Pengertian Pengangguran, Jenis, Penyebab & Dampak dan Cara Mengatasi Pengangguran

pengertian pengangguran

Apa itu pengangguran? Pengertian Pengangguran adalah istilah yang merujuk pada individu yang dapat dipekerjakan dan secara aktif mencari pekerjaan tetapi tidak dapat menemukan pekerjaan.

Termasuk dalam kelompok ini adalah orang-orang di dunia kerja yang bekerja tetapi tidak memiliki pekerjaan yang tepat. Biasanya diukur dengan tingkat pengangguran, yang membagi jumlah orang yang menganggur dengan jumlah total orang di dunia kerja, pengangguran berfungsi sebagai salah satu Indikator status ekonomi suatu negara.

Pengangguran juga merupakan sebutan untuk angkatan kerja (penduduk berumur 15-65 tahun) yang tidak bekerja sama sekali atau sedang mencari pekerjaan.

Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolah SMP, SMA, mahasiswa perguruan tinggi, dan sebagainya yang karena suatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

Pengangguran biasanya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada.

Pengangguran atau tunakarya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.

Pengangguran terjadi ketika orang yang tersedia dan mencari pekerjaan tidak dapat menemukan pekerjaan. Ini dapat berdampak tidak hanya individu, tetapi komunitas, wilayah, dan ekonomi keseluruhan.

Pengangguran adalah ketika seseorang bisa bekerja dan ingin bekerja tetapi tidak dapat menemukan pekerjaan yang cocok.

Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.

Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan.

Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.

Pengangguran merupakan masalah makroekonomi yang mempengaruhi kelangsungan hidup manusia secara langsung. Bagi kebanyakan orang kehilangan suatu pekerjaan merupakan penurunan suatu standar kehidupan.

Jadi tidak mengejutkan apabila pengangguran menjadi topik yang sering diperbincangkan dalam perdebatan politik oleh para politisi yang seringkali mengkaji bahwa kebijakan yang mereka tawarkan akan membantu terciptanya lapangan pekerjaan (Mankiw,2000).

Baca juga: Pengertian Ekonomi Makro.

 

Pengertian Pengangguran Menurut Para Ahli

Pada bagian awal tulisan ini kita sudah membahas pengertian pengangguran secara umum, yang didefinisikan sebagai individu yang secara aktiv mencari pekerjaan (melamar kerja) namun belum mendapatkan pekerjaan.

Untuk memperkaya wawasan kita tentang hal ini, berikut kami kutip pendapat sejumlah ahli, simak penjelasan selengkapnya:

Sukirno (2004:327)

Menurut pendapat Sukirno pengertian pengangguran adalah seseorang yang sudah digolongkan dalam angkatan kerja yang secara aktif sedang mencari pekerjaan pada suatu tingkat upah tertentu, tetapi tidak dapat memperoleh pekerjaan yang diinginkannya.

Badan Pusat Statistik (BPS)

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dalam indikator ketenagakerjaan, pengertian pengangguran adalah penduduk yang tidak bekerja namun sedang mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena sudah diterima bekerja tetapi belum mulai bekerja.

Sukirno (1994)

Menurut pendapat Sukirno, pengertian pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang termasuk dalam angkatan kerja ingin memperoleh pekerjaan akan tetapi belum mendapatkannya. Seseorang yang tidak bekerja namun tidak secara aktif mencari pekerjaan tidak tergolong sebagai pengangguran.

Nanga (2005: 249)

Menurut pendapat Nanga,  pengertian pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan dan secara aktif tidak sedang mencari pekerjaan.

Badan Pusat Statistik (BPS, 2001:8)

Dalam sensus penduduk 2001 mendefinisikan pengangguran sebagai orang yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan (BPS, 2001: 8).

Yanuar (2009)

Menurut pendapat Yanuar, pengertian pengangguran adalah keadaan di mana angkatan kerja yang ingin memperoleh pekerjaan tapi belum mendapatkannya.

Sakernas (Survey Keadaan Angkatan Kerja Nasional)

Pengangguran merupakan :

  • Mereka yang sedang mencari sebuah pekerjaan dan saat itu tidak bekerja.
  • Mereka yang akan mempersiapkan usaha yaitu suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka untuk dapat mempersiapkan suatu usaha atau pekerjaan yang baru.
  • Mereka yang tidak mencari sebuah pekerjaan, karena merasa tidak mungkin dalam mendapatkan pekerjaan, hal ini disebut juga dengan penganggur putus asa.
  • Mereka yang sudah mempunyai pekerjaan, namun belum mulai bekerja.

Mankiw

Pengangguran akan selalu muncul dalam suatu keadaan perekonomian karena beberapa alasan. Alasan pertama yakni dengan adanya proses pencarian kerja yang dibutuhkannya waktu untuk dapat mencocokkan para pekerja dan pekerjaan.

Alasan kedua ialah adanya keadaan dalam kekakuan upah. Kekakuan upah ini juga dapat disebabkan oleh tiga hal, yaitu adanya kebijakan upah minimum, daya tawar kolektif dari serikat pekerja, serta upah efisiensi.

Samuelson dan Nordhaus

Masa resesi ini dianggap sebagai “cuti masal” dan pengangguran merupakan sebuah hasil yang efisien dari mekanisme penawaran dan permintaan, walaupun belum tentu wajar atau juga pantas.

Menakertrans

Pengangguran yakni seseorang yang tidak sama sekali mempunyai sebuah pekerjaan, sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha sendiri, ataupun orang yang dengan sengaja tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak ada yang mau mempekerjakannya.

Payman J. Simanjuntak

Menurut Payman J. Simanjuntak, pengertian pengangguran sebagai suatu angkatan kerja yang tidak mempunyai sebuah pekerjaan sama sekali dan sedang berusaha mencari pekerjaan. Kalaupun bekerja, mereka ini tidak bekerja lebih dari dua hari dalam seminggu.

Baca juga: Masalah Pokok Ekonomi Modern.

Baca juga  Jelaskan Peranan Rumah tangga Konsumen dalam Perekonomian Menurut Pendapat Anda!

 

Jenis Pengangguran menurut corporatefinancialinstitute.com

Dikutip dari corporatefinancialinstitute.com, jenis pengangguran dibedakan menjadi empat jenis yaitu: (1) kekurangan permintaan, (2) gesekan, (3) struktural, dan (4) pengangguran sukarela.

1.Pengangguran karena kekurangan Permintaan

Permintaan defisit pengangguran adalah penyebab terbesar pengangguran yang biasanya terjadi selama resesi. Ketika perusahaan mengalami pengurangan permintaan untuk produk atau layanan mereka, mereka merespons dengan memotong kembali produksi mereka, sehingga perlu untuk mengurangi tenaga kerja mereka dalam organisasi. Akibatnya, pekerja di-PHK.

2.Pengangguran karena gesekan

Pengangguran gesekan mengacu pada pekerja yang berada di antara pekerjaan. Contohnya adalah pekerja yang baru-baru ini berhenti atau dipecat dan sedang mencari pekerjaan dalam ekonomi yang tidak mengalami resesi.

Ini bukan hal yang tidak sehat karena biasanya disebabkan oleh pekerja yang mencoba mencari pekerjaan yang paling cocok dengan keterampilan mereka.

3.Pengangguran struktural

Pengangguran struktural terjadi ketika keterampilan yang ditetapkan pekerja tidak sesuai dengan keterampilan yang diminta oleh pekerjaan yang tersedia, atau alternatif ketika pekerja tersedia tetapi tidak dapat mencapai lokasi geografis pekerjaan.

Contohnya adalah pekerjaan mengajar yang membutuhkan relokasi ke China, tetapi pekerja tidak dapat mengamankan visa kerja karena pembatasan visa tertentu.

Hal ini juga dapat terjadi ketika ada perubahan teknologi dalam organisasi, seperti otomatisasi alur kerja yang menggusur kebutuhan akan tenaga kerja manusia.

4.Pengangguran sukarela

Pengangguran sukarela terjadi ketika seorang pekerja memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan karena tidak lagi menarik secara finansial. Contohnya adalah pekerja yang bayarannya dibawa pulang kurang dari biaya hidupnya.

 

Jenis Pengangguran menurut Glints.com

Sementara menurut Glints.com, terdapat 8 jenis pengangguran yang dibedakan berdasarkan penyebabnya dan potensi kerjanya, berikut penjelasan lengkapnya:

 Dirangkum dari Investopedia, The Balance Careers, dan sumber lain di bawah, ini dia tipe-tipe pengangguran itu:

Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya

1.Pengangguran siklis

Pertama, ada pengangguran siklis. Ia terjadi atas perubahan ekonomi. Misalnya, permintaan suatu barang yang menurun.

Jika barang A tak banyak diminati, pembuat barang A tentu ikut tak dicari.

Mereka pun banyak yang tak memiliki pekerjaan. Inilah yang dimaksud dengan pengangguran siklis.

Ia juga dipengaruhi oleh harga minyak dunia, hingga resesi atau depresi ekonomi. Salah satu cara untuk menghindarinya adalah meningkatkan job security.

Dalam bahasa Inggris, ia disebut dengan cyclical unemployment.

2.Pengangguran struktural

Teknologi tentu terus berkembang dan berubah. Ternyata, hal ini bisa memengaruhi status kerja seseorang, lho.

Misalnya, pekerjaan A sudah digantikan oleh robot atau mesin. Kesempatan mereka tentu berkurang. Ini bisa memicu pengangguran.

Fenomena ini kerap terjadi secara besar-besaran pada revolusi industri. Untuk mencegahnya terjadi padamu, kamu bisa terus meningkatkan skill yang tengah tren dan banyak dicari.

Kadang kala, ia juga disebut dengan pengangguran teknologikal atau technological unemployment.

3.Pengangguran regional

Sejatinya, jenis pengangguran yang satu ini mirip dengan pengangguran struktural. Akan tetapi, menurut Economics Online, kejadiannya terbatas pada wilayah tertentu.

Dalam bahasa Inggris, ia disebut dengan regional unemployment.

4.Pengangguran institusional

Kadang kala, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang memicu pengangguran. Jika ini alasan seseorang menganggur, tipe penganggurannya bernama pengangguran institusional.

Istilah bahasa Inggris dari tipe pengangguran ini adalah institutional unemployment.

5.Pengangguran friksional

Si X adalah orang yang baru lulus kuliah. Ia tengah mencari kerja. Nah, status yang dimilikinya adalah pengangguran friksional.

Selain itu, orang yang baru resign dan belum mendapat kerja juga masuk di dalamnya.

Dalam bahasa Inggris, ia disebut dengan frictional unemployment. Status ini sangat wajar dimiliki orang yang baru masuk pasar kerja.

Jika kamu salah satunya, isi waktumu dengan kegiatan bermanfaat, ya! Jangan lupa, terus cari kerja dengan tekun.

Kamu bisa mengintip berbagai lowongan kerja yang ada di job marketplace Glints, lho. Di sana, ada peluang kerja untuk penuh waktu, paruh waktu, magang, hingga freelance.

Jangan tunda lagi, lamar pekerjaan impianmu sekarang!

6.Pengangguran musiman

Beberapa pekerjaan hanya bisa dilakukan di waktu tertentu. Misalnya, pekerja panen saat padi sudah waktunya dituai.

Jenis pengangguran ini dinamakan pengangguran musiman. Mereka bekerja hanya pada batas waktu tertentu.

Sejatinya, kamu tetap bisa menghindarinya, lho. Belajar hal baru dan menyesuaikan diri dengan perubahan adalah salah satu kuncinya.

Jenis Pengangguran Berdasarkan Potensi Kerjanya

Dilihat dari potensi kerja, ada dua tipe pengangguran. Tipe pengangguran itu di antaranya:

1.Setengah penganggur

Orang dikatakan setengah penganggur ketika ia ingin punya jam kerja lebih, namun tidak bisa karena berbagai alasan.

Kata Badan Pusat Statistik, batas jam kerja yang dimaksud adalah 35 jam per minggu. Oleh karena itu, orang yang bekerja di bawah jam ini bisa disebut setengah penganggur.

Akan tetapi, jika memang orang tersebut tak mau kerja lebih, ia tak bisa disebut setengah penganggur. Agar lebih mudah memahami tipe pengangguran ini, kita ambil contoh kasus si A.

Si A adalah pekerja paruh waktu. Ia bekerja selama 20 jam seminggu. Padahal, ia ingin kerja lebih dari itu.

Dapat disimpulkan, si A adalah setengah penganggur. Hal ini berbeda dengan si B. Si B juga pekerja paruh waktu. Jam kerjanya hanya 10 jam per minggu. Ia tak ingin mencari kesempatan lebih dari itu.

Jadi, si B bukan seorang setengah penganggur. Ia hanya pekerja part–time biasa. Dalam bahasa Inggris, jenis pengangguran ini disebut dengan underemployment.

2.Pengangguran terselubung

Bahasa Inggris pengangguran yang satu ini adalah disguised unemployment. Melansir Investopedia, sejatinya, mereka sedang bekerja.

Akan tetapi, ada yang salah dengan produktivitas mereka. Ada dua hal yang mungkin keliru. Pertama, mereka dibiarkan tanpa pekerjaan. Ini membuat mereka tak menghasilkan apa pun.

Kedua, mereka justru dipaksa bekerja superkeras. Ini membuat mereka kelelahan dan justru tak produktif.

Ini bisa ditandai dengan rasio pekerjaan dan tenaga kerja. Jika keduanya tak seimbang, mungkin, para pekerjanya merupakan pengangguran terselubung.

 

Jenis Pengangguran menurut Sakernas (Survey Keadaan Angkatan Kerja Nasional)

Jenis–jenis pengangguran dapat dikelompokan sebagai berikut :

a.Berdasarkan jam kerja

Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:

  1. Pengangguran terselubung (disguised unemployment) adalah tenaga kerja dapat dikatakan sebagai pengangguran terselubung apabila bekerja kurang dari 7 jam dalam sehari.
  2. Setengah menganggur (under unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
  3. Pengangguran terbuka (open unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan, padahal telah berusaha secara maksimal.
Baca juga  Pengertian Inflasi dan Deflasi: Penyebab, Dampak, Cara Membedakan dan Cara Beradaptasi

b.Berdasarkan penyebab terjadinya

Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 6 macam:

  1. Pengangguran friksional (frictional unemployment) adalah pengangguran karena pekerja menunggu pekerjaan yang lebih baik.
  2. Pengangguran struktural (Structural unemployment) adalah pengangguran yang disebabkan oleh penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.
  3. Pengangguran teknologi (Technology unemployment) adalah pengangguran yang disebabkan perkembangan/pergantian teknologi. Perubahan ini dapat menyebabkan pekerja harus diganti untuk bisa menggunakan teknologi yang diterapkan.
  4. Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang disebabkan kemunduran ekonomi yang menyebabkan perusahaan tidak mampu menampung semua pekerja yang ada. Contoh penyebabnya, karena adanya perusahaan lain sejenis yang beroperasi atau daya beli produk oleh masyarakat menurun
  5. Pengangguran musiman adalah pengangguran akibat siklus ekonomi yang berfluktuasi karena pergantian musim. Umumnya, pada bidang pertanian dan perikanan, contohnya adalah para petani dan nelayan.
  6. Pengangguran total adalah pengangguran yang benar-benar tidak mendapat pekerjaan, karena tidak adanya lapangan kerja atau tidak adanya peluang untuk menciptakan lapangan kerja.

Baca juga: Produk Domestik Bruto.

 

Penyebab Terjadinya Pengangguran

Umumnya, pengangguran disebabkan oleh kurangnya lapangan pekerjaan dibandingkan dengan jumlah pencari kerja di negara tersebut.

Pengangguran seringkali menjadi akar dari permasalahan perekonomian negara.

Kok bisa? Dengan angka pengangguran yang tinggi maka produktivitas dan pendapatan akan berkurang sehingga penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan.

1.Jumlah pencari kerja dan lapangan pekerjaan tidak seimbang

Adanya keterbatasan lapangan kerja menjadi salah satu faktor utama penyebab sebuah pengangguran. Dibandingkan dengan banyaknya para calon bekerja, tentu jumlah lapangan pekerjaan jauh lebih sedikit dan tidak bisa mempekerjakan banyak karyawan sekaligus.

2.Kemajuan teknologi dan era Industri

Era globalisasi mendukung perusahaan untuk menggunakan mesin dalam rangka peningkatan efektivitas kerja. Pihak perusahaan memiliki pandangan bahwa kerja teknologi akan mempercepat dan membuat pekerjaan lebih efektif. Sehingga banyak karyawan dirumahkan karena pergantian ke teknologi.

3.Pendidikan tergolong Kurang

Dari sisi para pencari kerja, kurangnya pendidikan menjadi faktor penyebab pengangguran. Pekerja yang mendapat minim pendidikan akan kalah saing dengan para calon pekerja yang memiliki pendidikan lebih tinggi. Maka dari itu, kurangnya pendidikan dapat menghambat seseorang dalam mencari kerja.

4.Keterampilan para pencari kerja Kurang

Setiap perusahaan sudah tentu memiliki kriteria dalam menerima karyawan, namun tentu saja akan ada persaingan dalam hal ini. Semakin tinggi keterampilan seseorang dalam suatu posisi maka akan semakin mudah pula dia diterima.

5.Harapan dan Standard bagi Angkatan Kerja Terlalu Tinggi

Tentu saja setiap perusahaan menginginkan tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman. Namun biasanya jika ketika seleksi yang ketat tidak ada yang sesuai, banyak dari mereka yang sama sekali tidak menerima tenaga kerja.

6.Terjadinya PHK

Biasanya, perusahaan melakukan PHK untuk menstabilkan sistem kerja atau menstabilkan perekonomian perusahaan yang sedang goyah.

Pemutusan Hubungan Kerja bisa dibilang suatu hal yang paling ditakuti karyawan, karena jika kontrak kerja habis atau adanya pengurangan karyawan yaitu PHK, karyawan swasta yang asalnya bekerja di perusahaan tersebut akan kebingungan mencari pekerjaan di tempat lain.

 

Dampak Pengangguran

Semakin banyak pengangguran yang ada di suatu negara, tentu akan memberikan dampak negatif tertentu, yaitu seperti:

1.Dampak Pengangguran bagi Perekonomian Negara

Banyaknya jumlah pengangguran umumnya berkaitan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Pengangguran dapat memberikan dampak seperti menurunnya pendapatan rata-rata penduduk perkapita, kenaikan biaya sosial yang harus dikeluarkan pemerintah, berkurangnya sektor pajak yang diterima pemerintah, dan akan menambahkan hutang yang dimiliki negara.

2.Dampak Pengangguran bagi Masyarakat

Pekerjaan merupakan sarana masyarakat untuk mencari uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Menjadi pengangguran tentu berdampak negatif bagi seseorang, yaitu seperti meningkatnya kemiskinan, memicu tindakan kriminalitas atau kejahatan, munculnya ketidaksetaraan politik dan sosial, keterampilan yang hilang karena lama tidak digunakan, dan memungkinkan terjadinya gangguan psikis bagi orang yang sedang menganggur atau keluarga yang bersangkutan.

Baca: Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi.

 

Cara Mengurangi Pengangguran

Dalam hal ini pemerintah tentu sudah melakukan banyak hal untuk terus mengurangi angka pengangguran di setiap negaranya. Seperti mengadakan pelatihan softskill, hardskill, dan lainnya, untuk membantu warganya semakin siap dalam upaya mencari pekerjaan yang sesuai.

Kesadaran pada diri sendiri dalam mencari kerja berpengaruh dalam proses pencarian pekerjaan yang sesuai. Rasa malas dan tidak kreatif akan menghambat negara dalam mengurangi tingkat pengangguran.

Selain itu, ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk mengyrangi angka penganggura, seperti:

  1. Meningkatkan mutu pendidikan agar para pencari kerja dapat bersaing dengan calon pekerja yang lain
  2. Membuka lapangan kerja baru, pemerintah dan perusahaan swasta diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru untuk menarik minat para pengangguran ataupun lulusan baru sehingga mengurangi angka pengangguran.
  3. Memberikan informasi lowongan kerja, cara ini harus tetap dilakukan meskipun banyak media yang sudah memberikan informasi, dibutuhkan partisipasi aktif para pencari kerja untuk terus memantau lowongan pekerjaan mana yang tersedia.
  4. Meningkatkan jiwa kewirausahaan, dengan jiwa kewirausahaan yang dimiliki tentunya akan membuat setiap orang mampu mendirikan usaha ataupun bisnis sendiri sehingga dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi setiap orang.
  5. Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang kurang padat. Dengan melakukan transmigrasi, akan terbagi dengan seimbang porsi untuk mendapatkan lapangan pekerjaan di berbagai daerah.

 

7 Strategi Cerdas Untuk Menangani Pengangguran

Pada tahun 2020, jutaan orang kehilangan pekerjaan karena pandemi dan penguncian (Lockdown) diberlakukan di sejumlah negara di dunia.

Kemerosotan ekonomi yang dihasilkan membuatnya semakin sulit untuk menemukan lapangan kerja atau menghasilkan penghasilan yang bekerja untuk diri sendiri.

Bagaimana Anda mengatasi situasi ini yang begitu menegangkan dan menguras emosi?

1.Cukup Tidur, Nutrisi, dan Olahraga

Ini adalah waktu yang Anda butuhkan untuk mengurus diri sendiri.

Sekarang lebih dari sebelumnya, sangat penting untuk mendapatkan tidur yang cukup. Matt Walker menyatakan dalam Ted Talk Sleep adalah kekuatan super Anda,bahwa tidur sangat penting untuk banyak alasan seperti belajar dan memori, kesehatan kardiovaskular, kekebalan, dan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Yang mengatakan, stres situasi Anda dan pikiran yang terlalu aktif bisa membuatnya sulit untuk tertidur.

Jika ini berlanjut terlalu lama, itu mungkin sangat berdampak pada kemampuan Anda untuk berfungsi.

Untuk membantu Anda tertidur, buat rutinitas waktu tidur: atur waktu tertentu untuk tidur dan bangun di pagi hari. Hindari menggunakan perangkat digital Anda satu jam sebelum tidur.

Memiliki pemandian air panas untuk membantu Anda bersantai dan terlibat dalam kegiatan menenangkan seperti mendengarkan musik.

Baca juga  Pengertian Pendapatan Nasional: Definisi, Konsep, Manfaat dan Perhitungan

Bagi beberapa orang yang membaca di tempat tidur mungkin membantu tertidur, tetapi hanya salinan keras. Anda juga dapat memilih untuk menggunakan perangkat digital yang tidak memancarkan lampu biru.

Anda juga harus mempertimbangkan solusi alami seperti teh chamomile atau rooibos, dan meditasi. Obat alami lainnya adalah jurnal,yang membantu dengan mendapatkan semua pikiran Anda di atas kertas.

Sebagai upaya terakhir, pertimbangkan untuk meminta obat kepada dokter Anda untuk bersantai dan membantu Anda tidur. Tetapi gunakan hanya bila perlu untuk menghindari bahaya menjadi tergantung padanya.

Juga, makan makanan sehat dan bergizi. Buah dan sayuran memberi Anda vitamin dan mineral penting untuk tetap kuat dan sehat. Misalnya, vitamin B membantu memerangi depresi, sementara vitamin C dan seng memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Olahraga teratur sangat penting untuk menghadapi perasaan depresi, kecemasan, dan frustrasi. Ini membantu mengeluarkan semua hormon stres dari tubuh Anda dan menenangkan pikiran Anda.

Bersepeda adalah pilihan yang baik untuk dipertimbangkan. Tindakan mengayuh berulang membantu mengatur pikiran Anda, yang sering kali Anda akan menemukan ide dan wawasan inovatif saat berkuda.

2.Tingkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda

Bahkan jika keuangan sulit, cobalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda dan belajar sebanyak mungkin.

Internet berisi banyak informasi tentang berbagai subjek dan Anda akan dapat belajar banyak dari hanya mengakses materi gratis seperti posting blog, eBook gratis, webinar, dll.

Jika Anda berlangganan untuk menerima eBook gratis dan Anda tidak suka buletin, mudah untuk berhenti berlangganan. Tetapi kadang-kadang informasi dalam email ini mungkin berguna, terutama yang berkaitan dengan swadaya dan perbaikan diri.

Sejauh kursus berjalan, Udemy memiliki banyak kursus yang berbeda, yang sering didiskon menjadi hanya R180 (sekitar $ 12) per kursus. Ini memberikan rincian terperinci dari konten kursus dan sebagian besar kursus memiliki banyak ulasan untuk membantu Anda memutuskan apakah kursus layak diambil.

Carilah penawaran uji coba LinkedIn bulanan gratis untuk mengakses banyak kursus berguna yang ditawarkan di LinkedIn Learning.

Ingatlah untuk membatalkan langganan sebelum penagihan pertama berlangsung. Anda akan kehilangan akses ke semua materi setelah membatalkan, jadi pastikan untuk membuat catatan informasi berharga.

3.Anggaran dan Keuangan

Secara finansial Anda perlu melihat anggaran Anda dengan mata tajam dan melihat apakah ada barang yang bisa Anda hemat.

Potong semua barang mewah seperti layanan berlangganan seperti TV, Smartphone, Film dan Sport. Tetapi pastikan bahwa Anda memiliki jumlah data yang wajar yang tersedia setiap bulan karena banyak perburuan pekerjaan dapat dicapai secara online.

Lihat lagi pengeluaran hiburan seperti makan di luar atau pergi ke bioskop. Beli makanan yang baik dan sehat dan siapkan sendiri. Jika keluarga bergabung dengan memasak, itu mungkin menjadi waktu keluarga yang berharga dan lama diingat.

4.Temukan Teman Curhat yang Anda percayai

Penting untuk menemukan orang yang Anda percayai untuk berbagi perasaan Anda dengan, seseorang yang akan siap untuk mendengarkan tanpa penilaian.

Sangat penting untuk memiliki seseorang yang akan mendengarkan dan memahami, terutama ketika bagian emosional menjadi sangat sulit untuk ditangani.

Ini mungkin dapat menyebabkan memiliki pikiran yang sangat gelap dan negatif, yang tidak mudah dikendalikan.

Orang ini tidak perlu takut untuk mendengarkan ini. Ini tidak begitu banyak tentang mendapatkan saran tetapi memiliki seseorang yang akan mendengarkan ketika Anda perlu berbicara.

5.Keluarga, Teman, dan Hobi

Luangkan cukup waktu bersama keluarga dan teman-teman Anda karena mereka adalah kelompok dukungan terbesar Anda.

Carilah kegiatan yang tidak membutuhkan biaya banyak. Jalan-jalan sehari-hari memberi Anda waktu berbicara yang berharga dan latihan yang sangat dibutuhkan.

Menyiapkan makanan bersama adalah kegiatan yang menyenangkan. Kemasi semuanya dalam keranjang dan piknik di halaman belakang di bawah bintang-bintang.

Banyak malam musim dingin mungkin sementara dengan permainan seperti Scrabble, catur dan banyak lagi. Membangun teka-teki silang dan melakukan teka-teki silang adalah tantangan dan membantu menjaga otak Anda tetap tajam!

Temukan waktu untuk hobi dan lakukan hal-hal yang Anda nikmati.

Untuk mematahkan monoton berburu pekerjaan atau mengerjakan bisnis Anda sendiri, sisihkan beberapa waktu untuk hobi yang selalu Ingin Anda mulai tetapi tidak pernah punya waktu.

Kemungkinannya tidak terbatas: fotografi, menulis (memulai blog atau menulis buku jika Anda berani), scrapbooking, kayu, merajut atau merengek. Ini mungkin sangat baik menjadi karir Anda berikutnya.

6.Bergabung dalam grup yang Mendukung

Bergabung dengan grup dukungan di Facebook dan WhatsApp juga bermanfaat. Ini membantu untuk mengetahui bahwa Anda bukan satu-satunya dalam situasi ini, dan yang lain juga mengalami tantangan dan ketakutan yang sama yang Anda hadapi.

Karena Anda semua berada dalam situasi yang sama, lebih mudah untuk berbagi perasaan Anda dan mendapatkan dorongan. Grup ini membantu berbagi informasi dan merujuk orang dalam grup ke jaringan mereka yang berbeda.

7.Membangun Jaringan

Jaringan sangat penting. Hadiri acara sosial dan pertemuan grup sebanyak mungkin di daerah Anda. Itu tidak harus menjadi kelompok profesional.

Penting untuk mendapatkan nama Anda di luar sana, berbicara dengan banyak orang mungkin. Mereka mungkin hanya tahu atau mendengar tentang peluang potensial atau lowongan pekerjaan dan menyebut Anda sebagai kandidat.

Mencari pekerjaan itu sulit, tetapi ketekunan tidak membuahkan hasil pada akhirnya. Anda bisa menyerah atau Anda dapat terus berjuang.

Tambahkan semua keterampilan dan pengetahuan anda yang baru ditemukan ke CV Anda, optimalkan profil LinkedIn Anda, terus perbarui, dan jaringan dengan sebanyak mungkin orang.

Tetap aktif di media sosial untuk memastikan bahwa Anda tetap terlihat sejak calon pemberi kerja melihat profil kandidat hari ini. Pastikan bahwa aktivitas media sosial Anda menampilkan Anda sebagai tipe orang yang ingin memiliki perusahaan sebagai bagian dari tim mereka.

Sementara Anda mencari sumber penghasilan, tetap jaga diri Anda sendiri, teruslah mencari peluang, dan ingatlah untuk menghabiskan cukup waktu bersantai dengan orang yang Anda cintai dan melakukan hal-hal yang Anda sukai.

 

Sumber Tulisan:

8 Jenis Pengangguran dan Kategorinya, Jangan Sampai Terjadi Padamu (glints.com)

What Is Unemployment? (thebalance.com)

Unemployment – Definition, Types, and Causes of Unempolyment (corporatefinanceinstitute.com)

7 Smart Strategies To Deal With Unemployment (dumblittleman.com)

Pengangguran – Pengertian, Jenis dan Contohnya | Tokopedia Kamus

Ragam Jenis Pengangguran dan Penyebabnya – GreatDayHR Blog

Jenis Pengangguran 1115151016-3-Skripsi BAB II.pdf (unud.ac.id)

Pengertian Pengangguran : Jenis, Penyebab, Dampak, Cara Mengatasi (sarjanaekonomi.co.id)

Tinggalkan Jejak