Apa Itu Prospektus? Gambaran Umum: Contoh, Fungsi, dan Cara Membacanya

Dalam laman wikipedia, prospektus dijelaskan sebagai gabungan antara profil perusahaan dan laporan tahunan yang menjadikannya sebuah dokumen resmi yang digunakan oleh suatu lembaga/ perusahaan untuk memberikan gambaran mengenai saham yang ditawarkannya untuk dijual kepada publik pada penawaran umum perdana.

Sedangkan menurut investopedia.com, prospektus merupakan dokumen formal yang diperlukan oleh dan diajukan ke otoritas Bursa Efek, (di Indonesia: BEI atau idx.co.id) yang memberikan rincian tentang penawaran investasi kepada publik. Prospektus diajukan untuk penawaran perdana saham, obligasi, dan reksa dana.

Jadi sebenarnya prospektus adalah dokumen resmi yang berisi penjelasan tentang profil perusahaan dan laporan tahunan, yang menggambarkan tentang saham (sekuritas) yang akan ditawarkan kepada publik dalam penawaran perdana atau IPO (initial public offering). Biasanya, prospektus ditemukan pada dokumen penawaran saham, obligasi atau instrumen turunannya reksadana.

Baca: Apa itu Perusahaan Publik?

Prospektus berisi informasi yang dapat membantu investor dalam membuat keputusan investasi yang lebih tepat, karena berisi sejumlah informasi yang relevan tentang investasi atau sekuritas.

Gak hanya dalam bidang investasi, prospektus juga ditemukan pada dokumen yang bertujuan untuk mengiklankan atau menggambarkan penawaran, sebut saja sekolah, perusahaan, buku, produk atau jasa lainnya. Semua bentuk prospektus intinya bertujuan untuk menarik atau menginformasikan kepada klien, anggota, pembeli, atau investor.

Sampai disini saya rasa sudah semakin jelas tentang prospektus, so kita akan lanjutkan pada tahap berikutnya, yuk kita mulai.

Daftar isi

Gambaran Umum Prospektus

Perusahaan yang hendak menawarkan obligasi atau saham untuk dijual kepada publik harus mengajukan prospektus kepada Komisi Sekuritas dan Bursa sebagai bagian dari proses pendaftaran. Perusahaan harus mengajukan prospektus awal dan akhir, dan komisi sekuritas dalam hal ini BEI, memiliki pedoman khusus tentang hal-hal apa saja yang tercantum dalam prospektus untuk berbagai model sekuritas.

Prospektus awal dapat dijelaskan sebagai dokumen penawaran pertama yang disediakan oleh penerbit sekuritas dan mencakup sebagian besar informasi bisnis dan transaksi perusahaan. Akan tetapi, prospektus awal belum berisi jumlah saham yang akan diterbitkan ataupun informasi harga. Pada umumnya, prospektus awal digunakan untuk mengukur sejauh mana minat pelaku pasar terhadap sekuritas yang diusulkan.

Baca juga  Bagaimana Warren Buffett Menilai dan Memilih Saham Perusahaan dengan Economic Moat yang Tinggi?

Sedangkan, prospektus akhir berisi informasi yang lebih rinci tentang penawaran investasi kepada publik. Prospektus akhir memuat informasi latar belakang perusahaan, pengalaman, serta jumlah saham atau obligasi yang akan diterbitkan dan mencantumkan harga penawaran.

Umumnya, prospektus mencakup beberapa informasi berikut:

  • Resume singkat tentang latar belakang perusahaan dan informasi tentang keuangan
  • Nama perusahaan yang menerbitkan saham
  • Jumlah saham yang akan diterbitkan
  • Jenis sekuritas yang ditawarkan kepada publik
  • Apakah penawaran sekuritas bersifat publik atau pribadi
  • Nama-nama prinsipal perusahaan
  • Nama bank atau perusahaan pialang yang melakukan underwriting.

Dalam beberapa kasus, perusahaan selanjutnya disebut emiten diizinkan untuk mengajukan prospektus yang lebih ringkas, dimana dokumen prospektus berisi sejumlah informasi yang sama dengan prospektus akhir.

Selain itu, tujuan prospektus adalah untuk menginformasikan kepada investor tentang risiko yang akan dihadapi pada saat berinvestasi dalam sekuritas atau reksadana.

Meskipun perusahaan mungkin meningkatkan modal melalui penerbitan saham atau obligasi, namun investor harus mempelajari keuangan perusahaan untuk memastikan bahwa perusahaan layak secara finansial guna menghormati komitmen si perusahaan.

Risiko umumnya diungkapkan secara jelas di awal prospektus dan dijelaskan lebih rinci. Kapan perusahaan berdiri, pengalaman manajemen pengelola, bagaimana keterlibatan manajemen dalam bisnis, dan kapitalisasi emiten saham juga akan dijelaskan.

Informasi yang termuat dalam prospektus juga akan menjaga perusahaan penerbit sekuritas terhadap klaim bahwa informasi terkait tidak sepenuhnya diungkapkan kepublik. Dengan keterbukaan informasi ini, diharapkan investor bisa mengambil keputusan investasi yang rasional.

Baca: Perbedaan Investor Ritel dengan Investor Institusi.

Contoh Prospektus Saham Black Diamond Resources

Dalam contoh kali ini, kami akan menampilkan prospektus saham Black Diamond Resources, yang berisi rincian tentang tujuan saham, strategi investasi, risiko, kinerja, kebijakan distribusi, biaya, pengeluaran, dan pengelolaan saham. Anda bisa download di link ini. Atau link ini:  https://idx.co.id/perusahaan-tercatat/prospektus/

Sebagai contoh prospektus untuk penawaran, Black Diamond Resources mengajukan prospektus ke Bursa Efek Indonesia untuk meminta penerbitan saham. Saham yang ditawarkan kepada publik adalah penerbitan atau penawaran saham perdana.

Baca juga  Delisting: Pengertian, Cara Kerja dan Cara Menghindarinya?

Di bawah ini adalah bagian dari prospektus, yang memberikan informasi dasar tentang penawaran.

Kita dapat melihat ringkasan prospektus yang memuat informasi berikut:

  1. Jadwal penerbitan saham yang terdiri dari tanggal efektif, masa penawaran umum, tanggal penjatahan, tanggal pengambilan pesanan hingga tanggal pencatatan di bursa.
  2. Nama perusahaan, kegiatan usaha, alamat lengkap perusahaan hingga website.
  3. Penawaran umum perdana yang berisi jumlah saham yang diterbitkan, persentase modal disetor, harga dasar, hingga jumlah nilai penawaran umum.
  4. Informasi tentang perusahaan penjamin emisi, yaitu PT Surya Fajar Sekuritas.
  5. Selanjutnya ada informasi tentang risiko dan tanggal penerbita prospektus.

Selengkapnya, prospektus bisa Anda download dan pelajari secara lengkap di website idx.co.id.

 

Fungsi Prospektus bagi Investor?

Prospektus yang diperlukan otoritas bursa memberikan detail informasi penting tentang penawaran investasi kepada investor. Sehingga memberikan informasi kepada publik mengenai risiko investasi dan mengkonsolidasikan informasi berharga tentang investasi serta perusahaan yang diinvestasikan.

Perlu diketahui bahwa jenis dan jumlah risiko yang terlibat merupakan pertimbangan penting bagi investor sehingga rincian tersebut biasanya diungkapkan di awal prospektus dan kemudian secara rinci.

Kondisi keuangan perusahaan di balik investasi juga penting karena investor ingin memastikan perusahaan cukup layak secara finansial untuk menghormati komitmennya. Nah, gimana teman-teman, apakah sekarang sudah lebih paham? Syukur deh, kita lanjut lagi ya.

 

Informasi Apa yang Biasanya Ada dalam Prospektus?

Prospektus mencakup informasi terkait seperti ringkasan singkat tentang latar belakang perusahaan dan informasi keuangan. Nama perusahaan dan prinsipalnya, usia perusahaan, pengalaman manajemen, dan keterlibatan manajemen dalam bisnis.

Kemudian, terdapat pula informasi jumlah saham yang diterbitkan, jenis sekuritas yang ditawarkan, apakah penawaran bersifat publik atau privat, dan nama-nama bank atau perusahaan keuangan yang melakukan underwriting juga terdaftar.

 

Apa Perbedaan Antara Prospektus Pendahuluan dan Akhir?

Prospektus awal merupakan dokumen penawaran pertama yang disediakan oleh penerbit sekuritas dan mencakup sebagian besar detail bisnis dan transaksi perusahaan. Sayangnya, prospektus awal tidak berisi jumlah saham yang akan diterbitkan ataupun informasi harga.

Biasanya, prospektus awal digunakan untuk mengukur sejauh mana minat pelaku pasar terhadap sekuritas tersebut atau saham yang diusulkan.

Baca juga  Apa itu profil risiko?

Sedangkan, prospektus akhir memuat informasi yang lengkap tentang penawaran investasi kepada publik. Prospektus akhir umumnya mencakup informasi latar belakang dan portofolio perusahaan, serta jumlah saham atau sertifikat obligasi yang akan diterbitkan dan harga penawaran kepada publik.

 

Penutup

Berdasarkan informasi yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa prospektus adalah dokumen resmi perusahaan yang memberikan rincian tentang penawaran yang tersedia untuk publik.

Dapat pula dipahami sebagai fokumen resmi yang diperlukan oleh perusahaan yang hendak menawarkan sekuritas kepada publik, kemudian diajukan pada otoritas bursa yang memberikan rincian tentang penawaran investasi kepada publik.

Investor umumnya menggunakan prospektus untuk mempelajari lebih detail tentang perusahaan dan sahamnya seperti halnya pemberi kerja menggunakan resume untuk mempelajari detail tentang kandidat untuk suatu pekerjaan.

Informasi yang dibahas dalam prospektus meliputi risiko, riwayat keuangan, deskripsi tim manajemen, nilai dan jumlah sekuritas, apakah penawaran bersifat publik atau priviate, jumlah saham yang ditawarkan, dan bagaimana hasil investasi akan digunakan.

Komisi Sekuritas dan Bursa, di Indonesia melalui BEI, mensyaratkan bahwa penerbit sekuritas mengajukan prospektus ketika menawarkan sekuritas investasi kepada publik.

Prospektus memberikan rincian tentang investasi / sekuritas dan penawaran.

Prospektus reksadana umumnya berisi rincian tujuan investasi, strategi, kinerja, kebijakan distribusi, biaya, dan pengelolaan dana.

Kemudian, risiko investasi biasanya diungkapkan di awal prospektus dan kemudian dijelaskan secara lebih rinci nanti dalam dokumen prospektus final.

Nah, teman-teman demikian pembahasan tentang prospektus, mudah-mudahan informasi ini bermanfaat untuk Anda dan terima kasih sudah berkunjung. Semoga hari Anda tetap bahagia, see you again.

 

Referensi:

Investopedia: What Is a Prospectus? Example, Uses, and How to Read It (investopedia.com)

Wikipedia: wikipedia.com

Website IDX: https://idx.co.id/perusahaan-tercatat/prospektus/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *