Melek Finansial: Pengertian, Mengapa ini penting, dan Bagaimana agar Melek Finansial?

Anda tentu pernah mendengar istilah tentang melek finansial bukan? Tapi, apakah Anda tahu apa sebenarnya maknanya, mengapa penting, dan bagaimana cara mencapainya?

Sekilas info, Melek finansial dipercaya sebagai kemampuan dalam memahami dan mengelola keuangan pribadi dengan baik. Melek finansial bukan hanya tentang mengetahui angka-angka, tetapi juga tentang memiliki sikap, perilaku, dan kebiasaan yang positif terhadap uang.

Untuk memperdalam pemahaman kita tentang hal ini, pada kesempatan ini izinkan saya berbagi kepada Anda tentang melek finansial, manfaatnya, ciri-cirinya, cara mencapainya, dan siapa yang pertama kali mempopulerkan istilah ini.

So, jangan kemana-mana karena kita baru akan mulai dan pantau terus update artikel terbaru dari kami, agar Anda gak ketinggalan info bermanfaar lainnya.

Daftar isi

Apa itu Melek Finansial?

Melek finansial merupakan kemampuan untuk memahami konsep-konsep dasar keuangan, seperti penghasilan, pengeluaran, tabungan, investasi, utang, bunga, inflasi, dan sebagainya. Melek finansial juga berarti mampu membuat keputusan keuangan yang bijak dan cerdas, sesuai dengan tujuan dan kondisi finansial Anda.

Tentu saja hal ini tidak hanya berlaku untuk individu, tetapi juga untuk keluarga, organisasi, dan negara. Jadi, sudahkan Anda menerapkannya dalam pengelolaan keuangan keluarga atau pribadi Anda? jika sudah selamat karena Anda satu langkah lebih maju untuk menuju kekayaan, karena awal dari kekayaan adalah melek finansial.

Mengapa Melek Finansial Penting?

Tentu saja, karena hal ini dapat membantu Anda mencapai kesejahteraan finansial. Kesejahteraan finansial diyakini sebagai kondisi di mana Anda memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan Anda, tanpa harus khawatir atau stres.

Dengan demikian, Anda bisa mengatur keuangan Anda dengan efektif dan efisien, menghindari masalah finansial, seperti utang, kemiskinan, atau krisis, dan merencanakan masa depan Anda dengan lebih baik, seperti pendidikan, karier, bisnis, atau pensiun.

Satu lagi, hal ini juga dapat meningkatkan kualitas hidup Anda secara keseluruhan, baik secara fisik, mental, sosial, maupun spiritual.

Apa Saja sih Ciri-Ciri seorang yang Melek Finansial?

Melek finansial tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan, tetapi juga oleh sikap, perilaku, dan kebiasaan. Berikut adalah beberapa ciri-ciri seseorang yang melek finansial yang tentu dapat Anda contoh:

  • Memiliki tujuan finansial yang jelas, spesifik, terukur, realistis, dan berbatas waktu.
  • Membuat anggaran bulanan dan mengikutinya dengan disiplin.
  • Mencatat penghasilan dan pengeluaran Anda secara rinci dan rutin.
  • Menyisihkan sebagian dari penghasilan Anda untuk tabungan dan investasi.
  • Membayar utang Anda tepat waktu dan menghindari utang baru yang tidak perlu.
  • Memiliki dana darurat yang cukup untuk menghadapi situasi darurat.
  • Berinvestasi secara konsisten dan diversifikasi portofolio Anda.
  • Mengevaluasi keuangan Anda secara berkala dan menyesuaikan rencana Anda jika perlu.
  • Meningkatkan literasi keuangan Anda dengan terus belajar dan mencari informasi yang akurat dan terpercaya.
  • ┬áMemiliki sikap positif terhadap uang dan menghargai nilai uang.
Baca juga  Menuju Puncak Kecerdasan Financial: Strategi Inspiratif untuk Meraih Kesejahteraan Finansial

kamu punya gak ciri-ciri diatas? So, selamat ya…karena kamu udah siap melangkah ke tahap berikutny..

Bagaimana Cara agar Melek Finansial dan Gimana Menerapkannya?

Sebenarnya ini bukanlah hal yang sulit, yang penting Anda sudah memiliki niat, komitmen, dan aksi nyata. Berikut ini beberapa langkah yang dapat Anda lakukan agar melek finansial dan tentu saja yang gak kalah penting adalah menerapkannya dalam kehidupan Anda:

Tentukan tujuan finansial Anda

Apa yang ingin Anda capai dengan uang Anda? Misalnya, Anda ingin membeli rumah, menikah, berlibur, atau pensiun. Tuliskan tujuan Anda secara jelas dan rinci, beserta waktu dan biayanya.

Bikin anggaran bulanan Anda

Anggaran bulanan adalah rencana pengeluaran Anda setiap bulannya yang disesuaikan dengan penghasilan Anda. Anda dapat membagi pengeluaran Anda menjadi tiga kategori: kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Kebutuhan adalah pengeluaran yang harus Anda bayar, seperti makanan, transportasi, listrik, air, dan sebagainya. Keinginan adalah pengeluaran yang dapat Anda pilih, seperti hiburan, belanja, liburan, dan sebagainya. Tabungan adalah uang yang Anda sisihkan untuk masa depan, seperti dana darurat, investasi, atau tujuan finansial lainnya. Anda dapat menggunakan rumus 50/30/20 untuk membuat anggaran bulanan Anda, yaitu 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan.

Catat pemasukan dan pengeluaran Anda

Gunakan buku catatan, aplikasi, atau spreadsheet untuk mencatat penghasilan dan pengeluaran Anda secara rinci dan rutin. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui berapa uang yang masuk dan keluar setiap bulannya. Anda juga dapat mengetahui pos-pos pengeluaran yang dapat Anda kurangi atau bahkan dihapus.

Bayar utang Anda dan hindari utang baru

Jika Anda memiliki utang, baik itu kartu kredit, kredit motor, kredit rumah, atau utang lainnya, maka Anda harus membayarnya sesegera mungkin. Utang adalah beban finansial yang dapat mengurangi penghasilan dan tabungan Anda. Anda harus membayar utang Anda dengan prioritas tertinggi, yaitu utang yang memiliki bunga paling tinggi. Anda juga harus menghindari utang baru, kecuali jika benar-benar mendesak dan menguntungkan. Jangan tergoda untuk mengambil utang yang tidak perlu, seperti untuk membeli barang-barang mewah atau liburan.

Baca juga  Siap-Siap Liburan: Tips Menabung yang Bikin Mimpi Jadi Kenyataan!

Sisihkan dana darurat

Dana darurat merupakan uang yang Anda simpan untuk menghadapi situasi darurat, seperti kecelakaan, sakit, kehilangan pekerjaan, atau bencana alam. Dana darurat dapat membantu Anda mengatasi masalah finansial yang tidak terduga tanpa harus mengganggu anggaran atau tabungan Anda. Anda dapat menyisihkan sebagian dari penghasilan atau tabungan Anda untuk dana darurat setiap bulannya. Idealnya, dana darurat Anda setidaknya harus mencukupi untuk membiayai pengeluaran Anda selama tiga hingga enam bulan.

Mulaiah berinvestasi

Jangan sampai terbalik ya, urutan yang bener adalah dana darurat dahulu baru invest. Investasi dipercaya sebagai salah satu cara untuk mengembangkan uang Anda dengan memanfaatkan bunga majemuk atau capital gain. Investasi dapat membantu Anda mencapai tujuan finansial Anda dalam jangka panjang, seperti membeli rumah, pendidikan anak, atau pensiun.

Anda bisa memilih berbagai jenis investasi, seperti saham, obligasi, reksa dana, emas, properti, atau bisnis. Anda harus memilih investasi yang sesuai dengan profil risiko, tujuan, dan jangka waktu Anda. Anda juga harus berinvestasi secara konsisten dan diversifikasi portofolio Anda.

Evaluasi keuangan Anda secara berkala

Mengelola keuangan bukanlah hal yang sekali jadi, tetapi harus dilakukan secara berkala. Anda harus mengevaluasi keuangan Anda setiap bulan, tiga bulan, enam bulan, atau setahun sekali. Anda dapat mengecek apakah penghasilan dan pengeluaran Anda sesuai dengan anggaran Anda, apakah utang Anda sudah berkurang atau lunas, apakah tabungan dan investasi Anda sudah bertambah atau mencapai tujuan Anda, dan apakah ada perubahan dalam kondisi finansial Anda. Jika ada, Anda dapat menyesuaikan anggaran, tabungan, atau investasi Anda sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tingkatkan literasi keuangan Anda

Literasi keuangan sejatinya kemampuan untuk memahami dan mengelola keuangan Anda dengan baik. Anda dapat meningkatkan literasi keuangan Anda dengan terus belajar dan mencari informasi yang akurat dan terpercaya. Anda dapat membaca buku, artikel, blog, atau podcast tentang keuangan, mengikuti seminar, webinar, atau kursus online tentang keuangan, atau bergabung dengan komunitas atau forum keuangan. Dengan meningkatkan literasi keuangan Anda, Anda dapat membuat keputusan keuangan yang lebih bijak dan cerdas.

Baca juga  5 Langkah Jitu Dalam Meningkatkan Kecerdasan Finansial

 

Siapa yang Pertama Kali Mempopulerkan Istilah Melek Finansial?

Istilah melek finansial pertama kali dipopulerkan oleh John Kehoe, seorang penulis dan pembicara asal Kanada yang dikenal sebagai ahli pikiran bawah sadar.

Dalam bukunya yang berjudul Mind Power Into the 21st Century, ia menjelaskan bahwa melek finansial adalah kemampuan untuk memahami dan mengendalikan uang dengan menggunakan kekuatan pikiran.

Ia mengatakan bahwa uang adalah energi yang dapat kita tarik atau tolak dengan cara kita berpikir, merasa, dan bertindak. Ia juga memberikan beberapa teknik untuk meningkatkan melek finansial, seperti visualisasi, afirmasi, meditasi, dan hukum tarik-menarik.

 

Kesimpulan

Melek finansial sebuah seni tentang kemampuan untuk memahami dan mengelola keuangan Anda dengan baik. Hal ini bisa membantu Anda mencapai kesejahteraan finansial dan meningkatkan kualitas hidup Anda secara keseluruhan.

Anda bisa memulainya dengan menentukan tujuan finansial Anda, membuat anggaran bulanan Anda, mencatat penghasilan dan pengeluaran Anda, membayar utang Anda dan menghindari utang baru, menyisihkan dana darurat, mulai berinvestasi, mengevaluasi keuangan Anda secara berkala, dan meningkatkan literasi keuangan Anda.

Bisa juga belajar dari John Kehoe, yang pertama kali mempopulerkan istilah melek finansial, tentang bagaimana cara menggunakan kekuatan pikiran untuk mengendalikan uang. Mulailah sekarang dan raih melek finansial Anda!

Iklan

Melalui buku ini, Anda akan belajar bagaimana Membangun kekayaan Melalui Investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *