Teori Pengembangan Karier: Pengertian, Tahapan, dan Strategi dalam Manajemen Sumber Daya Manusia

Karier adalah perjalanan hidup seseorang yang berhubungan dengan pekerjaan, pendidikan, dan pengalaman yang dilalui selama masa kerjanya. Karier merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan seseorang, karena dapat mempengaruhi kepuasan, kesejahteraan, dan pengembangan dirinya.

Oleh karena itu, karier perlu direncanakan, dikembangkan, dan dievaluasi secara sistematis dan berkelanjutan. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang teori pengembangan karier, yaitu kajian ilmiah yang menguraikan konsep, tahapan, dan strategi dalam pengembangan karier, khususnya dalam konteks manajemen sumber daya manusia.

Artikel ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Anda yang ingin meningkatkan karier Anda sendiri atau orang lain. Selamat membaca! ­čśŐ

Daftar isi

Pengertian Pengembangan Karier

Pengembangan karier adalah proses peningkatan atau perbaikan kompetensi, kinerja, dan potensi seseorang dalam pekerjaannya, sesuai dengan tujuan dan rencana karir yang telah ditetapkan1. Pengembangan karier melibatkan berbagai aktivitas, seperti pembelajaran, pelatihan, bimbingan, konseling, mentoring, coaching, penilaian, promosi, mutasi, rotasi, dan pensiun2. Pengembangan karier dapat dilakukan oleh individu sendiri (self-development) atau oleh organisasi (organizational development)3.

Pengembangan karier memiliki beberapa tujuan, antara lain12:

  • Meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja seseorang
  • Meningkatkan kepuasan dan motivasi kerja seseorang
  • Meningkatkan kesempatan dan tantangan kerja seseorang
  • Meningkatkan kesesuaian antara minat, bakat, dan kemampuan seseorang dengan pekerjaannya
  • Meningkatkan kesempatan untuk berkarier di luar organisasi atau bidang pekerjaannya
  • Meningkatkan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi seseorang

Tahapan Pengembangan Karier

Tahapan pengembangan karier adalah langkah-langkah yang harus dilalui oleh seseorang dalam mengembangkan karier. Tahapan pengembangan karier dapat bervariasi tergantung pada teori atau model yang digunakan. Beberapa teori atau model pengembangan karier yang populer adalah sebagai berikut:

  • Teori Perkembangan Karier Ginzberg: Teori ini mengusulkan bahwa pengembangan karier terdiri dari tiga tahap utama, yaitu fantasi (sampai usia 11 tahun), tentatif (usia 11-17 tahun), dan realistik (usia 17 tahun ke atas).┬áSetiap tahap dibagi lagi menjadi beberapa sub-tahap yang mencerminkan perubahan nilai-nilai, sikap, dan motivasi seseorang terhadap pekerjaan4.
  • Teori Perkembangan Karier Super: Teori ini mengusulkan bahwa pengembangan karier terdiri dari lima tahap utama, yaitu pertumbuhan (usia 4-13 tahun), eksplorasi (usia 14-24 tahun), penetapan (usia 25-44 tahun), pemeliharaan (usia 45-64 tahun), dan penurunan (usia 65 tahun ke atas).┬áSetiap tahap memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikan oleh seseorang untuk mencapai kematangan karier5.
  • Teori Pengambilan Keputusan Karir Krumboltz: Teori ini mengusulkan bahwa pengambilan keputusan karir dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu faktor genetik dan lingkungan spesial (seperti kemampuan dan minat), faktor belajar (seperti pengalaman dan umpan balik), faktor lingkungan kerja (seperti permintaan dan persaingan), dan faktor kontrol sikap (seperti keyakinan dan harapan). Teori ini menekankan pentingnya eksplorasi, eksperimen, dan evaluasi dalam pengembangan karier.
  • Teori Pilihan Karir Roe: Teori ini mengusulkan bahwa pilihan karir dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor genetik (seperti bakat dan kecerdasan) dan faktor lingkungan (seperti pengasuhan dan sosialisasi). Teori ini mengklasifikasikan pekerjaan menjadi enam kelompok utama, yaitu pekerjaan layanan, pekerjaan bisnis, pekerjaan teknologi, pekerjaan sains, pekerjaan seni, dan pekerjaan kesehatan. Teori ini juga mengklasifikasikan orang menjadi delapan tipe kepribadian, yaitu realis, investigatif, artistik, sosial, enterprising, konvensional, emosional, dan non-emosional.
  • Teori Holland: Teori ini mengusulkan bahwa pilihan karir dipengaruhi oleh tipe kepribadian seseorang. Teori ini mengklasifikasikan orang menjadi enam tipe kepribadian utama, yaitu realis, investigatif, artistik, sosial, enterprising, dan konvensional. Teori ini juga mengklasifikasikan pekerjaan menjadi enam kategori yang sesuai dengan tipe kepribadian tersebut. Teori ini menekankan pentingnya kongruensi atau kesesuaian antara tipe kepribadian dan kategori pekerjaan dalam menentukan kepuasan dan kesuksesan karier.
Baca juga  10 Fungsi Utama Manajemen Sumber Daya Manusia

Strategi Pengembangan Karier

Strategi pengembangan karier adalah cara-cara yang dapat dilakukan oleh individu atau organisasi untuk mengembangkan karier. Strategi pengembangan karier dapat bersifat formal atau informal. Strategi pengembangan karier formal adalah strategi yang direncanakan dan diselenggarakan oleh organisasi untuk membantu karyawan mengembangkan karier mereka. Beberapa contoh strategi pengembangan karier formal adalah sebagai berikut12:

  • Pelatihan: Pelatihan adalah proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap karyawan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaannya secara efektif dan efisien. Pelatihan dapat dilakukan secara internal (dalam organisasi) atau eksternal (di luar organisasi), serta secara on-the-job (di tempat kerja) atau off-the-job (di luar tempat kerja).
  • Bimbingan: Bimbingan adalah proses pemberian nasihat, arahan, atau bantuan oleh orang yang lebih berpengalaman atau berkompeten kepada karyawan yang membutuhkan dalam hal-hal yang berkaitan dengan karier. Bimbingan dapat dilakukan secara individual (satu-satu) atau kelompok (beberapa orang), serta secara formal (terstruktur) atau informal (tidak terstruktur).
  • Konseling: Konseling adalah proses pemberian bantuan psikologis oleh orang yang profesional atau terlatih kepada karyawan yang mengalami masalah atau kesulitan dalam karier. Konseling dapat dilakukan secara individual (satu-satu) atau kelompok (beberapa orang), serta secara formal (terstruktur) atau informal (tidak terstruktur).
  • Mentoring: Mentoring adalah proses pembinaan hubungan profesional antara mentor (orang yang lebih senior atau berpengalaman) dan mentee (orang yang lebih junior atau kurang berpengalaman) dalam rangka memfasilitasi pengembangan karier mentee. Mentoring dapat dilakukan secara individual (satu-satu) atau kelompok (beberapa orang), serta secara formal (terstruktur) atau informal (tidak terstruktur).
  • Coaching: Coaching adalah proses pemberian dukungan dan umpan balik oleh coach (orang yang ahli atau berkompeten) kepada coachee (orang yang ingin meningkatkan kinerja atau potensi) dalam rangka memfasilitasi pengembangan karier coachee. Coaching dapat dilakukan secara individual (satu-satu) atau kelompok (beberapa orang), serta secara formal (terstruktur) atau informal (tidak terstruktur).
Baca juga  Bagaimana Cara Meningkatkan Keterampilan Kepemimpinan dalam Tim?

Strategi pengembangan karier informal adalah strategi yang dilakukan oleh individu sendiri untuk mengembangkan karier mereka tanpa bantuan dari organisasi.

Beberapa contoh strategi pengembangan karier informal adalah sebagai berikut :

  • Membaca: Membaca adalah proses memperoleh informasi, pengetahuan, atau wawasan dari berbagai sumber bacaan, seperti buku, majalah, jurnal, artikel, blog, atau website. Membaca dapat membantu individu untuk meningkatkan keterampilan, kompetensi, dan pemahaman mereka tentang bidang pekerjaan atau karier yang diminati.
  • Menulis: Menulis adalah proses menyampaikan informasi, pengetahuan, atau wawasan melalui tulisan, seperti laporan, makalah, esai, buku, blog, atau website. Menulis dapat membantu individu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif mereka dalam bidang pekerjaan atau karier yang diminati.
  • Berdiskusi: Berdiskusi adalah proses berbagi informasi, pengetahuan, atau wawasan dengan orang lain melalui percakapan, dialog, debat, atau diskusi. Berdiskusi dapat membantu individu untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan bersikap terbuka mereka dalam bidang pekerjaan atau karier yang diminati.
  • Mengamati: Mengamati adalah proses memperhatikan informasi, pengetahuan, atau wawasan dari orang lain melalui pengamatan, pengalaman, atau contoh. Mengamati dapat membantu individu untuk meningkatkan kemampuan belajar, meniru, dan menyesuaikan diri mereka dalam bidang pekerjaan atau karier yang diminati.
  • Mengeksplorasi: Mengeksplorasi adalah proses mencari informasi, pengetahuan, atau wawasan dari lingkungan sekitar melalui eksplorasi, eksperimen, atau riset. Mengeksplorasi dapat membantu individu untuk meningkatkan kemampuan mengambil risiko, menghadapi tantangan, dan menciptakan peluang mereka dalam bidang pekerjaan atau karier yang diminati.

Kesimpulan

Dari artikel di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa pengembangan karier adalah proses peningkatan atau perbaikan kompetensi, kinerja, dan potensi seseorang dalam pekerjaannya, sesuai dengan tujuan dan rencana karir yang telah ditetapkan.

Pengembangan karier melibatkan berbagai aktivitas, seperti pembelajaran, pelatihan, bimbingan, konseling, mentoring, coaching, penilaian, promosi, mutasi, rotasi, dan pensiun. Pengembangan karier dapat dilakukan oleh individu sendiri (self-development) atau oleh organisasi (organizational development).

Baca juga  Apa Saja Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)?

Pengembangan karier juga memiliki beberapa tahapan yang harus dilalui oleh seseorang dalam mengembangkan karier. Tahapan pengembangan karier dapat bervariasi tergantung pada teori atau model yang digunakan. Beberapa teori atau model pengembangan karier yang populer adalah teori perkembangan karier Ginzberg.

Selain teori perkembangan karier Ginzberg, ada beberapa teori atau model pengembangan karier lain yang populer, yaitu:

  • Teori Perkembangan Karier Super: Teori ini mengusulkan bahwa pengembangan karier terdiri dari lima tahap utama, yaitu pertumbuhan (usia 4-13 tahun), eksplorasi (usia 14-24 tahun), penetapan (usia 25-44 tahun), pemeliharaan (usia 45-64 tahun), dan penurunan (usia 65 tahun ke atas). Setiap tahap memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikan oleh seseorang untuk mencapai kematangan karier.
  • Teori Pengambilan Keputusan Karir Krumboltz: Teori ini mengusulkan bahwa pengambilan keputusan karir dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu faktor genetik dan lingkungan spesial (seperti kemampuan dan minat), faktor belajar (seperti pengalaman dan umpan balik), faktor lingkungan kerja (seperti permintaan dan persaingan), dan faktor kontrol sikap (seperti keyakinan dan harapan). Teori ini menekankan pentingnya eksplorasi, eksperimen, dan evaluasi dalam pengembangan karier.
  • Teori Pilihan Karir Roe: Teori ini mengusulkan bahwa pilihan karier dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor genetik (seperti bakat dan kecerdasan) dan faktor lingkungan (seperti pengasuhan dan sosialisasi). Teori ini mengklasifikasikan pekerjaan menjadi enam kelompok utama, yaitu pekerjaan layanan, pekerjaan bisnis, pekerjaan teknologi, pekerjaan sains, pekerjaan seni, dan pekerjaan kesehatan. Teori ini juga mengklasifikasikan orang menjadi delapan tipe kepribadian, yaitu realis, investigatif, artistik, sosial, enterprising, konvensional, emosional, dan non-emosional.
  • Teori Holland: Teori ini mengusulkan bahwa pilihan karier dipengaruhi oleh tipe kepribadian seseorang. Teori ini mengklasifikasikan orang menjadi enam tipe kepribadian utama, yaitu realis, investigatif, artistik, sosial, enterprising, dan konvensional. Teori ini juga mengklasifikasikan pekerjaan menjadi enam kategori yang sesuai dengan tipe kepribadian tersebut. Teori ini menekankan pentingnya kongruensi atau kesesuaian antara tipe kepribadian dan kategori pekerjaan dalam menentukan kepuasan dan kesuksesan karier.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *