Pengertian UMKM menurut Para Ahli: Karakteristik dan Perannya Dalam Perekonomian

Pengertian UMKM tentu sudah tidak asing ditelinga kita, apalagi di Indonesia UMKM digadang sebagai pondasi perekonomian bangsa. Bisnis kecil dan menengah menjadi tulang punggung ekonomi di banyak negara. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Namun, seiring berjalannya waktu, para ahli memiliki definisi yang berbeda-beda mengenai UMKM.

Artikel ini akan mengajak Anda untuk menjelajahi wilayah UMKM yang penuh misteri dan pesona. Dengan pengamatan tajam dan wawasan yang mendalam, kita akan membongkar rahasia di balik kesuksesan bisnis kecil dan menengah ini.

Melalui perspektif para ahli yang telah mendalami dan mengamati dengan cermat, kita akan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang esensi sejati UMKM. Kita akan menyelami pengertian yang mereka susun dengan hati-hati, meleburkan berbagai sudut pandang yang menarik, dan mengungkap keunikan yang tersembunyi di balik kejayaan bisnis kecil dan menengah ini.

Dari teori hingga praktik, pengalaman hingga pemikiran masa depan, artikel ini akan menjadi kompas yang akan membimbing kita melalui samudera pengetahuan dan memberikan panduan berharga bagi para pelaut UMKM yang berani mewujudkan impian dan membangun keberhasilan mereka sendiri.

Yuk, bersiap untuk menapaki jejak UMKM dan menggali pengertian mendalam tentang keajaiban yang mereka ciptakan.

Daftar isi

Definisi UMKM menurut Para Ahli

Para ahli memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mendefinisikan UMKM. Berikut adalah beberapa pandangan para ahli terkemuka mengenai UMKM:

  • Menurut Wikipedia, Usaha mikro kecil menengah adalah istilah umum dalam dunia ekonomi yang merujuk kepada usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-undang No. 20 tahun 2008.
  • Menurut Organisasi untuk Pembangunan dan Kerjasama Ekonomi (OECD), UMKM didefinisikan sebagai perusahaan yang memiliki kurang dari 250 karyawan. Namun, batasan ini dapat bervariasi antara negara-negara tertentu.
  • Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia membagi UMKM menjadi tiga kategori berdasarkan jumlah karyawan dan nilai aset. Usaha Mikro memiliki hingga 9 karyawan dan nilai aset maksimal 50 juta rupiah, Usaha Kecil memiliki 10-49 karyawan dan nilai aset 50 juta hingga 500 juta rupiah, sedangkan Usaha Menengah memiliki 50-99 karyawan dan nilai aset 500 juta hingga 10 miliar rupiah.
  • Menurut Profesor David Storey, seorang ahli ekonomi bisnis, UMKM adalah perusahaan yang secara independen dimiliki dan dijalankan oleh individu atau keluarga. Usaha ini juga memiliki skala operasional yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar.
  • Menurut M. Kwartono, definisi UMKM merupakan kegiatan ekonomi rakyat yang punya kekayaan bersih maksimal Rp 200.000.000,- dimana tanah dan bangunan tempat usaha tidak diperhitungkan. Atau mereka yang punya omset penjualan tahunan paling banyak Rp1.000.000.000,- dan milik warga negara Indonesia.
Baca juga  Mengupas Strategi Keuangan Inovatif untuk UKM: Kunci Sukses dalam Mengelola Dana

Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian UMKM dapat bervariasi tergantung pada sudut pandang dan konteks yang digunakan. Namun, secara umum, UMKM adalah perusahaan dengan skala operasional yang lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan besar, dan mereka memiliki karakteristik khusus seperti fleksibilitas dan adaptabilitas.

UMKM juga memainkan peran penting dalam perekonomian, termasuk menciptakan lapangan kerja dan mendorong inovasi. Dengan memahami definisi dan karakteristik UMKM ini, kita dapat lebih menghargai kontribusi mereka dan mengembangkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan dan keberhasilan UMKM di masa depan.

Karakteristik dan Peran UMKM

UMKM memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari perusahaan besar. Beberapa karakteristik tersebut meliputi:

  • Skala operasional yang kecil: UMKM biasanya memiliki skala operasional yang lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Hal ini dapat mencakup jumlah karyawan, omset, dan aset yang relatif lebih rendah.
  • Fleksibilitas dan adaptabilitas: UMKM cenderung lebih fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perubahan pasar yang cepat. Mereka dapat merespons perubahan tren dan permintaan konsumen dengan cepat, tanpa harus melewati birokrasi yang kompleks.
  • Pendorong inovasi: UMKM sering kali menjadi sumber inovasi dalam ekonomi. Dengan ukuran yang lebih kecil, mereka memiliki kecenderungan untuk menghasilkan ide-ide baru dan mencoba pendekatan yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Peran UMKM dalam perekonomian juga sangat penting. Mereka dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan mempromosikan inklusi sosial serta kesetaraan gender.

Peran UMKM dalam Perekonomian Bangsa

Perlu kita sadari bahwa peran UMKM dalam perekonomian Indonesia adalah sangat signifikan dan tidak bisa diabaikan. Data menunjukkan bahwa UMKM mampu menyerap 97 persen dari total angkatan kerja di negara ini. Angka yang begitu besar ini menunjukkan bahwa UMKM berperan sebagai salah satu pilar utama dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Dalam kondisi di mana tingkat pengangguran menjadi salah satu tantangan utama, UMKM memberikan peluang nyata bagi individu untuk bekerja dan mencari nafkah.

Selain itu, UMKM juga memiliki kemampuan untuk menghimpun hingga 60,4 persen dari total investasi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM memiliki daya tarik bagi investor baik lokal maupun internasional. Investasi yang masuk ke sektor UMKM tidak hanya memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, tetapi juga membantu meningkatkan daya saing dan inovasi dalam berbagai sektor usaha.

Baca juga  Apa Perbedaan UKM dan UMKM dan Bagaimana Perannya dalam Perekonomian?

Potensi basis ekonomi nasional yang kuat dapat dilihat dari jumlah UMKM yang sangat banyak dan kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja dengan signifikan. UMKM tidak hanya memberikan kesempatan bagi individu untuk mencari penghidupan yang lebih baik, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi secara luas. Mereka memainkan peran penting dalam mengurangi kesenjangan sosial, mendorong pertumbuhan inklusif, dan menciptakan peluang ekonomi yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan adanya dukungan yang tepat dari pemerintah, UMKM memiliki potensi untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pengembangan UMKM melalui pemberian akses ke modal, pelatihan kewirausahaan, dan fasilitas pendukung lainnya akan menjadi investasi yang bernilai bagi masa depan ekonomi Indonesia.

Dengan demikian, dapat kita nyatakan UMKM memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Kemampuannya untuk menyerap tenaga kerja yang besar dan menghimpun investasi yang signifikan menunjukkan potensi basis ekonomi nasional yang kuat. Dengan memberikan dukungan yang tepat, UMKM dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Kesimpulan

Dapat kita pahami bahwa UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Dengan karakteristiknya yang unik, UMKM mampu menyerap 97 persen dari total angkatan kerja dan menghimpun hingga 60,4 persen dari total investasi di negara ini. Data tersebut menunjukkan bahwa UMKM merupakan kekuatan ekonomi yang tak bisa diabaikan.

Dengan jumlah UMKM yang sangat banyak (data kemenkop UMKM, sepanjang 2022 terdapat 8,71 juta unit) dan kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja dengan signifikan, Indonesia memiliki potensi basis ekonomi nasional yang kuat. UMKM memberikan peluang nyata bagi individu untuk bekerja dan mencari nafkah, serta memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan ekonomi secara luas. Mereka tidak hanya membantu mengurangi tingkat pengangguran, tetapi juga mendorong pertumbuhan inklusif dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga  Pentingnya Memahami UMKM: Panduan Lengkap untuk Pelaku dan Calon Pebisnis

Pemerintah perlu memberikan dukungan yang tepat kepada UMKM agar mereka dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Langkah-langkah seperti pemberian akses ke modal, pelatihan kewirausahaan, dan fasilitas pendukung lainnya akan menjadi investasi yang bernilai bagi masa depan ekonomi Indonesia.

Dalam menghadapi tantangan global dan membangun ekonomi yang kuat, UMKM adalah sumber daya yang tak ternilai. Keberhasilan UMKM akan menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan memperkuat fondasi ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Sebagai wujud keberanian dan semangat kewirausahaan, UMKM telah membuktikan diri sebagai kekuatan yang tidak bisa diabaikan dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Dengan kesederhanaan dan ketekunan mereka, UMKM mampu menyerap tenaga kerja sebesar 97 persen dan menghimpun investasi sebesar 60,4 persen di negara ini.

Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa dalam jumlah UMKM yang sangat banyak dan daya serap tenaga kerja yang besar. Potensi basis ekonomi nasional yang kuat terletak pada kehadiran UMKM ini. Melalui dukungan yang tepat, UMKM dapat terus tumbuh dan berkembang, memberikan manfaat yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Mari kita terus memberikan apresiasi dan dukungan kepada para pelaku UMKM yang berjuang untuk mengangkat derajat dan keberlanjutan perekonomian kita. Bersama-sama, kita dapat memperkuat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi, menciptakan peluang bagi individu, dan mengarahkan Indonesia menuju masa depan yang lebih makmur.

Iklan

Melalui buku ini, Anda akan belajar bagaimana Membangun kekayaan Melalui Investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *