Jelaskan Pengertian Supply Chain Management Menurut Para Ahli!

pengertian supply chain menurut para ahli

Jelaskan Pengertian Supply Chain Management menurut para ahli dan jelaskan berdasarkan pemahaman yang kamu ketahui? Manajemen rantai pasokan atau Supply Chain Management merupakan manajemen aliran barang dan jasa dan mencakup semua proses yang mengubah bahan mentah menjadi produk jadi.

Jadi sebenarnya proses scm melibatkan perampingan aktif dari kegiatan sisi penawaran bisnis dalam memaksimalkan nilai pelanggan dan mendapatkan keunggulan kompetitif dalam persaingan pasar.

SCM merupakan upaya pemasok untuk mengembangkan dan menerapkan rantai pasokan yang seefisien dan seekonomis mungkin. Rantai pasokan mencakup segala hal, mulai dari produksi dan pengembangan produk hingga sistem informasi yang diperlukan guna mengarahkan usaha dalam perusahaan.

Artikel lain: Penjelasan tentang Hukum Permintaan dan Penawaran.

Sampai disini, apakah kamu sudah memiliki gambaran tentang SCM?

Jika begitu, mari kita lanjutkan pembahasan, yaitu pengertian menurut pendapat ahli.

Pengertian Supply Chain Management Menurut Para Ahli

Sejumlah ahli ilmu manajemen mendefinisi manajemen rantai pasokan atau Supply Chain Management (SCM). Mereka mengemukakan pendapat yang berbeda dari masa ke masa, akan tetapi memiliki kemiripan yaitu ada proses produksi hingga distribusi produk hingga ke tangan konsumen. Berikut penjelasan lengkap tentang pendapat ahli.

James A. dan Mona J. Fitzsimmons

Menurut James A &Mona J. Fitzsimmons, pengertian Supply Chain Management adalah sebuah sistem pendekatan total untuk dapat mengantarkan produk ke konsumen akhir dengan menggunakan teknologi informasi di dalam mengkoordinasikan seluruh elemen supply chain dari mulai pemasok ke pengecer.

Chase, Aquilano, dan Jacobs

Menurut Chase, Aquilano, dan Jacob, pengertian SCM adalah sebuah sistem untuk dapat menerapkan pendekatan secara total didalam mengelola seluruh aliran informasi, bahan, serta juga jasa dari bahan baku dengan melalui pabrik serta gudang hingga ke konsumen akhir.

Russell dan Taylor

Menurut Russell dan Taylor, pengertian SCM adalah sebuah proses mengelola arus informasi, produk serta pelayanan di seluruh jaringan baik pelanggan, perusahaan hingga pemasok.

Stevenson

Menurut Stevenson, definisi SCM adalah suatu koordinasi strategis dari rantai pasokan dengan tujuan untuk dapat mengintegrasikan manajemen penawaran serta permintaan.

Robert J. Vokurka, Gail M. Zank, dan Carl M. Lund III

Menurut Robert, Gail, dan Lund pengertian SCM adalah seluruh kegiatan atau aktivitas yang terlibat didalam menghantarkan produk dari bahan baku dengan melalui pelanggan termasuk sumber bahan baku serta suku cadang, manufaktur dan juga perakitan, pergudangan serta pelacakan inventaris, pesanan yang masuk dan juga manajemen pesanan, distribusi di seluruh saluran, pengiriman ke pelanggan, dan juga sistem informasi yang diperlukan untuk memantau seluruh kegiatan.

Baca juga  Pengertian Masalah Ekonomi Mikro Dalam Perekonomian

Simchi-Levi, David, Philip Kaminsky, dan Edith

Pengertian manajemen rantai pasokan atau Supply chain Management adalah suatu rangkaian pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan pemasok, produsen, gudang serta juga toko dengan secara efektif supaya persediaan barang itu dapat diproduksi serta juga didistribusi pada jumlah yang tepat, ke lokasi yang tepat, dan pada waktu yang tepat sehingga biaya keseluruhan sistem itu dapat diminimalisir selagi berusaha dapat memuaskan kebutuhan serta layanan.

Heizer dan Rander

Menurut Heizer dan Rander, Supply Chain Management adalah suatu kegiatan pengelolaan berbagai kegiatan atau aktivitas dalam rangka mendapatkan bahan mentah menjadi barang setengah jadi serta juga barang jadi, setelah itu mengirimkan produk tersebut ke konsumen dengan melalui sistem distribusi.

Levi, et.al (2000)

Levi, et.al (2000) mendefinisikan Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan) sebagai suatu pendekatan yang digunakan untuk mencapai pengintegrasian yang efisien dari supplier, manufacturer, distributor, retailer, dan customer. Artinya barang diproduksi dalam jumlah yang tepat, pada saat yang tepat, dan pada tempat yang tepat dengan tujuan mencapai suatu biaya dari sistem secara keseluruhan yang minimum dan juga mencapai service level yang diinginkan.

Pires, et.al. (2001)

Pires, et.al. (2001) mengartikan Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan) sebagai sebuah jaringan supplier, manufaktur, perakitan, distribusi, dan fasilitas logistik yang membentuk fungsi pembelian dari material, transformasi material menjadi barang setengah jadi maupun produk jadi, dan proses distribusi dari produk-produk tersebut ke konsumen.

Chow et.al. (2006)

Chow et.al. (2006) mengartikan Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan) sebagai pendekatan yang holistik dan strategis dalam hal permintaan, operasional, pembelian, dan manajemen proses logistik.

Kalakota, 2000, h 197

Manajemen Rantai Suplai (Supply chain management) adalah sebuah ‘proses payung’ di mana produk diciptakan dan disampaikan kepada konsumen dari sudut struktural. Sebuah supply chain (rantai suplai) merujuk kepada jaringan yang rumit dari hubungan yang mempertahankan organisasi dengan rekan bisnisnya untuk mendapatkan sumber produksi dalam menyampaikan kepada konsumen.

Hanfield (2002:8)

SCM merupakan integrasi dan organisasi pengelolaan rantai suplai dan kegiatan melalui hubungan organisasi koperasi, proses bisnis yang efektif, dan tingkat tinggi berbagi informasi untuk menciptakan sistem nilai berkinerja tinggi yang memberikan organisasi anggota keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Nah, berdasarkan 12 pengertian supply chain management menurut para ahli, dapat kita simpulkan bahwa SCM merupakan integrasi pengelolaan rantai supply dengan pendekatan yang holistic dan strategis dalam hal permintaan, operasional, pembelian, dan manajemen proses logistic sehingga memberikan keunggulan kompetitip yang berkelanjutan.

 

Strategi Supply Chain Management

pengertian supply chain menurut para ahli

Jay Heizer dan Barry Render sudah mengemukakan sejumlah strategi guna menghadapi tantangan dan permasalahan SCM, di dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Operasi”, berikut strateginya:

Bernegosiasi dengan Banyak Pemasok

Strategi pertama adalah bernegosiasi dengan banyak pemasok. Kita dapat mencari banyak pemasok dan memilih diantara mereka yang memiliki penawaran paling menarik bagi perusahaan. Umumnya perusahaan menjatuhkan pilihan bagi pemasok yang memberikan penawaran rendah, tetapi sebaiknya jangan hanya memilih satu pemasok, pilihlah beberapa pemasok agar jika suatu hari terjadi masalah kepada salah satu pemasok, rantai pasokan perusahaan tidak terputus dan tetap dapat melanjutkan kegiatan perusahaan.

Mengembangkan Hubungan Kemitraan

Strategi kedua adalah mengembangkan hubungan kemitraan jangka panjang dengan sedikit pemasok untuk memuaskan hubungan pelanggan. Para pemasok yang telah lama menjalin hubungan dengan perusahaan mungkin dapat lebih memahami tujuan dari perusahaan dan biasanya lebih berkomitmen untuk berpartisipasi dalam sistem just in time, dimana perusahaan tidak lagi mempunyai gudang untuk persediaan mereka karena pemasok akan mengirim persediaan tepat saat perusahaan membutuhkannya.

Baca juga  Penjelasan Hukum Permintaan dan Penawaran Berserta Contohnya

Hal ini tidak mudah dilakukan, karena itu perusahaan biasanya hanya mau menerapkan sistem ini pada para pemasok yang telah mereka percayai. Jika dibandingkan, perusahaan yang menggunakan pemasok yang sedikit dapat menekan biaya menjadi lebih rendah daripada perusahaan yang mempunyai banyak pemasok, karena pasti akumulasi biaya kirim dari pemasok yang berbeda-beda akan lebih besar. Intinya, kita boleh saja memilih beberapa pemasok tetapi jangan terlalu banyak memilih pemasok karena hanya akan menimbulkan biaya yang lebih besar.

Integrasi Vertikal

Strategi ketiga adalah integrasi vertikal, artinya perusahaan berusaha mengembangkan kemampuan untuk memproduksi barang atau jasa yang sebelumnya diperoleh dari pemasok. Ada dua macam integrasi, yaitu integrasi maju dan integrasi mundur. Integrasi mundur menyarankan perusahaan untuk membeli pemasoknya, sehingga mereka dapat membuat barang sesuai keinginan mereka.

Integrasi maju menyarankan produsen komponen untuk membuat produk jadi. Tetapi integrasi mundur bisa menjadi berbahaya bagi perusahaan yang sedang mengalami perubahan teknologi, karena jika salah menginvestasikan uang yang mereka miliki maka mereka akan kesusahan dalam menghadapi gelombang teknologi yang berikutnya.

Jaringan Keiretsu

Strategi keempat adalah jaringan keiretsu, yaitu kombinasi dari sedikit pemasok dengan integrasi vertikal. Dengan strategi ini pemasok akan menjadi bagian dari perusahaan dan yang pasti akan terjadi hubungan kerja sama jangka panjang antar keduanya. Diharapakan dari strategi ini, mutu dari produk yang dihasilkan akan tetap terjaga.

Virtual Company

Strategi terakhir atau kelima adalah mengembangkan perusahaan maya (virtual company) yang menggunakan para pemasok sesuai kebutuhan. Strategi ini mengandalkan berbagai jenis hubungan pemasok untuk menyediakan jasa atas permintaan yang diinginkan. Perusahaan maya memiliki batasan organisasi yang berubah dan bergerak yang membuat mereka mampu untuk memenuhi permintaan pasar yang berubah-ubah.

Para pemasok dapat menyediakan berbagai jasa, seperti pembayaran upah, perekrutan karyawan, dan lainnya. Jika perusahaan menggabungkan keunggulan dari perusahaan maya, manajemen perusahaan yang bagus, biaya yang rendah, maka perusahaan akan mendapatkan efisiensi.

Penerapan Supply Chain Management pada perusahaan yang memiliki komitmen, visi, misi dan pilihan strategi yang baik akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada perusahaan lain.

 

Komponen Supply Chain Management

Pemahaman tentang SCM mengacu pada definisi dari pendapat ahli, saat ini kita akan mengulik apa saja komponan utama dalam SCM yang wajib kita pahami. Mau tau lebih lanjut, baca penjelasan berikut.

1.Upstream Supply Chain

Upstream supply chain manajemen mengurus hubungan antara perusahaan dengan vendor atau pihak lain dalam hal transfer barang. Jadi barang-barang yang diproduksi oleh perusahaan tidak langsung sampai ke tangan konsumen tapi disalurkan ke perusahaan penyalur lainnya.

Misalnya sebuah perusahaan yang memproduksi smartphone. Produk smartphone ini tidak serta-merta sampai ke tangan konsumen langsung, tapi pihak manufacturer akan mengirimkan produknya ke suplier.

2.Downstream Supply Chain

Downstream supply chain mangement adalah manajemen yang mengurusi transfer barang dari perusahaan langsung ke konsumen. Jadi kalau upstream supply chain harus lewat supplier dulu, kalau downstream langsung bisa dibeli oleh konsumen.

Contoh management ini yaitu mebel atau gallery art. Jadi mereka membuat produk langsung sesuai keinginan konsumen.

3.Internal Supply Chain

Internal supply chain management berkaitan dengan aktifitas pemasukan barang. Dalam hal ini yang kerap diperhatikan yaitu manajemen produksi, pabrikasi, dan juga kontrol ketersediaan bahan baku.

Baca juga  Penjelasan Pengertian Permintaan menurut Para Ahli

 

Tujuan Utama Supply Chain Management

Setelah memahami pengertian, strategi, dan komponen SCM, sesaat lagi kita akan menyimak 2 pendapat ahli tentang tujuan SCM, berikut penjelasan lengkapnya:

Menurut pendapat Stevenson, tujuan supply chain management adalah menyelaraskan antara permintaan dan penawaran secara efektif dan efisien. Beberapa masalah utama yang ada di dalam rantai pasokan berhubungan dengan:

  1. Penentuan tingkat outsourcing yang tepat
  2. Manajemen pengadaan barang
  3. Manajemen pemasok
  4. Mengelola hubungan dengan pelanggan
  5. Identifikasi masalah dan merespon masalah tersebut
  6. Manajemen risiko

Menurut pendapat I Nyoman Pujawan, tujuan strategis dari rantai pasokan adalah untuk memenangkan persaingan pasar atau setidaknya bertahan. Karena itu, menurut I Nyoman Pujawan, untuk menjadi pemenang dalam persaingan pasar maka rantai pasokan harus bisa menyediakan produk yang:

  1. Murah
  2. Berkualitas
  3. Tepat waktu
  4. Bervariasi

Proses Supply Chain Management

Dalam manajemen rantai pasokan (SCM), prosesnya dibagi menjadi tiga macam tanggungjawab, diantaranya:

1.Arus Material

Arus material ini melibatkan pergerakan produk mentah dari suplier ke konsumen dan juga dari konsumen yang dikembalikan atau retur produk, layanan, daur ulang dan pembuangan.

2.Arus Informasi

Arus informasi ini berisi tentang prediksi permintaan, informasi perpindahan barang, dan juga peng-update-an status barang apakah sudah terkirim atau belum.

3.Arus Finansial

Arus finansial berisi pembayaran, alur perkreditan, penjadwalan pembayaran hingga persetujuan kepemilikan.

Alur informasi yang akurat dan bergerak dengan mudah di antara mata rantai, serta pergerakan barang yang efektif dan efisien menjadi faktor kunci keberhasilan dalam manajemen rantai pasokan. Menurut pendapat Indrajit dan Djokopranoto, ada beberapa pelaku yang ada pada rantai pasokan, diantaranya:

  1. Supplier
  2. Manufacturer
  3. Distributor / wholesaler
  4. Retail outlets
  5. Customers

Artikel lain: Pengertian Teori Produksi dan Biaya Produksi.

Bagaimana Manajemen Rantai Pasokan atau Supply Chain Management (SCM) Bekerja?

Biasanya, SCM berupaya mengendalikan atau menghubungkan produksi, pengiriman, dan distribusi suatu produk secara terpusat. Dengan mengelola rantai pasokan, perusahaan dapat memotong biaya berlebih dan mengirimkan produk ke tangan konsumen lebih cepat.

Hal ini dilakukan dengan cara menjaga kontrol yang lebih ketat atas inventaris internal, produksi internal, distribusi, penjualan, dan inventaris vendor perusahaan.

SCM didasarkan pada gagasan bahwa hampir setiap produk yang datang ke pasar dihasilkan dari upaya berbagai organisasi yang membentuk rantai pasokan. Meskipun rantai pasokan telah ada sejak dulu, sebagian besar perusahaan baru-baru ini memperhatikannya sebagai nilai tambah bagi operasi mereka.

Dalam SCM, manajer rantai pasokan mengoordinasikan logistik semua aspek rantai pasokan yang terdiri dari 5 bagian diantaranya:

  1. Rencana atau strategi
  2. Sumber (bahan baku atau layanan)
  3. Manufaktur (fokus pada produktivitas dan efisiensi)
  4. Pengiriman dan logistik
  5. Sistem pengembalian (untuk produk yang cacat atau tidak diinginkan)

Manajer rantai pasokan (SCM) mencoba meminimalkan kekurangan dan menekan biaya. Pekerjaan ini bukan hanya tentang logistik dan pembelian persediaan. Dikutip dari laman Salary.com, manajer rantai pasokan, “membuat rekomendasi untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan efisiensi operasi.”

Peningkatan dalam produktivitas dan efisiensi langsung menuju garis bawah perusahaan dan memiliki dampak nyata dan abadi. Manajemen rantai pasokan yang baik membuat perusahaan keluar dari berita utama dan jauh dari penarikan dan tuntutan hukum yang mahal.

 

Contoh Supply Chain Management (SCM)

pengertian supply chain management menurut para ahli

Dikutip dari laman investopedia.com, pemahaman pentingnya SCM untuk bisnisnya, Walgreens Boots Alliance Inc. berupaya keras untuk mentransformasikan rantai pasokannya pada 2016. Perusahaan ini mengoperasikan salah satu rantai farmasi terbesar di Amerika Serikat dan perlu mengelola dan merevisi rantai pasokannya secara efisien sehingga tetap di depan tren yang terus berubah dan terus menambah nilai pada intinya.

Pada tanggal 5 Juli 2016, Walgreens telah berinvestasi di bagian teknologi dari rantai pasokannya. Ini menerapkan SCM berwawasan ke depan yang mensintesis data yang relevan dan menggunakan analitik untuk meramalkan perilaku pembelian pelanggan, dan kemudian bekerja dengan cara mendukung rantai pasokan untuk memenuhi permintaan yang diharapkan.

Sebagai contoh, perusahaan dapat mengantisipasi pola flu, yang memungkinkannya untuk secara akurat memperkirakan persediaan yang dibutuhkan untuk obat flu yang dijual bebas, menciptakan rantai pasokan yang efisien dengan sedikit limbah. Dengan menggunakan SCM ini, perusahaan dapat mengurangi kelebihan persediaan dan semua biaya terkait persediaan, seperti biaya pergudangan dan transportasi.

Nah, demikianlah pembahasan tentang pengertian supply chain management menurut para ahli, strategi, komponen, tujuan dan prosesnya. Jika ada yang kurang jelas dalam pembahasan ini, silahkan diskusi pada kolom komentar atau pada halaman kontak.

Tinggalkan Jejak