Apa Itu Piutang dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Salah satu komponen akun dalam laporan kekayaan/aset lancar adalah Piutang, dimana piutang terjadi karena adanya penjualan kredit atau dengan kata lain pelanggan berhutang atas barang atau jasa yang telah mereka beli atau jasa yang mereka terima. Gampangnya sih, pengertian piutang adalah hutang pelanggan kepada perusahaan (diposisi suplier).

Nah, pada kesempatan ini kita akan bahas secara singkat topik piutang dagang atau usaha serta cara kerjanya, yuk kita simak terus…

Pengertian Piutang

Piutang dapat didefinisikan sebagai uang yang dimiliki pelanggan untuk suatu usaha atas barang atau jasa yang telah diterima pelanggan.

Definisi ini terutama berlaku untuk entri piutang pada neraca perusahaan atau di tempat lain dalam sistem akuntansinya. Ini juga memenuhi syarat sebagai apa yang dikenal sebagai aset lancar, yang merupakan aset apa pun yang dimiliki bisnis yang dapat dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi atau tahun fiskal.

Oleh karena itu, ketika mengevaluasi berapa nilai bisnis, piutang dapat dikategorikan atau mewakili uang/cash yang belum diterima perusahaan itu masih dapat dihitung sebagai aset.

Sekarang sudah pada tahu kan apak yang dimaksud dengan piutang? Oke, mari kita lanjut… dengan cara kerja piutang.

Baca juga: investasi pada surat berharta (saham).

Sebagai panduan, kami telah membuat video singkat tentang cara mengakses laporan keuangan perusahaan tercatat di BEI, berikut videonya:

 

Gimana sih Cara Kerja Piutang?

Ketika suatu organisasi menyediakan layanan atau produk kepada individu atau perusahaan, terkadang orang atau entitas tersebut mendapatkan persyaratan pembayaran yang memungkinkan mereka membayar di kemudian hari.

Baca juga  Biaya Peluang: Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Menghitung Biaya Peluang

Alih-alih hanya menunggu uang masuk, bisnis yang menyediakan layanan atau produk tersebut dapat melacak hutang mereka, kemudian mengkategorikannya sebagai piutang. Umumnya sih disebut piutang usaha atau piutang dagang jika perusahaan dagang.

Contoh, sebuah perusahaan jasa ekspedisi melakukan pengiriman barang sebuah entitas lain, dari aktivitas tersebut kemudian perusahaan menerima faktur pembayaran sebesar Rp50.000.000,- dengan jatuh tempo pembayaran 30 hari.

Klien perusahaan tersebut sangat menyukai cara kerja perusahaan A tadi, kemudian kerjasama terus berlanjur hingga dalam jangka waktu 3 tahun kedepan.

Dalam neraca atau pencatatan akuntansi perusahaan, perusahaan A akan mencatat Rp50.000.000,- ini sebagai piutang usaha. Untuk mendapatkan gambaran tentang kesehatan keuangan peruhanaan secara keseluruhan, perusahaan A memutuskan untuk merekonsiliasi akun mereka untuk mendapatkan gambaran tentang kinerja piutang dan kinerja keuangan.

Jika diperhatikan bahwa Rp50.000.000,- yang terutang kepada perusahaan A, dikombinasikan dengan sisa piutang (yang lain), akan membentuk sekitar 30% dari aset perusahaan A. sebenarnya ini tidak terlalu baik, jadi Anda bisa memutuskan untuk mengubah kebijakan pembayaran Anda.

Sampaikan kepada pelanggan tentang pemberitahuan untuk pembayaran maju tentang hutang mereka tetapi lebih singkat waktu untuk membayar. Misalnya yang semula 30 hari, dimajukan menjadi 20 hari.

Dengan melacak piutang Anda secara akurat, Anda dapat mengidentifikasi kelemahan dalam bisnis Anda dan Anda dapat melakukan tindakan perbaikan.

Berikut contoh pencatatan Piutang dalam neraca pada perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (idx.co.id).

Untuk mempelajari laporan keuangan lain, Anda bisa mengunjungi idx.co.id untuk mendownload laporan keuangan terdaftar atau klik link DISINI.

 

Piutang usaha vs. Hutang Usaha

Hutang dagang dan piutang, dalam beberapa hal, adalah kebalikan dari satu sama lain. Piutang dagang termasuk uang yang terutang kepada entitas lain kepada Anda, dan hutang dagang adalah uang yang seharusnya telah Anda bayar kepada entitas lain. Dengan kata lain Anda menunda pembayaran dalam tempo tertentu, semisal 30 hari.

Baca juga  Manajemen Risiko: Pengertian, Struktur, Proses dan Pentingnya Bagi Perusahaan

Contoh, sebuah perusahaan memesan jasa service peralatan, kemudian setelah jasa selesai perusahaan tersebut menerima faktur senilai Rp15.000.000,- dengan tempo pembayaran 14 hari, maka dalam pencatatan pembukuan, itu digabungkan kedalam hutang usaha.

Jadi kesimpulannya, dari sisi Perusahaan, jika klien membeli produk/jasa dengan cara pembayaran bersyarat jangka waktu maka itu termasuk kategori Piutang. Sebaliknya, jika perusahaan Anda menerima layanan/jasa yang kemudian menerima faktur pembayaran dalam 30 hari kepada mitra/supplier Anda, maka itu termasuk hutang.

Baca: Profil risiko.

Mengapa Anda Perlu Tahu Tentang Piutang Usaha

Siapa pun yang memiliki atau bekerja dengan sistem akuntansi perlu mengetahui tentang piutang, termasuk setiap pemilik bisnis, akuntan, pemegang buku dan orang administrasi yang terlibat dengan suatu perusahaan.

Mereka tidak hanya membantu Anda menganalisis aliran pendapatan, seperti yang telah diilustrasikan di atas, tetapi mereka juga memungkinkan Anda untuk mengawasi para pihak yang berutang kepada Anda dan untuk berapa lama mereka membayar hutangnya.

Dengan cara ini, Anda dapat merancang sistem yang mendorong orang-orang yang berhutang uang kepada Anda untuk membayar tepat waktu, memperlancar sistem pendapatan Anda. jangan sampai piutang Anda tidak tertagih yang berakibat pada macetnya aliran kas Anda.

Baca: Portofolio Invesatasi.

Bagi Investor (pada perusahaan terbuka) mengetahui seberapa besar piutang dan berapa lama perputara piutang akan sangat membantu dalam menilai kinerja perusahaan. Ada standar yang berlaku umum tentang piutang, bagi perusahaan jasa keuangan seperti Bank yang memberikan pinjaman kepada Nasabah, maka rasio piutang yang diatur tidak lebih dari 80% dari total Aset dan semakin cepat perputara piutang maka akan semakin bagus aliran kasnya.

Nah, demikian ulasan tentang piutang dan bagaimana cara kerjanya, semoga Anda semakin paham ya dan bisa membedakan mana perusahaan yang memiliki piutang produktif atau justru piutang tidak lancar. Semoga bermanfaat!!

Baca juga  Pemahaman Singkat Tentang Manajemen Keuangan Sektor Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.