Apa Itu Growth Hacking dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Anda mungkin pernah mendengar istilah growth hacking, terutama jika Anda berkecimpung di dunia startup atau bisnis digital. Istilah ini sering dikaitkan dengan kisah-kisah sukses dari perusahaan-perusahaan seperti Airbnb, Dropbox, Spotify, atau Instagram, yang mampu mencapai jutaan pengguna, pelanggan, atau pendapatan dalam waktu singkat dengan biaya rendah.

Namun, apa sebenarnya growth hacking itu? Bagaimana cara kerjanya? Dan mengapa istilah ini begitu populer di kalangan para pengusaha? Dalam artikel ini, kami akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan memberikan penjelasan yang mudah dipahami tentang apa itu growth hacking, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja manfaatnya.

Daftar isi

Pengertian Growth Hacking

Growth hacking adalah istilah yang diciptakan oleh Sean Ellis pada tahun 2010. Sean Ellis adalah seorang pakar pemasaran digital yang pernah bekerja untuk beberapa startup sukses, seperti Dropbox, Eventbrite, LogMeIn, dan Xobni. Dia mendefinisikan growth hacker sebagai “seseorang yang tujuan utamanya adalah pertumbuhan”.

Growth hacker adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mencari cara-cara kreatif, inovatif, dan murah untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis. Growth hacker tidak terbatas oleh anggaran, sumber daya, atau aturan tradisional. Growth hacker berfokus pada hasil yang dapat diukur dan bereksperimen dengan berbagai ide hingga menemukan solusi yang paling efektif.

Growth hacking adalah proses yang melibatkan beberapa langkah, seperti:

  • Menentukan tujuan pertumbuhan yang spesifik dan terukur
  • Mengidentifikasi metrik kunci yang dapat mengukur tujuan pertumbuhan
  • Menganalisis data tentang perilaku pengguna atau pelanggan
  • Menghasilkan ide-ide solusi yang kreatif, inovatif, dan murah
  • Menguji ide-ide solusi dengan skala kecil dan cepat
  • Mengukur hasil uji coba dan membandingkannya dengan tujuan pertumbuhan
  • Mengulangi proses hingga menemukan solusi yang optimal

Growth hacking biasanya diterapkan pada tahap awal bisnis, ketika bisnis masih mencari product-market fit. Product-market fit adalah kondisi di mana produk atau layanan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar. Ketika bisnis sudah mencapai product-market fit, maka growth hacking dapat membantu bisnis untuk mempercepat pertumbuhan dengan cara memperluas pasar, meningkatkan loyalitas pelanggan, atau meningkatkan pendapatan.

Cara Kerja Growth Hacking

Growth hacking memiliki tujuh langkah utama, yaitu menentukan tujuan pertumbuhan, mengidentifikasi metrik kunci, menganalisis data, menghasilkan ide solusi, menguji ide solusi, mengukur hasil uji coba, dan mengulangi proses. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing langkah:

Baca juga  Bagaimana Cara Mengatasi Tantangan dalam Menerapkan Growth Hacking?

1. Menentukan Tujuan Pertumbuhan

Langkah pertama dalam growth hacking adalah menentukan tujuan pertumbuhan yang spesifik dan terukur. Tujuan pertumbuhan adalah gambaran tentang apa yang ingin dicapai dalam jangka pendek atau jangka panjang. Tujuan pertumbuhan harus SMART (Spesifik, Terukur, Dapat Dicapai, Relevan, dan Berbatas Waktu).

Contoh tujuan pertumbuhan adalah:

  • Meningkatkan jumlah pengguna aktif harian dari 1000 menjadi 5000 dalam tiga bulan
  • Meningkatkan rasio konversi dari 5% menjadi 10% dalam enam bulan
  • Meningkatkan pendapatan rata-rata per pengguna dari Rp 50.000 menjadi Rp 100.000 dalam satu tahun

2. Mengidentifikasi Metrik Kunci

Langkah kedua dalam growth hacking adalah mengidentifikasi metrik kunci yang dapat mengukur tujuan pertumbuhan. Metrik kunci adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur kinerja atau hasil dari suatu aktivitas atau proses. Metrik kunci harus relevan, akurat, dan mudah dipahami.

Contoh metrik kunci adalah:

  • Jumlah pengguna aktif harian: Jumlah pengguna yang menggunakan produk atau layanan setidaknya sekali dalam sehari
  • Rasio konversi: Persentase pengguna yang melakukan tindakan yang diinginkan, seperti mendaftar, membeli, atau merekomendasikan produk atau layanan
  • Pendapatan rata-rata per pengguna: Jumlah pendapatan yang dihasilkan dari setiap pengguna dalam periode tertentu

3. Menganalisis Data

Langkah ketiga dalam growth hacking adalah menganalisis data tentang perilaku pengguna atau pelanggan. Data adalah informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti website, aplikasi, media sosial, survei, atau wawancara. Data dapat memberikan wawasan tentang siapa pengguna atau pelanggan, apa yang mereka butuhkan dan inginkan, bagaimana mereka menggunakan produk atau layanan, dan apa yang membuat mereka puas atau tidak puas.

Contoh data adalah:

  • Demografi: Data tentang karakteristik dasar pengguna atau pelanggan, seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, atau lokasi
  • Psikografi: Data tentang karakteristik psikologis pengguna atau pelanggan, seperti kepribadian, gaya hidup, nilai, atau minat
  • Perilaku: Data tentang tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh pengguna atau pelanggan, seperti frekuensi penggunaan, durasi penggunaan, fitur yang digunakan, atau masalah yang dihadapi
Baca juga  Bagaimana Menerapkan Growth Hacking dalam Pengembangan Bisnis?

4. Menghasilkan Ide Solusi

Langkah keempat dalam growth hacking adalah menghasilkan ide-ide solusi yang kreatif, inovatif, dan murah. Ide adalah gagasan atau konsep yang dapat menjadi solusi untuk mencapai tujuan pertumbuhan. Ide harus kreatif (berbeda dari solusi yang sudah ada), inovatif (memberikan nilai tambah bagi pengguna atau pelanggan), dan murah (membutuhkan biaya rendah untuk diimplementasikan).

Contoh ide solusi adalah:

  • Membuat program referral yang memberikan insentif kepada pengguna yang mengundang teman-temannya untuk menggunakan produk atau layanan
  • Membuat konten edukasi atau hiburan yang berkaitan dengan produk atau layanan dan menyebarkannya melalui media sosial, blog, podcast, atau video
  • Membuat fitur personalisasi yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan produk atau layanan sesuai dengan preferensi mereka

5. Menguji Ide Solusi

Langkah kelima dalam growth hacking adalah menguji ide-ide solusi dengan skala kecil dan cepat. Uji coba adalah proses mengimplementasikan ide solusi secara sementara dan terbatas untuk mengukur efektivitasnya. Uji coba harus dilakukan dengan skala kecil (melibatkan sejumlah kecil pengguna atau pelanggan) dan cepat (selesai dalam waktu singkat).

Uji coba bertujuan untuk menguji asumsi dan hipotesis yang mendasari ide solusi. Uji coba juga bertujuan untuk mengumpulkan data dan umpan balik tentang respon pengguna atau pelanggan terhadap ide solusi. Uji coba juga bertujuan untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari ide solusi.

Contoh uji coba adalah:

  • Membuat landing page yang menjelaskan program referral dan mengirimkan linknya kepada sebagian pengguna yang sudah ada
  • Membuat konten edukasi atau hiburan dan mempostingnya di media sosial dengan hashtag yang relevan dan menarik
  • Membuat fitur personalisasi dan memberikannya kepada sebagian pengguna yang baru mendaftar

6. Mengukur Hasil Uji Coba

Langkah keenam dalam growth hacking adalah mengukur hasil uji coba dan membandingkannya dengan tujuan pertumbuhan. Hasil uji coba adalah data dan umpan balik yang diperoleh dari pelaksanaan ide solusi. Hasil uji coba harus diukur dengan menggunakan metrik kunci yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil uji coba juga harus dibandingkan dengan tujuan pertumbuhan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Hasil uji coba dapat menunjukkan tiga kemungkinan, yaitu:

  • Ide solusi berhasil mencapai atau melebihi tujuan pertumbuhan, yang berarti ide solusi dapat di implementasikan secara penuh dan permanen
  • Ide solusi gagal mencapai tujuan pertumbuhan, tetapi menunjukkan potensi untuk ditingkatkan, yang berarti ide solusi dapat dimodifikasi atau disesuaikan dan diuji kembali
  • Ide solusi gagal mencapai tujuan pertumbuhan, dan tidak menunjukkan potensi untuk ditingkatkan, yang berarti ide solusi dapat dibuang atau diganti dengan ide lain
Baca juga  Manajemen Bisnis Adalah: Definisi, Sistem, Strategi dan Gaya Manajemen

7. Mengulangi Proses hingga Menemukan Solusi yang Optimal

Langkah ketujuh dalam growth hacking adalah mengulangi proses hingga menemukan solusi yang optimal. Proses growth hacking adalah proses yang iteratif, yaitu proses yang berulang-ulang hingga mencapai hasil yang diinginkan. Proses growth hacking tidak berhenti ketika menemukan satu solusi yang berhasil, tetapi terus mencari solusi-solusi lain yang lebih baik.

Proses growth hacking membutuhkan sikap yang kreatif, inovatif, eksperimental, dan fleksibel. Proses growth hacking juga membutuhkan kerjasama antara tim pemasaran, tim teknologi, tim produk, dan tim lainnya yang terlibat dalam bisnis.

Kesimpulan

Dari artikel ini, kita dapat menyimpulkan bahwa:

  • Growth hacking adalah alat atau metode yang digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dengan cara-cara yang kreatif, inovatif, dan murah
  • Growth hacking memiliki tujuh langkah utama, yaitu menentukan tujuan pertumbuhan, mengidentifikasi metrik kunci, menganalisis data, menghasilkan ide solusi, menguji ide solusi, mengukur hasil uji coba, dan mengulangi proses
  • Growth hacking memiliki tantangan-tantangan tersendiri yang harus dihadapi dan diatasi oleh para growth hacker

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi yang berguna bagi Anda yang ingin mengetahui apa itu growth hacking. Jika Anda tertarik untuk belajar lebih lanjut tentang growth hacking, silakan kunjungi website ini untuk mendapatkan panduan lengkap tentang growth hacking. Selamat mencoba!

Iklan

Melalui buku ini, Anda akan belajar bagaimana Membangun kekayaan Melalui Investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *