4 Langkah Menyusun Strategi Pengembangan Bisnis yang Efektif, Apa Saja?

laporan keuangan konsolidasian

Anda memiliki bisnis yang sudah berjalan cukup baik, tetapi Anda ingin membuatnya lebih besar dan lebih sukses. Anda ingin meningkatkan penjualan, profitabilitas, pangsa pasar, dan loyalitas pelanggan Anda. Anda ingin menghadapi persaingan yang semakin ketat dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungan bisnis Anda. Anda ingin melakukan pengembangan bisnis.

Pengembangan bisnis adalah proses mengidentifikasi peluang bisnis, merencanakan strategi, dan menerapkan solusi. Pengembangan bisnis bertujuan untuk membuat bisnis Anda menjadi lebih baik dari sebelumnya. Namun, bagaimana cara melakukan pengembangan bisnis yang efektif? Apa saja strategi yang bisa Anda gunakan?

Dalam artikel ini, kami akan membahas delapan strategi pengembangan bisnis yang efektif, serta bagaimana Anda bisa menerapkannya dalam bisnis Anda. Mari kita simak kisah berikut ini.

Daftar isi

Kisah Rizky, Seorang Pengusaha Muda yang Ingin Mengembangkan Bisnisnya

Rizky adalah seorang pengusaha muda yang memiliki usaha toko online. Dia menjual berbagai macam produk fashion, seperti pakaian, sepatu, tas, dan aksesoris. Dia memulai usahanya sejak SMA dengan modal dari tabungan sendiri. Dia memanfaatkan platform online yang menyediakan layanan jual beli, seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak.

Usaha Rizky cukup sukses dan mendapatkan banyak pelanggan. Namun, Rizky merasa bahwa usahanya masih bisa berkembang lebih jauh. Dia ingin menambah variasi produknya, meningkatkan kualitas produknya, dan menawarkan layanan yang lebih baik. Dia juga ingin membedakan dirinya dari pesaingnya yang semakin banyak.

Rizky sadar bahwa dia perlu melakukan pengembangan bisnis untuk mencapai tujuannya tersebut. Namun, dia tidak tahu harus mulai dari mana dan apa yang harus dia lakukan. Dia mencari informasi di internet tentang strategi pengembangan bisnis dan menemukan artikel ini. Dia membaca artikel ini dengan cermat dan mencoba menerapkan strategi-strategi yang disarankan.

4 Langkah Menyusun Strategi Pengembangan Bisnis yang Efektif

Dalam artikel ini, Rizky menemukan bahwa ada delapan strategi pengembangan bisnis yang efektif, yaitu:

1. Menentukan Tujuan dan Sasaran

Strategi pertama dalam pengembangan bisnis adalah menentukan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Tujuan adalah gambaran umum tentang apa yang ingin dicapai dalam jangka panjang. Sasaran adalah ukuran spesifik dan terukur tentang apa yang ingin dicapai dalam jangka pendek.

Contoh tujuan pengembangan bisnis adalah:

  • Meningkatkan penjualan
  • Meningkatkan profitabilitas
  • Meningkatkan pangsa pasar
  • Meningkatkan loyalitas pelanggan

Contoh sasaran pengembangan bisnis adalah:

  • Menjual 1000 produk per bulan
  • Mendapatkan keuntungan 20% per produk
  • Menjangkau 10% pasar potensial
  • Mendapatkan ulasan positif dari 80% pelanggan

Tujuan dan sasaran harus sesuai dengan visi, misi, dan nilai bisnis Anda. Tujuan dan sasaran juga harus SMART (Spesifik, Terukur, Dapat Dicapai, Relevan, dan Berbatas Waktu).

Baca juga  Critical Thinking adalah: Definisi, Langkah dan Ide & Alat untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Rizky menentukan tujuan dan sasaran pengembangan bisnisnya sebagai berikut:

  • Tujuan: Menambah variasi produk, meningkatkan kualitas produk, dan meningkatkan layanan pelanggan
  • Sasaran: Menjual 20 jenis produk baru per bulan, mendapatkan sertifikat kesehatan dan keamanan produk dalam tiga bulan, dan mendapatkan rating bintang lima dari 90% pelanggan dalam enam bulan

2. Melakukan Analisis Situasi

Strategi kedua dalam pengembangan bisnis adalah melakukan analisis situasi. Analisis situasi adalah proses mengumpulkan dan menganalisis data tentang kondisi internal dan eksternal bisnis Anda. Data ini dapat berupa fakta, angka, tren, peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan.

Analisis situasi dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa alat atau metode, seperti:

  • Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)
  • Analisis PESTEL (Political, Economic, Social, Technological, Environmental, Legal)
  • Analisis Porter’s Five Forces (Threat of New Entrants, Threat of Substitutes, Bargaining Power of Buyers, Bargaining Power of Suppliers, Competitive Rivalry)
  • Analisis Customer Segmentation (Demographic, Geographic, Psychographic, Behavioral)

Analisis situasi bertujuan untuk membantu Anda mengidentifikasi peluang dan ancaman yang ada di lingkungan bisnis Anda, serta kekuatan dan kelemahan yang ada di dalam bisnis Anda. Dengan demikian, Anda dapat menentukan strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan dan sasaran Anda.

Rizky melakukan analisis situasi dengan menggunakan analisis SWOT dan analisis customer segmentation. Berikut adalah hasil analisisnya:

  • Kekuatan: Produk fashion yang trendi dan berkualitas, harga terjangkau, pelayanan cepat dan ramah, promosi efektif melalui platform online
  • Kelemahan: Variasi produk yang terbatas, ketergantungan pada pemasok produk, layanan pelanggan yang kurang responsif
  • Peluang: Permintaan akan produk fashion meningkat, kesadaran akan gaya berpakaian meningkat, adanya komunitas pecinta fashion online
  • Ancaman: Persaingan ketat dengan toko online serupa, perubahan selera konsumen, peraturan pemerintah yang ketat
  • Segmentasi demografis: Pria dan wanita usia 15-35 tahun, berpendidikan menengah ke atas, berpenghasilan menengah ke atas
  • Segmentasi geografis: Seluruh Indonesia
  • Segmentasi psikografis: Peduli dengan penampilan dan gaya hidup, menyukai produk fashion yang trendi dan berkualitas
  • Segmentasi perilaku: Membeli produk secara online melalui platform online yang dipilih

3. Merumuskan Strategi

Strategi ketiga dalam pengembangan bisnis adalah merumuskan strategi. Strategi adalah rencana aksi yang dirancang untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Strategi harus berdasarkan hasil analisis situasi yang telah dilakukan.

Strategi pengembangan bisnis dapat berupa:

  • Strategi penetrasi pasar: Meningkatkan penjualan produk atau layanan yang ada di pasar yang ada
  • Strategi pengembangan produk: Menciptakan produk atau layanan baru untuk pasar yang ada
  • Strategi pengembangan pasar: Memasuki pasar baru dengan produk atau layanan yang ada
  • Strategi diversifikasi: Memasuki pasar baru dengan produk atau layanan baru
Baca juga  Inilah 5 Manfaat Penting dari Pengembangan Bisnis Berkelanjutan

Strategi pengembangan bisnis harus SMART (Spesifik, Terukur, Dapat Dicapai, Relevan, dan Berbatas Waktu). Strategi juga harus disesuaikan dengan sumber daya dan kemampuan bisnis Anda.

Rizky merumuskan strategi pengembangan bisnisnya sebagai berikut:

  • Strategi penetrasi pasar: Meningkatkan penjualan produk fashion di seluruh Indonesia dengan meningkatkan frekuensi promosi di platform online, memberikan diskon dan bonus untuk pembelian tertentu, dan membuat program loyalitas pelanggan
  • Strategi pengembangan produk: Menciptakan produk fashion baru yang sesuai dengan selera konsumen di seluruh Indonesia dengan melakukan survei kepuasan pelanggan, melakukan riset pasar tentang tren fashion terbaru, dan melakukan uji coba produk baru
  • Strategi pengembangan pasar: Memasuki pasar baru di negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, atau Thailand dengan produk fashion yang ada dengan membuat website resmi, dengan membuat website resmi, membuka cabang atau agen di negara-negara target, dan melakukan kerjasama dengan platform online yang menyediakan layanan jual beli internasional
  • Strategi diversifikasi: Memasuki pasar baru di bidang kecantikan, seperti kosmetik, perawatan kulit, atau parfum dengan produk baru yang berkualitas dan halal dengan melakukan riset dan pengembangan produk, mendapatkan sertifikat kesehatan dan keamanan produk, dan melakukan promosi melalui influencer atau selebriti

4. Melaksanakan dan Mengevaluasi Solusi

Strategi keempat dalam pengembangan bisnis adalah melaksanakan dan mengevaluasi solusi. Solusi adalah hasil dari penerapan strategi yang telah dirumuskan. Solusi harus diimplementasikan dengan baik dan diukur kinerjanya.

Implementasi solusi dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa alat atau metode, seperti:

  • Rencana kerja: Dokumen yang menjelaskan langkah-langkah, tanggung jawab, waktu, dan anggaran untuk melaksanakan solusi
  • Tim kerja: Kelompok orang yang bertugas untuk melaksanakan solusi
  • Sistem informasi: Alat teknologi yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan solusi
  • Komunikasi: Proses menyampaikan informasi tentang solusi kepada pihak-pihak terkait

Evaluasi solusi dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa alat atau metode, seperti:

  • Indikator kinerja: Ukuran yang digunakan untuk mengukur hasil dari solusi
  • Laporan kinerja: Dokumen yang menyajikan data dan analisis tentang hasil dari solusi
  • Umpan balik: Tanggapan dari pihak-pihak terkait tentang hasil dari solusi
  • Tindak lanjut: Langkah-langkah yang dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dari solusi

Implementasi dan evaluasi solusi bertujuan untuk memastikan bahwa solusi dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Implementasi dan evaluasi solusi juga dapat memberikan informasi untuk melakukan perbaikan atau penyesuaian jika diperlukan.

Baca juga  Apa saja fungsi bisnis ritel? Menyingkap Pesona Bisnis Ritel yang Menyentuh Hati Konsumen

Rizky melaksanakan dan mengevaluasi solusi dengan menggunakan beberapa alat atau metode, seperti:

  • Rencana kerja: Dia membuat rencana kerja untuk setiap strategi yang ia pilih, termasuk langkah-langkah, tanggung jawab, waktu, dan anggaran yang dibutuhkan
  • Tim kerja: Dia membentuk tim kerja untuk setiap strategi yang ia pilih, termasuk menentukan peran, tugas, dan wewenang masing-masing anggota tim
  • Sistem informasi: Dia menggunakan sistem informasi untuk mendukung pelaksanaan solusi, seperti software untuk mengelola pesanan, inventaris, dan keuangan, serta hardware untuk mendukung produksi, pengiriman, dan pelayanan
  • Komunikasi: Dia melakukan komunikasi yang efektif tentang solusi kepada pihak-pihak terkait, seperti karyawan, pelanggan, mitra, investor, media, dan pemerintah
  • Indikator kinerja: Dia menetapkan indikator kinerja untuk setiap strategi yang ia pilih, termasuk penjualan, keuntungan, pangsa pasar, loyalitas pelanggan, dan reputasi bisnis
  • Laporan kinerja: Dia membuat laporan kinerja untuk setiap strategi yang ia pilih, termasuk menyajikan data dan analisis tentang hasil dari solusi
  • Umpan balik: Dia meminta umpan balik dari pihak-pihak terkait tentang hasil dari solusi, termasuk melakukan survei kepuasan pelanggan, wawancara dengan mitra atau investor, atau observasi dengan media atau pemerintah
  • Tindak lanjut: Dia melakukan tindak lanjut untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dari solusi, termasuk melakukan perbaikan produk atau layanan, penyesuaian harga atau promosi, atau perubahan strategi

Kesimpulan

Dari artikel ini, kita dapat menyimpulkan bahwa:

  • Pengembangan bisnis adalah proses mengidentifikasi peluang bisnis, merencanakan strategi, dan menerapkan solusi
  • Pengembangan bisnis memiliki empat strategi utama, yaitu menentukan tujuan dan sasaran, melakukan analisis situasi, merumuskan strategi, dan melaksanakan dan mengevaluasi solusi
  • Pengembangan bisnis dapat membantu kita dalam meningkatkan penjualan, profitabilitas, pangsa pasar, dan loyalitas pelanggan kita
  • Pengembangan bisnis dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa alat atau metode, seperti analisis SWOT, analisis PESTEL, analisis Porter’s Five Forces, analisis customer segmentation, rencana kerja, tim kerja, sistem informasi, komunikasi, indikator kinerja, laporan kinerja, umpan balik, dan tindak lanjut

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi Anda yang ingin mengembangkan bisnis Anda. Selamat mencoba!

Iklan

Melalui buku ini, Anda akan belajar bagaimana Membangun kekayaan Melalui Investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *