Pengertian Produk Domestik Bruto, Fungsi, Jenis, Rumus Pendekatan dan Pentingkah Untuk Diketahui Ekonom & Investor?

Apa ITU PDB dan Mengapa hal ini sangat penting bagi Ekonom dan Investor? Pengertian produk domestik bruto (PDB) adalah salah satu indikator paling umum yang digunakan untuk melacak kesehatan perekonomian suatu negara. Perhitungan PDB suatu negara mempertimbangkan sejumlah faktor berbeda tentang ekonomi negara itu, termasuk konsumsi dan investasinya.

Produk domestik bruto (PDB) merupakan nilai total moneter atau pasar dari semua barang jadi dan jasa yang diproduksi dalam perbatasan negara dalam periode waktu tertentu. Sebagai ukuran luas dari keseluruhan produksi domestik, ia berfungsi sebagai kartu skor komprehensif dari kesehatan ekonomi negara tertentu.

PDB mungkin merupakan salah satu indikator ekonomi yang paling diawasi ketat dan penting bagi ekonom dan investor karena merupakan representasi dari nilai total dolar dari semua barang dan jasa yang dihasilkan oleh ekonomi selama periode waktu tertentu.

Sebagai pengukuran, sering digambarkan sebagai perhitungan ukuran total ekonomi. PDB juga merupakan faktor kunci dalam menggunakan aturan Taylor, yang merupakan metode utama yang digunakan oleh bankir sentral untuk mengevaluasi kesehatan ekonomi dan menetapkan suku bunga target dalam ekonomi.

Meskipun PDB biasanya dihitung setiap tahun, kadang-kadang dihitung setiap triwulan juga. Di AS, misalnya, pemerintah merilis perkiraan PDB tahunan untuk setiap kuartal fiskal dan juga untuk tahun kalender.

Kumpulan data individu yang termasuk dalam laporan ini diberikan secara riil, sehingga data disesuaikan untuk perubahan harga dan, oleh karena itu, bersih dari inflasi. Di AS, Biro Analisis Ekonomi (BEA) menghitung PDB menggunakan data yang dipastikan melalui survei pengecer, produsen, dan pembangun, dan dengan melihat arus perdagangan.

PDB adalah nilai moneter dari semua barang dan jasa jadi yang diproduksi dalam perbatasan negara dalam periode waktu tertentu dan mencakup apa pun yang diproduksi dalam perbatasannya oleh warga negara dan orang asing. Hal ini terutama digunakan untuk menilai kesehatan ekonomi suatu negara.

Menurut Dana Moneter Internasional, pada tahun 2019, Amerika Serikat adalah ekonomi terbesar di dunia, diikuti oleh Cina dan Jepang.

PDB suatu negara dihitung dengan menambahkan angka-angka berikut bersama-sama: konsumsi pribadi; investasi swasta; pengeluaran pemerintah; dan ekspor (lebih sedikit impor).

Angka tersebut umumnya dinyatakan sebagai jumlah dolar dan tingkat pertumbuhannya sebagai persentase perubahan dari satu periode ke periode berikutnya (di mana periode waktu biasanya triwulanan atau tahunan).

Baca juga: Produk Domestik Bruto.

Angka tersebut dilaporkan di Amerika Serikat secara triwulanan oleh Biro Analisis Ekonomi. Sementara tingkat pertumbuhan triwulanan adalah ukuran berkala tentang bagaimana ekonomi bernasib, angka PDB tahunan sering dianggap sebagai tolok ukur untuk ukuran keseluruhan ekonomi.

Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB) Menurut Para Ahli

Diatas kita sudah menjelaskan definisi umum terkati PDB, untuk memperkaya wawasan kita tentang PDB, berikut ini kami cantumkan pendapat beberapa ahli/ekonomi tentang PDB, simak selengkapnya:

Baca juga  Kebijakan Moneter: Definisi, Fungsi, Tujuan, Indikator, Jenis, Peran dan Contoh Instrumen Kebijakan Moneter

1.Prasetyo (2011:28)

Menurut pendapat Prasetyo (2011:28), Pengertian PDB merupakan seluruh barang serta jasa yang dihasilkan/diproduksi oleh seluruh warga masyarakat pada suatu wilayah negara yang bersangkutan (termasuk produksi warga negara asing di negara tersebut) di dalam periode tertentu biasanya dalam satu tahun.

2.Sadono (2010:34)

Menurut pendapat Sadono (2010:34), Pengertian PDB ini merupakan nilai keseluruhan semua barang serta jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). Produk Domestik Bruto ini menghitung hasil produksi suatu perekonomian tanpa memperhatikan siapa pemilik faktor produksi tersebut.

3.Herlambang dkk (2001:22)

Menurut pendapat Herlambang dkk (2001:22), pengertian Produk Domestik Bruto/ PDB merupakan total pendapatan yang dihasilkan didalam suatu negara, termasuk juga pendapatan orang asing yang bekerja di dalam suatu negara. PDB mengukur nilai barang serta juga jasa yang di produksi di suatu wilayah negara (domestik) tanpa membedakan kewarganegaraan pada periode tertentu.

4.Mankiw (2007:17)

Menurut pendapat Mankiw (2007:17), Pengertian produk domestik bruto (PDB) merupakan jumlah produk barang serta jasa yang dihasilkan suatu negara dalam satu tahun. Produk Domestik Bruto ini mengukur nilai total barang serta jasa suatu negara tanpa membedakan kewarganegaraan.

5.McEachern (2000:146)

Menurut pendapat McEachern (2000:146), Pengertian Produk Domestik Bruto atau PDB ini ialah jumlah nilai pasar dari barang danjuga jasa akhir yang diproduksi oleh sumber daya yang berada di dalam suatu negara itu selama jangka waktu tertentu, biasanya itu satu tahun. Produk Domestik Bruto (PDB) inijuga dapat digunakan untuk mempelajari perekonomian dari waktu ke waktu.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi.

 

Fungsi Produk Domestik Bruto

Berdasarkan definisi PDB yang telah diuraikan di atas, Produk Domestik Bruto (PDB) dapat berfungsi sebagai indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara. Adapun penjelasan fungsi PDB ini diantaranya sebagai berikut:

  • Produk Domestik Bruto (PDB) dihitung dengan berdasarkan total nilai tambah (value added) yang dihasilkan seluruh kegiatan atau aktivitas produksi. Dalam hal ini, pertumbuhan PDB ini menunjukkan adanya peningkatan balas jasa terhadap faktor produksi.
  • Produk Domestik Bruto (PDB) dihitung dengan konsep siklus aliran (circulair flow concept). Maksudnya ialah , perhitungan PDB ini mencakup jumlah nilai produk yang dihasilkan di dalam periode tertentu (umumnya satu tahun) serta tidak mencakup perhitungan pada periode sebelumnya. Dengan menggunakan konsep aliran di dalam perhitungan PDB ini maka kita bisamembandingkan jumlah output pada 1 (satu) periode dengan periode sebelumnya.
  • Batas wilayah perhitungan PDB ialah satu Negara (perekonomian domestik). Hal tersebut memungkinkan untuk mengukur efektivitas pada suatu kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah dalam upaya mendorong keigiatan/aktivitas perekonomian domestik.

 

Jenis-Jenis PDB

Menurut McEachern (2000:146), terdapat dua jenis Produk Domestik Bruto (PDB), diantaranya sebagai berikut :

1.PDB Riil/ Harga Tetap, adalah total nilai harga barang daserta n jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu (umumnya itu satu tahun) serta dinilai dengan berdasarkan harga yang berlaku dalam kurun waktu tertentu.

2.PDB Nominal/ Harga Berlaku, adalah total nilai harga barang serta jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam kurun waktu tertentu serta dinilai dengan menurut harga yang berlaku pada saat dilakukan penilaian.

Baca juga  Pengertian Pendapatan Nasional: Definisi, Konsep, Manfaat dan Perhitungan

 

Pendekatan Perhitungan PDB

Menurut Fair dan Case (2008: 35), pendekatan perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB) ini dapat dilakukan dengan beberapa cara. Mengacu pada pengertian PDB, dibawah ini merupakan tiga cara pendekatan perhitungan Produk Domestik Bruto, diantaranya ialah sebagai berikut :

1.Pendekatan Pendapatan

Pendekatan pendapatan ini merupakan suatu metode atau cara menghitung PDB dengan menghitung pendapatan seperti upah, sewa, bunga, serta laba yang diterima oleh tiap-tiap faktor produksi dalam menghasilkan barang akhir.

Rumus:

PDB = pendapatan nasional + depresiasi + (pajak tidak langsung – subsidi) + pembayaran faktor netto kepada luar negeri

Komponen pendekatan pendapatan;

Pendapatan nasional ini merupakan total pendapatan yang diterima oleh faktor produksi di dalam suatu negara.

Pendapatan nasional melingkupi keuntungan perusahaan, kompensasi pegawai, bunga bersih, serta juga pendapatan sewa.

Depresiasi atau penyusutan dari modal aktiva, disebut sebagai penurunan nilai.

Pajak tidak langsung, misalnya ialah seperti pajak penjualan, bea cukai, biaya lisensi. Subsidi ini merupakan pembayaran oleh pemerintah tanpa memperoleh imbalan barang atau jasa.

Pembayaran faktor netto untuk luar negeri ini merupakan sebuah pembayaran pendapatan atas faktor produksi untuk luar negeri dikurangi dengan penerimaan pendapatan faktor dari luar negeri.

2.Pendekatan Pengeluaran

Pendekatan Pengeluaran ini merupakan cara menghitung PDB dengan mengukur jumlah pengeluaran atas seluruh barang akhir pada kurun waktu tertentu (umumnya satu tahun).

Rumus;

PDB = Konsumsi + Investasi + (Konsumsi serta investasi pemerintah) + (Ekspor – Impor)

Komponen pendekatan pengeluaran;

Konsumsi pada PDB ini merupakan konsumsi dari rumah tangga atau pribadi, yakni jasa, barang tahan lama, barang tidak tahan lama.

Investasi dari rumah tangga atau perusahaan untuk modal baru, misalnya ialah seperti pabrik, persediaan, peralatan, serta lainnya.

Konsumsi serta investasi pemerintah ini melingkupi pemerintah federal, negara bagian, pemerintah lokal, untuk membeli jasa serta barang-barang akhir.

Ekspor Netto ini merupakan selisih antara ekspor serta impor. Komponen ini ditambahkan karena PDB hanya menghitung barang serta jasa domestik.

3.Pendekatan Produksi

Pendekatan produksi ini merupakan cara menghitung PDB suatu negara dengan mengukur nilai produksi yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi pada suatu negara, baik itu warga negara sendiri atau juga milik warga asing.

Rumus;

PDB = Sewa + Upah + Bunga + Laba

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Pengertian PDB (Produk Domestik Bruto), Fungsi, Jenis, Cara  Menghitungnya, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.

Baca: Cara menghitung pendapatan perkapita.

PDB Nominal vs PDB Riil

PDB dapat diekspresikan dengan dua cara berbeda PDB nominal dan PDB riil. PDB nominal memperhitungkan harga pasar saat ini tanpa memperhitungkan inflasi atau deflasi. PDB nominal melihat pergerakan harga alami dan melacak kenaikan bertahap nilai ekonomi dari waktu ke waktu.

Sebaliknya, faktor PDB riil dalam inflasi. artinya menyumbang kenaikan keseluruhan tingkat harga. Para ekonom umumnya lebih suka menggunakan PDB riil sebagai cara untuk membandingkan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara.

PDB riil adalah bagaimana para ekonom dapat mengetahui apakah ada pertumbuhan nyata antara satu tahun dan berikutnya. Ini dihitung menggunakan harga barang dan jasa dari tahun dasar, daripada harga saat ini, untuk menyesuaikan perubahan harga.

Dengan membandingkan PDB riil yang dihasilkan dengan PDB nominal, ekonomi dapat menghitung deflasi harga PDB, yang dapat berfungsi sebagai ukuran inflasi dalam perekonomian.

Baca juga  Contoh Ekonomi Makro Dalam Sebuah Negara

 

Mengukur PDB

Ada tiga cara utama menghitung PDB: pertama, dengan menambahkan apa yang diperoleh semua orang dalam setahun (dikenal sebagai pendekatan pendapatan) atau dengan menambahkan apa yang dihabiskan semua orang dalam setahun (metode pengeluaran).

Secara logika, kedua tindakan harus tiba dengan total yang kira-kira sama.

Pendekatan pendapatan, yang kadang-kadang disebut sebagai PDB (I), dihitung dengan menambahkan kompensasi total kepada karyawan, laba kotor untuk perusahaan yang tergabung dan tidak berbadan hukum, dan pajak kurang dari subsidi apa pun.

Metode pengeluaran adalah pendekatan yang lebih umum dan dihitung dengan menambahkan konsumsi dan investasi swasta, pengeluaran pemerintah, dan ekspor bersih.

Akhirnya, PDB dapat diukur berdasarkan nilai barang atau jasa yang diproduksi dalam ekonomi selama setahun (pendekatan produksi atau output). Karena output ekonomi membutuhkan pengeluaran dan, pada gilirannya, dikonsumsi, ketiga metode ini untuk komputasi PDB semuanya tiba pada nilai yang sama.

Secara umum, persamaan yang disederhanakan berikut sering digunakan untuk menghitung PDB suatu negara melalui pendekatan pengeluaran:

GDP=C+G+I+NX

mana:

C=Konsumsi

G=Pengeluaran pemerintah

I=Investasi

NX=Eksporbersih

Seberapa Penting PDB bagi Ekonom dan Investor?

PDB merupakan pengukuran penting bagi para ekonom dan investor karena merupakan representasi dari produksi dan pertumbuhan ekonomi. Baik produksi dan pertumbuhan ekonomi berdampak besar pada hampir semua orang dalam ekonomi tertentu.

Ketika ekonomi sehat, biasanya ada tingkat pengangguran yang lebih rendah, dan upah cenderung meningkat karena bisnis mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja untuk memenuhi permintaan ekonomi yang meningkat.

Para ekonom melihat pertumbuhan PDB yang positif antara periode waktu yang berbeda (biasanya dari tahun ke tahun) untuk membuat penilaian tentang seberapa banyak ekonomi berkembang. Sebaliknya, jika ada pertumbuhan PDB negatif, itu mungkin menjadi indikator bahwa ekonomi berada dalam atau mendekati resesi atau kemerosotan ekonomi.

Investor memperhatikan PDB karena perubahan persentase yang signifikan dalam PDB–baik naik atau turun dapat memberikan dampak signifikan pada pasar saham. Secara umum, ekonomi yang buruk biasanya berarti penghasilan yang lebih rendah bagi perusahaan. Dan ini dapat diterjemahkan menjadi harga saham yang lebih rendah.

Investor dapat memperhatikan pertumbuhan PDB yang positif dan negatif ketika mereka menyusun strategi investasi.

Namun, penting untuk dicatat bahwa karena PDB adalah pengukuran ekonomi pada kuartal atau tahun sebelumnya, lebih baik digunakan untuk membantu menjelaskan bagaimana pertumbuhan ekonomi dan produksi telah berdampak pada saham Anda dan investasi Anda di masa lalu.

Ini tidak dianggap sebagai prediktor yang membantu tentang bagaimana pasar akan bergerak di masa depan.

Kesimpulan

Dalam satuan angka, PDB suatu negara mampu menyampaikan berbagai informasi yang sangat terbatas tentang perekonomian negara itu. Meskipun demikian, tetap menjadi titik data yang membantu dan berguna bagi para ekonom dan investor.

Demikianlah ulasan singkat tentang PDB, lengkap dengan jenis, fungsi dan pendekatan yang digunakan untuk menghitungnya. Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat dan sampai jumpa pada pembahasan selanjutnya.

 

Source:

  1. BAB II.pdf (uinbanten.ac.id)
  2. Pengertian Produk Domestik Bruto : Fungsi, Jenis, Rumus & Contoh (sarjanaekonomi.co.id)
  3. Badan Pusat Statistik (bps.go.id)

Tinggalkan Jejak