Bagaimana Mengukur Keahlian dan Keberuntungan dalam Investasi Saham?

Investasi saham dipercaya banyak orang sebagai salah satu cara untuk mengembangkan kekayaan dan mencapai tujuan keuangan. Namun sayangnya investasi saham juga memiliki risiko dan tantangan yang tidak bisa diabaikan.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul di benak para investor adalah: “seberapa besar pengaruh keahlian dan keberuntungan dalam menentukan hasil investasi saham?”

Dalam sebuah buku “The Success Equation, karya Michael J. Mauboussin”, beliau menjelaskan bahwa keahlian dan keberuntungan adalah dua faktor yang saling berinteraksi dalam menentukan kesuksesan di berbagai bidang, termasuk investasi saham.

Dari buku tersebut, dikemukakan sebuah rumus sederhana untuk menggambarkan hubungan antara keahlian dan keberuntungan:

Kesuksesan = Keahlian + Keberuntungan

Dalam rumus ini, keahlian adalah kemampuan untuk membuat keputusan yang tepat dan efektif berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan intuisi. Keberuntungan adalah faktor yang berada di luar kendali dan pengaruh individu, yang dapat berupa kejadian, situasi, atau orang lain yang memberikan dampak positif atau negatif.

Daftar isi

Gimana sih Ngukur Keahlian dan Keberuntungan dalam Investasi Saham?

Salah satu tantangan dalam menganalisis faktor keahlian dan keberuntungan dalam investasi saham adalah sulitnya mengukur keduanya secara objektif dan akurat. Penulis menawarkan beberapa cara untuk mengestimasi keahlian dan keberuntungan dalam investasi saham, yaitu:

Analisis statistik

Mauboussin menyarankan untuk menggunakan metode yang disebut regresi terhadap rata-rata (regression to the mean) untuk mengukur seberapa besar kontribusi keahlian dan keberuntungan dalam investasi saham. Metode ini didasarkan pada asumsi bahwa hasil investasi saham yang sangat baik atau sangat buruk cenderung kembali ke rata-rata dalam jangka panjang, karena adanya pengaruh keberuntungan.

Dengan demikian, semakin besar varians atau penyimpangan dari rata-rata, semakin besar pula peran keberuntungan. Sebaliknya, semakin kecil varians atau penyimpangan dari rata-rata, semakin besar pula peran keahlian.

Baca juga  Apa Itu Value Investing dan Bagaimana Cara Menerapkannya ala Warren Buffett?

Mauboussin memberikan contoh bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, varians hasil investasi saham di Amerika Serikat adalah sekitar 18%, yang berarti bahwa keberuntungan berkontribusi sekitar 18% dalam menentukan kesuksesan investasi saham, sedangkan keahlian berkontribusi sekitar 82%.

Analisis perilaku

Mauboussin menyarankan untuk menggunakan metode yang disebut self-attribution bias (kesalahan atribusi diri) untuk mengukur seberapa besar persepsi individu terhadap keahlian dan keberuntungan dalam investasi saham.

Metode ini didasarkan pada fenomena psikologis bahwa individu cenderung mengatribusikan hasil positif kepada keahlian mereka sendiri, dan hasil negatif kepada keberuntungan atau faktor eksternal.

Dengan demikian, semakin sering individu mengklaim bahwa mereka berhasil karena keahlian mereka, semakin besar pula kemungkinan bahwa mereka sebenarnya lebih dipengaruhi oleh keberuntungan.

Sebaliknya, semakin sering individu mengakui bahwa mereka gagal karena keberuntungan atau faktor eksternal, semakin besar pula kemungkinan bahwa mereka sebenarnya lebih dipengaruhi oleh keahlian.

Mauboussin memberikan contoh bahwa dalam sebuah survei yang melibatkan 300 investor profesional, sekitar 74% dari mereka menganggap diri mereka sebagai investor yang berada di atas rata-rata, yang menunjukkan adanya self-attribution bias yang tinggi.

Gimana Meningkatkan Keahlian dan Mengelola Keberuntungan dalam Investasi Saham?

Setelah memahami faktor keahlian dan keberuntungan dalam investasi saham, langkah selanjutnya adalah bagaimana meningkatkan keahlian dan mengelola keberuntungan dalam investasi saham. Penulis memberikan beberapa saran untuk melakukan hal ini, yaitu:

Belajar dan berlatih

Mauboussin menekankan bahwa keahlian dalam investasi saham tidak bisa diperoleh secara instan, melainkan harus dibangun dengan belajar dan berlatih secara terus-menerus.

Mauboussin menyarankan untuk membaca buku, artikel, laporan, dan sumber informasi lain yang berkaitan dengan investasi saham, serta mengikuti kursus, seminar, atau workshop yang relevan. Penulis juga menyarankan untuk berlatih dengan membuat rencana investasi, mengevaluasi kinerja investasi, dan merevisi strategi investasi secara berkala.

Baca juga  Bagaimana Warren Buffett Menilai dan Memilih Saham Perusahaan dengan Economic Moat yang Tinggi?

Mauboussin mengingatkan bahwa belajar dan berlatih harus dilakukan dengan cara yang efektif, yaitu dengan menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART), serta dengan mendapatkan umpan balik yang konstruktif dan obyektif dari orang lain yang kompeten.

Mengurangi risiko dan memanfaatkan peluang

Mauboussin menyadari bahwa keberuntungan dalam investasi saham tidak bisa dikendalikan, melainkan harus diantisipasi dan disikapi dengan bijak.

Mauboussin menyarankan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh keberuntungan dengan melakukan diversifikasi portofolio, yaitu dengan menginvestasikan dana di berbagai jenis saham, sektor, dan pasar yang berbeda, sehingga mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan saja.

Mauboussin juga menyarankan untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh keberuntungan dengan melakukan analisis fundamental, yaitu dengan memilih saham yang memiliki nilai intrinsik yang lebih tinggi dari harga pasarnya, sehingga memiliki potensi untuk memberikan keuntungan yang lebih besar di masa depan.

Kesimpulan

Sekarang kita udah pada bagian akhir, jadi dapat dinyatakan bahwa investasi saham sebagai aktivitas yang melibatkan faktor keahlian dan keberuntungan dalam menentukan hasilnya. Soal berapa porsi masing-masing, udah dijelasin diatas. Intinya, semakin tinggi keahlian maka semakin tinggi pula keberuntungan menghampiri Anda.

Yang jelas, Keahlian disebutkan sebagai kemampuan untuk membuat keputusan yang tepat dan efektif, sedangkan keberuntungan menjadi faktor x yang berada di luar kendali dan pengaruh individu. Keahlian dan keberuntungan dapat diukur dengan menggunakan analisis statistik dan analisis perilaku.

Keahlian dapat ditingkatkan dengan belajar dan berlatih, sedangkan keberuntungan dapat dikelola dengan mengurangi risiko dan memanfaatkan peluang. Dengan demikian, investor saham dapat meningkatkan peluang mereka untuk meraih kesuksesan dalam investasi saham.

Disclaimer:

Pembahasan ini didasarkan pada buku “The Success Equation, karya Michael J. Mauboussin” yang juga bahas secara ringkas dalam buku Investasi Saham dalam Ilustrasi, karya Parahita Irawan (@investorjalanan), buku yang renyah dan gurih ini bisa Anda miliki dengan harga Rp97.000,- yang dapat dipesan melalui kontak saya di link pemesanan.

Baca juga  8 Prinsip Ben Graham dalam Berinvestasi Saham

Tonton juga video pembahasannya di Channel Saya:

Iklan

Melalui buku ini, Anda akan belajar bagaimana Membangun kekayaan Melalui Investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *