Mengenal lebih dekat Jurusan Farmasi Melalui Organisasi Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI)

Hai rekan-rekan semua, doa kami mudah-mudahan kita semua selalu dalam keadaan sehat dan baik sehingga dapat beraktivitas sesuai dengan yang kita rencanakan. Karena kebersamaan merupakan hal yang dibutuhkan manusia sebagai makhluk sosial, maka sudah sewajarnya kita untuk saling mendukung.

Mendiang Steve Jobs (Pendiri Apple. Inc) pernah bilang begini: “Great things in business are never done by one person. They’re done by a team of people.” Yang berarti “Hal-hal besar dalam bisnis tidak pernah dilakukan sendirian. Mereka dilakukan oleh tim orang.”

Oleh karena itu, dengan berkumpul untuk bersatu maka besar kemungkinan kita dapat melakukan berbagai hal besar termasuk untuk berbagai macam profesi yang kita lakukan saat ini. Nah, pada kesempatan ini izinkan saya memperkenalkan sebuah organisasi profesi Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) atau yang berada di tingkat daerah seperti PAFI Kota Madiun Jawa Timur dan juga cabang lainnya.

Nah, bagaimana ulasan selengkapnya, yuk kita simak bersama ya…

Daftar isi

Profil Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI)

Sejarah dan Peran: Didirikan pada tanggal 13 Februari 1946 di Yogyakarta, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) merupakan organisasi yang menghimpun tenaga-tenaga yang berdedikasi di bidang farmasi. PAFI berperan aktif dalam perjuangan pembangunan negara sejak masa kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Organisasi ini memiliki komitmen untuk melenyapkan penjajahan dan mempertahankan kesatuan Republik Indonesia, serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan negara.

Fungsi dan Kontribusi: PAFI bukan hanya sekadar organisasi profesi, tetapi juga merupakan potensi pembangunan yang berperan penting. Selain menjalankan tugas keseharian di bidang farmasi, PAFI juga turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan umum, terutama dalam konteks kesehatan masyarakat dan farmasi.

Landasan Ideologi: PAFI berkedudukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berazaskan Pancasila. Sebagai organisasi yang bersifat kekaryaan dan pengabdian, PAFI memiliki tanggung jawab untuk memajukan bidang farmasi dan berkontribusi pada pembangunan nasional.

Selain itu, ada pula organisasi di tingkat daerah seperti PAFI Kota Madiun, yang berkedudukan di Kota Madiun Jawa Timur yang berlokasi di Jl. Flores 5-9, Kartoharjo.

Baca juga  Menakar Peluang Bisnis Online di Era Revolusi Industri 4.0

Dengan demikian, PAFI merupakan wadah bagi para ahli farmasi untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, dan berperan aktif dalam memajukan sektor kesehatan dan farmasi di Indonesia.

Tujuan organisasi PAFI terdiri dari:

Setiap organisasi yang didirikan oleh para pendirinya, tentu memiliki tujuan mulia, nah adapun tujuan PAFI yaitu

  1. Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945: PAFI bertujuan untuk berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang adil dan sejahtera, dengan mengacu pada nilai-nilai Pancasila dan konstitusi Republik Indonesia.
  2. Mewujudkan Derajat Kesehatan yang Optimal bagi Masyarakat Indonesia: PAFI berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia melalui peran aktif dalam bidang farmasi. Ini mencakup pendidikan, penelitian, dan penerapan praktik farmasi yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.
  3. Mengembangkan dan Meningkatkan Pembangunan Farmasi Indonesia: PAFI berusaha untuk mengembangkan bidang farmasi di Indonesia. Ini melibatkan kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta untuk memajukan ilmu farmasi, regulasi, dan praktik terbaik.
  4. Meningkatkan Kesejahteraan Anggota: PAFI memperhatikan kesejahteraan anggotanya. Ini termasuk dukungan profesional, pelatihan, dan advokasi untuk hak-hak dan kepentingan para ahli farmasi.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap tentang organisasi PAFI Kota Madiun, bisa langsung mengunjungi link berikut: https://pafimadiunkota.org/

Apa itu Farmasi?

Nah, setelah mengenal sejarah dan tujuan tentu tidak elok bila kita mengulas sedikit apa itu farmasi dan bagaimana perannya dalam kemajuan bangsa.

Secara etomologis, “Farmasi” merupakan kata serapan dari bahasa Inggris “pharmacy”. Sedangkan, kata “pharmacy” sendiri mengakar dari kata “pharmacon” yang merupakan sebutan bangsa Yunani Kuno untuk “obat”. “Farmacie” (bahasa Prancis) dan “pharmakeia” (bahasa Latin) adalah bentuk-bentuk awal lainnya dari sejarah kata “farmasi”.

Dikutip dari Wikipedia, Farmasi adalah ilmu yang mempelajari segala seluk-beluk mengenai obat. Ilmu farmasi adalah terapan dari (sedikitnya) tiga bidang ilmu yaitu kedokteran, kimia, dan biologi.

Ruang lingkup ilmu farmasi tak hanya berfokus pada bidang ilmu eksakta, melainkan juga pada bidang ilmu sosial seperti Manajemen Farmasi dan Farmakoekonomi.

Baca juga  Apa saja Keuntungan Penggunaan NLP dalam Investasi?

Sesuai regulasi yang diatur pada Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian Diarsipkan 2022-06-17 di Wayback Machine., pekerjaan kefarmasian merupakan pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluranan obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.

Diatur pula dalam regulasi tersebut bahwa pekerjaan kefarmasian tersebut hanya berhak dilakukan oleh para tenaga kefarmasian yang terdiri dari:

  • Apoteker (apt.)

Tenaga teknis kefarmasian, yang terdiri dari:

  • Sarjana farmasi (S.Farm.)
  • Ahli madya farmasi (A.Md.Farm.)
  • Analis farmasi
  • Tenaga menengah farmasi/asisten apoteker

Apoteker di Indonesia: Apoteker di Indonesia dikenali dengan gelar “apt.” yang ditempatkan di depan nama mereka yang berhak. Hanya apoteker yang memiliki kewenangan sebagai penanggung jawab atas semua pekerjaan kefarmasian yang dilakukan. Berbeda dengan dokter yang mengenakan jas berwarna putih tulang, apoteker menggunakan jas berwarna putih gading saat menjalankan praktiknya.

Sebutan di Luar Negeri: Di luar negeri, terutama dalam bahasa Inggris, apoteker disebut sebagai “pharmacist”. Di Indonesia, istilah ini di-Indonesia-kan menjadi “farmasis”. Meskipun jarang digunakan secara resmi, istilah “farmasis” sering kali merepresentasikan seluruh ahli farmasi yang berasal dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari SMK Farmasi hingga Apoteker.

Membuka Pintu Menuju Dunia Obat dan Kesehatan

Farmasi adalah program studi yang menggali ilmu tentang obat-obatan secara mendalam. Di sini, kamu akan mempelajari struktur senyawa obat dan proses sintesisnya, serta mengolahnya menjadi produk yang layak dikonsumsi.

Tak hanya itu, kamu akan terlibat dalam berbagai kegiatan seperti mencampur, meracik, melakukan formulasi, mengidentifikasi, mengombinasi, menganalisis, dan menciptakan obat yang memenuhi standar kualitas dan kelayakan. Selain meracik obat, kamu juga akan mempelajari cara penggunaan obat-obatan secara aman dan efektif.

 

Kenapa Kuliah di Farmasi Menjanjikan Masa Depan Cerah?

Lulusan Farmasi sangat dibutuhkan di berbagai sektor, terutama di masa pandemi ini. Kamu akan menjadi garda terdepan dalam menangani kebutuhan obat-obatan masyarakat. Profesi ahli farmasi sangat dibutuhkan mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik pengobatan, laboratorium klinik, hingga BPOM. Tidak hanya di sektor kesehatan, lulusan Farmasi juga memiliki peran penting di industri kosmetik serta makanan dan minuman.

Baca juga  10 Website Yang Paling Sering Saya Kunjungi Sebagai Referensi dan Inspirasi, Apa Aja, Yuk Simak

Setelah menyelesaikan pendidikan dan ujian profesi, kamu dapat menjadi apoteker dan bahkan membuka apotek sendiri, memadukan ilmu pengetahuan dengan jiwa kewirausahaan.

 

Mata Kuliah di Jurusan Farmasi

Kurikulum Farmasi mencakup berbagai mata kuliah menarik seperti:

  • Kimia Organik
  • Kimia Sintesis
  • Kimia Analitik
  • Farmakologi dan Toksikologi
  • Farmakognosi
  • Fitokimia
  • Teknologi dan Formulasi Sediaan Semisolida dan Likuida
  • Analisis Biomedik
  • Teknologi Sediaan Steril
  • Teknologi dan Formulasi Sediaan Solida
  • Bioteknologi Farmasi
  • Interaksi Obat

Jangan kaget jika kamu juga akan mempelajari sedikit banyak ilmu kedokteran dalam perjalananmu.

Prospek Kerja yang Menjanjikan

Lulusan Farmasi tidak hanya berkarir sebagai apoteker di apotek. Kamu juga dapat bekerja di rumah sakit, laboratorium, dan klinik. Di lembaga penelitian, baik milik swasta maupun pemerintah seperti BPOM dan Kemenkes, lulusan Farmasi sangat dibutuhkan. Di sektor industri, kamu bisa berperan sebagai peracik dan pengembang obat-obatan, konsultan, atau dalam manajemen mutu di industri obat, makanan, dan kosmetik.

Dengan berbagai peluang ini, menempuh pendidikan di jurusan Farmasi adalah langkah strategis untuk masa depan yang cerah dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Mendiang Henry Ford pernah bilang “If everyone is moving forward together, then success takes care of itself.” Yang berarti bahwa “Jika semua orang bergerak maju bersama, maka kesuksesan akan menyelesaikan dirinya sendiri.”

Nah, setelah mengenal hal-hal menarik seputar Farmasi, prospek kerja lulusannya serta organisasi yang ada di Indonesia, apakah Anda tertarik untuk bergabung dan mengenal lebih dalam tentang farmasi?

Iklan

Melalui buku ini, Anda akan belajar bagaimana Membangun kekayaan Melalui Investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *