Pengertian Teori Produksi dan Biaya Produksi Berserta Contohnya

Halo semuanya, kembali lagi bersama blog ekonomimanajemen.com. Seperti yang kita tahu, teori produksi menurut para ahli dalam hal ini menurut pendapat Reksohadiprodjo dan Gitosudarmo (1993:1) Produksi adalah penciptaan atau penambah faedah bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi.

Sedangkan menurut Drs. Mohamad Hatta (1994:4), produksi adalah segala pekerjaan yang menimbulkan guna, memperbesar guna yang ada dan membagikan guna itu diantara orang banyak.

Dari kedua pendapat diatas, dapat ditarik benang merah yaitu penciptaan dan penambah faedah untuk meningkatkan nilai atau guna yang ada dari barang tersebut. Sebelumnya kita sudah membahas: Ruang lingkup ekonomi mikro menurut para ahli.

Nah, dari pengertian produksi ini kita kemudian masuk pada biaya produksi dan komponen lainnya. Namun sebelum lanjut, mari kita lihat sekilas tentang definisi dan biaya produksi, ikuti terus penjelasan selengkapnya.

Pengertian, Periode dan Biaya Produksi

Teori Produksi

Teori produksi adalah rumusan yang menjelaskan hubungan antara kuantitas produk dan faktor-faktor produksi yang dipakai untuk menghasilkan barang.  Sedangkan fungsi produksi dinyatakan dalam bentuk  :

Q = f(K,L,T,N)

Fungsi produksi output dipengaruhi oleh faktor kapital (K), faktor tenaga kerja (L), teknologi (T), dan tanah (N). Bila faktor-faktor produksi selain tenaga kerja dianggap tetap /konstan maka fungsi produksi ouput dipengaruhi oleh faktor tenaga kerja saja.

Q = f(L)

Faktor–faktor produksi yang bersifat tetap disebut input tetap sedangkan faktor produksi yang berubah di sebut dengan faktor produksi variable.

Biaya Ekonomis

Biaya ekonomis merupakan jumlah pengorbanan atas barang alternatif yang hilang dan tidak dapat diproduksi. Jika karyawan pabrik konveksi bekerja memproduksi baju maka pada waktu yang sama karyawan tersebut tidak dapat memproduksi celana.

Baca juga  Inilah Pengertian Ekonomi Mikro dan Contohnya

Biaya ekonomis dikelompokan menjadi dua yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit merupakan pembayaran-pembayaran perusahaan untuk menyewa tenaga kerja, mesin-mesin, jasa transportasi dan membeli bahan baku.

Sedangkan biaya implisit adalah biaya faktor produksi milik sendiri, contohnya modal sendiri yang digunakan sehingga tidak perlu mengeluarkan bunga modal.

Periode Produksi dan Biaya Produksi

Periode produksi dikelompokan dalam periode jangka pendek dan periode jangka panjang. Periode jangka pendek merupakan periode dimana perusahaan tidak mempunyai cukup waktu untuk mengubah kapasitas pabrik, namun dapat mengubah tingkat penggunaan input tertentu.

Misalnya menambah atau mengurangi tenaga kerja. Sedangkan dalam periode jangka panjang, perusahaan dapat mengubah semua input termasuk kapasitas produk berupa mesin dan peralatan produksi lain.

Baca: Pengertian Ekonomi Mikro Menurut Para Ahli.

1.Periode Produksi dan Biaya Jangka Pendek

Produk marginal (marginal product = MP) adalah tambahan output atau produk total akibat tambahan satu satuan tenaga kerja atau tambahan satu faktor produksi variable.

MP = d(TP)/d(L)

Produk rata-rata per tenaga kerja (average product = AP) yaitu pembagian produk total dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi.

AP = TP/L

Biaya total (total cost = TC) adalah penjumlahan biaya variabel  total (TVC) dan biaya tetap total (TFC). Biaya variabel total (TVC) merupkan biaya yang berubah seiring perubahan output yang diproduksi. Misalnya pembayaran bahan baku, bahan bakar, tenaga kerja, dll.

Sedangkan biaya tetap total (Total Fixed Cost = TFC) adalah biaya yang tidak berubah karena perubahan output. Misalnya pembayaran sewa, penyusutan gedung dan peralatan-peralatan lain, premi asuransi, gaji manager puncak.  Biaya total atau total cost (TC) dirumuskan dengan

TC = TVC+TFC

Jika misalnya biaya tetap yang dikeluarkan oleh produsen adalah sebesar Rp. 300.000, dan biaya variabelnya 3Q+0,5Q2 .

Maka biaya totalnya (TC) = 300.000 + 3Q + 0,5Q2 .

Contohnya perusahaan memproduksi sebanyak 500 satuan maka biaya totalnya dapat kita hitung sebagai berikut:

TC = 300.000 + 3 (500) + 0,5 (250000)

= 300.000 + 1500 + 125000

Baca juga  Pengertian Masalah Ekonomi Mikro Dalam Perekonomian

= 426.500

Misalnya perusahaan tidak berproduksi maka biaya totalnya:

TC = 300.000+ 3 (0) + 0,5 (0)

= 300.000

Biaya Tetap dan Variabel Rata-rata

Biaya tetap rata-rata (AFC) adalah pembagian biaya tetap total dengan kuantitas output yang bersangkutan (Q).

AFC = TFC/Q

Biaya variable rata-rata (AVC) merupakan pembagian biaya variable total dengan output yang bersangkutan.

AVC =TVC/Q

Kurva AVC berbentuk huruf U. Mula-mula kurva  AVC turun mencapai minimum  karena hanya memerlukan tambahan faktor produksi variable yang lebih sedikit untuk memproduksi setiap tambahan output dan kemudian kurva AVC naik karena ada pertambahan.

Hasil yang Semakin Menurun yang memerlukan semakin banyak pengunaan faktor-faktor produksi variable untuk memproduksi setiap satuan output tambahan.

Biaya total rata-rata merupakan pembagian biaya total (TC) dengan output total (Q). Biaya total rata-rata ini juga dapat diperoleh dengan menambahkan biaya tetap rata-rata (AFC) dengan biaya variable rata-rata (AVC).

AC= TC/Q = AFC + AVC

Dari soal diatas besarnya AC dapat dihitung.

AC = TC/Q

Kurva AC berbentuk huruf U yang terletak diatasnya kurva AVC. Jarak vertikal antara keduanya berupakan besarnya FC pada seiap tingkat output.

Biaya marjinal adalah tambahan biaya yang diperlukan untuk memproduksi satu satuan output tambahan.

MC =  dTC/dQ

MC dari soal diatas sebesar:

Biaya totalnya (TC) = 300.000 + 3Q + 0,5Q2 .

MC =  dTC/dQ

MC= d(300.000 + 3Q + 0,5Q2)/dQ

MC = 3 + Q

Hubungan antara biaya marjinal dan produk marjinal

Jika produk marjinal naik maka biaya marjinal mengalami penurunan, dan bila produk marjinal turun maka biaya marjinal mengalami kenaikan pada penambahan dari penggunaan tenaga kerja.

Kurva biaya marjinal berbentuk U sedangkan kurva produk marjinal berbentuk U terbalik. Kurva biaya marjinal mencapai titik minimum pada saat kurva produk marjinal mencapai maksimum.

Hubungan antara AVC, AC, dan MC

Kurva MC memotong kurva AVC dan AC pada titik minimum. Bila besarnya biaya marjinal (MC) lebih kecil dari biaya total rata-rata (AC) maka AC akan turun. Bila biaya marjinal (MC) lebih besar dari biaya total rata-rata (AC) maka AC akan naik.

Baca juga  Penjelasan Tentang Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro Beserta Contohnya

Baca: Pengertian perilaku konsumen menurut para ahli.

2.Periode Produksi dan Biaya Jangka Panjang

Pada periode produksi jangka panjang, perusahaan dapat mengubah kapasitas pabrik, dengan cara menambah atau mengurangi kapasitas pabrik tersebut dan semua faktor produksi bersifat variable. Misalnya perusahaan hanya menggunakan dua faktor produksi berupa tenaga kerja dan kapital. Fungsi produksi perusahaan tersebut adalah:

Q = f(K,L)

Kurva isoproduk adalah kurva yang menggambarkan kombinasi dua faktor produksi (kapital dan tenaga kerja) yang dapat digunakan untuk menghasilkan kuantitas output yang sama.

Kurva isoproduk berlereng menurun dan berbentuk cekung ke arah titik asal.  Antara faktor produksi tenaga kerja dan kapital dapat saling menggantikan. Contohnya pada pabrik tekstil, dalam menghasilkan output yang sama dapat menggunakan lebih banyak mesin-mesin untuk mengganti faktor produksi tenaga kerja.

Derajat subtitusi menurun (marginal rate of technical substitution = MRTS) dapat diukur dengan (∆L/∆K).

MRTSL,K = derajat penggantian L oleh K, ∆L= perubahan L,  ∆K = perubahan K

Kurva isobiaya merupakan kurva yang menunjukkan kombinasi faktor produksi yang dapat dibeli dengan tingkat pengeluaran tertentu. Kurva isobiaya berlereng menurun karena dengan sejumlah pengeluaran tertentu, jika kuantitas faktor produksi tenaga kerja yang dapat dibeli bertambah maka faktor produksi kapital yang dapat dibeli berkurang.

TC = (PK.K + PL. L)

Minimisasi Biaya Produksi atau Maksimisasi Output

Produsen meminimumkan biaya produksi pada tingkat output berapapun yang dapat dicapai bila kurva isobiaya menyinggung kurva isoproduk tertinggi. Perusahaan juga dapat memproduksi output maksimal pada tingkat biaya total tertentu.

Syarat keseimbangan produksi yang harus dipenuhi yaitu:

MPL = produk marjinal faktor tenaga kerja (L), MPK = produk marjinal faktor tenaga kerja (L), MPx = produk marjinal faktor x;  PL,PK,Px = harga faktor produksi.

Bila setiap tingkat output sudah diproduksi dengan kombinasi faktor produksi dengan biaya minimum maka keseimbangn produksi telah tercapai. Jika titik-titik  keseimbangan dihubungkan maka akan diperoleh jalur perluasan produksi (expansion path).

Nah teman-teman, diatas sudah kita jelaskan tentang teori produksi dan biaya produksi berserta contoh yang nyata dalam sebuah perusahaan. Jika ada yang ingin Anda tanyakan atau pembahasan kurang jelas, silahkan sampaikan pada kolom komentar. Terima kasih sudah berkunjung dan sampai bertemu pada pembahasan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *