Pengertian Industri: Definisi, Jenis, Tujuan & Manfaat, Faktor yang Mempengaruhi

pengertian industri

Apa yang dimaksud dengan industri? Dalam arti yang sempit pengertian industri merupakan proses pengolahan lebih lanjut bahan mentah atau setengah jadi sehingga menghasilkan produk jadi yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Produk yang dihasilkan kemudian didistribusikan melalui agen atau distributor atau bahkan pada pengguna langsung. Proses distribusi ini tentu berbeda dari masing-masing jenis industri.

Dalam artian luas, dapat kita pelajari pada UU No 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian. Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunanya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Next time akan kita bahas lebih detil ya.

Ada pula definisi lain tentang industri, yaitu sekumpulan perusahaan yang terkait berdasarkan kegiatan usaha utamanya. Pada perekonomian modern, banyak klasifikasi industri. Klasifikasi industri biasanya dikelompokkan ke dalam kategori yang lebih besar yang disebut sektor.

Industri juga merupakan kelompok usaha atau organisasi produktif yang memproduksi atau memasok barang, jasa, atau sumber pendapatan. Dalam ilmu ekonomi, industri umumnya diklasifikasikan sebagai primer, sekunder, tersier, dan kuaterner; industri sekunder selanjutnya diklasifikasikan sebagai berat dan ringan.

Dari beberapa definisi diatas, semakin menegaskan bahwa industri memiliki peranan penting dalam kemajuan perekonomian suatu negara khususnya dalam hal kualitas dan kuantitas produksi.

Mengapa demikain sodara?

Oke, begini… Proses produksi lebih lanjut menandakan peradaban sebuah negara yang mengalami kemajuan. Dengan kata lain, industri ini merupakan hasil dari kreasi lebih lanjut yang bernilai tinggi.

Perbedaan yang mendasar adalah industri tidak mengambil langsung dari alam untuk dijual melainkan diproses kembali. Baik itu mengubah bentuk atau memprosesnya menjadi barang lain yang memiliki manfaat berbeda.

Contoh, singkong yang diproses menjadi tepung tapioka (barang setengah jadi). Contoh lainnya, singkong yang diproses menjadi keripik sehingga bisa langsung dikonsumsi.

Kata industri tentu sudah tak asing ditelinga kita. Kata industri sering kita dengar dan dikaitkan dengan sebuah proses menciptakan atau memproduksi barang jadi. Barang jadi ini nantinya siap di distribusikan kepada distributor atau pengguna langsung. Nah, selanjutnya kita akan membahas secara mendalam, ikuti terus…

Baca juga: Pengertian Manajemen Industri.

 

Pengertian Industri secara Umum

Industri merupakan sebuah kegiatan atau aktivitas proses pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi. Barang jadi ini mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan jika dijual akan memberikan keuntungan.

Industri yang maju merupakan indikator bagi sebuah negara yang lebih maju karena mempengaruhi perekonomian.

Negara juga akan mempunyai perekonomian yang lebih merata yang disebabkan karena pendapatan per-kapita masyarakatnya akan semakin tinggi serta kemakmuran dari masyarakat juga akan semakin tinggi.

Semakin maju dan berkembang industri di sebuah negara maka akan semakin banyak tenaga kerja yang diserap, Hal ini akan mengurangi pengangguran yang ada di suatu negara sehingga negara semakin berkembang dan terbebas dari masalah ekonomi.

pengertian industri

Pengertian Industri Menurut Para Ahli

Pengertian industri merupakan sebuah proses pengolahan bahan mentah sehingga menjadi barang lain yang mempunyai nilai yang tinggi ketika dijual kembali. Berikut ini kami kutip penjelasan dari ahli, cek selengkapnya.

UU No 5 Tahun 1984 tentang Industri

Menurut UU No. 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian, industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku,barang setengah jadi dan barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunanya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. [1]

Menurut Kamus Ilmiah Populer, industri adalah kerajinan atau usaha produk barang suatu perusahaan.

Teguh S. Pambudi dalam Hadi Sasrawan

Menurut pendapat Teguh S. Pambudi dalam Hadi Sasrawan, yang dimaksud dengan industri adalah sekelompok perusahaan yang bisa menghasilkan sebuah produk yang dapat saling menggantikan antara yang satu dengan yang lainnya.

Hinsa Sahaan

Menurut pendapat Hinsa Sahaan, pengertian industri adalah bagian dari sebuah proses yang mengolah barang mentah menjadi barang jadi sehingga menjadi sebuah barang baru yang memiliki nilai lebih bagi kebutuhan masyarakat.

Encyclopedia Indonesia

Menurut Encyclopedia Indonesia, industri merupakan bagian dari proses produksi yang tidak mengambil bahan tersebut secara langsung dari alam untuk konsumsi, tetapi bahan-bahan diproses dan akhirnya menjadi komoditas yang berharga kepada masyarakat.

Baca juga  Pengertian Pasar Bebas, Sejarah, Kelebihan & Kekurangan, dan Contoh Pasar Bebas

I Made Sandi, 1985: 148

Menurut pendapat I Made Sandi, industri adalah usaha untuk memproduksi barang jadi dengan bahan baku atau bahan mentah melalui proses produksi penggarapan dalam jumlah besar sehingga barang tersebut dapat diperoleh dengan harga serendah mungkin tetapi dengan mutu setinggi-tingginya. [2]

Hasibuan

Menurut pendapat Industri, industri adalah kegiatan ekonomi yang menciptakan nilai tambah. Jadi industri ini dalam batas-batas mikro sebagai kumpulan perusahaan yang memproduksi barang-barang, sementara makro dapat membentuk pendapatan.

Moh. Hatta

Menurut pendapat Moh. Hatta, pengertian Industri adalah upaya untuk mengubah struktur pertanian ke dalam struktur industri.

Encyclopedia Americana

Definisi Industri menurut encyclopedia Americana dalah kegiatan kelompok yang menumbuhkan benda ekonomi dan pengguna.

Sudut pandang Geografi

Industri adalah sesuatu yang merupakan perpaduan dari subsistem fisik dan subsistem manusia.

Badan Pusat Statistik

Menurut BPS, Industri adalah unit usaha yang berjalan kesatuan kegiatan ekonomi dengan tujuan untuk menghasilkan barang atau jasa yang berdomisili di tempat tertentu atau lokasi dan memiliki catatan administrasi tersendiri.

George T. Renner

Menurut pendapat George T. Renner, pengertian Industri adalah semua kegiatan manusia dalam ekonomi produktif / memproduksi barang dan uang.

Sukimo

Menurut pendapat sukimo, pengertian industri adalah perusahaan yang melakukan kegiatan ekonomi yang termasuk ke dalam sektor sekunder.

Kartasapoetra

Menurut pendapat Kartasapoetra, definisi industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang dengan menggunakan nilai yang lebih tinggi, termasuk kegiatan desain industri dan teknik industri.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dikutip dari laman KBBI, pengertian Industri adalah kegiatan proses atau barang proses dengan menggunakan sarana dan peralatan, seperti mesin.

Anto Pracoyo dan Tri Kurnawangsih

Industri adalah kumpulan dari beberapa perusahaan yang memproduksi barang atau jasa di pasar.

Wirastuti

Menurut pendapat Wirastuti, pengertian industri adalah pengolahan bahan baku atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang membawa keuntungan.

Dini Natalia

Menurut pendapat Dini Natalia, pengertian industri merupakan pengolahan bahan baku menjadi barang yang membawa keuntungan. [3]

Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat ditarik benang merah yaitu bahwa industri merupakan aktivitas ekonomi yang pada aktivitasnya mengolah kembali bahan mentah, setengah jadi, atau barang jadi sehingga meningkatkan nilai ekonomis bagi penggunanya.

pengertian industri

Klasifikasi Industri Menurut Para Ahli

Industri dapat diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Apa saja sih klasifikasi industri, tentu Anda ingin tahu bukan?

Beberapa klasifikasi industri seperti yang dikutip dari Muhammad Faqih Mukhlisin memiliki beberapa criteria yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.Klasifikasi industri berdasarkan bahan baku

Tiap-tiap industri membutuhkan bahan baku yang berbeda, tergantung pada apa yang akan dihasilkan dari proses industri tersebut. Berdasarkan bahan baku yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:

a.Industri ekstraktif

Industri ekstraktif merupakan industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam. Misalnya: industri hasil pertanian, industri hasil perikanan dan industri hasil kehutanan.

b.Industri nonekstraktif

Industri nonekstraktif merupakan industri yang mengolah lebih lanjut hasil-hasil industri lain. Misalnya: industri kayu lapis, industri pemintalan dan industri kain.

c.Industri fasilitatif

Jenis industri ini disebut juga industri tertier. Kegiatan industrinya adalah dengan menjual jasa layanan untuk keperluan orang lain. Misalnya: perbankan, perdagangan, angkutan dan pariwisata

2.Klasifikasi industri berdasarkan tenaga kerja

Industri berdasarkan jumlah tenaga kerja yang digunakan, dapat dibedakan menjadi:

a.Industri rumah tangga

definisi industri rumah tangga yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. Ciri industri ini memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga dan pemilik atau pengelola industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota keluarganya.

Contohnya: industri anyaman, industri kerajinan, industri tempe/ tahu dan industri makanan ringan.

b.Industri kecil

industri kecil merupakan industri yang tenaga kerjanya berjumlah sekitar 5 sampai 19 orang. Ciri-cirinya adalah memiliki modal yang relatif kecil, tenaga kerjanya berasal dari lingkungan sekitar atau masih ada hubungan saudara.

Contoh industri kecil yaitu: industri genteng, industri pembuatan bata dan industri pengolahan rotan.

c.Industri sedang

Industri berskala sedang yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20 sampai 99 orang. Ciri-cirinya adalah memiliki modal yang cukup besar, tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu dan pimpinan perusahaan memiliki kemampuan manajerial tertentu.

Contohnya: industri konveksi, industri bordir dan industri keramik.

d.Industri besar

Definisis industri besa adalah industri dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang. Ciri-cirinya adalah memiliki modal besar yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk kepemilikan saham, tenaga kerja harus memiliki keterampilan khusus dan pimpinan perusahaan dipilih melalui uji kemampuan dan kelayakan.

Contoh industri besar terdiri dari industri tekstil, industri mobil, industri besi baja dan industri pesawat terbang.

3.Klasifikasi industri berdasarkan produksi yang dihasilkan

Berdasarkan produksi yang dihasilkan, industri jenis ini dapat dibedakan menjadi:

a.Industri primer

Industri primer merupakan industri yang menghasilkan barang atau benda yang tidak perlu pengolahan lebih lanjut. Barang atau benda yang dihasilkan tersebut dapat dinikmati atau digunakan secara langsung.

Baca juga  Critical Thinking adalah: Definisi, Langkah dan Ide & Alat untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Contohnya:  industri anyaman, industri konveksi, industri makanan dan minuman.

b.Industri sekunder

Merupakan industri yang menghasilkan barang atau benda yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum dinikmati atau digunakan.

Contohnya: industri pemintalan benang, industri ban, industri baja dan industri tekstil.

c.Industri tertier

Merupakan industri yang hasilnya tidak berupa barang atau benda yang dapat dinikmati atau digunakan baik secara langsung maupun tidak langsung, melainkan berupa jasa layanan yang dapat mempermudah atau membantu kebutuhan masyarakat.

Contohnya: industri angkutan, industri perbankan, industri perdagangan dan industri pariwisata.

4.Klasifikasi industri berdasarkan lokasi unit usaha

Keberadaan suatu industri sangat menentukan sasaran atau tujuan kegiatan industri. Berdasarkan pada lokasi unit usahanya, industri dapat dikelompokan menjadi:

  1. Industri yang berorientasi pada pasar (market oriented industry), yaitu industri yang didirikan mendekati daerah persebaran konsumen.
  2. Industri yang berorientasi pada tenaga kerja (employment oriented industry), yaitu industri yang didirikan mendekati daerah pemusatan penduduk, terutama daerah yang memiliki banyak angkatan kerja tetapi kurang pendidikannya.
  3. Industri yang berorientasi pada pengolahan (supply oriented industry), yaitu industri yang didirikan dekat atau ditempat pengolahan. Misalnya: industri semen di Palimanan Cirebon (dekat dengan batu gamping), industri pupuk di Palembang (dekat dengan sumber pospat dan amoniak) dan industri BBM di Balongan Indramayu (dekat dengan kilang minyak).
  4. Industri yang berorientasi pada bahan baku (materials oriented industry), yaitu industri yang didirikan di tempat tersedianya bahan baku. Misalnya: industri konveksi berdekatan dengan industri tekstil, industri pengalengan ikan berdekatan dengan pelabuhan laut dan industri gula berdekatan lahan tebu.
  5. Industri yang tidak terikat oleh persyaratan yang lain (footloose industry), yaitu industri yang didirikan tidak terikat oleh syaratsyarat di atas. Industri ini dapat didirikan di mana saja, karena bahan baku, tenaga kerja dan pasarnya sangat luas serta dapat ditemukan di mana saja. Misalnya: industri elektronik, industri otomotif, dan industri transportasi.

5.Klasifikasi industri berdasarkan barang yang dihasilkan

Berdasarkan barang yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi:

  1. Industri berat, yaitu industri yang menghasilkan mesin-mesin atau alat produksi lainnya. Misalnya: industri alat-alat berat, industri mesin dan industri percetakan.
  2. Industri ringan, yaitu industri yang menghasilkan barang siap pakai untuk dikonsumsi. Misalnya: industri obat-obatan, industri makanan dan industri minuman.

6.Klasifikasi industri berdasarkan subjek pengelola

Berdasarkan subjek pengelolanya, industri dapat dibedakan menjadi:

  1. Industri rakyat, yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik rakyat, misalnya: industri meubeler, industri makanan ringan dan industri kerajinan.
  2. Industri negara, yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik Negara yang dikenal dengan istilah BUMN, misalnya: industri kertas, industri pupuk, industri baja, industri pertambangan, industri perminyakan dan industri transportasi.

7.Klasifikasi industri berdasarkan cara pengorganisasian

Menurut cara pengorganisasian suatu industri dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti: modal, tenaga kerja, produk yang dihasilkan dan pemasarannya. Berdasarkan cara pengorganisasiannya, industri dapat dibedakan menjadi:

Industri kecil, yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal relatif kecil, teknologi sederhana, pekerjanya kurang dari 10 orang biasanya dari kalangan keluarga, produknya masih sederhana dan lokasi pemasarannya masih terbatas (berskala lokal). Misalnya: industri kerajinan dan industri makanan ringan.

Industri menengah, yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal relatif besar, teknologi cukup maju tetapi masih terbatas, pekerja antara 10-200 orang, tenaga kerja tidak tetap dan lokasi pemasarannya relatif lebih luas (berskala regional). Misalnya: industri bordir, industri sepatu dan industri mainan anak-anak.

Industri besar, yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal sangat besar, teknologi canggih dan modern, organisasi teratur, tenaga kerja dalam jumlah banyak dan terampil, pemasarannya berskala nasional atau internasional. Misalnya: industri barang-barang elektronik, industri otomotif, industri transportasi dan industri persenjataan.

8.Klasifikasi Industri berdasarkan SK Mentri Perindustrian dan Perdagangan

Selain pengklasifikasian industri tersebut di atas, ada juga pengklasifikasian industri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 19/M/ I/1986 yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Adapun pengklasifikasiannya dijelaskan secara rinci dibawah ini:

A.Aneka Industri (AI)

Aneka industri merupakan industri yang tujuannya menghasilkan bermacam-macam barang kebutuhan hidup seharihari. Adapun yang termasuk industri ini adalah sebagai berikut:

  1. Industri tekstil, misalnya: benang, kain dan pakaian jadi.
  2. Industri alat listrik dan logam, misalnya: kipas angin, lemari es, mesin jahit, televisi dan radio.
  3. Industri kimia, misalnya: sabun, pasta gigi, sampho, tinta, plastik, obat-obatan dan pipa.
  4. Industri pangan, misalnya: minyak goreng, terigu, gula, teh, kopi, garam dan makanan kemasan.
  5. Industri bahan bangunan dan umum, misalnya: kayu gergajian, kayu lapis, dan marmer.

B.Industri Kecil (IK)

Industri kecil merupakan industri yang bergerak dengan jumlah pekerja sedikit, dan teknologi sederhana.

Biasanya dinamakan industri rumah tangga, misalnya: industri kerajinan, industri alat-alat rumah tangga, dan perabotan dari tanah (gerabah).

Demikianlah tadi uraian lengkap tentang klasifiksi industri yang tentu saja dapat menambah pemahaman kita.

Baca juga  Pengertian Manajemen Industri: Fungsi, Tingkat Manajemen, Sejarah & Perkembangannya dan Pendidikan Manajemen Industri

So, setelah Anda mengetahui hal ini, apakah Anda berencana memiliki usaha di salah satu industri tadi? Atau Anda menjadi pekerjanya? Atau mungkin sebagai pemodal?

Baik, saya rasa gak perlu dijawab disini, karena jika Anda berminat memasuki dunia industri, Anda mesti punya rencana yang matang agar usahanya berkelanjutan.

pengertian industri

Manfaat dan Tujuan Industri

Dalam setiap usaha yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak swasta dalam hal industri tentu memiliki manfaat ekonomis dan kesejahteraan masyarakat. Adapun beberapa manfaat industri secara umum adalah untuk:

  1. Mengurangi pengangguran yang ada di sebuah negara karena industri bisa menciptakan banyak lapangan kerja
  2. Meningkatkan pendapatan sebuah negara terlebih jika barang-barang yang diproduksi oleh sebuah industri bisa diimpor atau dijual ke negara lain
  3. Mengurangi Impor suatu barang dari luar negeri karena kita dapat memproduksi beberapa  barang di dalam negeri. Hal ini juga bisa mengurangi konsumsi masyarakat Indonesia terhadap produk buatan luar negeri.
  4. Meningkatkan fungsi dan nilai dari suatu barang atau bahan mentah. Bahan mentah yang tadinya tidak terlalu berharga jika diolah kembali bisa membuat daya jualnya lebih tinggi.

Tujuan Pembangunan Industri

Seperti dikutip pada laman bangkusekolah.com, tujuan pembangunan industri khususnya di Indonesia memiliki tujuan untuk:

  1. Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata.
  2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap dan mengubah struktur perekonomian kearah yang lebih maju.
  3. Meningkatkan kemampuan dan penguasaan serta mendorong terciptanya tekonologi yang tepat guna.
  4. Meningkatkan keikutsertaan masyarakat dan kemampuan golongan ekonomi lemah termasuk pengrajin agar berperan aktif dalam pembangunan industri .
  5. Memperluas dan pemerataan kesempatan kerja dan kesempatan mengembangkan usaha serta meningkatkan peranan koperasi industri.
  6. Yang tak kalah penting, tujuan industri adalah untuk Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor produksi nasional yang bermutu dan menghemat devisa melalui pemakaian hasil produksi dalam negeri.
  7. Menunjang dan memperkuat stabilitas nasional yang dinamis.

 

Faktor Pendukung Pembangunan Industri

Lebih spesifik kita akan membahas tentang apa saja pendukung pembangunan industri di Indonesia, yuk kita cari tahu sama-sama.

  1. Bahan mentah yang masih melimpah.
  2. Ketersediaan jumlah tenaga kerja yang memadai.
  3. Ketersediaan pasar dalam negeri yang mendukung.
  4. Iklim usaha yang menguntungkan untuk orientasi kegiatan industri
  5. Sarana dan prasarana industri masih tersedia.
  6. Stabilitas politik yang lebih baik juga menjadi pendorong majunya industri.
  7. Peran serta pemerintah khususnya dalam berbagai kerjasama dengan negara-negara lain baik dalam investasi permodalan serta alih teknologi.
  8. Memiliki letak geografis yang menguntungkan
  9. Keberpihakan pemerintah dalam hal kebijakan.
  10. Sumber daya khususnya tenaga listrik yang memadai.

 

Faktor Penghambat Pembangunan Industri

Selain faktor pendukung, tentu saja ada pula hambatan yang dialami dunia industri di Indonesia diantaranya:

  1. Kecanggihan dan Penguasaan teknologi masih perlu ditingkatkan.
  2. Kualitas barang yang dihasilkan masih kalah bersaing dengan negara-negara luar.
  3. Kurangnya kegiatan Promosi di pasar internasional.
  4. Beberaja jenis barang tertentu masih memiliki ketergantungan pada negara lain khususnya ketersediaan bahan baku.
  5. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan belum merata di seluruh Indonesia
  6. Ketersediaan modal yang dimiliki masih relatif terbatas.

 

Dampak Positif Pembangunan Industri

Seperti yang sudah kita jelaskan pada definisi bahwa indikator kemajuan sebuah negara adalah majunya industri. Berikut ini 7 dampak positif pembangunan industri di Indonesia:

  1. Membuka lapangan kerja yang lebih luas.
  2. Kebutuhan masyarakat jadi terpenuhi.
  3. Meningkatkan Pendapatan atau kesejahteraan masyarakat.
  4. Menghemat devisa negara.
  5. Mendorong masyarakat untuk berfikir maju.
  6. Mendorong terbukanya usaha-usaha lain di luar bidang industri yang ada.
  7. Penundaan usia nikah

 

Dampak Negatif Pembangunan Industri

Meskipun kita tahu bahwa industri yang maju memiliki dampak positif, dengan demikian pada waktu yang sama kita juga tidak bisa menghindari dampak negatifnya yaitu:

  1. Tingginya tingkat pencemaran lingkungan.
  2. Sifat Konsumerisme masyarakat jadi lebih meningkat.
  3. Kepribadian masyarakat perlahan tapi pasti ikut hilang.
  4. Mata pencaharian masyarakat mulai beralih.
  5. Meningkatnya urbanisasi, karena di Kota penghasilan lebih menjanjikan.
  6. Meningkatnya permukiman kumuh di perkotaan.

 

Kesimpulan

Oke, demikianlah pembahasan kita kali ini dan kami tahu bahwa Anda sangat serius mengenai topik ini. Hal itu dibuktikan dengan selesainya Anda membaca tulisan sepanjang hampir 3000 kata.

Dengan mengetahui definisi, tujuan & manfaat industri serta klasifikasi industri, tentu Anda kini memiliki pemahaman yang baik tentang dunia industri.

Itulah sebabnya mengapa Pemerintah semakin berpihak pada dunia industri maupun UMKM di Indonesia.

Banyak stimulus yang diberikan oleh pemerintah dalam mendukung kemajuan industri dan perekonomian di Indonesia. Mulai dari kemudahan perizinan, stimulus dari pengurangan pajak sampai pada kemudahan untuk mengakses permodalan.

Yang tak kalah penting adalah stabilitas keamanan, politik dan ekonomi juga menjadi katalis positif dalam dunia industri.

Semakin produktif masyarakat maka perekonomian suatu negara juga semakin berkembang. Dengan demikian, hal ini juga akan meningkatkan produk yang dihasilkan atau PDB Indonesia secara keseluruhan.

 

Image by Pixabay.com

Tinggalkan Jejak