6 Metode Valuasi Bisnis yang Paling Sering Digunakan dalam Analisis Saham

Salam satu frekuensi, berjumpa lagi dalam kesempatan yang baik ini kita akan belajar bersama tentang valuasi perusahaan. Dimana dalam menentukan keputusan untuk berinvestasi, kita perlu melakukan analisa terhadap bisnis perusahaan. Kali ini kita akan belajar bersama dengan 6 pendekatan yang diakui secara umum menjadi pegangan bagi investor.

Namun sebelum melanjutkan pembahasan, ada baiknya kita belajar tentang basic dari pembahasan ini agar kedepan kita bisa satu pemahaman terkait dengan valuasi perusahaan. Jika Anda sudah siap, yuk kita lanjutkan pembahasan ini dan selamat mengikuti.

Daftar isi

Apa itu Valuasi Bisnis?

Secara sederhana, penilaian bisnis atau dikenal juga sebagai valuasi perusahaan merupakan proses menentukan nilai ekonomi bagi sebuah perusahaan entah itu publik atau privat. Selama proses penilaian, semua bidang bisnis dianalisis untuk menentukan nilai persahaan, nilai departemen atau unitnya.

Penilaian perusahaan dapat digunakan untuk menentukan nilai wajar bisnis karena berbagai alasan, termasuk nilai jual, menetapkan mitra kepemilikan, perpajakan, dan bahkan proses perceraian. Pemilik akan sering beralih ke evaluator bisnis profesional untuk perkiraan objektif dari nilai bisnis.

Baca: Enterprise Value.

Dasar-dasar Valuasi Bisnis

Materi tentangĀ  penilaian bisnis sering dibahas dalam pembahasan keuangan perusahaan. Penilaian bisnis umumnyanya dilakukan pada saat sebuah perusahaan hendak menjual semua atau sebagian dari operasinya atau ingin bergabung atau hendak mengakuisisi perusahaan lain. Penilaian bisnis ialah proses menentukan nilai bisnis saat ini, dengan langkah-langkah yang objektif, dan mengevaluasi semua aspek bisnis.

Penilaian bisnis juga bisa mencakup analisis manajemen perusahaan, struktur modalnya, prospek pendapatannya di masa depan atau nilai pasar dari aset perusahaan. Instrumen yang digunakan untuk penilaian dapat bervariasi antara evaluator, bisnis, dan industri. Pendekatan yang sering digunakan untuk penilaian bisnis termasuk tinjauan laporan keuangan, model arus kas diskonto dan perbandingan perusahaan sejenis pada industri yang sama.

Valuasi juga penting dalam hal pelaporan pajak. UU Perpajakan melalui Dirjen Pajak mensyaratkan bahwa bisnis dinilai berdasarkan nilai pasar wajarnya. Beberapa peristiwa terkait pajak seperti penjualan, pembelian, atau pemberian saham perusahaan akan dikenakan pajak tergantung pada penilaian.

Baca juga  Apa itu Analisis Valuasi?

Memproyeksikan nilai wajar bisnis merupakan suati seni dan ilmu pengetahuan; Ada beberapa model formal yang bisa digunakan, namun memilih yang tepat dan kemudian input yang sesuai agar hasilnya lebih objektif.

Pendekatan dalam Valuasi Bisnis

Ada banyak cara yang digunakan untuk menentukan valuasi perusahaan. Untuk lebih jelas, kita akan belajar bersama tentang beberapa metode di bawah ini.

1.Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi pasar atau dikenal juga dengan market cap, merupakan metode penilaian bisnis yang paling sederhana. Market cap dihitung dengan mengalikan harga saham perusahaan dengan jumlah saham beredar. Misalnya kita menghitung valuasi saham tertinggi dari segi market cap di IHSG yaitu BBCA, pada 24 Februari 2023, Saham BCA diperdagangkan pada Rp8.675/lembar. Dengan jumlah total saham yang beredar 123.28 miliar, perusahaan kemudian memiliki valuasi sebesar Rp8.675 x 123,28 miliar lembar = 1.069.411 miliar.

 

2.Metode Times Revenue

Di bawah metode penilaian bisnis times-Revenue, perhitungan menggunakan aliran pendapatan yang dihasilkan selama periode waktu tertentu yang kemudian dikali dengan hasil yang bergantung pada industri dan lingkungan ekonomi. Sebut saja, perusahaan teknologi dunia bernilai 3x pendapatan, sedangkan perusahaan jasa bisa bernilai 0,5x dari pendapatan. Tentu saja, ini berbeda-beda dimasing-masing negara di dunia.

Di Indonesia misalnya, secara industri concumer goods, 18x dari pendapatan atau EPS, dan secara sektoral 22x dari EPS. Dengan demikian, itulah acuan yang digunakan untuk memvaluasi sebuah perusahaan. Jika sebuah perusahaan berada diatas rata-rata industri dan sektoralnya, maka itu artinya perusahaan tersebut dihargai lebih mahal dari industri dan sektoral. Artinya pelaku pasar optimis dalam menilai sebuah perusahan, bisa jadi karena tingkat pengembalian yang memang tinggi atau hal lain seperti tingkat likuiditas suatu saham.

 

3.Pengganda Penghasilan (Earnin Multiplier)

Metode pengganda pendapatan (earning multiplier) bisa digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang nilai riil perusahaan, karena laba perusahaan adalah indikator yang bisa diandalkan dari keberhasilan finansialnya daripada pendapatan penjualan.

Baca juga  Laporan Keuangan Perusahaan, Apa Saja Jenisnya dan Bagaimana Cara Membacanya?

Pengganda pendapatan menyesuaikan keuntungan masa depan dengan arus kas yang dapat diinvestasikan pada tingkat bunga saat ini selama periode waktu yang sama. Dengan kata lain, ini menyesuaikan rasio P/E saat ini untuk memperhitungkan suku bunga saat ini.

Valuasi ini lebih populer dikalangan investor, dimana pembandingnya lebih pada earning per share (EPS), dimana harga dibandingkan dengan earning perusahaan sehingga menghasilkan nilai P/E Rasio.

 

4.Metode Discounted Cash Flow (DCF)

Dari sekian banyak metode valuasi, metode dcf yang paling sering digunakan sebagai valuasi absolut atau nilai intrinsik suatu perusahaan, karena memperhitungkan aliran kas bebas setelah dikurangi hutang dan aliran kas yang diproyeksikan untuk masa depan.

Metode penilaian bisnis DCF mirip dengan earning multiplier. Metode ini didasarkan pada proyeksi arus kas masa depan, yang disesuaikan untuk mendapatkan nilai pasar perusahaan saat ini. Perbedaan utama antara metode arus kas diskonto dan metode pengganda laba adalah bahwa DCF mempertimbangkan inflasi untuk menghitung nilai sekarang.

 

5.Metode Nilai Buku

Metode ini merupakan nilai ekuitas pemegang saham suatu bisnis seperti yang ditunjukkan pada laporan neraca. Nilai buku diperoleh dengan mengurangi total kewajiban perusahaan dari total asetnya.

Secara sederhana, nilai buku merupakan ekuitas perusahaan atau bisa juga diartikan sebagai aset bersih dengan perhitungan total aset dikurangi kewajiban atau liabilitas.

Contohnya, sebuah persahaan publik Indofood Sukses Makmur, Tbk (INDF) pada 24 februari memiliki nilai buku sebesar Rp51.719 miliar dengan jumlah saham beredar 8.78 miliar sehingga nilai buku per lembar saham Rp5.890,23.

 

6.Nilai Likuidasi

Metode Nilai likuidasi adalah kas bersih yang akan diterima bisnis jika asetnya dilikuidasi dan kewajiban dilunasi hari ini. Dengan kata lain, metode ini memperhitungkan nilai kas dan setara kas yang diperoleh dari neraca perusahaan. Metode ini jarang digunakan, apalagi perusahaan yang kecil dari segi kas dimana kas telah dikonversi pada persediaan.

Baca juga  Laporan Neraca: Penjelasan Lengkap, Komponen dan Contoh Laporan Perusahaan Terbuka

Meskipun demikian, metode diatas sama sekali bukan daftar lengkap metode penilaian bisnis yang digunakan saat ini. Metode lain termasuk nilai penggantian, nilai putus, penilaian berbasis aset dan masih banyak lagi metode valuasi yang dapat digunakan.

Artinya, semakin kompleks dan luas aspek yang dianalisis maka semakin rumit metode analisanya, jadi bagi investor ritel metode yang paling umum digunakan adalah keenam metode diatas. Dengan dana kelolaan yang tidak terlalu besar, sangat memudahkan investor ritel untuk bermanuver dan berpindah dari satu saham ke saham lain atau dari satu sektoral ke sektoral lain yang ada di bursa saham.

Jika Anda ingin mempelajari lebih mendalam tentang metode valuasi atau penilaian terhadap perusahaan, nanti kita akan bahas metode ini satu per satu, mudah-mudahan informasi singkat ini bermanfaat bagi Anda.

 

Kesimpulan

Saatnya kita akhiri pembahasan tentang metode valuasi perusahaan, jadi jika kita rekap pembahasan ini telah mencakup hal-hal berikut:

  1. Penilaian bisnis dilakukan untuk menentukan nilai ekonomi dari suatu bisnis atau unit bisnis. Penilaian bisnis bisa digunakan untuk menentukan nilai wajar bisnis karena berbagai alasan, termasuk nilai jual, menetapkan kepemilikan mitra, aspek perpajakan, dan bahkan proses akuisisi hingga pemisahan perusahaan.
  2. Ada beberapa metode penilaian bisnis, seperti metode kapitalisasi pasar, times revenue, earning multiplier, metode nilai buku, discounted cash flow (DCF), dan nilai likuidasi.

Demikain pembahasan tentang metode valuasi perusahaan, semoga bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam hal investasi.

Iklan

Melalui buku ini, Anda akan belajar bagaimana Membangun kekayaan Melalui Investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *