Tips Gampang Mengatur Keungan Rumah Tangga Bagi yang Berpenghasilan Tetap maupun Tidak Tetap

Berjumpa lagi dengan saya disini dan masih ditempat ini. Kali ini kita akan membahas sesuatu yang serius yaitu manajemen keuangan rumah tangga. Dalam hal ini, lebih spesifik mengatur keuangan keluarga, yang terdiri dari penghasilan tetap maupun tidak tetap.

Bagaimana cara memulainya, tentu saja tidak lengkap jika kita hanya berbicara setengah-setengah. Akan jauh lebih baik jika dilakukan pembahasan yang detil dan lengkap.

Berikut ini adalah manajemen keuangan keluarga yang berlaku di masyarakat:

Keuangan keluarga sepenuhnya diatur oleh Ibu Rumah Tangga (istri), suami akan menyerahkan semua penghasilannya kepada istri untuk dikelola, dan biasanya suami hanya meminta ‘ransum’ untuk kebutuhan sehari-hari pribadi.

Keuangan keluarga sepenuhnya diatur oleh Kepala Keluarga (Suami), istri hanya akan mendapatkan uang untuk pengeluaran rumah tangga sehari-hari

Keuangan keluarga diatur bersama, metode ini biasanya berlaku untuk suami dan istri yang bekerja dan pengaturan keuangan berlaku berdasarkan perjanjian yang pos-posnya adalah bagian dari suami dan pos mana yang merupakan bagian dari istri. Misalnya, suami bertanggung jawab untuk membayar uang sekolah, tagihan listrik, air, cicilan mobil / motor dan sebagainya. Sedangkan istri bertanggung jawab untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Jika Anda ingin membahas manajemen keuangan keluarga, kita perlu tahu sebelumnya tentang sumber pendapatan yang diterima keluarga, karena berbagai sumber pendapatan juga berbeda cara mengelolanya. Secara alami ada 2 jenis sumber pendapatan, yaitu sumber pendapatan yang permanen dan sumber pendapatan yang tidak permanen.

Sumber Penghasilan Tetap

Ini disebut permanen karena pendapatan yang diterima adalah tetap, ada yang tetap dalam hal jumlah dan waktu, tetapi beberapa masih hanya dalam hal waktu

  • Tetap dalam jumlah dan waktu, artinya setiap bulan keluarga akan menerima penghasilan dengan jumlah dan waktu yang sama, misalnya seorang karyawan memiliki gaji sebesar Rp. 5 juta per bulan diterima setiap tanggal 25.
  • Masih hanya dari segi waktu, artinya pendapatan diterima setiap bulan pada tanggal yang sama, tetapi jumlah pendapatan setiap bulan tidak sama. Biasanya ini berlaku untuk orang yang bekerja di bidang pemasaran, yang penghasilannya dihitung berdasarkan komisi.
Baca juga  Mengenal Lebih Dekat Manajemen Keuangan Syariah

Sumber Penghasilan Tidak Tetap

Disebut tidak permanen karena jumlah penghasilan yang diterima tidak selalu sama dan waktu penerimaan tidak pasti. Contoh termudah untuk menggambarkan sumber variabel pendapatan ini adalah pengusaha atau kontraktor.

Untuk dapat menemukan cara mengelola keuangan keluarga berdasarkan sumber pendapatan, ada baiknya kita mempelajari perilaku manajer keuangan keluarga dalam mengelola keuangan keluarga yang ada saat ini:

  • Ada orang-orang yang mencatat pendapatan dan pengeluaran secara terperinci sehingga manajer keuangan dapat menghitung jumlah pengeluaran selama satu bulan dan dapat dievaluasi apakah ada item pengeluaran yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
  • Ketika menerima gaji, ada orang-orang yang langsung berpisah sesuai dengan item pengeluaran, seperti untuk belanja kebutuhan sehari-hari, untuk sekolah, membayar tagihan listrik, air dan lainnya dan sisanya untuk kebutuhan yang tidak terduga.
  • Ada juga yang tidak memiliki rencana yang tepat, uang yang dihabiskan sesuai dengan kebutuhan saat itu, jika gaji tidak mencukupi hingga akhir bulan, maka dana tambahan dikeluarkan dari tabungan. Jika Anda tidak memiliki tabungan, Anda biasanya akan menggunakan kartu kredit.
  • Dengan alasan praktis tidak perlu membawa uang tunai dan dapat dibayar bulan depan, ada orang yang lebih suka berurusan dengan kartu kredit, dari pembayaran tagihan listrik, panggilan telepon hingga pengeluaran bulanan yang dilakukan dengan kartu kredit. Tidak jarang menemukan seseorang yang memiliki banyak kartu kredit dari bank yang berbeda dan pemiliknya sangat mengenal tanggal jatuh tempo satu sama lain, sehingga penggunaan kartu tersebut disesuaikan dengan tanggal jatuh tempo.
  • Beberapa mengumpulkan setiap tanda terima, tanda terima belanja dan pembayaran, dan kemudian mengembalikan uang kepada suami, kecuali untuk berbelanja di pasar.
  • Bagi mereka yang wiraswasta, ada yang melakukan keuangan bisnis terpisah dengan kebutuhan pribadi / keluarga tetapi ada yang tidak, semua kebutuhan langsung diambil dari dana bisnis.
Baca juga  Pemahaman Singkat Tentang Manajemen Keuangan Sektor Publik

Nah sobat, itulah tadi pembahasan kita tentang manajemen keuangan rumah tangga atau lebih gampang disebut sebagai pengelolaan keuangan keluarga. Mudah-mudahan pembahasan ini bermanfaat untuk menambah wawasan Anda.

Tinggalkan Jejak