
Suatu hari seorang karyawan baru bertanya kepada manajernya.
“Pak, sebenarnya tugas manajer itu apa? Apakah hanya memberi perintah?”
Manajer itu tersenyum.
“Kalau pekerjaan saya hanya memberi perintah, perusahaan ini sudah lama kacau.”
Pertanyaan sederhana itu sebenarnya menyentuh satu konsep penting dalam dunia organisasi: manajerial.
Banyak orang mengira manajerial hanya tentang posisi jabatan. Seolah-olah begitu seseorang menjadi manajer, otomatis ia memiliki kemampuan manajerial.
Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.
Kemampuan manajerial adalah kemampuan mengatur arah, menggerakkan orang, dan memastikan tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.
Para ahli manajemen sudah lama mencoba menjelaskan konsep ini. Masing-masing memberikan definisi yang berbeda, tetapi jika diperhatikan dengan seksama, semuanya sebenarnya mengarah pada satu hal yang sama:
kemampuan manusia untuk mengatur dan menggerakkan sumber daya agar tujuan bersama bisa tercapai.
Mari kita lihat bagaimana para ahli menjelaskan konsep manajerial ini, dengan cara yang lebih hidup dan mudah dipahami.
Ketika Sebuah Organisasi Tidak Memiliki Manajemen
Bayangkan sebuah perusahaan tanpa manajemen.
Setiap orang bekerja dengan caranya sendiri.
Tim pemasaran membuat strategi sendiri.
Tim produksi membuat keputusan sendiri.
Bagian keuangan memiliki prioritas sendiri.
Tidak ada koordinasi.
Tidak ada arah yang jelas.
Perusahaan mungkin tetap berjalan, tetapi seperti kapal tanpa kompas.
Di sinilah kemampuan manajerial menjadi penting.
Manajer bukan sekadar orang yang memberi perintah. Ia adalah orang yang memastikan:
semua orang bergerak ke arah yang sama
sumber daya digunakan secara efisien
tujuan organisasi benar-benar tercapai
Inilah inti dari konsep manajerial yang dijelaskan oleh banyak ahli.
Definisi Manajerial Menurut George R. Terry
George R. Terry adalah salah satu tokoh klasik dalam ilmu manajemen.
Ia menjelaskan bahwa manajemen adalah:
sebuah proses unik yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian untuk mencapai tujuan melalui pemanfaatan sumber daya.
Jika kita lihat lebih dalam, definisi ini menjelaskan bahwa manajerial bukan hanya satu tindakan.
Manajerial adalah sebuah proses berurutan.
Pertama seorang manajer harus merencanakan tujuan.
Kemudian ia harus mengorganisasi sumber daya.
Lalu ia perlu mengarahkan orang untuk bekerja.
Dan akhirnya ia harus mengendalikan serta mengevaluasi hasilnya.
Tanpa proses ini, organisasi mudah kehilangan arah.
Mary Parker Follett: Manajemen adalah Seni Melalui Orang Lain
Mary Parker Follett memberikan definisi yang jauh lebih sederhana tetapi sangat kuat.
Ia mengatakan:
Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Kalimat ini terlihat sederhana, tetapi sebenarnya sangat dalam.
Seorang manajer tidak menyelesaikan semua pekerjaan sendiri.
Sebaliknya, ia memastikan orang lain dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik.
Artinya kemampuan manajerial berkaitan erat dengan:
komunikasi
kepemimpinan
motivasi
koordinasi tim
Seorang manajer yang hebat bukan yang bekerja paling keras, tetapi yang mampu membuat timnya bekerja secara efektif.
Lawrence A. Appley: Kemampuan Menggerakkan Orang
Lawrence A. Appley melihat manajemen dari sisi yang lebih praktis.
Menurutnya:
Manajemen adalah keahlian untuk menggerakkan orang lain agar mau melakukan sesuatu.
Perhatikan kata pentingnya: mau.
Orang bisa saja melakukan sesuatu karena dipaksa. Tetapi hasilnya biasanya tidak optimal.
Sebaliknya, ketika seseorang ingin melakukan pekerjaannya dengan baik, kinerjanya akan jauh lebih baik.
Di sinilah peran manajer sebagai penggerak manusia, bukan sekadar pengatur tugas.
Winardi: Manajemen sebagai Proses Kegiatan
Menurut Winardi, manajemen adalah:
proses kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
Definisi ini sebenarnya memperkuat gagasan yang sebelumnya dijelaskan oleh George R. Terry.
Ada empat aktivitas utama dalam manajemen:
Perencanaan
Pengorganisasian
Penggerakan
Pengawasan
Empat aktivitas ini sering disebut sebagai fungsi manajemen.
Tangkilisan: Menggerakkan Sumber Daya Menuju Tujuan
Tangkilisan menjelaskan bahwa manajerial adalah:
kemampuan memanfaatkan dan menggerakkan sumber daya agar diarahkan bagi tercapainya tujuan melalui kegiatan orang lain.
Jika diperhatikan, semua definisi yang kita lihat memiliki pola yang sama.
Manajerial selalu berkaitan dengan tiga hal utama:
tujuan
sumber daya
manusia
Manajer bertugas memastikan ketiga hal ini terhubung secara efektif.
Unsur Utama dalam Kemampuan Manajerial
Dari berbagai definisi para ahli, kita bisa menyimpulkan bahwa kemampuan manajerial terdiri dari empat unsur utama.
Keempat unsur ini sering disebut sebagai fungsi manajemen.
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah langkah pertama dalam manajemen.
Tanpa perencanaan, organisasi seperti berjalan tanpa arah.
Dalam tahap ini, manajer harus menentukan:
tujuan organisasi
strategi untuk mencapainya
langkah-langkah yang harus dilakukan
Perencanaan membantu organisasi bergerak secara sistematis.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Setelah tujuan ditentukan, langkah berikutnya adalah mengatur sumber daya.
Manajer perlu menentukan:
siapa melakukan apa
bagaimana struktur kerja tim
bagaimana alur koordinasi
Pengorganisasian memastikan setiap orang memiliki peran yang jelas.
3. Pengarahan (Leading / Actuating)
Di sinilah kemampuan kepemimpinan berperan besar.
Pengarahan berarti:
memberi motivasi
membangun komunikasi
membimbing tim
Seorang manajer yang baik tidak hanya memberi instruksi. Ia juga mampu menginspirasi timnya.
4. Pengendalian (Controlling)
Langkah terakhir adalah memastikan semua berjalan sesuai rencana.
Pengendalian meliputi:
memonitor kinerja
mengevaluasi hasil
melakukan perbaikan jika diperlukan
Tanpa pengendalian, rencana yang baik sekalipun bisa gagal.
Efektivitas dan Efisiensi: Dua Tujuan Utama Manajerial
Pada akhirnya kemampuan manajerial selalu berkaitan dengan dua konsep penting:
Efektivitas
Efektivitas berarti tujuan tercapai.
Misalnya perusahaan menargetkan penjualan 10.000 unit dan berhasil mencapainya.
Efisiensi
Efisiensi berarti menggunakan sumber daya secara optimal.
Misalnya perusahaan mencapai target penjualan tanpa pemborosan biaya.
Manajer yang baik harus mampu menjaga keseimbangan antara efektivitas dan efisiensi.
Mengapa Kemampuan Manajerial Penting di Dunia Nyata
Kemampuan manajerial tidak hanya dibutuhkan oleh manajer perusahaan besar.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang sebenarnya menggunakan prinsip manajerial tanpa menyadarinya.
Contohnya:
mengelola tim kerja
menjalankan bisnis kecil
mengatur proyek
bahkan mengelola keluarga
Semua aktivitas tersebut membutuhkan:
perencanaan
koordinasi
pengambilan keputusan
Itulah inti dari manajerial.
Kisah Nyata Tentang Manajer yang Efektif
Di sebuah perusahaan manufaktur, ada dua kepala divisi.
Keduanya sama-sama pintar secara teknis.
Namun hasil kerja tim mereka sangat berbeda.
Divisi pertama sering terlambat menyelesaikan proyek.
Anggotanya sering konflik satu sama lain.
Divisi kedua justru bekerja lebih teratur.
Proyek selesai tepat waktu.
Apa yang membedakan mereka?
Bukan kemampuan teknis.
Tetapi kemampuan manajerial.
Manajer divisi kedua mampu:
mengatur prioritas kerja
membangun komunikasi tim
memotivasi anggota tim
Ia tidak hanya bekerja keras. Ia mengarahkan orang lain untuk bekerja dengan baik.
Penutup
Manajerial Bukan Sekadar Jabatan, tetapi sayangnya banyak orang menganggap manajerial hanya berkaitan dengan posisi jabatan.
Padahal sebenarnya manajerial adalah sebuah kemampuan berpikir dan bertindak.
Kemampuan untuk:
melihat tujuan dengan jelas
mengatur sumber daya secara bijak
menggerakkan orang menuju arah yang sama
Para ahli manajemen mungkin menggunakan definisi yang berbeda-beda.
Namun semua definisi tersebut mengarah pada satu inti yang sama.
Manajerial adalah seni dan ilmu menggerakkan manusia serta sumber daya agar tujuan bersama bisa tercapai secara efektif dan efisien.
Dan dalam dunia organisasi yang semakin kompleks, kemampuan ini sering menjadi pembeda antara sekadar bekerja… dan benar-benar memimpin.



