Inilah Pengertian Perilaku Konsumen menurut Para Ahli

perencanaan manajemen sumber daya manusia

Pengetahuan yang mendalam tentang perilaku konsumen sangat diperlukan oleh bagian pemasaran. Hal ini bermanfaat untuk menyusun strategi pemasaran dalam melayani konsumen berdasarkan kebiasaannya. Nah, pada pembahasan kali ini, kita akan mengulik topik pengertian perilaku konsumen menurut para ahli ekonomi.

Bila Anda pertama kali berkunjung ke blog ini, maka itu bukan sebuah kebetulan melainkan hasil pencarian Anda. Oke teman-teman, sebelumnya kita sudah membahas tentang teori permintaan dan penawaran, silahkan disimak juga ya.

Pengertian perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seorang atau organisasi dalam mencari, membeli, memakai, mengevaluasi dan membuang produk ataupun jasa setelah digunakan untuk memenuhi kebutuhannya.

Ada pula yang mendefinisikan perilaku konsumen sebagai proses dan aktifitas pada saat seseorang atau organisasi berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, pemakaian dan pengevalusian produk atau jasa demi memenuhi keinginan dan kebutuhannya.

baca: Ruang Lingkup Ekonomi Mikro.

Diatas kita sudah menjelaskan secara singkat, sekarang mari kita lihat pendapat ahli tentang perilaku konsumen, simak penjelasan selengkapnya.

 

Definisi atau pengertian perilaku konsumen menurut para ahli

Sudah bukan rahasia lagi jika perilaku konsumen sangat mempengaruhi dikenal atau tidaknya suatu produk (barang atau jasa). Sebelum terjun langsung, mari kita simak pendapat ahli dibawah ini:

Schiffman dan Kanuk

Perilaku konsumen adalah suatu proses yang dilalui oleh sesorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan juga akan bertindak pasca konsumsi produk dan jasa, maupun ide yang akan diharapkan dapat memenuhi suatu kebutuhannya.

Engel, Blackwell dan Miniard

Perilaku konsumen merupaka suatu tindakan-tindakan produk jasa, termasuk proses keputusan yang dimana akan mendahului dan juga mengikuti tindakan tersebut yang akan terlibat secara langsung dalam suatu memperoleh, mengkonsumsi dan juga akan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang akan mendahului dan mengikuti tindakan tersebut.

Baca juga  Pengertian Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Mowen

Perilaku konsumen merupakan suatu aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi atau juga membuang barang maupun jasa.

The American Marketing Association

Perilaku konsumen sebagai interaksi yang dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku dan juga lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya.

Perilaku konsumen terdiri atas beberapa tahap yakni:

Tahap Perolehan : mencari atau juga membeli

Tahap Konsumsi: menggunakan atau juga mengevaluasi

Loudon dan Della Bitta (1993)

Konsumen merupakan suatu proses pengambilan keputusan dan juga kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini akan melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau juga akan mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa.

Ebert dan Griffin (1995)

consumer behavior akan dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk dapat membuat keputusan tentang suatup roduk yang akan dibeli dan juga dikonsumsi.

James F et al ( 1994 )

Perilaku konsumen merupakan suatu tindakan yang akan langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan juga akan menghabiskan produk dan jasa, yang termasuk proses keputusan yang mendahului dan juga akan menyusuli tindakan ini.

John C. Mowen & Michael Minor

Perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian “buying unit” & proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi berbagai produk, jasa dan pengalaman serta ide-ide.

 

Ciri Ciri Perilaku Konsumen

Terdapat 2 ciri perilaku konsumen yang berlaku umum yaitu rasional dan irasional.

Bersifat Rasional seperti:

  1. Konsumen memilih barang yang berdasarkan dengan kebutuhannya.
  2. Barang yang dipilih oleh konsumen memberikan manfaat atau kegunaan yang optimal bagi konsumen.
  3. Konsumen memilih barang yang kualitasnya terjamin.
  4. Konsumen memilih barang yang harganya sesuai kemampuan atau daya belinya.

Bersifat Irrasional seperti:

  1. Konsumen cepat tertarik dengan iklan ataupun promosi di media cetak maupun media elektronik.
  2. Konsumen memiliki barang-barang bermerek yang sudah terkenal atau dikenal luas.
  3. Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhannya, melainkan karena gengsi atau prestise.

Pendekatan Perilaku Konsumen

dalam ekonomi mikro, terdapat 2 pendekatan terhadap perilaku konsumen, apa saja? mari kita mulai pembahasan berikut, oke!

Perilaku kardinal yaitu merupakan kepuasan individu atau seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan. Setiap menambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin banyak atau semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi pula tingkat kepuasannya.

Baca juga  Pengertian Teori Produksi dan Biaya Produksi Berserta Contohnya

Konsumen ini akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dia dimiliki. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada konsumen yang bersangkutan.

Konsumen ini dapat mencapai mencapai kepuasan yang maksimum jika dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang.

Perilaku ordinal adalah dalam pendekatan ini daya guna suatu produk atau jasa tidak  perlu diukur, cukup untuk diketahui saja dan konsumen mampu membuat urutan tinggi – rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok produk atau jasa.

 

Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

Tahukah Anda bahwa ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi sikap atau perilaku konsumen, cek dibawah untuk menemukan jawabannya:

Motivasi

Motivasi merupakan suatu dorongan atau juga keinginan yang akan tumbuh di dalam diri manusia untuk dapat mencapai tujuan yang tertentu.

Persepsi

Persepsi merupakan sebuah hasil penjelasan seseorang terhadap stimulus atau juga kejadian yang akan diterimanya berdasarkan informasi dan juga pengalaman-Nya terhadap rangsangan tersebut.

Pembentukan Sikap

Pembentukan sikap merupakan sebuah nilai yang ada di dalam diri seseorang yang dimana akan mencerminkan sikap suka atau juga tidak suka terhadap seseorang akan suatu hal.

 

Model Perilaku Konsumen

Model merupakan penyederhanaan dari suatu kenyataan. Variabel-variabel yang mempengaruhi perilaku konsumen yang sangan komplek, untuk itu dibutuhkan penyederhanaan. Penyederhanaan dilakukan dengan hanya memasukkan variabel-variabel dalam kenyataan yang menarik atau dapat ditangkap oleh pembuat model.

Beberapa model-model perilaku konsumen antara lain:

  1. Model Howard-Sheth
  2. Model Engel, Kollat dan Blackwell
  3. Model Nicosia
  4. Model Andarieasen
  5. Model Clawson
  6. Model Hirarki Kebutuhan dari Maslow
  7. Model Markov

 

Teori Perilaku Konsumen

Dalam mempelajari perilaku konsumen, tidak bisa ambil satu teori saja melainkan secara menyeluruh. Dibawah ini kami telah merangkum sejumlah teori untuk mengulik lebih dalam perilaku konsumen, apa saja? Ikut terus ekonomimanajemen.com

Teori Ekonomi Mikro

Menurut teori ini keputusan membeli merupakan hasil perhitungan ekonomisalnya rasional yang sadar. Pembeli akan berusaha malkukan pembelian barang-barang yang akan memberikan kegunaan atau memberikan kepuasan yang paling banyak sesuai dengan keinginannya dan harga-harga relatif.

Baca juga  Ruang Lingkup Ekonomi Mikro Berdasarkan Tinjauan Teori Ekonomi Mikro

Teori Psikologi

Teori psikologi mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang selalu dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Perilaku manusia sangat komplek karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung.

Teori Psikoanalitis

Dasar teori ini adalah teori psikoanalisa dari Sigmen Freud. Perilaku manusia merupakan kerjasama dari ketiga aspek dlm struktur kepribadian manusia yi; (1) id (das es), (2) ego (das ich), (3) super ego (das veber ich). Id adalah aspek biologis merupakan wadah dari dorongan-2 yang ada dlm diri manusia. Id hanya mengenal dunia obyektif (dunia batin). Misalnya, rasa lapar dalam id dapat dipuaskan baik dengan mengkhayalkan makan maupun makan sungguhan.

Ego adalah aspek psikologis dari kepribadian dan timbul krn kebutuhan organisme untuk berhubungan dgn dunia kenyataan. Ego mjd tempat pusat perencanaan unt menemukan jalan keluar bagi dorongan-2 yang terdapat dlm “id”nya.

Ego dpt membedakan sesuatu yang hanya ada di dlm batin dan susuatu yang ada di duni luar. Super ego merupakan aspek sosiologis dari kepribadian. Aspek ini dpt dianggap sbg aspek moral dari kepribadian yang menyalurkan dorongan naluriah ke dlm tindakan yang tdk bertentangan dgn norma sosial dan adat kebiasaan.

Teori Sosiologis

Teori ini disebut juga psikologi sosial. Teori ini menitik beratkan pada hubungan dan pengaruh antara individu yang dikaitkan dengan perilaku mereka, jadi lebih mengutamakan perilaku kelompok. Teori ini memandang manusia sebagai social animal yang menyesuaikan diri dengan bentuk kultur lingkungan hidupnya.

Keinginan dan perilaku seseorang sebagian besar ditentukan oleh lingkungan sosial dimana seseorang menjadi anggotanya. Teori sosiologis mengarahkan analisa perilaku pada kegiatan-2 klp, seperti keluarga, teman sekerja, dan sebagainya.

Teori Atropologis

Teori ini menekankan bahwa sikap dan perilaku manusia dipengaruhi berbagai kelompok masyarakan yg besar spt; kultur, subkultur, dan kelas-2 sosial. Faktor-faktor tersebut memainkan pernan yang amat penting dalam pembentukan sikap dan menentukan nilai-nilai yang akan dianut dimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilakunya.

 

Manfaat Prilaku Konsumen

Pemahaman terhadap perilaku konsumen sangatlah bermanfaat untuk dapat kepentingan penyusunan strategi dan juga bauran pemasaran.

Melalui pemahaman terhadap psikografis konsumen dan juga perilaku suatu penggunaan, pemasar dapat juga melakukan suatu segmentasi berdasarkan variabel tersebut.

Berdasarkan sikap konsumen, pemasar dapat menyusun strategi promosi, khususnya iklan yang tepat.

Nah, demikianlah tadi pembahasan kita tentang pengertian perilaku konsumen menurut para ahli yang disertai oleh teori ahli, ciri dan faktor yang mempengaruhi serta manfaatnya bagi perusahaan. Mudah-mudahan apa yang kita bahas, bermanfaat menambah wawasan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *