Pengertian Masalah Ekonomi Mikro Dalam Perekonomian

Halo sobat pemerhati ekonomi, pada kesempatan ini kita akan membahas masalah ekonomi mikro. Meskipun pada pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan secara rinci pengertian ekonomi mikro, namun penjelasan singkat ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan Anda.

Dikutip dari Wikipedia, Mikro ekonomi atau ekonomi mikro secara umum merupakan kegiatan yang mempelajari perekonomian pada skala kecil, seperti teori perilaku konsumen dan perusahaan, penentuan harga pasar, kuantitas faktor input, kuantitas barang dan jasa yang diperdagangkan.

Mikro ekonomi juga menelaah bagaimana keputusan dan perilaku konsumen dapat mempengaruhi penawaran dan permintaan, serta pengaruhnya terhadap harga barang dan jasa.

Oke, untuk melanjutkan pembahasan ini mari kita mulai dari awal agar apa yang Anda cari dapat Anda temukan disini. Lanjutkan untuk membaca pengertian masalah ekonomi mikro yang meliputi:

Permasalahan Penentuan Harga Dasar dan Harga Tertinggi

Krisis ekonomi yang pernah melanda dunia cukup terjadi lama dan diyakini bahwa mekanisme pasar tidak mampu menyelesaikan masalah ekonomi ini. Artinya, keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar tidak tercapai. Efek dari krisis ekonomi adalah melonjaknya harga berbagai jenis barang yang dibutuhkan oleh produsen dan konsumen.

Hal inilah yang kemudian memicu terjadinya krisis disemua belahan dunia tidak terkecuali Indonesia.

Salah satu intervensi pemerintah dalam hal ini adalah kebijakan pemerintah mengenai harga dasar dan harga tertinggi. Tujuan menentukan harga dasar adalah untuk membantu produsen, sedangkan harga tertinggi adalah untuk membantu konsumen.

Misalnya, musim panen padi menyebabkan beras berlimpah. Akibatnya, harga beras turun sehingga petani menderita kerugian. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah menetapkan harga dasar untuk beras untuk membantu petani.

Baca juga  Pengertian Penawaran Adalah: Definisi, Jenis, Faktor yang Mempengaruhi dan Kurva Penawaran

Permintaan Beras Meningkat

Kegagalan panen akan mengakibatkan berkurangnya pasokan beras sehingga harga beras akan naik. Tingginya harga beras akan menambah beban hidup orang-orang dengan pendapatan rendah dan tidak teratur.

Untuk mengatasi pasokan beras ini, pemerintah melakukan program impor beras melalui tender untuk beberapa perusahaan swasta nasional dan asing. Meskipun masalah ini akhirnya teratasi, namun kita tidak boleh selamanya bergantung pada Impor, melainkan swasembada.

Kenaikan Harga Bahan Bakar (BBM)

Sehubungan dengan kenaikan harga bahan bakar, pengusaha angkutan bus umum, angkutan kota (angkot), dan taksi mengalami penurunan pendapatan dan mengurangi keuntungan bagi pengusaha dan pengemudi.

Untuk menyesuaikan kenaikan harga bahan bakar, beberapa pengusaha angkutan umum menaikkan tarifnya secara sepihak. Tindakan ini tentu akan membebani konsumen pengguna layanan transportasi.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah bersama dengan asosiasi pengusaha transportasi melakukan penyesuaian tarif angkutan umum dengan menetapkan tarif resmi untuk bus kota, angkutan kota, dan operator taksi. Ukuran tarif resmi tentu tidak membebani konsumen atau tidak membahayakan pengusaha angkutan umum.

Masalah Monopoli

Praktik monopolistik akan mengarah pada dominasi pasar barang atau jasa tertentu yang diproduksi oleh satu perusahaan. Praktik-praktik monopolistik seringkali merugikan masyarakat dan konsumen.

Selain itu, kegiatan monopoli juga akan mempersempit peluang bisnis bagi komunitas lain sehingga tidak menumbuhkan semangat kewirausahaan komunitas. Perusahaan yang melakukan praktik monopolistik sering bermain-main dan menetapkan harga tanpa mempertimbangkan kelompok orang yang memiliki bisnis serupa. Ini akan menghancurkan pesaing dan membunuh secara perlahan.

Untuk menghindari praktik monopoli, pemerintah membuat peraturan yang mengatur kegiatan bisnis untuk menumbuhkan iklim bisnis yang sehat bagi masyarakat, yaitu UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Baca juga  Inilah Pengertian Perilaku Konsumen menurut Para Ahli

Masalah Distribusi

Jalur distribusi barang dan jasa yang panjang akan menyebabkan tingkat harga barang menjadi tinggi dan mahal ketika mencapai konsumen. Karena alasan ini, beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah atau sektor swasta untuk memperpendek saluran distribusi sehingga harga barang ketika sampai di tangan konsumen tidak mahal.

Seperti yang dilakukan oleh perusahan PT. Coca Cola Indonesia dengan mendistribusikan barang melalui lebih dari 120 pusat penjualan di seluruh Indonesia dan didistribusikan langsung melalui pengecer (80% pengecer) dan grosir.

Yang paling menarik adalah strategi ini berhasil, distribusinya mencapai 90% untuk kategori usaha kecil menengah. Seperti yang kita ketahui, pelaku ukm inilah yang sejatinya menjadi penyeimbang harga.

Oke, demikianlah tadi pembahasan kita tentang pengertian masalah ekonomi mikro dalam perekonomian. Mudah-mudahan pembahasan ini bermanfaat untuk Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *