Pengertian Sistem Ekonomi, Fungsi, Jenis, Unsur, Peran dan Dampak Lembaga Ekonomi

pengertian sistem ekonomi

Apa itu sistem ekonomi? Pengertian sistem ekonomi adalah cara negara dan pemerintah mendistribusikan sumber daya, memproduksi dan memperdagangkan barang dan jasa.

Sistem ekonomi selanjutnya digunakan untuk mengontrol lima faktor produksi antara lain: tenaga kerja, modal, pengusaha, sumber daya fisik dan sumber informasi.

Dalam istilah sehari-hari, faktor produksi ini melibatkan karyawan dan uang yang dimiliki perusahaan, serta akses pada pengusaha, orang-orang yang ingin menjalankan perusahaan atau memulai bisnis mereka sendiri.

Bahan baku dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis, bersama dengan data dan pengetahuan yang digunakan perusahaan untuk dalam memproduksi barang dan jasa.

Sistem ekonomi yang berbeda memandang penggunaan faktor-faktor ini dengan cara yang berbeda.

Sistem ekonomi juga merupakan cara di mana masyarakat atau pemerintah mengatur dan mendistribusikan sumber daya, layanan, dan barang yang tersedia di seluruh wilayah geografis atau negara.

Sistem ekonomi bertujuan untuk mengatur faktor-faktor produksi, termasuk modal, tenaga kerja, sumber daya fisik, dan pengusaha. Sistem ekonomi mencakup banyak lembaga, perusahaan, dan entitas lain.

Baca juga: Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli.

 

Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli

Secara umum, belum ada definisi yang spesifik menjelaskan tentang pengertian sistem ekonomi. Beberapa ahli mendefinisikan sistem ekonomi berbeda-beda, namun untuk memperkaya pemahaman kita, simak penjelasan berikut:

Gilarso

Menurut pendapat Gilarso, Sistem ekonomi merupakan proses pengelompokkan pelaku bisnis (konsumen,produsen, pemerintah,) ketika melaksanakan aktivitas ekonomi (distribusi, memproduksi, investasi) hingga terbentuk kesatuan yang kompleks di bidang ekonomi.

Gregory Grossman & M.Manu

Menurut pendapat Gregory Grosman & M.Manu, pengertian sistem ekonomi sebagai komponen yang terdiri dari unsur, unit, hingga lembaga ekonomi yang tidak berhubungan saja, namun lebih ke interaksi antara satu dengan yang lain.

McEachern

Sedangkan memurut pendapat McEacher, sistem ekonomi merupakan suatu institusi dalam menampung berbagai pertanyaan yang muncul. Bagaimana barang tersebut di produksi? Lebih lanjut McEacher menjelaskan, bahwa dengan menggabungkan seluruh pertanyaan akan lebih mengerti sistem ekonomi yang sesungguhnya.

Nah, Dari beberapa pengertian sistem ekonomi yang diungkapkan para ahli, bisa simpulkan bahwa sistem ekonomi adalah tata cara dalam mengatur seluruh aktivitas ekonomi yang berlaku di masyarakat. Baik itu dari instansi pemerintah maupun swasta yang berpegang pada prinsip tertentu, tujuan akhir adalah memperoleh kesejahteraan bersama.

 

Fungsi Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi menjadikan keteraturan diantara masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi. Setidaknya ada empat fungsi dalam sistem ekonomi yang berfungsi untuk:

  1. Dijadikan sebagai alat atau sarana dalam memproduksi barang dan jasa yang lebih baik.
  2. Mengelompokkan masyarakat dalam aktivitas ekonomi
  3. Menjadikan hasil produksi barang dan jasa yang lebih teratur.
  4. Dijadikan sebagai sistem dalam mewujudkan mekanisme ekonomi yang lebih baik.

 

Jenis Sistem Ekonomi

Cara sumber daya yang langka didistribusikan dalam suatu perekonomian menentukan jenis sistem ekonomi. Ada banyak sistem perekonomian di seluruh dunia. Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri, meskipun semuanya memiliki beberapa fitur dasar.

Setiap fungsi ekonomi berdasarkan pada serangkaian kondisi dan asumsi yang unik.

Secara umum sistem ekonomi dapat dikategorikan menjadi empat jenis diantaranya: sistem ekonomi tradisional, komando, pasar dan campuran. Akan tetapi pada perkembangannya terdapat dua sistem ekonomi yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sosialis.

Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional merupakan jenis ekonomi paling tradisional dan kuno di dunia. Sebagian besar dunia masih berfungsi di bawah sistem ekonomi tradisional.

Area ini cenderung pedesaan, dunia kedua atau ketiga, dan terkait erat dengan tanah, biasanya melalui pertanian.

Secara umum, dalam sistem ekonomi tradisional, surplus jarang terjadi. Setiap anggota ekonomi tradisional memiliki peran yang lebih spesifik dan menonjol, dan masyarakat ini cenderung sangat erat dan puas secara sosial.

Baca juga  Pengertian Manajemen Strategi Menurut Para Ahli [Penjelasan Lengkap]

Namun, mereka kekurangan akses ke teknologi dan pengobatan canggih.

Sistem Ekonomi Komando

Dalam sistem ekonomi komando, sebagian besar sistem ekonomi dikendalikan oleh kekuatan terpusat. Misalnya, di Uni Soviet sebagian besar keputusan dibuat oleh pemerintah pusat. Jenis ekonomi ini adalah inti dari filosofi komunis.

Karena pemerintah merupakan ciri utama ekonomi, pemerintah sering kali terlibat dalam segala hal mulai dari perencanaan hingga pendistribusian kembali sumber daya.

Ekonomi komando mampu menciptakan pasokan sumber daya yang sehat, dan memberi penghargaan kepada rakyatnya dengan harga yang terjangkau.

Kemampuan ini juga berarti bahwa pemerintah biasanya memiliki semua industri penting seperti utilitas, penerbangan, dan kereta api.

Dalam sistem ekonomi komando, secara teoritis mungkin bagi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja yang cukup dan menyediakan barang dan jasa dengan harga yang terjangkau.

Akan tetapi, pada kenyataannya sebagian besar ekonomi komando cenderung berfokus pada sumber daya yang paling berharga seperti minyak.

China atau D.P.R.K. (Korea Utara) merupakan contoh negara yang menggukana sistem ekonomi komando.

Kelebihan:

  1. Jika dijalankan dengan benar, pemerintah dapat memobilisasi sumber daya dalam skala besar. Mobilitas ini dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi hampir semua warga negara.
  2. Pemerintah bisa fokus pada kebaikan masyarakat daripada individu. Fokus ini dapat menghasilkan penggunaan sumber daya yang lebih efisien.

Kekurangan:

  1. Sulit bagi perencana pusat untuk memenuhi kebutuhan semua orang. Tantangan ini memaksa pemerintah untuk memberikan jatah karena tidak dapat menghitung permintaan karena menetapkan harga.
  2. Ada kekurangan inovasi karena tidak perlu mengambil resiko. Pekerja juga dipaksa untuk mengejar pekerjaan yang dianggap cocok oleh pemerintah.

Sistem Ekonomi Pasar

Dalam ekonomi pasar bebas, perusahaan dan rumah tangga bertindak demi kepentingan pribadi untuk menentukan bagaimana sumber daya dialokasikan, barang apa yang diproduksi dan siapa yang membeli barang tersebut. Ini berlawanan dengan cara kerja ekonomi komando, di mana pemerintah pusat dapat menyimpan keuntungannya.

Tidak ada intervensi pemerintah dalam ekonomi pasar murni (“laissez-faire”). Namun, tidak ada ekonomi pasar bebas yang benar-benar ada di dunia. Misalnya, ketika Amerika adalah negara kapitalis, pemerintah kita masih mengatur (atau mencoba untuk mengontrol) perdagangan yang adil, program pemerintah, bisnis yang jujur, monopoli, dll.

Dalam jenis ekonomi ini, ada pemisahan antara pemerintah dan pasar. Pemisahan ini mencegah pemerintah menjadi terlalu kuat dan menjaga kepentingan mereka selaras dengan pasar.

Secara historis, Hong Kong dianggap sebagai contoh masyarakat pasar bebas.

Kelebihan:

  1. Konsumen membayar harga tertinggi yang mereka inginkan, dan bisnis hanya menghasilkan barang dan jasa yang menguntungkan. Ada banyak insentif untuk berwirausaha.
  2. Persaingan untuk mendapatkan sumber daya ini mengarah pada penggunaan faktor-faktor produksi yang paling efisien karena bisnis sangat kompetitif.
  3. Bisnis berinvestasi besar dalam penelitian dan pengembangan. Ada insentif untuk inovasi yang konstan karena perusahaan bersaing untuk menyediakan produk yang lebih baik bagi konsumen.

Kekurangan:

  1. Karena sifat pasar bebas yang sangat kompetitif, bisnis tidak akan peduli pada orang yang kurang beruntung seperti orang tua atau orang cacat. Kurangnya fokus pada manfaat sosial menyebabkan ketimpangan pendapatan yang lebih tinggi.
  2. Karena pasar digerakkan semata-mata oleh kepentingan pribadi, kebutuhan ekonomi memiliki prioritas di atas kebutuhan sosial dan manusia seperti menyediakan perawatan kesehatan bagi orang miskin. Konsumen juga dapat dieksploitasi dengan monopoli.

Sistem Ekonomi Campuran

Ekonomi campuran adalah kombinasi dari berbagai jenis sistem ekonomi. Sistem ekonomi ini merupakan persilangan antara ekonomi pasar dan ekonomi komando.

Dalam jenis ekonomi campuran yang paling umum, pasar kurang lebih bebas dari kepemilikan pemerintah kecuali untuk beberapa bidang utama seperti transportasi atau industri sensitif seperti pertahanan dan kereta api.

Akan tetapi, biasanya pemerintah juga terlibat dalam pengaturan bisnis swasta. Gagasan di balik ekonomi campuran adalah menggunakan yang terbaik dari kedua dunia dengan memasukkan kebijakan yang sosialis dan kapitalis.

Baca juga  Penjelasan Lengkap Fungsi Manajemen Menurut Para Ahli

Pada kondisi tertentu, kebanyakan negara memiliki sistem ekonomi campuran. Contohnya sengara India dan Prancis.

Kelebihan:

  1. Ada lebih sedikit intervensi pemerintah daripada ekonomi komando. Ini menghasilkan bisnis swasta yang dapat berjalan lebih efisien dan menghemat biaya daripada yang mungkin dilakukan oleh entitas pemerintah.
  2. Pemerintah dapat melakukan intervensi untuk memperbaiki kegagalan pasar. Misalnya, sebagian besar pemerintah akan masuk dan membubarkan perusahaan besar jika mereka menyalahgunakan kekuasaan monopoli. Contoh lain adalah pengenaan pajak atas produk berbahaya seperti rokok untuk mengurangi eksternalitas negatif konsumsi.
  3. Pemerintah dapat membuat program jaring pengaman seperti perawatan kesehatan atau jaminan sosial.
  4. Dalam ekonomi campuran, pemerintah dapat menggunakan kebijakan perpajakan untuk mendistribusikan kembali pendapatan dan mengurangi ketidaksetaraan.

Kekurangan:

  1. Ada kritik dari kedua belah pihak yang berpendapat bahwa terkadang intervensi pemerintah terlalu banyak, dan terkadang tidak cukup.
  2. Masalah umum adalah bahwa industri yang dijalankan negara sering disubsidi oleh pemerintah dan mengalami hutang yang besar karena tidak kompetitif.

Sistem Ekonomi Kapitalis

Sistem Ekonomi Kapitalis merupakan sistem ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian. Dalam sistem ini pemerintah dapat ikut campur atau tidak sama sekali.

Ciri-Cirinya:

  1. Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi.
  2. Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu.
  3. Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
  4. Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar.
  5. Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga.
  6. Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang mengatur perekonomian menjadi efisien.
  7. Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba.

Kelebihan:

  1. Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
  2. Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
  3. Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.

Kekurangan:

  1. Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada hanya persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
  2. Sistem harga gagal dalam mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan adanya penekanan upah buruh dan lain-lain).

Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi sosialis memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.

Ciri-cirinya:

  1. Lebih mengutamakan kebersamaan
  2. Peran pemerintah aktif
  3. Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

Kelebihan:

  1. Disediakannya kebutuhan pokok oleh pemerintah
  2. Kegiatan ekonomi didasarkan perencanaan negara
  3. Produksi dikelola oleh Negara

Kelemahan:

  1. Sulit melakukan transaksi
  2. Membatasi kebebasan
  3. Mengabaikan pendidikan moral

 

Unsur Dalam Sistem Ekonomi

Terdapat empat unsur dalam sistem ekonomi yang terdiri dari:

  1. Aktivitas berperilaku : perilaku efisiensi, perilaku penghematan, dan perilaku profesionalitas
  2. Ikon Budaya : Simbolis merk dagang, kekuasaan hak paten, keterangan slogan
  3. Ciri khas : lisensi usaha, kontrak dan akte usaha
  4. Pemikiran : liberal, bertanggung jawab, manajerial

Baca juga: Pengertian Ilmu Ekonomi.

 

Peran Lembaga Ekonomi

Lembaga ekonomi yang muncul dari adanya sistem ekonomi memiliki peran yang krusial pada pertumbuhan ekonomi, berikut penjelasan lengkapnya:

Aktivitas Produksi Terjaga dan Teratur

Lembaga ekonomi muncul atas adanya pengertian ekonomi yang beraneka ragam. Lembaga ini memiliki peran dalam memenuhi setiap kepentingan yang dimiliki masyarakat untuk mencapai kesejahteraan hidup yang adil. Proses yang berlaku di lembaga ekonomi adalah proses produksi, proses distribusi, hingga proses konsumsi untuk masyarakat.

Pertukarann barang dan jasa menjadi Terpusat

Pusat penukaran yang dimaksud adalah pasar. Karena disanalah para pedagang dan penjual bisa saling bertemu dan melakukan transaksi pertukaran barang yang diinginkan.

Menstabilkan Aktivitas Ekonomi

Aktivitas ekonomi yang berlaku di masyarakat akan diawasi langsung oleh Bank Sentral sebagai pusat pengendali. Selain itu, Bank Sentral juga mempunyai kewajiban untuk memberikan kebijakan demi mengatur aktivitas ekonomi yang lebih teratur.

Mengurangi Timbulnya Masalah Ekonomi

Entah sistem ekonomi modern atau tradisional sekalipun pasti akan muncul permasalahan. Masalah yang umum terjadi adalah krisis moneter. Itu sebabnya, perlu adanya badan pengawas untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu lembaga ekonomi. Lembaga ekonomi akan memberikan layanan kartu kredit untuk masyarakat atau membuat suatu program yang bisa dilaksanakan oleh masyarakat.

Baca juga  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli, Jenis, Sejarah dan Cara Berinvestasi

Baca juga: Masalah Ekonomi Ekonomi Modern.

 

Dampak negatif Lembaga Ekonomi

Secara umum sistem ekonomi yang melahirkan lembaga ekonomi memang memiliki peran dalam menstabilkan perekonomian, namun ada pula dampak negatifnya. Apa saja dampak negatifnya, berikut penjelasannya:

Tingkat Kerusakan Lingkungan Tinggi

Tidak menutup kemungkinan jika kerusakan yang terjadi di lingkungan akan semakin parah akibat adanya lembaga ekonomi. Lembaga ekonomi enggan peduli terhadap lingkungan sekitar hingga kelestarian lingkungan yang ada.

Merusak Hubungan Kekeluargaan

Seperti penjelasan diatas, bahwa sistem ekonomi juga bisa membuat perusahaan untuk meraup kentungan sebanyak mungkin. Tipikal lembaga ekonomi modern lebih mengutamakan kekuasaan. Hal ini kemudian akan mengakibatkan kecemburuan sosial diantara masyarakat.

Timbulnya diskriminasi

Lembaga ekonomi mampu membuat ketimpangan sosial, hal ini kemudian mengakibatkan timbulnya diskriminasi kepada karyawan. Diskriminasi yang dimaksud bisa dalam hal pemberian gaji karyawan yang berbeda-beda mupun perlakuan terhadap jenjang karir yang tidak objektif.

 

Contoh Lembaga Ekonomi

Lembaga ekonomi merupakan organisasi yang berfungsi sebagai keterkaitan antara sumber daya dan distribusi barang atau jasa. Berikut ini merupakan contoh lembaga ekonomi yang ada dalam sistem ekonomi:

Koperasi

Koperasi didirikan untuk mencapai kesejahteraan bersama, karena badan usaha ini mempunyai prinsip utama dengan membagi Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada semua anggotanya. Selain kesejahteraan, Koperasi juga mempunyai tujuan untuk membangun sistem ekonomi yang lebih maju, adil, yang berpedoman pada UUD 1945 dan Pancasila.

Pasar

Pasar adalah tempat paling strategis untuk mempertemukan para pembeli dan penjual. Berbagai transaksi akan dilakukan sesuai keinginan masing-masing. Adapun pasar yang dikenal berdasarkan bentuknya, yaitu pasar konkret dan pasar abstrak. Pasar konkret bisa dikenal dengan bangunan fisik yang didirikan dan adanya barang yang dijual.

Sedangkan pasar abstrak adalah lokasi dimana penjual tidak memiliki bangunan fisik namun bisa menjual barang secara online. Pasar abstark di era modern saat ini lebih sering dipakai oleh masyarakat, karena lebih mudah dan praktis

Bank

Bank merupakan badan usaha yang memberikan pelayanan kartu kredit, tempat menyimpan atau peminjaman adalah arti dari Bank. Lembaga keuangan ini didirikan untuk mempermudah masyarakat dalam menyalurkan dana mereka kepada orang lain.

Perusahaan

Perusahaan adalah badan usaha yang menyediakan barang produksi dalam jumlah banyak. perusahaan juga sekaligus menjadi pusat utama dalam memenuhi segala permintaan pasar. Pengelola utama dari badan usaha ini bisa dipimpin oleh perorangan atau kelompok, akan tetapi mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan demi berkembangnya perusahaan tersebut.

Perusahaan Perseroan (PT)

Perusahaan berbentuk PT akan menjalankan aktivitas usaha dari modal mereka sendiri, pada umumnya berupa saham. Setiap orang yang menginvestasikan sahamnya akan memperoleh keuntungan (deviden) dari setiap laba yang diperoleh.

Perusahaan Umum

Perusahaan umum adalah perusahaan yang pemilik modal utamanya berasal dari Negara, dan Negara tidak akan memberikan hasil laba kepada perusahaan. Biasanya juga dikenal dengan istilah BUMN dengan tujuan sebagai penyedia barang dengan kualitas unggulan yang dihasilkan. Tujuan lain dari BUMN ini sendiri adalah sebagai sarana dalam melayani kepentingan masyarakat.

Perusahaan Grosir

Ciri utama dari perusahaan grosir adalah berfokus pada barang ekonomi saja. Transaksi yang dilakukan bisa melalui grosir atau dalam jumlah besar. Perusahaan grosir biasanya akan memasok seluruh barang kepada para pedagang dalam jumlah yang banyak. Hal ini akan menguntungkan masyarakat yang ingin memiliki barang yang beragam dan jumlah yang banyak.

Kesimpulan

Demikianlah pembahasan kita kali ini, dan jika diringkas maka topik yang telah kita bahas dalam artikel ini telah mencakup hal-hal berikut:

  1. Pengertian sistem ekonomi adalah cara negara dan pemerintah mengatur aktivitas ekonomi yang berlaku pada masyarakat yang meliputi distribusi sumber daya, produksi dan perdagangan barang dan jasa.
  2. Sistem ekonomi berfungsi untuk menciptakan keteraturan diantara masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi.
  3. Jenis sistem ekonomi yang umumnya dikenal terdiri dari sistem ekonomi tradisional, komando, pasar dan campuran. Plus dua sistem yaitu kapitalis dan sosialis.
  4. Terdapat empat unsur dalam sistem ekonomi yang terdiri dari Aktivitas berperilaku, Ikon Budaya, Ciri khas dan Pemikiran.

Mudah-mudahan pembahasan dalam artikel ini bisa menambah wawasan Anda dan dapat dijadikan sebagai referensi.

Source:

  1. https://www.intelligenteconomist.com/economic-systems/
  2. https://dhiasitsme.wordpress.com/2011/03/04/sistem-ekonomi-pengertianciri-ciri-juga-keunggulan-kelemahannya/
  3. https://corporatefinanceinstitute.com/resources/knowledge/economics/economic-system/
  4. https://www.mypurohith.com/pengertian-sistem-ekonomi/

Tinggalkan Jejak