Jangan Sampai Salah Langkah, Ini Tips Praktis Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang Harus Kamu Ketahui

Hai, apa kabar mu disana, semoga aja dalam keadaan sehat ya..! Sebelum memulai, saya ingin kammu menjawab beberapa pertanyaan berikut dengan jujur. Pernahkah kamu merasa, bahwa pengeluaranmu setiap bulan sering melebihi pendapatannya? Atau, tak jarang harus memutar otak mencari dana tambahan saat ada kebutuhan yang mendesak? Saya kasih waktu 5 detik buat mikir….

Stop, gak usah dijawab sekarang melainkan refleksikan jawaban Anda, karena itu akan menjadi bekal Anda mencapai kesehatan finansial.

Oke, kita semua tahu bahwa kehidupan di zaman sekarang memang serba mahal, bahkan tidak jarang membuat kita bingung dalam mengatur keuangan rumah tangga. Tapi Anda tidak perlu khawatir, karena kali ini saya akan berbagi tips-tips mudah untuk mengatur keuangan rumah tangga yang bisa kamu terapkan sekarang juga. So, siap-siap meraih keuangan yang sehat dan stabil!

Nah, ngomongin soal keuangan rumah tangga, banyak orang yang mengeluhkan sulitnya mengatur dan menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan. Padahal, memiliki keuangan yang sehat sangat penting bagi keberlangsungan hidup keluarga di masa depan. Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas cara-cara mengatur keuangan rumah tangga dengan bijak.

Nah, siapa disini yang tidak ingin keuangan keluarga teratur dan terkendali? Tetapi, sayangnya tidak semua orang memiliki kebiasaan yang baik dalam mengatur keuangan. Ada yang suka membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan, ada yang menghabiskan uang dengan makan di restoran setiap hari, dan masih banyak lagi kebiasaan yang tidak efektif dalam mengelola uang.

Namun, jangan khawatir! Dalam artikel singkat ini, saya akan memberikan beberapa tips sederhana namun efektif dalam mengatur keuangan rumah tangga. Yuk, simak artikel ini sampai selesai!

Daftar isi

1.Rencanakan Keuangan Rumah Tangga

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah rencana keuangan dengan membuat anggaran bulanan. Dalam anggaran ini, catat semua pengeluaran rutin seperti sewa rumah, listrik, air, bensin, dan kebutuhan lainnya. Jangan lupa untuk menentukan juga target tabungan bulanan yang ingin dicapai. Dengan membuat anggaran bulanan, kamu dapat memantau pengeluaran dan pemasukan dengan lebih teratur dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

Baca juga  Gimana Cara Mengelola Keuangan dengan Mudah dan Efisien: Tips dari Para Ahli

Menurut Susan Santoso, seorang ahli keuangan, membuat anggaran merupakan hal yang penting dalam mengatur keuangan rumah tangga. “Dengan membuat anggaran, kamu dapat lebih fokus pada pengeluaran yang penting dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu,” ujarnya.

Anggaran berhubungan dengan disiplin diri dan konsisten menjalankan rencana yang kita susun sendiri, karena itu merupakan kunci keberhasilannya.

2.Batasi Pengeluaran Tidak Penting

Setelah membuat anggaran, langkah selanjutnya adalah mengurangi pengeluaran yang tidak penting. Coba renungkan lagi apakah semua pengeluaranmu selama ini benar-benar diperlukan atau hanya sekadar keinginan belaka. Bisa jadi, ada beberapa kebiasaan yang perlu kamu ubah untuk menghemat pengeluaran. Misalnya, jika selama ini sering jajan di luar, coba bawa bekal dari rumah atau mulai memasak sendiri di rumah.

Membatasai bukan berarti kita gak boleh menikmati hidup, melainkan sebaliknya yaitu untuk menjaga keseimbangan antara mengelola uang dan menikmati hidup. Jangan sampai uang Anda keburu habis hanya karena lebih banyak menikmati hidup (kesannya boros gaes).

Menurut Dr. Bambang Riyanto, seorang pakar ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, mengurangi pengeluaran yang tidak penting merupakan hal yang sangat penting dalam mengatur keuangan rumah tangga. “Hematlah pengeluaranmu agar dapat memenuhi kebutuhan penting dan menghindari utang yang berlebihan,” katanya.

3.Bedakan antara Uang Pengeluaran dan Uang Tabungan

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengatur keuangan rumah tangga adalah dengan memisahkan uang pengeluaran dan uang tabungan. Usahakan untuk menabung minimal 10% dari pemasukan bulanan. Dengan memisahkan uang pengeluaran dan uang tabungan, kamu dapat memantau pengeluaran dengan lebih baik dan menghindari penggunaan uang tabungan untuk keperluan yang tidak penting.

Menurut Ade Fardiansyah, seorang praktisi keuangan, memisahkan uang pengeluaran dan uang tabungan merupakan langkah yang tepat dalam mengatur keuangan rumah tangga. “Dengan memisahkan uang pengeluaran dan uang tabungan, kamu dapat lebih terfokus dalam mengelola uang dan memastikan bahwa uang tabungan tidak tersentuh untuk keperluan pengeluaran sehari-hari,” ujarnya.

Baca juga  Manajemen Keuangan Perusahaan Mencakup Apa Aja sih?

Selain itu, Ade juga menyarankan untuk membuat anggaran pengeluaran dan menyesuaikan gaya hidup dengan penghasilan yang ada. “Dengan membuat anggaran pengeluaran, kamu dapat mengetahui dengan jelas pos-pos pengeluaran yang perlu diprioritaskan dan mana yang harus dikurangi,” jelasnya.

Menyesuaikan gaya hidup dengan penghasilan yang Anda miliki juga menjadi kunci dalam mengatur keuangan rumah tangga. “Jangan terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang tidak sesuai dengan penghasilan yang dimiliki. Lebih baik hidup sederhana dan bijak dalam mengelola uang,” tambah Ade.

Sekarang, bagaimana dengan keluarga anda, apakah sudah mulai menerapkan atau masih berusaha untuk memulai? Kasih tau di kolom komentar ya!

Prinsip 50/30/20 dalam Mengatur Keuangan

Diatas kita sudah bahas 3 tips praktikal dalam mengelola keuangan dalam rumah tangga. Trus masih ada yang nanya karena saking penasarannya. Ada formulasi khusus atau alokasi khusus dalam mengelola keuangan ?

Ya, selain ketiga cara praktis di atas, ada beberapa formulasi yang juga dapat membantu dalam mengelola keuangan rumah tangga. Salah satu formulasi yang cukup populer adalah prinsip 50/30/20. Prinsip ini membagi pengeluaran bulanan menjadi tiga kategori yaitu kebutuhan pokok (50% dari penghasilan), keinginan (30% dari penghasilan), dan tabungan atau investasi (20% dari penghasilan).

Dengan membagi pengeluaran seperti ini, kita dapat memastikan bahwa kebutuhan pokok selalu terpenuhi, tetapi juga memberikan ruang bagi kita untuk memenuhi keinginan dan menyisihkan sebagian untuk investasi atau tabungan di masa depan. Tentu saja, persentase tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing rumah tangga.

Prinsip 50/30/20 ini juga didukung oleh banyak ahli keuangan, seperti Elizabeth Warren, seorang profesor hukum dan aktivis politik Amerika Serikat yang juga dikenal sebagai penulis buku tentang keuangan pribadi.

Baca juga  Pengertian Likuiditas: Definisi, Teori Manajemen Likuiditas, Ukuran Likuiditas, Jenis Rasio Likuiditas dan Contohnya

Kesimpulan

Dalam mengatur keuangan rumah tangga, ada beberapa hal yang dapat dilakukan yang menjadi kata kunci diantaranya memantau pengeluaran, membuat anggaran, dan memisahkan uang pengeluaran dan tabungan. Selain itu, penting juga untuk memiliki asuransi sebagai proteksi dan berinvestasi untuk meraih tujuan keuangan jangka panjang.

Namun, tidak ada satu formula yang pasti dalam mengatur keuangan, setiap keluarga perlu menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansial masing-masing. Semua itu hanya alat bantu, bukan satu-satunya melainkan bagian dari usaha Anda.

Sebagai saran, keluarga juga perlu memiliki kesadaran dan komitmen yang kuat dalam mengatur keuangan agar tidak terjebak dalam hutang atau kekurangan dana. Dengan mengatur keuangan dengan baik, anggota keluarga dapat mencapai tujuan finansial yang diinginkan dan hidup lebih tenang secara finansial.

Nah, demikian ulasan singkat yang dapat kami berikan terkait topik pengelolaan keuangan rumah tangga dengan bijak. Akhir kata saya bersama kru yang bertuas mengucapkan terima kasih dan sampai bertemu pada pembahasan berikut. Jika ada ide atau request topik yang hendak dibahas silahkan sampaikan di kolom komentar dan sampai bertemu pada pembahasan berikutnya.

Iklan

Melalui buku ini, Anda akan belajar bagaimana Membangun kekayaan Melalui Investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *