5 Rahasia Investasi ala Warren Buffett, Lakukan Ini Selagi Muda

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Warren Buffett, salah satu orang terkaya di dunia yang menghasilkan kekayaannya dari investasi. Bagaimana cara dia berinvestasi? Apa rahasia di balik kesuksesannya? Apakah Anda bisa menirunya?

Dalam artikel ini, kami akan membahas lima rahasia investasi ala Warren Buffett yang bisa Anda lakukan selagi muda. Kami juga akan memberikan link hasil riset ilmiah dan contoh konkret untuk mendukung argumentasi kami. Kami harap artikel ini bisa memberikan Anda inspirasi dan motivasi untuk berinvestasi dengan cerdas dan bijak.

Daftar isi

Investasikan pada apa yang Anda pahami

Rahasia pertama yang harus Anda ketahui adalah bahwa Warren Buffett hanya berinvestasi pada bisnis yang dia pahami. Dia tidak tergoda oleh tren atau hype yang tidak sesuai dengan pengetahuan dan minatnya. Dia mencari perusahaan yang memiliki produk atau layanan yang berkualitas, memiliki keunggulan kompetitif, dan memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

Salah satu contoh perusahaan yang memenuhi kriteria ini adalah Apple (AAPL), yang merupakan salah satu saham favorit Warren Buffett. Dia membeli saham Apple pada tahun 2016 dan tidak menjualnya hingga sekarang, meskipun harganya sudah meningkat lebih dari 400%. Alasannya adalah karena dia mengerti bisnis Apple, yaitu membuat produk teknologi yang inovatif, mudah digunakan, dan memiliki loyalitas pelanggan yang tinggi.

Menurut sebuah studi ilmiah1, berinvestasi pada apa yang Anda pahami bisa meningkatkan kinerja portofolio Anda secara signifikan. Studi ini menunjukkan bahwa investor individu yang berinvestasi pada saham-saham yang berhubungan dengan pekerjaan atau hobi mereka memiliki return lebih tinggi daripada investor individu lainnya.

2.Sabar adalah kunci keberhasilan

Rahasia kedua yang harus Anda pelajari adalah bahwa Warren Buffett adalah seorang investor jangka panjang yang tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar. Dia tidak menjual sahamnya hanya karena harganya turun atau naik secara drastis. Dia percaya bahwa nilai intrinsik sebuah perusahaan akan tercermin dalam harga sahamnya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, dia sabar menunggu hasil dari investasinya dan tidak terburu-buru mengambil keuntungan.

Baca juga  Kisah Inspiratif Lo Kheng Hong dalam Mendulang Keuntungan Saham

Salah satu contoh perusahaan yang menjadi bukti kesabaran Warren Buffett adalah Coca-Cola (KO), yang merupakan salah satu saham tertua di portofolio Warren Buffett. Dia membeli saham Coca-Cola pada tahun 1988 dan masih memegangnya hingga sekarang, meskipun saham Coca-Cola pernah mengalami penurunan harga hingga 50% pada tahun 1998-1999. Alasannya adalah karena dia yakin dengan bisnis Coca-Cola, yaitu membuat minuman ringan yang populer, memiliki merek kuat, dan memiliki distribusi global.

Menurut sebuah studi ilmiah2, berinvestasi secara jangka panjang bisa memberikan Anda keuntungan lebih besar daripada berinvestasi secara jangka pendek. Studi ini menunjukkan bahwa investor jangka panjang memiliki return lebih tinggi, risiko lebih rendah, dan biaya transaksi lebih rendah daripada investor jangka pendek.

3.Jadilah serakah ketika orang lain takut, dan takut ketika orang lain serakah

Rahasia ketiga yang harus Anda praktekkan adalah bahwa Warren Buffett memiliki filosofi investasi yang berbeda dari kebanyakan orang. Dia tidak mengikuti arus pasar, melainkan mencari peluang di saat-saat krisis atau ketidakpastian. Dia berani membeli saham-saham yang dianggap murah atau undervalued karena orang lain menjauhinya. Sebaliknya, dia menghindari saham-saham yang dianggap mahal atau overvalued karena orang lain mengejarnya.

Salah satu contoh perusahaan yang menjadi saksi keberanian Warren Buffett adalah Bank of America (BAC), yang merupakan salah satu saham terbesar di portofolio Warren Buffett. Dia membeli saham Bank of America pada saat krisis keuangan global tahun 2008-2009 dengan harga $5 per saham. Saat ini, harga saham Bank of America sudah mencapai $40 per saham, atau meningkat delapan kali lipat. Alasannya adalah karena dia melihat potensi Bank of America sebagai salah satu bank terbesar di Amerika Serikat dengan jaringan nasional dan diversifikasi bisnis.

Menurut sebuah studi ilmiah3, berinvestasi secara kontrarian bisa memberikan Anda keunggulan kompetitif di pasar. Studi ini menunjukkan bahwa investor kontrarian yang membeli saham-saham yang ditolak oleh pasar dan menjual saham-saham yang disukai oleh pasar memiliki return lebih tinggi daripada investor yang mengikuti sentimen pasar.

4.Mintalah nasihat dari orang yang lebih berpengalaman

Rahasia keempat yang harus Anda lakukan adalah bahwa Warren Buffett tidak segan-segan belajar dari orang-orang yang lebih berpengalaman darinya dalam bidang investasi. Dia sering berkonsultasi dengan mentor-mentornya seperti Benjamin Graham, Philip Fisher, dan Charlie Munger. Dia juga membaca banyak buku, majalah, laporan keuangan, dan sumber informasi lainnya untuk menambah wawasan dan pengetahuannya. Dia bahkan bersedia membayar $3,4 juta untuk makan siang bersama dengan orang-orang yang dia anggap pintar dan inspiratif.

Salah satu contoh orang yang menjadi guru bagi Warren Buffett adalah Benjamin Graham, yang merupakan bapak dari value investing. Warren Buffett belajar langsung dari Benjamin Graham di Columbia Business School dan bekerja di perusahaannya, Graham-Newman Corporation. Dari Benjamin Graham, Warren Buffett belajar tentang konsep nilai intrinsik, margin of safety, dan Mr. Market.

Menurut sebuah studi ilmiah4, belajar dari orang yang lebih berpengalaman bisa meningkatkan kemampuan Anda dalam berinvestasi. Studi ini menunjukkan bahwa investor individu yang memiliki akses ke informasi dari orang dalam perusahaan atau analis profesional memiliki return lebih tinggi daripada investor individu yang tidak memiliki akses tersebut.

5.Nikmati proses belajar dan berinvestasi

Rahasia kelima yang harus Anda rasakan adalah bahwa Warren Buffett tidak hanya berinvestasi untuk mencari uang, tetapi juga untuk menyalurkan passion dan hobi nya. Dia sangat menikmati proses belajar dan berinvestasi, sehingga dia tidak merasa bosan atau jenuh. Dia selalu mencari tantangan baru dan bersemangat untuk mengembangkan portofolio investasinya. Dia juga tidak lupa untuk bersyukur dan berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan melalui kegiatan filantropi.

Baca juga  Apa itu Economic Moat, Jenis dan Mengapa Hal ini Penting Bagi Investor?

Salah satu contoh aktivitas yang menjadi kesenangan Warren Buffett adalah membaca laporan tahunan perusahaan-perusahaan yang dia minati. Dia mengaku bisa membaca laporan tahunan selama enam jam sehari tanpa merasa lelah. Dia juga suka mengikuti perkembangan pasar saham dan membaca berita-berita ekonomi dan bisnis. Dia bahkan membuat acara tahunan Berkshire Hathaway sebagai ajang hiburan bagi para pemegang sahamnya.

Menurut sebuah studi ilmiah5, menikmati proses belajar dan berinvestasi bisa memberikan Anda kepuasan dan kesejahteraan psikologis. Studi ini menunjukkan bahwa investor individu yang memiliki motivasi intrinsik, yaitu berinvestasi karena tertarik, senang, atau ingin belajar, memiliki tingkat kepuasan dan kesejahteraan psikologis lebih tinggi daripada investor individu yang memiliki motivasi ekstrinsik, yaitu berinvestasi karena ingin mendapatkan uang, prestise, atau pengakuan.

Kesimpulan

Warren Buffett adalah salah satu investor sukses yang patut diteladani oleh generasi muda. Dia memiliki lima rahasia investasi yang bisa Anda tiru selagi muda, yaitu: investasikan pada apa yang Anda pahami, sabar adalah kunci keberhasilan, jadilah serakah ketika orang lain takut dan takut ketika orang lain serakah, mintalah nasihat dari orang yang lebih berpengalaman, dan nikmati proses belajar dan berinvestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *