Cara Jitu Kerja Kantoran Sambil Jalankan Bisnis Sampingan, Penghasilan Dobel bahkan Tripel…Mantap!

KERJA KANTORAN SAMBIL BISNIS

Memiliki dua sumber penghasilan atau lebih tentu terdengar spektakuler, namun hal ini bukan sekedarnya ilusi melainkan bisa Anda wujudkan. Ya, bekerja kantoran sambil mengelola bisnis/usaha sendiri tentu terdengar keren dan menjadi impian banyak eksekutif muda.

Sayangnya gak banyak orang yang bisa melakukan ini sekaligus, bahkan bisnis sampingan yang dilakukan juga terkadang jauh dari pekerjaan utamanya.

Contoh, seorang pilot yang ternyata juga adalah seorang trader atau youtuber, tentu terdengar asing ya. Trus kita bakalan nanya nih, kapan waktu kerja, kapan waktu ngurus bisnis sampingan?

Nah ini tentu memerlukan time management yang bagus ya teman, jika tidak mungkin akan sangat merepotkan. Sebenarnya sih hal ini bisa aja terjadi, mungkin sang pilot tadi hobinya bikin video trus editing dia bayar orang jadi semua bisa berjalan baik bukan?

Tetapi ada pula eksekutif muda yang resign demi merintis bisnis kemudian berakhir dengan kegagalan, ini juga bukan cerita yang dibuat-buat, bahkan sudah banyak yang mengalami.

Jadi sebenarnya apa yang disampaikan diawal tentang memiliki dua penghasilan atau lebih terdengar spektakuler dan bisa diwujudkan, betul?

Tentu Anda perlu langkah dan strategi yang jitu dalam menjalani kedua hal tersebut agar dapat berjalan dengan baik. Jika usaha sampingan yang Anda kelola tadi bisa menghasilkan dua kali atau bahkan lebih dari penghasilan utama sebagai karyawan, barulah kemudian Anda resign dan menggeluti bisnsi sampingan tadi.

Baca: Tips Praktis Tingkatkan Omzet Bisnis.

Sebenarnya, apasih kunci sukses melakukan hal ini, yuks kita bahas bersama. Namun sebelumnya, siapkan dulu minuman hangat untuk menemami pagi anda, yuk kita lanjut…..

1.Pahami Ilmu tentang Bisnis (Model Bisnis)

Diawal kita udah bahas, ternyata gak semua karyawan itu paham tentang bisnis ya. Ada yang dari sononya udah paham trus banyak juga yang modal nekad dan ada lagi sebagian kecil yang justru merasa nyaman hanya dengan satu pekerjaan, habis kerja ya nikmati waktu luang dengan bersantai.

Baca juga  Tips Praktis Tingkatkan Omzet Bisnis Online Anda dengan Layanan SEO

Teman-teman, jika ingin penghasilan dobel bahkan tripel, gak bisa nyatai gitu aja. Kita harus pahami dulu ilmu tentang bisnis, jangan asal jalan dan jangan diam aja hanya halu gak jelas trus akhirnya gak jalan-jalan bisnisnya.

Langkah awal, mungkin bisa ambil seminar tentang bisnis di akhir pekan atau mengikuti kursus online dengan waktu yang lebih fleksibel. Pada saat menikuti seminar atau kursus bisnis secara online kamu bakal dapat insigh dan ilmu bisnis yang nantinya bisa kamu praktekan.

Satu lagi, model bisnis disini maksudnya gimana cara bisnis tersebut make money ya dan siapa aja target marketnya.

Setelah paham ilmu bisnis dan segala seluk beluknya, kamu udah punya modal dasar atau bekal untuk memulai jadi ibaratnya gak berjalan dalam kegelapan gaes.

 

2.Buat List Bisnis sesuai Minat

Ini terdengar biasa ditelinga dan kedengarannya sangat mudah… eitsss tapi tunggu dulu. Ini justru banyak yang bikin orang terjebak ya saking mudahnya, karena menggampangkan itu bakal bikin list bisnis asal-asalan.

Coba deh bikinnya serius biar dapat yang benar-benar bisa kamu jalani.

Caranya, (1) buat list dalam selembar kertas trus kamu tulis sebanyak mungkin list bisnis yang sesuai minat kamu. (2) Setelah menuliskan, kamu urutkan berdasarkan minat dan kemampuan yang kamu miliki. Tujuannya agar kamu gak salah pilih gaes, jadi kamu bisa jalani dengan mudah karena udah familiar dan sesuai minat, trus kamu mampu melakukan dengan konsisten. (3) Pilih yang ururan teratas dari tahapan kedua tadi, maksimal 5 minat teratas deh.

Misalnya kalau saya mulai bikin list (sub sektor ekonomi kreatif):

  • Pengembang Permainan
  • Arsitektur
  • Desain Interior
  • Musik
  • Seni Rupa
  • Desain Produk
  • Fesyen
  • Kuliner
  • Film Animasi dan Video
  • Fotografi,
  • Desain Komunikasi Visual,
  • Televisi dan Radio,
  • Kriya,
  • Periklanan,
  • Seni Pertunjukan,
  • Penerbitan, dan
Baca juga  10 Website Yang Paling Sering Saya Kunjungi Sebagai Referensi dan Inspirasi, Apa Aja, Yuk Simak

Contoh pembagian industri dalam saham Indonesia:

  • Pertanian
  • Pertambangan
  • Industri dasar & kimia
  • Industri mesin
  • Industri barang konsumsi
  • Properti, real estate, dan kontruksi bangunan
  • Infrastuktur, utilitas, dan transportasi
  • Keuangan
  • Perdagangan, layanan dan investasi

Nah, dari contoh ini silahkan Anda pilih 5 urutan teratas ya…

Kalau saya sih milihnya yang ini:

Sektor ekonomi kreatif:

  1. Film animasi dan video
  2. Kuliner
  3. Desain komunikasi visual
  4. Periklanan

Sedangkan dalam sektor saham saya pilih:

  1. Keuangan
  2. Industri barang konsumsi
  3. Infrastruktur, utilitas dan transportasi
  4. Properti
  5. Industri dasar

Nah, lebih terarah kan peminatannya? Jika emang belum ada yang menarik minat kamu, silahkan eksplore lagi deh sampai dapat.

 

3.Pelajari karakteristik marketnya

Kamu kan udah pilih list bisnis berdasarkan minat, trus sekarang masuk pada tahap yang lebih inti ya, yaitu mempelajari karakteristik marketnya.

Cari tau, ada gak yang marketnya (kelompok pembeli/pengguna jasa) atau gini deh. Ada gak yang membutuhkan produk atau jasanya…

Bisa cari tau di pencarian google.com, youtube atau google trends atau sosial media lainnya.

Karena saya lebih memilih kuliner, maka kita akan coba persempit lagi ya gaes. Misalnya cari target market berdasarkan jenis kuliner, gender dan usia, gini contohnya.

Contoh: target pasarnya anak muda cowok, suka nongkrong, penyuka kopi, usia 19-25 tahun dan pilih wilayah atau kota juga gaes. Ingat, ini hanya contoh aja ya…silahkan kreasikan sendiri… intinya dapat petunjuk kemudian kembangkan!!

 

4.Siapkan Produk & Cara Masarkan

Tadi kan udah dapat spesifikasi atau target marketnya, selanjutnya pilih produk yang sesuai dengan target marketnya.

Misal, anak muda pecinta kopi, cowok, usia 19-25 tahun, ini sih biasanya sukanya kopi late, cappuccino atau kopi krimer.

Nah, dari ketiga jenis minuman berbahan dasar kopi ini silahkan persempit lagi hingga menemukan produk yang sangat spesipik agar lebih mudah untuk dieksekusi.

Jadi, jika kamu ingin bikin produk jangan sampai salah pilih produk ya, atau produk gak sesuai minat pasar.

Baca juga  4 Aspek Penting Dalam Web Hosting yang Sangat Berpengaruh pada Peringkat Situs Anda di Google SERP

Kalau target anak muda, cowok, usia 19-25 tahun, tentu gak bakal minumnya kopi bubuk atau kopi hitam, ntar jualan kamu gak laku.

Setelah ketemu produknya, tentukan juga cara memasarkannya. Misalnya minuman jadi atau kemasan siap seduh. Seandainya minuman jadi, yang diperlukan apa aja sampai pada packaging yang sesuai untuk anak muda.

Saya ambil contoh yang udah jadi deh…

“Kopi Kenangan” ini kan target marketnya cowok dan cewek (anak muda) yang berusia antara 19-25 tahun. Mereka memasarkan dengan cara membuka gerai yang dekat dengan kampus, sekolah, mall atau pusat perbelanjaan. Pencapaian yang telah mereka raih sangat fantastis.

Hal ini paralel dengan pencatatan penjualan yang baik dari setiap brand Kenangan Brands. Pada 2021, Kopi Kenangan mencatatkan penjualan lebih dari 3 juta gelas setiap bulan. Sedangkan untuk Cerita Roti, tercatat penjualan sebesar 6,4 juta dalam setahun, Chigo dengan lebih dari 1 juta produk, dan Kenangan Manis yang baru saja diluncurkan pada Oktober 2021 sudah berhasil menjual 20.000 cookies dalam sebulan,” terang Edward (dikutip dari kopikenangan.com)

Nah, sekarang udah kebayang belum?

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya, jika kamu ingin penghasilan dobel atau tripel sambil kerja kantoran bisa banget diraih. Saat memulai, sebaiknya jalani bersamaan dengan pekerjaan utama dan jangan lansung resign karena sangat berisiko. Time management amat penting ya gaes… nyambi itu sih istilahnya, jadi bisnis sampingan bisa kamu lakukan saat weekend dan saat week day kamu bisa dibantu sama karyawan.

Tentu semua perlu modal untuk memulai di awal (gak Cuma modal nekad) di sini diperlukan modal ilmu bisnis, bisnis model, modal ketekukan hingga modal materi/duit, pikiran dan tenaga.

Intinya di sini saya gak bahas soal teknis melainkan konsep berpikir yang perlu kita bangun. Jadi bisnis itu gak sekedar jualan melainkan sebuah bisnis yang bisa berkembang dan bisa di scale up menjadi bisnis yang lebih besar.

 

Referensi:

  1. Kopi Kenangan
  2. Website OJK.
  3. Wiradesa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.