Apa Itu Investasi Dividen dan Bagaimana Bisa Pasif Income dari Dividen Saham?

Oke teman-teman, setelah sebelumnya kita membahas topik analisa saham (analisis dupont), pada kesempatan kali ini kita akan ngomongin topik yang ringan tapi asik, apa itu? Topiknya adalah “Dividen”.

Nah, asik bukan, dari judulnya aja udah asik banget gimana dapatin cuan dari dividen, betul apa betul banget?

Nah, menurut thebalancemoney.com, Investasi dividen adalah metode membeli saham perusahaan yang melakukan pembayaran tunai secara teratur kepada pemegang saham sebagai hadiah untuk memiliki saham mereka. Dividen dapat memberikan aliran pendapatan yang konsisten dari investasi Anda selain pertumbuhan apa pun dalam portofolio Anda karena saham atau kepemilikan lainnya mendapatkan nilai.

Terlihat menarik sih, tapi apakah ini worth it buat kamu agar dapat pasif income? Bisa aja sih, asal pemilihan saham juga tetap diwaspadai, jadi jangan sampai proyeksinya gak nyambung. Nah, di Bursa Saham Indonesia, ada tuh indeks yang khusus menampung 20 emiten yang rutin memberikan dividen terbesar, yang diupdate setiap tahunnya.

Kamu bisa pantengin tuh…

Btw, bagi investor kebanyakan sih, dividen menjadi kurang menarik karena hal ini terkadang lebih kecil dibanding capital gain, sayangnya dividen juga lebih menguntungkan kok dibanding floating lose, apalagi pilih saham yang auto nyangkuter.

Nah, bagaimana strategi investasi dalam memanfaatkan dividen dan seperti apa prakteknya, yuk kita simak ulasannya berikut ya…

Daftar isi

Cara Kerja Investasi Dividen

Dividen adalah pembayaran yang dilakukan perusahaan kepada pemegang sahamnya. Ketika Anda memiliki saham yang membayar dividen, Anda dibayar sebagian dari keuntungan perusahaan, yang dapat membantu Anda mendapatkan penghasilan.

Sebagain informasi, dividen merupakan keuntungan kedua setelah capital gain (kenaikan harga aset), sayang nya dividen justru kadang tidak begitu diharapkan oleh para trader, bahkan value investor sekalipun.

Perusahaan biasanya membayar dividen tunai setiap tiga bulan, dan jika laba perusahaan meningkat selama bertahun-tahun, jumlah dividen juga dapat meningkat. Dividen juga dapat dibayarkan dari laba ditahan perusahaan, yang merupakan semacam rekening tabungan dari akumulasi laba selama bertahun-tahun. Perusahaan juga dapat membayar dividen dalam bentuk saham, artinya mereka memberikan saham ekuitas alih-alih uang tunai.

Baca: Definisi Bebas Finansial ala @CatatanDaniel.

Contoh dalam Investasi

Katakanlah, Anda hendak berinvestasi di perusahaan yang membayar dividen yield 3% per saham. Jika Anda memiliki satu saham perusahaan, dan sahamnya bernilai Rp100, Anda akan menerima dividen Rp3. Namun, jika Anda memiliki 200 saham, Anda akan menerima dividen Rp600. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

Baca juga  Apa itu Nilai Pasar dan Mengapa Hal ini Penting bagi Investor?

(Rp100 harga saham * 200 lembar saham) = Rp20.000 x 3% atau 0,03 = Rp600

Ini tentu saja hanya ilustrasi, nyatanya gak ada tuh saham yang demikian murahnya trus royal bagi dividen, kecuali perusahaan memang sedang untung.

O iya, penting untuk dicatat bahwa ketika tingkat dividen dikutip, biasanya tingkat dividen tahunan, yang berarti pembayaran Anda akan dibagi empat jika dibayarkan setiap tiga bulan. Jadi, dalam contoh kami di atas, pembayaran dividen Anda akan menjadi Rp150 per kuartal (Rp600 ÷ 4), dengan asumsi harga saham yang sama dan jumlah saham.

Bagaimana plan dalam Reinvestasi Dividen?

Singkatnya sih, reinvestasi itu berarti diinvestasikan kembali, maka reinvestasi divinden jelas menggambarkan bahwa dividen tunai yang diperoleh tidak ditarik melainkan diinvestasikan kembali pada saham yang sama guna menambah kepemilikan.

Anggap saja, Anda membeli saham yang membayar dividen dapat memberi Anda imbalan dari waktu ke waktu selama Anda membuat pilihan pembelian yang cerdas. Beberapa perusahaan mungkin memiliki rencana reinvestasi dividen, sering disebut “DRIP = Divident Re-Investing Plan.”

Dengan DRIP, Anda bisa memilih untuk menginvestasikan kembali dividen Anda untuk membeli lebih banyak saham daripada mengambilnya sebagai uang tunai. Ini bisa menjadi rencana yang bijaksana ketika dividen Anda kecil, baik karena perusahaan sedang tumbuh atau karena Anda tidak memiliki banyak saham.

Dividen Aman Gak sih?

Biasanya sih, perusahaan yang secara konsisten membayar dividen cenderung mapan dan sebagian besar menguntungkan selama bertahun-tahun. Saat berinvestasi, cobalah untuk mencari keamanan dividen, yang berarti seberapa besar kemungkinan perusahaan akan terus membayar dividen pada tingkat yang sama atau lebih tinggi.

Meskipun ada layanan yang menilai dan memberi peringkat keamanan dividen, Anda dapat melakukan riset sendiri dengan membandingkan pendapatan perusahaan atau laba dengan pembayaran dividennya.

Karena dividen yang tidak dibagikan kepad pemegang saham selayaknya digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan ataupun menambah revenue stream lain, baik pada sektor yang sama maupun berbeda sektor sebagai bagian dari diversifikasi bisnis.

Baca juga  Apa Bedanya Capital Gain dan Pendapatan Investasi?

Jika sebuah perusahaan menghasilkan Rp100 juta dan membayar dividen Rp90 juta kepada pemegang sahamnya, Anda akan menghasilkan lebih banyak keuntungan daripada jika hanya membayar dividen Rp30 juta. Di sisi lain, jika membayar dividen Rp90 juta dan laba perusahaan turun 10%, ia tidak akan dapat terus membayar dividen pada tingkat yang sama tingginya.

Oleh karena itu, dividen kemudian diturunkan, dan pada gilirannya juga akan menurunkan penghasilan Anda. Pembayaran Rp30 juta juga dapat menurun dalam kasus ini, tetapi dengan persentase yang jauh lebih rendah.

Dalam banyak kasus, perusahaan yang membayar 60% atau kurang dari pendapatan mereka sebagai dividen adalah taruhan yang lebih aman, karena mereka dapat diandalkan untuk prediktabilitas.

Keamanan dividen juga ditentukan oleh risiko industri tempat perusahaan beroperasi. Bahkan jika sebuah perusahaan memiliki rasio pembayaran dividen yang rendah, pembayaran dividen Anda mungkin kurang aman jika industrinya tidak stabil.

Sebagai tips pada bagian ini, carilah perusahaan yang memiliki sejarah pendapatan, laba, dan arus kas yang stabil. Semakin stabil uang yang masuk untuk menutupi dividen, semakin tinggi atau lebih konsisten pembayaran dividen.

Strategi Investasi Dividen

Investor dividen yang baik cenderung fokus pada pendekatan hasil dividen yang tinggi atau strategi tingkat pertumbuhan dividen yang tinggi. Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam portofolio.

Dengan pendekatan hasil dividen yang tinggi, fokusnya adalah pada perusahaan yang tumbuh perlahan yang memiliki arus kas tinggi. Ini memungkinkan mereka untuk mendanai pembayaran dividen besar, dan itu bisa memberi Anda penghasilan langsung.

Katakanlah, sebuah perusahaan membayar dividen sebesar Rp15, dan Anda dapat membeli saham seharga Rp200, saham tersebut memiliki hasil 7,5%. Jika Anda menginvestasikan Rp1 juta, Anda akan menerima pendapatan Rp75,000 setelah dividen senilai satu tahun.

Menggunakan tingkat pertumbuhan dividen yang tinggi, fokus Anda adalah membeli saham di perusahaan yang membayar dividen rendah tetapi tumbuh dengan cepat. Ini berarti Anda membeli saham yang menguntungkan dengan harga lebih rendah dan menghasilkan banyak pendapatan selama periode lima atau 10 tahun.

Sejatinya, masing-masing Investor mungkin lebih memilih satu pendekatan daripada yang lain. Itu sebenarnya tergantung pada apakah tujuan Anda adalah pendapatan langsung dan stabil atau apakah Anda lebih suka pertumbuhan dan keuntungan jangka panjang.

Baca juga  Apa Itu Expected Return Investasi dan Bagaimana Menghitungnya? [Investor Saham Pemula]

Saat memilih metode, putuskan tingkat risiko apa yang Anda sukai. Pikirkan tentang berapa lama Anda bersedia menunggu dividen Anda menghasilkan tingkat pendapatan yang Anda inginkan.

Bisa Gak Sih kita Bebas Finansial dari Saham dengan Mengandalkan Dividen?

Oke, sekarang kita akan coba buatkan ilustrasinya, dan disini saya coba menyebut contoh emiten, ini tentu sifatnya informasi dan bukan sama sekali rekomendasi/saran untuk jual atau beli saham. Indeknya itu bernama IDX High Dividend 20.

Pertama-tama, kita mesti hitung berapa hasil yang kita butuhkan untuk finansial freedom setiap bulan sesuai gaya hidup Anda. anggap saja, kebutuhan hidup keluarga Anda, Rp10.000.000,- per bulan, artinya sebesar Rp120 juta per tahun, betul?

Kemudian, kita cek tuh indek yang berisi 20 saham dengan Yield tertinggi yang dievaluasi secara berkala. Katakanlah kita menemukan emiten yang ngasi dividen rutin dalam 5 tahun terakhir dengan Yield 7,5%, maka dapat kita hitung sebagai berikut:

Rp120 juta / 0,075 = Rp1.600.000.000,-

Hal ini hendak memberitahu kita bahwa jika ingin hidup bebas finansial dengan penghasilan 10 juta perbulan atau Rp120 juta pertahun, maka kita wajib memiliki portofolio sebesar Rp1,6 miliar.

Sayangnya, hal ini belum mempertimbangkan inflasi, namun sudah sedikit tergambar bahwa bebas finansial bisa dicapai hanya dengan bermodalkan Dividen, jika terjadi kenaikan aset (capital gain) ini anggap aja sebagai bonus, atau sebalknya ya? Bukankah dividen yang dapat kita anggap sebagai bonus?

Ya, itu semua tergantung tujuan Anda, namun jika Anda ingin mengharapkan bebas finansial dari Dividen (investasi dividen) maka perhitungannya dapat secara sederhana Anda pahami. Untuk perhitungan yang lebih lengkap, Anda bisa aja pakai tools excel yang udah sebelumnya disiapkan, dan lengkap dengan estimasi inflasi tahunan, agar hasilnya lebih mendekati.

Anda bisa download filenya disini ya teman-teman… Kalkulator Finansial Excel.

O iya hampir lupa, saya juga udah pernah bahas ini di youtube channel @catatandaniel, silahkan Anda tonton ya…:

Nah, demikian ulasan tentang investasi dividen yang dilengkap strategi investasi serta perhitungan sederhana. Semoga informasi ini bermanfaat ya teman-teman, dan makasih udah berkunjung…see you next time, gaes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *