaan akan mengalami peningkatan.

7.Memastikan Kelangsungan Hidup Perusahaan

Bagian keuangan berperan besar untuk membuat perusahaan bisa bertahan pada persaingan bisnis yang sangat kompetitif.

Keputusan yang berkaitan dengan keuangan harus dilakukan secara hati-hati.

Kesalahan penggunaan keuangan dapat mengakibatkan hal yang fatal bagi perusahaan. Akibat paling fatal dari kesalahan pengelolaan danan dapat mengakibatkan kebangkrutan. Tidak sedikit yang tutup karena salah tata kelola.

8.Mengurangi Risiko Operasional

Risiko operasional dapat diminimalisasi dengan manajemen keuangan yang baik.

Dengan risiko bisnis yang penuh dengan ketidakpastian, maka keputusan yang tepat perlu dilakukan oleh manajer keuangan.

9.Mengurangi Biaya Modal

Agar penggunaan biaya modal dapat diminimalisasi, maka perencanaan struktur modal perlu dibuat sedemikian rupa oleh manajer keuangan.

Fungsi Utama Manajemen Keuangan

Berikut penjelasan lengkap (contoh) dari 5 fungsi utama manajemen keuangan yang perlu untuk diketahui oleh seorang manajer keuangan.

(setidaknya keuangan pribadi atau usaha pribadi atau mungkin nantinya Anda berencana berkarir sebagai manajer keungan perusahaan, sehingga Anda mampu mengelola keuangan).

1.Perencanaan Keuangan (Planning)

Perencanaan keuangan dalam perusahaan meliputi perencanaan arus kas dan rugi laba.

Perencanaan keuangan sangat penting dilakukan agar dapat mengetahui hal apa saja yang harus dipersiapkan oleh perusahaan agar terhindar dari kerugian.

2.Perencanaan Anggaran (Budgeting)

Perencanaan anggaran meliputi perencanaan mendapatkan uang dari sumber tertentu dan penggunaan atau pengalokasian dana tersebut. Pengalokasian dana perlu dilakukan secara optimal.

Manajer keuangan dapat memangkas kegiatan-kegiatan yang tidak menguntungkan perusahaan, dan dana tersebut dapat dialokasikan untuk kegiatan yang dapat memaksimalkan keuntungan perusahaan.

Dengan begitu, maka anggaran perusahaan dapat lebih efisien dan memaksimalkan dana yang dimiliki.

Selain itu, dengan perencanaan anggaran yang tepat, perusahaan tersebut dapat memperkirakan keuntungan ataupun kerugian yang akan dihadapi.

3.Pengendalian Keuangan (Controlling)

Setelah mengimplementasikan perencanaan keuangan yang telah dibuat, maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengontrol keuangan.

Baca juga  Pengertian Ekonomi Mikro: Tinjauan umum, Ruang Lingkup, Tujuan dan Peranan

Dengan melakukan pengontrolan, maka perusahaan dapat mengetahui hal-hal keliru yang terjadi pada penggunaan anggaran.

Jika ada beberapa hal yang kurang sesuai dengan rencana awal maka perusahaan dapat menggunakan data tersebut untuk dijadikan acuan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya.

Misalnya, dengan melakukan perbaikan. Sehingga, perusahaan dapat kembali berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

4.Pemeriksaan Keuangan (Auditing)

Auditing merupakan salah satu fungsi yang penting dalam manajemen keuangan.

Auditing berguna untuk mengetahui apakah penggunaan keuangan dalam perusahaan tersebut sudah sesuai dengan kaidah standar akuntansi keuangan (SAK).

Auditing juga berguna untuk memastikan agar tidak terjadi penyimpangan.

5.Pelaporan Keuangan (Reporting)

Manajer keuangan wajib melakukan upaya pelaporan anggaran yang tepat sesuai dengan penggunaannya.

Setiap tahun, manajer keuangan berkewajiban menyediakan laporan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan.

Laporan tersebut kemudian akan digunakan dalam menganalisis rasio laporan keuangan perusahaan.

Kelompok Rasio Keuangan yang Umum Digunakan

Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandigan dari suatu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (bararti). Misalnya antara hutang dan modal, antara kas dan total asset, antara harga pokok produksi dengan total penjualan dan sebagainya (Syafri, 2008:297).

Rasio keuangan merupakan salah satu alat untuk menilai kinerja dan kondisi keuangan perusahaan (Sawir, 2009:6).

Dapat dikatakab bahwa Rasio keuangan berfungsi untuk mengetahui kondisi terkini (termasuk kecukupan dana) keuangan perusahaan. Setidaknya terdapat 4 kelompok rasio keuangan yang umumnya digunakan dalam setiap perusahaan.

Berikut ini penjelasan tentang 4 kelompok rasio keuangan yang umum digunakan.

1.Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

Nilai rasio likuiditas digunakan untuk menilai kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban (liability) finansial dalam jangka pendek.

Contoh rasio likuiditas: Current Ratio (CR) dan Working Capital to Total Asset (WCTAR).

Rumus dan cara menghitungnya bisa Anda baca selengkapnya di https://bit.ly/2JULhWv

2.Rasio Solvabilitas (Leverage Ratio)

Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai seberapa besar dana yang diberikan oleh pemegang saham dibandingkan dengan dana yang diperoleh dari pinjaman dari kreditur.

Contoh leverage ratio: Total Debt to Assets (DAR), Total Debt to Equity (DER).

Rumus dan perhitungan bisa Anda baca di https://bit.ly/3195oFK

3.Rasio Aktivitas (Activity Ratio)

Activity ratio berfungsi untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber daya yang dimiliki.

Contoh rasio aktivitas: Total Asset Turn Over (ATO), Working Capital Turn Over (WCTO),Total Equity to Total Asset (EA).

Rumus dan perhitungan lengkap bisa Anda baca di link berikut https://bit.ly/2Mo8q5I

4.Rasio Rentabilitas (Rentability Ratio)

Rentabilitas rasio adalah rasio yang digunakan untuk menilai tingkat efektivitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.

Contoh rasio rentabilitas adalah Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), Earning Power to Total Investment (EPTI), Gross Profit Margin (GPM), dan Operating Income (OI).

Rumus dan penjelasan lengkap bisa Anda baca disini https://bit.ly/313xu5f

Penting Gak Sih Manajemen Keuangan?

Jika mendapat pertanyaan seperti ini, maka penulis menyatakan penting (banget) manajemen keuangan, apalagi bagi Anda yang bekerja sebagai manajer keuangan.

Mengingat manajemen keuangan ini amat penting, maka dalam manajemen keuangan terdapat berbagai rasio untuk mengukur kesehatan keuangan perusahaan. Termasuk didalamnya arus kas.

Selain itu, penting pula untuk memahami hal-hal apa saja yang terdapat pada manajemen keuangan. Keberlangsungan (sustainable) suatu perusahaan tergantung dari pengelolaan keuangan (dana) yang dimiliki. Meskipun sumber dana melimpah, jika penggunaan tidak tepat maka tidak akan memperoleh hasil yang optimal, bahkan bisa rugi.

Masih Gak percaya?

Sebaiknya jangan di bahas, disini mari kita selesaikan baik-baik dalam artikel mendatang.

Daftar Pustaka:

Website:

wikipedia – https://bit.ly/315JGT9

Virtina Thionita, 2019, finansialku.com  – https://bit.ly/2JVh3Tq

Buku:

Sawir, Agnes, 2009. Analisa Kinerja Keuangan dan Perencanaan keauangan Perusahaan, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Syafri Harahap, Sofyan, 2008. Analisa Kritis atas Laporan Keuangan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Bambang Riyanto. 2013. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. BPFE-Yogyakarta. Yogyakarta.

Van Horne, James C. dan John M. Wachowicz, Jr., 1998, Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan, Alih Bahasa : Heru Sutojo, Buku Dua, Edisi Kesembilan, Salemba Empat, Jakarta.

Weston, J. Fred dan Eugene F. Brigham, 1997, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Alih bahasa : Alfonsus Sirait, Edisi Kesembilan, Erlangga, Jakarta.

Skripsi:

Analisis Rasio Keuangan untuk menilai Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Kasus pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012) link: https://bit.ly/2HSu0uM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *