3 Teori Trade Off: Pengertian, Asumsi, dan Kritik

Apa itu teori trade off? Atau mungkin Anda pernah mendengar istilah trade off dalam kehidupan sehari-hari? Atau mungkin Anda pernah mempraktekannya dalam keseharian Anda?

FYI, Trade off sebuah situasi di mana Anda harus mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Contohnya, Anda mesti memilih antara menonton film atau belajar untuk ujian. Jika Anda memilih menonton film, Anda mesti mengorbankan waktu belajar Anda. Jika Anda memilih belajar untuk ujian, Anda mesti mengorbankan kesempatan menonton film.

Ternyata, trade off gak cuma berlaku bagi individu, melainkan untuk perusahaan. Dalam finance, trade off dikenal sebagai teori yang menjelaskan bagaimana perusahaan menentukan struktur modalnya. Struktur modal ialah komposisi antara hutang dan modal sendiri yang digunakan oleh perusahaan dalam membiayai asetnya.

Modigliani dan Miller mengemukakan teori trade off pertama kali pada tahun 1963. Teori ini menyatakan bahwa perusahaan menukar manfaat pajak dari pendanaan utang dengan masalah yang ditimbulkan oleh potensi kebangkrutan. Teori ini berasumsi bahwa perusahaan memiliki target struktur modal yang optimal yang ditentukan oleh trade-off antara keuntungan pajak dari hutang dengan biaya kebangkrutan dari hutang.

Teori merupakan salah satu teori paling populer sehingga banyak diteliti dalam bidang struktur modal perusahaan. Implikasi penting bagi strategi pendanaan dan investasi perusahaan. Teori trade off juga mendapat banyak kritik dan tantangan dari teori-teori lain, seperti teori pecking order atau teori agency, sudah kita bahas sebelumnya silahkan dibaca. Untuk memulai pembahasan tentang hal ini, langsung aja ke tkp…

Daftar isi

Pengertian Teori Trade Off

Teori trade off menyatakan bahwa perusahaan mempunyai target struktur modal yang optimal yang ditentukan oleh trade-off antara keuntungan pajak dari hutang dengan biaya kebangkrutan dari hutang. Trade-off merupakan situasi di mana perusahaan mesti mengorbankan sesuatu untuk memperoleh sesuatu yang lain.

Baca juga  Apa Itu Investasi Jangka Pendek, Apa Saja Jenisnya dan Bagaimana dengan Strategi Penerapannya?

Menurut teori ini, jika perusahaan menambah utang (debt ratio-nya), maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan pajak, karena dibayarkan lebih sedikit dengan adanya pembayaran bunga atau adanya interest tax shield. Bisa dibilang Interest tax shield ini semacam penghematan pajak karena bunga hutang dapat dikurangkan dari laba kena pajak.

Akan tetapi, apabila perusahaan menambah utang terlalu banyak (debt ratio-nya terlalu tinggi), maka perusahaan akan berhadapan dengan masalah kebangkrutan (bankruptcy). Bankruptcy suatu kondisi perusahaan tidak mampu membayar kewajiban-kewajiban finansialnya kepada pihak-pihak lain, seperti pemberi hutang atau pemegang saham. Bankruptcy bisa menimbulkan biaya kebangkrutan (bankruptcy cost) yang merupakan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan guna mengatasi masalah kebangkrutan, sebut saja biaya hukum, biaya administrasi, biaya likuidasi, atau biaya reputasi.

Sehingga, perusahaan wajib mencari titik optimal di mana penghematan pajak dari tambahan utang sama dengan biaya kebangkrutan dari tambahan utang, atau disebut target struktur modal optimal. Hal ini mengindikasikan komposisi antara hutang dan modal sendiri yang dapat memaksimalkan nilai perusahaan.

Asumsi dalam Teori Trade Off

Beberapa asumsi dasar dalam teori ini, antara lain:

  1. Target struktur modal perusahaan yang bersifar tetap dan berusaha mencapainya dengan cara menyesuaikan pendanaan. Berbeda dengan teori pecking order yang berasumsi bahwa perusahaan tidak memiliki target struktur modal yang tetap, melainkan mengikuti urutan preferensi sumber pendanaan.
  2. Biaya transaksi dan pajak yang dihadapi perusahaan akan berbeda untuk setiap sumber pendanaan. Berbeda dengan teori Modigliani-Miller (MM) yang berasumsi bahwa tidak ada biaya transaksi dan pajak dalam pasar modal yang sempurna.
  3. Asimetri informasi yang dihadapi perusahaan bisa mengakibatkan adanya ketidaksempurnaan pasar modal. Berbeda dengan teori MM yang berasumsi bahwa tidak ada asimetri informasi dalam pasar modal yang sempurna.
  4. Perusahaan menghadapi biaya keagenan yang timbul akibat konflik kepentingan antara manajemen perusahaan dengan pemegang saham atau pemberi hutang. Berbeda dengan teori MM yang berasumsi bahwa tidak ada biaya keagenan dalam pasar modal yang sempurna.
Baca juga  Jelaskan Definisi Studi Kelayakan Bisnis serta Aspek Penting yang Diuji dan Berikan Contoh Analisisnya!

Kritik Teori Trade Off

Beberapa kritik dan tantangan terhadap teori trade off adalah sebagai:

  1. Teori trade off tidak mampu menjelaskan fenomena empiris bahwa banyak perusahaan yang tidak memiliki target struktur modal yang tetap, melainkan mengikuti urutan preferensi sumber pendanaan. Sejalan dengan teori pecking order yang menyatakan bahwa perusahaan akan menggunakan dana internal diawal, berikutnya hutang, dan terakhir modal sendiri.
  2. Teori trade off tidak mampu menjelaskan fenomena empiris bahwa banyak perusahaan yang memiliki tingkat hutang yang rendah, bahkan ketika mereka memiliki kesempatan investasi yang menguntungkan. Bertentangan dengan implikasi teori trade off yang menyatakan bahwa perusahaan akan menggunakan hutang sampai pada tingkat optimal untuk memaksimalkan nilai perusahaan.
  3. Teori trade off tidak bisa menjelaskan fenomena empiris yakni banyak perusahaan yang memilih sumber pendanaan yang berbeda-beda tergantung pada kondisi pasar, karakteristik perusahaan, atau faktor-faktor lain. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan tidak hanya mempertimbangkan trade-off antara keuntungan pajak dari hutang dengan biaya kebangkrutan dari hutang, melainkan faktor-faktor lain seperti risiko bisnis, fleksibilitas finansial, atau sinyal pasar.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa teori trade off menyatakan bahwa perusahaan memiliki target struktur modal yang optimal yang ditentukan oleh trade-off antara keuntungan pajak dari hutang dengan biaya kebangkrutan dari hutang. Didasarkan pada beberapa asumsi, seperti adanya biaya transaksi dan pajak, adanya asimetri informasi, dan adanya biaya keagenan.

Beberapa kritik dan tantangan pada teori trade off diantaranya memiliki asumsi dan implikasi yang berbeda dengan teori trade off. Teori ini juga dapat menjelaskan fenomena-fenomena empiris yang tidak dapat dijelaskan oleh teori lain.

Demikianlah pembahasan kita kali ini, mudah-mudahan bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang dunia keuangan. Terima kasih dan sampai berjumapa dilain kesempatan. 😊

Baca juga  Menggali Dampak Sosial dengan Metode Pengukuran SROI

 

Reference:

(1) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Trade Off Theory. http://digilib.unila.ac.id/21025/16/BAB%20II.pdf.

(2) 2. LANDASAN TEORI 2.1 Trade-off Theory – Petra Christian University. https://dewey.petra.ac.id/repository/jiunkpe/jiunkpe/s1/eakt/2017/jiunkpe-is-s1-2017-32413222-39906-audit-chapter2.pdf.

(3) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Trade Off Theory. https://repositori.wbi.ac.id/bitstream/handle/123456789/103/5%20Chapter%20II.pdf.

(4) Teori Trade-Off (skripsi dan tesis) – Namaha. https://konsultasiskripsi.com/2019/12/10/teori-trade-off-skripsi-dan-tesis-4/.

(5) Struktur Modal: Pengertian, Teori, Contoh Teori, dan Faktor. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-dan-teori-struktur-modal/.

Iklan

Melalui buku ini, Anda akan belajar bagaimana Membangun kekayaan Melalui Investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *