Kenalan Dulu Dong Sama Warren Buffett, Sosok Inspiratif di Dunia Investasi!

Siapa yang tidak kenal dengan Warren Buffett? Dia adalah salah satu investor terbaik sepanjang masa, yang berhasil mengumpulkan kekayaan lebih dari 100 miliar dolar AS dengan berinvestasi melalui perusahaannya, Berkshire Hathaway.

Tapi, tahukah Anda bagaimana perjalanan Buffett menjadi sosok inspiratif di dunia investasi?

Apa saja tips dan filosofi yang ia terapkan dalam berinvestasi?

Mari kita simak bersama!

Awal Mula Minat Buffett Terhadap Bisnis dan Investasi Warren Buffett lahir pada tahun 1930 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara dan satu-satunya anak laki-laki dari pasangan Howard Buffett dan Leila Stahl. Ayahnya adalah seorang anggota kongres dan pengusaha.

Sejak kecil, Buffett sudah menunjukkan minatnya terhadap bisnis dan investasi. Dia mulai menjual koran, permen karet, dan Coca-Cola di lingkungan tempat tinggalnya. Dia juga membuat usaha pinjaman uang dengan bunga kepada teman-temannya. Saat berusia 11 tahun, dia membeli saham pertamanya seharga 38 dolar AS per lembar. Saat berusia 13 tahun, dia sudah memiliki usaha rute koran sendiri dan menghasilkan 175 dolar AS per bulan.

Buffett melanjutkan pendidikannya di Universitas Pennsylvania, Universitas Nebraska (BS), dan Universitas Columbia (MS). Di Columbia, dia belajar dengan Benjamin Graham, seorang ahli investasi yang mempopulerkan konsep value investing, yaitu strategi investasi yang berfokus pada mencari saham-saham yang dinilai murah atau undervalued berdasarkan analisis fundamental. Buffett sangat terpengaruh oleh pemikiran Graham dan menganggapnya sebagai mentornya.

Setelah lulus dari Columbia, Buffett bekerja sebagai analis saham di perusahaan Graham. Dia juga mulai membentuk beberapa kemitraan investasi dengan teman-temannya. Pada tahun 1956, dia mendirikan Buffett Partnership Ltd., sebuah perusahaan investasi yang mengelola dana dari para investor. Pada tahun 1962, dia mulai membeli saham Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan tekstil yang sedang kesulitan. Pada tahun 1965, dia mengambil alih kendali perusahaan tersebut dan mengubahnya menjadi perusahaan holding yang berinvestasi di berbagai bidang, seperti asuransi, transportasi, energi, media, makanan, dan teknologi.

Baca juga  Apa Itu CAPM, Contoh Perhitungan dan Cara Menerapkannya Dalam Berinvestasi?

Sejak tahun 1970, Buffett menjabat sebagai chairman dan pemegang saham terbesar Berkshire Hathaway. Dia juga didampingi oleh Charlie Munger sebagai wakil chairman sejak tahun 1978. Keduanya dikenal sebagai duo investor legendaris yang berhasil menciptakan nilai luar biasa bagi para pemegang saham Berkshire Hathaway. Saham Berkshire Hathaway tumbuh rata-rata sekitar 28 persen per tahun dari tahun 1960-an hingga 1990-an, jauh melampaui kinerja pasar saham rata-rata yang hanya sekitar 11 persen per tahun.

Tips dan Filosofi Investasi ala Warren Buffett Selain sukses sebagai investor, Buffett juga terkenal sebagai sosok yang cerdas, bijaksana, dan humoris. Dia sering berbagi nasihat-nasihat tentang investasi maupun kehidupan kepada para investor lainnya. Berikut adalah beberapa tips dan filosofi investasi ala Warren Buffett:

Daftar isi

Jangan kehilangan uang

Ini merupakan rule nomor satu dalam investasi menurut Buffett. Dia mengatakan bahwa aturan nomor dua adalah jangan lupa aturan nomor satu. Maksudnya adalah sebagai investor kita harus berusaha menghindari kerugian sebanyak mungkin, karena kerugian akan mengurangi modal kita dan menghambat pertumbuhan kekayaan kita. Salah satu cara untuk menghindari kerugian adalah dengan memilih saham-saham berkualitas yang memiliki prospek bisnis baik dan harga wajar.

Manfaatkan peluang sebaik-baiknya

Buffett mengatakan bahwa peluang dalam investasi tidak datang sering. Ketika ada peluang emas untuk membeli saham-saham bagus dengan harga murah, kita harus berani bertindak cepat dan tegas. Buffett sering menggunakan strategi ini ketika pasar saham mengalami krisis atau koreksi. Dia menabung banyak uang saat pasar saham sedang naik, dan menginvestasikan uangnya secara agresif saat pasar saham turun.

Jadilah takut ketika orang lain serakah, dan jadilah serakah ketika orang lain takut

Ini adalah salah satu filosofi investasi paling terkenal dari Buffett. Dia mengatakan bahwa investasi tidak hanya berkaitan dengan angka-angka, tetapi juga dengan perilaku para investor. Ketika investor lain menjadi serakah dan menaikkan harga saham-saham ke langit, Buffett menjadi takut, karena kemungkinan pasar saham akan segera jatuh. Sebaliknya, ketika investor lain menjadi takut dan menjual saham-saham mereka dengan harga murah, Buffett menjadi serakah, karena dia melihat ini sebagai kesempatan untuk membeli saham-saham berkualitas dengan diskon besar.

Baca juga  JALAN TERJAL MENUJU KEBEBASAN FINANSIAL, APAKAH ITU MASIH REALISTIS?

Berinvestasilah pada apa yang Anda mengerti

Buffett mengatakan bahwa dia tidak pernah berinvestasi dalam bisnis yang tidak dia mengerti. Dia lebih memilih untuk berinvestasi dalam bisnis yang sederhana, stabil, dan mudah diprediksi. Dia juga menghindari bisnis yang terlalu bergantung pada teknologi, inovasi, atau regulasi. Dia lebih suka berinvestasi dalam bisnis yang memiliki keunggulan kompetitif yang kuat dan tahan lama, seperti merek yang kuat, loyalitas pelanggan yang tinggi, atau biaya produksi yang rendah.

Pikirkan seperti pemilik, bukan pedagang

Buffett mengatakan bahwa dia tidak memandang saham sebagai kertas yang bisa diperdagangkan di pasar saham, tetapi sebagai bagian kepemilikan dalam suatu bisnis. Oleh karena itu, dia tidak peduli dengan fluktuasi harga saham jangka pendek, tetapi lebih fokus pada kinerja bisnis jangka panjang. Dia juga tidak sering menjual saham-sahamnya, kecuali ada alasan kuat untuk melakukannya, seperti perubahan fundamental dalam bisnis atau adanya peluang investasi yang lebih baik.

Jangan biarkan emosi menguasai Anda

Buffett mengatakan bahwa salah satu musuh terbesar dalam investasi adalah emosi kita sendiri. Emosi seperti keserakahan, ketakutan, harapan, atau penyesalan bisa membuat kita mengambil keputusan investasi yang buruk. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk mengendalikan emosi kita dan berinvestasi dengan logika dan rasionalitas. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan membuat rencana investasi yang jelas dan disiplin dalam menjalankannya.

Kesimpulan

Warren Buffett adalah sosok inspiratif di dunia investasi yang patut kita teladani. Dia berhasil menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan berinvestasi secara cerdas dan konsisten. Dia juga memberikan banyak nasihat bermanfaat tentang investasi maupun kehidupan kepada para investor lainnya. Dengan mengikuti tips dan filosofi investasi ala Warren Buffett, kita bisa meningkatkan kemampuan dan hasil investasi kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *