Saham BBNI menjadi salah satu pilihan yang banyak diperhatikan investor ketika mencari emiten perbankan untuk melengkapi portofolio. Dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp134,04 triliun dan jumlah saham beredar sebanyak 36,92 miliar lembar berdasarkan data yang digunakan, BBNI memiliki skala bisnis yang besar di pasar modal. Bagi Anda yang ingin memantau dan membeli saham BBNI, Makmur sebagai aplikasi saham terbaik OJK dapat membantu proses analisis dan transaksi secara lebih praktis.
Sebelum menambah saham BBNI ke dalam portofolio, ada beberapa indikator yang perlu diperhatikan. Likuiditas, valuasi, dividen, profitabilitas, dan rekam jejak harga dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai karakteristik saham. Dengan memahami kelima aspek berikut, investor dapat menilai BBNI berdasarkan kondisi fundamental dan tujuan investasinya, bukan hanya dari pergerakan harga.
1. Likuiditas Harian yang Melandai
Volume perdagangan saham BBNI tercatat sekitar 40,88 juta lembar per hari, lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga bulan terakhir sebesar 60,79 juta lembar. Penurunan ini menunjukkan aktivitas perdagangan yang sedang melandai dibandingkan periode sebelumnya.
Meski demikian, volume perdagangan tersebut masih menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi. Bagi investor yang ingin membeli secara bertahap, likuiditas menjadi aspek penting karena dapat memengaruhi kemudahan eksekusi transaksi. Tren volume tetap perlu diperhatikan, terutama ketika investor berencana melakukan transaksi dalam jumlah besar.
2. Valuasi di Bawah Nilai Buku
Dari sisi valuasi, saham BBNI menunjukkan angka yang relatif rendah. Price to Book Value (PBV) berada di angka 0,82, yang berarti harga pasar saham berada di bawah nilai buku per saham. Kondisi ini dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi investor yang mencari saham dengan valuasi relatif rendah terhadap nilai bukunya.
Sementara itu, Price to Earnings Ratio (PER) tercatat sebesar 6,47 dengan Earnings Per Share (EPS) sekitar Rp560,67. PER tersebut menunjukkan bahwa harga saham berada pada kisaran enam kali laba per saham. Namun, valuasi tetap perlu dilihat bersama dengan prospek pertumbuhan laba dan kondisi industri perbankan sebelum mengambil keputusan investasi.
3. Dividen yang Menarik
Dividen menjadi salah satu daya tarik saham BBNI. Dividend per Share (DPS) tercatat sebesar Rp349,41 berdasarkan data pembagian dividen tahun buku 2025. Dengan EPS sebesar Rp560,67, angka tersebut setara dengan payout ratio sekitar 62%.
Dividend Yield yang tercantum dalam data mencapai 9,63%. Bagi investor yang mempertimbangkan pendapatan dari dividen, angka tersebut cukup menarik. Namun, perlu diingat bahwa dividend yield dapat berubah mengikuti harga saham, sedangkan pembagian dividen pada periode berikutnya tetap bergantung pada keputusan perusahaan dan hasil kinerja yang bersangkutan. BNI sendiri mencatat kebijakan pembagian dividen yang ditentukan melalui RUPS.
4. Profitabilitas dan Struktur Neraca
Profitabilitas BBNI juga menjadi aspek penting untuk diperhatikan. Data yang digunakan menunjukkan ROA sebesar 1,47% dan ROE sebesar 13,13%. Kedua indikator tersebut dapat membantu melihat kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan dari aset dan modal yang dimiliki.
Untuk Net Interest Margin (NIM), data resmi BNI mencatat angka 3,8% pada 2025. NIM merupakan indikator penting bagi bank karena menggambarkan kemampuan menghasilkan pendapatan bunga bersih dari aset produktif.
Sementara itu, rasio utang perlu dibaca secara berbeda pada sektor perbankan karena struktur pendanaan bank memang didominasi oleh liabilitas seperti dana pihak ketiga. Oleh sebab itu, investor sebaiknya tidak menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) sebagai satu-satunya ukuran kesehatan keuangan bank, melainkan turut melihat indikator seperti kualitas aset dan kecukupan modal. BNI mencatat Gross Non-Performing Loan sebesar 1,9% dan Total Capital Adequacy Ratio sebesar 20,7% pada 2025.
5. Rekam Jejak Harga
Pergerakan harga saham BBNI dalam beberapa tahun terakhir cenderung berada dalam rentang yang relatif terbatas berdasarkan data yang digunakan. Return pada 2026 tercatat -1,93%, sementara 2025 sebesar +0,34%, 2024 sebesar -1,42%, 2023 sebesar -2,43%, dan 2022 sebesar +2,90%.
Pola tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga dalam periode tersebut tidak mengalami perubahan yang terlalu ekstrem. Dengan karakter seperti ini, dividen menjadi salah satu komponen imbal hasil yang penting untuk diperhatikan selain potensi apresiasi harga saham.
Secara keseluruhan, saham BBNI memiliki beberapa aspek yang menarik, mulai dari valuasi yang berada di bawah nilai buku, likuiditas yang relatif tinggi, hingga potensi dividen yang cukup besar. Di sisi lain, investor tetap perlu memperhatikan kondisi laba, kualitas aset, profitabilitas, serta perkembangan industri perbankan sebelum menentukan keputusan investasi. Dengan menggunakan aplikasi saham seperti Makmur, investor dapat memantau berbagai informasi tersebut dan menyesuaikannya dengan strategi portofolio masing-masing.
Investasi Saham Lebih Tenang Bersama Makmur
Makmur dikembangkan oleh para pakar teknologi dan finansial yang berpengalaman di Silicon Valley serta Wall Street, dengan teknologi analisis berbasis data yang membantu Anda menyusun rencana kekayaan jangka panjang. Kepercayaan tersebut diakui lewat penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan InfoVesta kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Lebih dari satu juta pengguna telah memercayakan investasinya pada aplikasi Makmur dengan rating 4,8. Sistemnya pun aman dan tersertifikasi ISO 27001, sehingga data serta transaksi Anda tetap terlindungi.
Anda dapat memulai dari nominal kecil lalu menambahnya secara bertahap, sambil memakai fitur analisis di aplikasi saham terpercaya ini untuk menimbang pilihan terbaik.
