Teori Kepuasan Kerja: Pengertian, Indikator, dan Dampaknya terhadap Produktivitas dan Loyalitas Karyawan

Kepuasan kerja adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja dan perilaku karyawan dalam organisasi. Hal ini dapat juga berarti perasaan positif atau negatif yang dimiliki karyawan terhadap pekerjaan mereka, yang dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti karakteristik pekerjaan, imbalan, lingkungan kerja, hubungan antar pribadi, dan budaya organisasi.

Sejatinya, kepuasan kerja dapat diukur dengan menggunakan berbagai indikator, seperti tingkat absensi, turnover, kreativitas, komitmen, dan loyalitas karyawan. Kepuasan kerja juga dapat dipahami dengan menggunakan berbagai teori, seperti teori ketidaksesuaian, teori keadilan, dan teori dua faktor.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pengertian, indikator, dan dampak kepuasan kerja terhadap produktivitas dan loyalitas karyawan.

Daftar isi

Pengertian Kepuasan Kerja

Menurut Handoko (dalam Muayyad, 2016), kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka1. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Ini nampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya. Sementara itu menurut Robbins (dalam Syaidarman, 2017), kepuasan kerja adalah suatu sikap umum terhadap pekerjaan seseorang, selisih antara banyaknya ganjaran yang diterima seorang pekerja dan banyaknya yang mereka yakini seharusnya mereka terima2. Berdasarkan beberapa definisi tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kepuasan kerja merupakan adalah emosi karyawan terhadap sebuah pekerjaan yang dikerjakanya, baik pekerjaan yang disukai atau tidak disukai.

Indikator Kepuasan Kerja

Indikator kepuasan kerja adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja karyawan. Hal ini dapat bersifat objektif atau subjektif. Indikator objektif adalah indikator yang dapat diobservasi atau dihitung secara langsung, seperti tingkat absensi, turnover, produktivitas, kualitas, dan keselamatan kerja.

Baca juga  Teori Manajemen Sumber Daya Manusia: Konsep, Fungsi, dan Aplikasi

Indikator subjektif adalah indikator yang didasarkan pada persepsi atau pendapat karyawan sendiri, seperti tingkat kebahagiaan, motivasi, komitmen, loyalitas, dan identifikasi dengan organisasi3. Indikator kepuasan kerja dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja organisasi secara keseluruhan atau secara spesifik pada aspek-aspek tertentu.

Job applicant having interview

Dampak Kepuasan Kerja terhadap Produktivitas dan Loyalitas Karyawan

Kepuasan kerja memiliki dampak yang signifikan terhadap produktivitas dan loyalitas karyawan. Produktivitas adalah jumlah output yang dihasilkan oleh karyawan dalam satuan waktu tertentu.

Loyalitas adalah sikap dan perilaku karyawan yang menunjukkan kesetiaan dan dukungan kepada organisasi4. Kepuasan kerja dapat meningkatkan produktivitas dan loyalitas karyawan melalui beberapa mekanisme, antara lain:

  • Meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih kreatif dalam mencapai tujuan organisasi. Karyawan yang puas akan merasa memiliki rasa tanggung jawab dan kompetensi yang tinggi dalam pekerjaannya.
  • Meningkatkan komitmen karyawan terhadap organisasi. Karyawan yang puas akan merasa memiliki ikatan emosional dan normatif dengan organisasi. Karyawan yang berkomitmen akan bersedia berkorban untuk kepentingan organisasi.
  • Meningkatkan loyalitas karyawan terhadap organisasi. Karyawan yang puas akan merasa memiliki identifikasi dan keterlibatan dengan organisasi. Karyawan yang loyal akan berbicara positif tentang organisasi, membantu rekan kerja, dan melebihi harapan dalam pekerjaannya.
  • Menurunkan tingkat absensi dan turnover karyawan. Karyawan yang puas akan merasa memiliki kesejahteraan dan kepuasan yang tinggi dalam pekerjaannya. Karyawan yang tidak absen dan tidak berpindah akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi.

Kesimpulan

Kepuasan kerja merupakan perasaan positif atau negatif yang dimiliki karyawan terhadap pekerjaan mereka, yang dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti karakteristik pekerjaan, imbalan, lingkungan kerja, hubungan antar pribadi, dan budaya organisasi.

Baca juga  Pengertian Manajemen Komunikasi: Metode, Fungsi & Tujuan, dan Komponen & Contoh Komunikasi

Hal ini dapat diukur dengan menggunakan berbagai indikator, baik objektif maupun subjektif, seperti tingkat absensi, turnover, produktivitas, kualitas, keselamatan, kebahagiaan, motivasi, komitmen, loyalitas, dan identifikasi karyawan. Kepuasan kerja juga dapat dipahami dengan menggunakan berbagai teori, seperti teori ketidaksesuaian, teori keadilan, dan teori dua faktor.

Kepuasan kerja memiliki dampak yang signifikan terhadap produktivitas dan loyalitas karyawan, karena dapat meningkatkan motivasi, komitmen, dan loyalitas karyawan, serta menurunkan tingkat absensi dan turnover karyawan. Oleh karena itu, kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang penting untuk diperhatikan dan ditingkatkan oleh manajer dan pemimpin organisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *