Pengertian Ekonomi Mikro: Tinjauan umum, Ruang Lingkup, Tujuan dan Peranan

Ekonomi mikro itu apa sih? Ingat ya, pertanyaan ini sering ditanyakan pada waktu sidang skripsi, begitu kata dosen kami pada waktu kuliah dulu. Dan kebanyakan pertanyaan remeh ini yang sering bikin mahasiswa kurang nilainya.Tapi kita gak lagi bahas skripsi ya.

Gini gaes, pengertin ekonomi mikro (biasanya juga ditulis mikroekonomi) merupakan salah satu ilmu ekonomi (1 mata kuliah jurusan manajemen 3 sks) yang secara khusus mengulik perilaku konsumen dan perusahaan, penentuan harga pasar dan kuantitas faktor input, serta barang dan jasa yang diperjual belikan dipasar.

Ekonomi mikro memiliki pengaruh langsung terhadap proses pengambilan keputusan dalam konsep permintaan dan penawaran baik barang maupun jasa. Nah, dari definisi diatas, dapat dikatakan bahwa gambaran umum dari mikroekonomi bertujuan untuk menganalisis pasar (dari sisi perusahaan) dan kemudian menentukan mekanisme untuk membentuk harga produk dan jasa dipasar.

Pengertian Ekonomi Mikro Menurut Pendapat Ahli:

Ekonomi mikro merupakan pembahasan yang mencakup konsumen dan produsen (perusahaan), mekanisme penentuan harga serta perilaku konsumen. Berikut 5 pendapat ahli mengenai ekonomi mikro:

1.Adam Smith

Adam Smith menyatakan dalam bukunya, ekonomi mikro adalah subjek ekonomi yang selalu bersifat ekonomis rasional. Hal ini mengakibatkan para pelaku ekonomi harus mempertimbangkan hal-hal rasional sebelum membuat keputusan.

2.David Ricardo

Sedangkan David Ricardo mengungkapkan bahwa pengertian ekonomi mikro adalah suatu kondisi dimana para pelaku ekonomi telah mempunyai informasi tentang seluk beluk sebuah pasar. Dengan begitu ekonomi makro merupakan faktor penentu dari pasa ekonomi global.

3.Marshal dan Piqou

Menurut Marshal dan Piqou, pengertian ekonomi mikro adalah tingkat mobilitas yang tinggi dalam pasar sehingga membuat para pelaku ekonomi dapat langsung beradaptasi atau menyesuaikan perubahan-perubahan yang ada di pasar.

4.N. G. Mankiw

N. G. Mankiw dalam bukunya menulis, pengertian ekonomi mikro adalah ilmu yang membahas tentang peran individu-individu pelaku ekonomi, bagaimana rumah tanggan dan perusahaan membuat keputusan, dan bagaimana mereka berinteraksi di dalam pasar tertentu.

5.Sadono Sukirno

Dalam buku Ekonomi Mikro Teori Pengantar, Sadono Sukirno menyatakan bahwa pengertian ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjual-belikan.

Dari kelima pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa ekonomi mikro berfokus untuk menganalisis bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa yang akan menentukan harga, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.

ilustrasi ekonomi mikro, pixabay.com

Tinjauan umum Ekonomi Mikro

Salah satu tujuan ekonomi mikro yaitu menganalisis pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, serta alokasi dari sumber terbatas di antara banyak penggunaan alternatif.

Baca juga  Pengertian Manajemen Strategi Menurut Para Ahli [Penjelasan Lengkap]

Ekonomi mikro juga menganalisis kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoretis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna.

Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro meliputi:

  • Pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium),
  • Keadaan pasar dalam informasi asimetris,
  • Pilihan dalam situasi ketidakpastian,
  • Berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan.
  • Pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar.

Teori Permintaan & Penawaran

Teori penawaran dan permintaan umumnya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun di antara mereka memiliki kapasitas untuk memengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan.

Dalam berbagai transaksi pada kehidupan nyata, asumsi tersebut ternyata gagal, karena beberapa individu (dari sisi pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk memengaruhi harga secara signifikan. Seringkali, diperlukan analisis yang sangat mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Akan tetapi, teori ini berjalan dengan baik ketika situasinya sederhana.

Asumsi Ekonomi Mikro

Ekonomi arus utama (mainstream economics) tidak berasumsi apriori bahwa pasar lebih disukai daripada bentuk organisasi sosial lainnya. Bahkan, banyak analisis telah dilakukan untuk membahas beragam kasus yang disebut “kegagalan pasar”, yang mengarah pada alokasi sumber daya yang suboptimal, bila ditinjau dari sudut pandang tertentu.

Sebagai contoh simpel yakni proyek jalan tol, jalan tol menguntungkan semua orang untuk digunakan tetapi tidak langsung menguntungkan bagi pihak yang membiayainya.

Dalam kasus ini, ekonom pasti berusaha dalam mencari kebijakan untuk menghindari kesia-siaan langsung di bawah kendali pemerintah. Secara tidak langsung menghindari regulasi yang membuat pengguna pasar untuk bertindak sesuai norma. Tindakan yang  konsisten dengan kesejahteraan optimal, atau dengan membuat “pasar yang hilang” untuk memungkinkan perdagangan efisien, yang artinya belum pernah terjadi sebelumnya.

Perlu dicatat bahwa “kesejahteraan optimal” biasanya memakai norma Pareto. Di mana dalam aplikasi matematisnya efisiensi Kaldor-Hicks, tidak konsisten dengan norma utilitarian dalam sisi normatif dari ekonomi yang mempelajari tindakan kolektif, sehingga disebut pilihan masyarakat/publik.

Kegagalan pasar dalam ekonomi positif (ekonomi mikro) dibatasi dalam implikasi tanpa mencampurkan kepercayaan para ekonom dan teorinya.

Permintaan untuk berbagai komoditas oleh perorangan biasanya disebut sebagai hasil dari proses maksimalisasi kepuasan. Penafsiran dari hubungan antara harga dan kuantitas yang diminta dari barang yang diberi, memberi semua barang dan jasa yang lain,pilihan pengaturan seperti inilah yang akan memberikan kebahagiaan tertinggi bagi para konsumen.

Ruang Lingkup Ekonomi Mikro

Ruang lingkup ekonomi mikro terdiri dari dua yaitu konsumen dan produsen. Dalam dunia ekonomi, produsen dan konsumen ini adalah individu-individu pada rumah tangga, masyarakat, organisasi atau perusahaan.

Ekonomi Mikro melakukan kajian terhadap perilaku penjual dan pembeli, termasuk interaksi keduanya dalam pasar faktor produksi. Secara terperinci ruang lingkup ekonomi mikro meliputi 10 hal berikut yaitu:

  • Permintaan, penawaran, dan keseimbangan harga pasar
  • Elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran
  • Teori perilaku konsumen
  • Teori produksi, biaya produksi, penerimaan produsen, dan laba
  • Pasar persaingan sempurna
  • Pasar monopoli
  • Pasar oligopoli
  • Pasar persaingan monopolistik
  • Permintaan akan input
  • Mekanisme harga dan distribusi pendapatan

Tujuan Ekonomi Mikro

Seperti yang sudah kita uraikan diawal bahwa tujuan ekonomi mikro dapat kita kelompokan menjadi 2 tujuan yaitu:

  • Melakukan analisis terhadap mekanisme pasar yang membentuk harga relatif kepada produk barang dan jasa, serta alokasi dari sumber terbatas di antara banyaknya penggunaan alternati
  • Melakukan analisis kegagalan pasar, yaitu saat pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien dan menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar dengan persaingan sempurna.
Baca juga  40+ Definisi Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli dan Penjelasan Secara Umum

Teori Dalam Ekonomi Mikro

Setidaknya ada 3 teori yang di pelajari dalam mata kuliah ekonomi mikro. Ketiga teori ini meliputi: teori harga, teori produksi dan teori distribusi, berikut jabaran selengkapnya:

1.Teori Harga

Komponen harga digunakan sebagai acuan dalam melakukan analisis interaksi antara penawaran dan permintaan terhadap barang atau jasa yang ada dalam pasar, serta faktor yang dapat mempengaruhinya. Analisis tersebut mencakup hal-hal berikut:

  • Proses pembentukan harga
  • Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perubahan permintaan dan penawaran
  • Hubungan antara harga permintaan dan penawaran
  • Bentuk-bentuk pasar
  • Konsep elastisitas permintaan dan penawaran

2.Teori Produksi

Teori produksi digunakan sebagai acuan dalam melakukan analisis biaya produksi dan tingkat dari produksi. Analisis ini mencakup beberapa hal diantaranya:

  • Semua yang berhubungan dengan biaya produksi barang dan jasa
  • Tingkat produksi yang paling menguntungkan bagi produsen
  • Kombinasi dari faktor produksi yang harus dipilih oleh produsen untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal

3.Teori Distribusi

Teori distribusi bertujuan untuk melakukan kajian terhadap ekonomi mikro yang meliputi upah tenaga kerja, besarnya bunga yang harus dibayarkan kepada pemilik modal, dan besarnya keuntungan yang diperoleh oleh produsen.

Komponen Ekonomi Mikro dalam Bidang Bisnis

Ekonomi mikro memiliki 3 komponen utama yang harus dipahami dalam konteks bisnis (penerapan dalam bisang bisnis) diantaranya:

1.Interaksi pada Pasar Barang

Jika dilihat dari segi ekonomi mikro, perekonomian terdiri dari berbagai pasar termasuk pasar barang. Aktivitas tawar menawar diantara penjual dan pembeli hingga terbentuk kesepakatan harga termasuk dalam interaksi pasar barang.

Ekonomi mikro disini penting untuk mendalami interaksi yang terjadi di pasar dimana secara lebih jauh akan mempengaruhi kebijakan pengambilan keputusan terkait harga produk dalam perusahaan.

2.Perilaku Penjual dan Pembeli

Seperti pada pengertian ekonomi mikro sebagai teori yang mempelajari tingkah laku penjual dan pembeli, sehingga ekonomi mikro berkaitan dengan  perilaku produsen dan konsumen di pasar dengan tujuan berbeda.

Ekonomi mikro membahas bagaimana konsumen harus memenuhi kebutuhannya dengan pendapatan yang dimiliki, sementara produsen berupaya untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

3.Interaksi pada Pasaran (produsen dan konsumen)

Dalam hal ini ekonomi mikro menjelaskan teori tentang interaksi konsumen dan produsen yang melibatkan faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, modal dan kewirausahaan.

Apa Saja Peranan Ekonomi Mikro Dalam Bisnis?

Dari komponen-komponen utama tadi, ekonomi mikro sebagai sebuah teori dalam lingkup pasar ikut berpengaruh terhadap perusahaan. Setidaknya terdapat 5 peranan ekonomi mikro dalam bisnis atau perusahaan diantaranya:

1.Merumuskan Kebijakan

Ekonomi mikro dapat dijadikan dasar dalam merumuskan kebijakan perusahaan terkait dengan harga dan upah dalam pengelolaan sumber daya. Dengan adanya teori ekonomi mikro, hal ini menjadi sumber informasi untuk mempelajari interaksi pasar dan bagaimana campur tangan pemerintah sehingga bisa membentuk kebijakan perusahaan yang strategis dan inovatif.

2.Menyusun Prediksi

Dari definisi ekonomi mikro yang dijelaskan sebagai sumber informasi interaksi di pasar. Maka dengan adanya ekonomi mikro, perusahaan kemudian bisa menyusun strategi atau prediksi untuk kedepannya.

Ekonomi mikro dapat membantu perusahaan untuk memprediksi kemungkinan yang akan terjadi di pasar, contoh trend produk.

Baca juga  Pengertian Manjemen Secara Umum (Definisi, Fungsi, Unsur, Manfaat dan Implementasi Manajemen)

3.Memahami Perilaku Konsumen

Dengan adanya teori ekonomi mikro, secara tidak langsung perusahaan bisa memahami bagaimana kebutuhan konsumen. Tentu saja hal ini akan berpengaruh terhadap kemampuan produk atau jasa agar dapat bertahan di pasar.

4.Mengetahui Perputaran Barang

Ekonomi mikro dapat dijadikan sebagai alat untuk mengetahui perputaran produk. Jika ingin tetap bertahan di pasar, maka perusahaan harus mengawasi produk yang dijual agar tetap berada pada jalurnya, tujuannya untuk menghindari kecurangan dari pesaing.

5.Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

Produktivitas perusahaan dapat tercapai dengan dorongan berbagai aspek seperti SDM yang berkualitas, produk yang terjamin kualitasnya dan lainnya. Sehingga dengan meningkatnya produktivitas bisa meningkatkan keuntungan perusahaan secara maksimal.

Konsep Biaya peluang

Meskipun biaya peluang (opportunity cost) terkadang sulit untuk dihitung, akan teapi efek dari biaya peluang sangatlah universal dan nyata pada tingkat perorangan. Bahkan, prinsip ini bisa diaplikasikan kepada semua keputusan, dan bukan hanya di bidang ekonomi.

Sejak kemunculan konsep biaya peluang melalui karya seorang ekonom Jerman bernama Freidrich von Wieser, sekarang biaya peluang dilihat sebagai dasar dari teori nilai marjinal.

Biaya peluang adalah salah satu dari sekian banyak cara untuk melakukan perhitungan dari suatu biaya. Bukan saja untuk mengenali dan menambahkan biaya ke proyek, akan tetapi juga mengenali cara alternatif lainnya untuk menghabiskan sejumlah uang yang sama.

Keuntungan yang akan hilang sebagai akibat dari alternatif terbaik lainnya adalah biaya peluang dari pilihan pertama.

Contoh: seorang petani yang memilih untuk mengolah pertaniannya dibandingkan dengan menyewakannya kepada orang lain. Sehingga biaya peluangnya adalah keuntungan yang hilang akibat menyewakan lahan tersebut.

Dalam contoh ini, si petani mungkin berharap untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pekerjaan yang dilakukannya mengolah lahan sendiri.

Contoh lain, seorang lulusan smu yang memasuki universitas dan mengabaikan penghasilan yang akan diterima jika memilih bekerja. Biaya yang dikeluarkan berupa biaya pendidikan, buku, dan barang lain yang diperlukan sebagai biaya total dari kehadirannya pada saat kuliah.

Contoh kasus lainnya,  biaya peluang dari melancong ke Bali, yang mungkin merupakan uang untuk pembayaran cicilan rumah.

Perlu diingat bahwa biaya peluang bukanlah jumlah dari alternatif yang ada, melainkan lebih pada keuntungan dari suatu pilihan alternatif yang terbaik.

Keputusan membangun rumah sakit di lahan kosong untuk pemerintah kota, merupakan kerugian karena lahan tersebut untuk gelanggang olahraga. Atau ketidakmampuan dalam menggunakan lahan menjadi sebuah tempat parkir, atau uang yang bisa didapat dari menjual lahan tersebut, atau kerugian dari penggunaan-pengguaan lainnya yang beragam  tetapi bukan merupakan agregat dari semuanya.

Biaya peluang yang sebenarnya adalah keuntungan yang akan hilang dalam jumlah terbesar terselip dari alternatif-alternatif yang sudah dijelaskan diatas.

Pertanyaannya adalah, bagaimana menghitung keuntungan dari alternatif yang tidak sama tadi?

Pertama kita harus menentukan sebuah nilai uang yang dihubungkan dengan tiap alternatif dalam memfasilitasi pembandingan dan penghitungan biaya peluang. Hasilnya bisa lebih atau kurang sehingga menyulitkan untuk dihitung, tergantung dari alternatif apa yang akan kita bandingkan.

Contohnya, keputusan yang menyangkut dampak terhadap lingkungan, nominal uangnya sangat sulit untuk diperhitungkan karena ketidakpastian ilmiah. Misalnya, dalam menilai kehidupan seorang manusia atau dampak ekonomi dari tumpahnya sejumlah minyak di laut Alaska, akan melibatkan banyak pilihan subyektif dengan implikasi etisnya.

Penerapan ekonomi mikro dalam berbagai sektor kehidupan

Ekonomi mikro yang diterapkan dalam berbagai sektor kehiduna termasuk dalam area belajar. Dari semua sektor tersebut kemudian banyak menggambarkan metode berbeda dari yang umumnya diketahui, berikut selengkapnya:

  1. Regulasi dan organisasi industri mempelajari topik seperti input dan output dari firma, inovasi, aturan merek dagang.
  2. Hukum dan Ekonomi menerapkan prinsip ekonomi mikro pada pemilihan dan penguatan dari berkompetisi dengan rezim legal dan efisiensi relatifnya.
  3. Ekonomi Perburuhan mempelajari upah, kepegawaian, dan dinamika pasar buruh.
  4. Ekonomi publik (finansial publik) mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial).
  5. Ekonomi kesehatan mempelajari organisasi dari sistem kesehatan, termasuk peran dari pegawai kesehatan dan program asuransi kesehatan.
  6. Politik ekonomi mempelajari peran dari institusi politik dalam menentukan keluarnya sebuah kebijakan.
  7. Ekonomi kependudukan, yang mempelajari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota, seperti gepeng, polusi air dan udara, kemacetan lalu-lintas, dan kemiskinan, digambarkan dalam geografi kependudukan dan sosiologi.
  8. Ekonomi Finansial mempelajari topik seperti struktur dari portofolio yang optimal, rasio dari pengembalian ke modal, analisis ekonometri dari keamanan pengembalian, dan kebiasaan finansial korporat.
  9. Bidang Sejarah ekonomi mempelajari evolusi dari ekonomi dan institusi ekonomi, menggunakan metode dan teknik dari bidang ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, psikologi dan ilmu politik.

Demikianlah ulasan lengkap tentang pengertian ekonomi mikro, untuk lebih lanjut Anda bisa mempelajari dan membaca buku referensi ekonomi mikro karangan Sadono Sukirno yang membahas secara terperinci apa saja yang menjadi pokok pahasan ekonomi mikro. Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

Sumber bacaan: web: maxmanroe.com dan wikipedia.org, buku: Mikro Ekonomi Teori Pengantar, Edisi Ketiga-Sadono Sukirno.

One Reply to “Pengertian Ekonomi Mikro: Tinjauan umum, Ruang Lingkup, Tujuan dan Peranan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *